Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis cemaran bakteri coliform dan pengaruh lama penyimpanan terhadap jumlah mikroba pada produk selai asam dari UKM dapoer cantik, Semarang, Jawa Tengah Christina Astutiningsih; Meri Meri; Aprih Santosa
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah asam jawa (Tamarindus indica) mempunyai banyak manfaat dan sangat berkaitan erat dengan sejarah kota Semarang, sehingga UKM Dapoer Cinta yang berada di Semarang tertarik untuk mengembangkan produk tersebut menjadi oleh-oleh ikon Kota Semarang. Daging buah asam mengandung antara lain asam sitrat, asam tartrat, asam malat, kalium, sterol/terpen, saponin, selulosa, gula, vitamin. Rasa buah asam yang terlalu asam membuat asam jawa menjadi kurang disukai dan diminati oleh banyak orang sehingga untuk dapat dikonsumsi harus diolah terlebih dahulu menjadi suatu kudapan yang menarik, salah satunya adalah produk selai yang akan diisikan pada produk pie atau strudel kudapan kekinian untuk menjadi produk oleh-oleh yang dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke kota Semarang. Kelemahan buah asam jawa mengandung banyak air sehingga mudah menjadi busuk, karena munculnya cemaran mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis parameter cemaran mikroba Coliform. dan juga menentukan masa simpan produk selai tersebut. Selain itu persyaratan cemaran mikroba ini akan menjadi persyaratan dasar pengajuan PIRT untuk UKM mitra. Hasil pengujian cemaran yang diperoleh adalah uji bakteri Coliform negatif. Lama penyimpanan pada suhu ruang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah mikroba dari produk selai asam.
EDUKASI TUBERKULOSIS PARU KEPADA MASYARAKAT DALAM UPAYA ELIMINASI TB Rochmanah Suhartati; Yane Liswanti; Meri Meri; Muhammad Sugih; Naufal Naufal; Anggun Anggun; Farah Farah; Ilham Alifiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia tetapi secara global. Negara harus mewujudkan masyarakat Indonesia tangguh terbebas dari penyakit Tuberkulosis dengan program eliminasi tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah membantu program pemerintah dalam eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan kegiatan edukasi di wilayah kerja puskesmas kelurahan Karikil Kota Tasikmalaya. Metode pengabdian yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penyakit tuberculosis dengan mitra adalah warga Karikil RW 05 Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya sebanyak 47 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis, dengan nilai peningkatan pengetahuan sebesar 96%.Abstract: Tuberculosis is still a health problem not only in Indonesia but globally. The state must realize a resilient Indonesian society free from tuberculosis with a tuberculosis elimination program. The purpose of community service is to assist government programs in eliminating tuberculosis through increasing public knowledge, with educational activities in the working area of the Karikil sub-district health center, Tasikmalaya City. The service method used is counseling about tuberculosis disease with 47 partners from Karikil RW 05, Mangkubumi Village, Tasikmalaya City. Based on the results of data processing, community service activities can increase public knowledge about tuberculosis, with a value of increasing knowledge of 96%.
PENYULUHAN MANFAAT PENGGUNAAN SABUN YANG MENGANDUNG ZAT AKTIF ASAM SALISILAT DALAM MENGOBATI DERMATITIS KEPADA SISWA SDN KARIKIL Yane Liswanti; Korry Novitriani; Ummy Mardiana; R. Suhartati; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16084

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan kulit di Indonesia diperkirakan angka kejadian mecapai 4,6 sampai 12,95% (Griana et al., 2013). Masalah kesehatan kulit di masyarakat dapat terjadi akibat berbagai faktor, antara lain faktor sanitasi lingkungan dan perilaku. Penyebab timbulnya penyakit beragam, dapat berupa infeksi jamur, virus, parasit, dan lain sebagainya. Hasil wawancara dengan kepala Puskesmas Mangkubumi menyebutkan masih banyaknya masyarakat yang mengalami masalah kesehatan kulit. Menurutnya bahwa masyarakat banyak yang mengeluhkan penyakit kulit terutama pada anak-anak usia sekolah dan Balita. Dengan demikian perlu dilakukan peningkatan pengetahuan terhadap anak usia sekolah mengenai pentingnya berperilaku hidup sehat, melalui metode penyuluhan. Dengan dilakukan penyuluhan menggunakan slide presentasi diharapkan lebih efektif dibandingkan media leaflet untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa Sekolah Dasar Negeri Karikil. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman anak usia sekolah yang berada di kelurahan karikil desa Mangkubumi mengenai manfaat penggunaan sabun yang menggunakan senyawa aktif asam salisilat dalam membantu proses pengobatan dermatitis. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan penyuluhan dan post test setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya membiasakan cuci tangan dan dilakukan praktek CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Hasil pengabdian pada 41 orang siswa SDN Karikil yaitu didapat hasil pre test pengetahuan dengan rata-rata 57 % dan rata-rata sikap yaitu 66%. Hasil post test di dapat hasil pengetahuan 84% dan sikap sebesar 97%. Hasil post test mengalami kenaikan setelah dilakukan penyuluhan dimana untuk pengetahuan naik sebesar 27% dan untuk sikap sebesar 31%. Kesimpulan: Siswa SDN Karikil memiliki pengetahuan dan sikap dengan kategori baik. Siswa disarankan untuk selalu menerapkan cuci tangan sebelum dan setelah aktivitas di Sekolah dengan disediakan fasilifas tempat cuci tangan dilengkapi sabun.Abstract: Skin health problems in Indonesia are estimated to have an incidence rate of 4.6 to 12.95% (Griana et al., 2013). Skin health problems in the community can occur due to various factors, including environmental sanitation factors and behavior. The causes of various diseases, can be fungal infections, viruses, parasites, and so on. The results of interviews with the head of the Mangkubumi Health Center stated that there were still many people who experienced skin health problems. According to him, many people complain about skin diseases, especially in school-age children and toddlers. Thus it is necessary to increase the knowledge of school-age children regarding the importance of healthy living behavior, through counseling methods. By conducting counseling using presentation slides, it is hoped that it will be more effective than leaflet media in increasing the knowledge and attitudes of Karikil Public Elementary School students. The purpose of community service is to increase the understanding of school-age children in the Karkil subdistrict, Mangkubumi village regarding the benefits of using soap that uses the active compound salicylic acid in helping the process of treating dermatitis. The method used is to give a pre-test before the counseling is carried out and a post-test after the counseling is carried out about the importance of getting used to washing hands and practicing CTPS (Washing Hands with Soap). The results of the dedication to 41 students of Karikil Elementary School, namely the results of the pre-test of knowledge with an average of 57% and an average attitude of 66%. The results of the posttest obtained 84% knowledge and 97% attitude. Post test results increased after counseling where knowledge increased by 27% and for attitudes by 31%. Conclusion: Karikil Elementary School students have good knowledge and attitudes. Students are advised to always wash their hands before and after activities at school by providing handwashing facilities with soap.
MONITORING KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA MASYARAKAT Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati; Meri Meri; Hendro Kasmanto; Dina Ferdiani; Anisa Nurhasanah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19368

Abstract

Abstrak: Penyakit degeneratif atau dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kesakitan dan kematian secara global. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gangguan metabolisme kronis dengan berbagai sebab dan ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kesadaran masyarakat mengenai pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyakit degeneratif masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memantau kadar gula darah di masyarakat dengan tujuan mencegah penyakit diabetes. Pemeriksaan gula darah dilakukan terhadap 233 orang di wilayah kerja Puskesmas Mangkubumi dan Purbaratu Kota Tasikmalaya dengan menggunakan alat pengukur glukosa darah. Hasil tes gula darah normal pada 82%, meningkat pada 16% dan hipoglikemik pada 2%. Kegiatan ini membantu memantau kadar gula darah masyarakat sehingga dengan cepat mengetahui status kesehatan setiap orang dan menjadi sumber data bagi puskesmas tentang status kesehatan masyarakat di wilayah kerja Anda.Abstract: Degenerative diseases or also called Non-Communicable Diseases (NCDs) are a public health problem because of their high morbidity and mortality rates globally. Diabetes Mellitus (DM) is a NCD caused by chronic metabolic disorders with various causes and is characterized by high levels of sugar in the blood. Public awareness in carrying out health checks, in an effort to prevent degenerative diseases, is still very lacking, therefore this community service aims to monitor blood sugar levels in the community as an effort to prevent DM. Blood sugar checks were carried out on 233 people in the working area of the Mangkubumi and Purbaratu Health Centers in Tasikmalaya City using a glucometer. The results of the blood sugar examination were found to be 82% normal, 16% high and 2% low blood sugar. This activity can monitor people's blood sugar levels, so that they can know each other's health conditions early and serve as a source of data for community health centers regarding the health conditions of people in their work areas.
DETEKSI GOLONGAN DARAH ABO-RHESUS DI PAUD AL URWATUL WUSQO Rochmanah Suhartati; Dewi Peti Virgianti; Rudy Hidana; Yane Liswanti; Tanendri Arrizqiyani; Khusnul Khusnul; Talisa Nursalsabila; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24762

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah PAUD Al Urwatul Wusqo melalui pemeriksaan golongan darah ABO-Rhesus memiliki maksud dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan. Informasi tentang golongan darah ABO tidak hanya penting untuk pemeliharaan kesehatan individu, tetapi juga membantu memahami peran golongan darah dalam kehidupan sehari-hari. Kesesuaian golongan darah dalam transfusi darah sangat penting untuk menghindari reaksi imunologis dan komplikasi klinis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis golongan darah siswa dan orang tua dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengetahui golongan darah, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi situasi medis yang memerlukan pengetahuan tentang golongan darah. Metode pelaksanaan : kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan darah terhadap siswa dan orang tua mereka dengan total sebanyak 51 orang peserta. Persiapan meliputi perencanaan, penyediaan alat dan bahan, serta persiapan dokumen yang diperlukan. Pemeriksaan darah dilakukan di lokasi sekolah dengan bantuan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Monitoring dilakukan selama pelaksanaan kegiatan untuk memastikan partisipasi peserta. Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan dengan cara ceklist observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengikuti pemeriksaan golongan darah dan peserta mengalami peningkatan dari 0% menjadi 100% dalam memahami cara pemeriksaannya. Distribusi golongan darah ABO menunjukkan bahwa 10 orang (25%) bergolongan darah A, 14 orang (35%) bergolongan darah B, 4 orang (10%) bergolongan darah AB, dan 12 orang (30%) bergolongan darah O. Semua peserta memiliki golongan darah Rhesus positif. Pemeriksaan golongan darah penting untuk keamanan transfusi darah dan mengidentifikasi risiko penyakit tertentu.Abstract: Community service activities at Al Urwatul Wusqo PAUD School Perum Graha Persada Sindangkasih through ABO-Rhesus blood type checks aim to increase public awareness and knowledge about health. Information about ABO blood groups is not only important for individual health maintenance, but also helps understand the role of blood groups in everyday life. Blood group compatibility in blood transfusion is essential to avoid immunological reactions and clinical complications. This activity aims to find out the type of blood type of students and parents and is expected to increase people's understanding of the importance of knowing blood type, so that they are better prepared to face medical situations that require knowledge of blood type. Implementation method: the activity was carried out through blood tests on students and their parents with a total of 51 participants. Preparation includes planning, provision of tools and materials, and preparation of necessary documents. Blood tests were conducted at the school site with the help of the principal, teachers, and parents. Each participant was given interesting snacks to attract their interest. Monitoring was conducted during the implementation of the activities to ensure the participation of the participants. Evaluation was conducted to evaluate the success rate of the activity. The results of the activity showed that most of the participants participated in the blood group examination. The distribution of ABO blood type A was 10 people (25%), blood type B was 14 people (35%), blood type AB was 4 people (10%), and blood type O was 12 people (30%). All participants had a positive Rhesus blood type. The importance of checking blood type is related to the safety of blood transfusions and the risk of certain diseases. In conclusion, this community service activity was successful in raising awareness about the importance of knowing blood type. It is recommended to continue periodic blood group checks, especially for new students.
Green Synthesis of ZnO Nanoparticles using Abelmoschus esculenthus L. Fruit Extract: Antioxidant, Photoprotective, Anti-inflammatory, and Antibacterial Studies Christina Astutiningsih; Tias Eka Rahmawati; Nanik Astutik Rahman; Meri Meri
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.204

Abstract

Nanoparticles are extensively studied for their promising biological properties. In this study, the fruit extract of Abelmoschus esculenthus L. was used as a chelating agent for the synthesis of zinc oxide nanoparticles (ZnOPs-AE) using a zinc acetate solution. The prepared ZnOPs-AE were identified and characterized using UV-vis spectroscopy, Fourier-transformed infrared spectroscopy (FTIR), particle size analyzer (PSA), scanning electron microscopy (SEM), and energy dispersive spectrum (EDS). The green synthesized ZnOPs-AE were evaluated for their antioxidant, photoprotective, anti-inflammatory, and antibacterial activities. The synthesized nanoparticles showed an intensity peak at 370 nm in the UV-vis spectrum. The FTIR result shows the presence of O-H, C=O, C-O, C-OH, and C=C chelating functional groups on the surface of nanoparticles. The size of ZnOPs-AE was determined using a PSA with particle size distribution of 102.2 nm. The ZnOPs-AE were shown to be spherical by SEM analysis and composition was 82.11% and 14.79% for Zn and O, respectively. The antioxidant properties of ZnOPs-AE showed significant antioxidant potential in DPPH, ABTS, and FRAP assays compared to the quercetin standard. The photoprotection activity test showed a SPF value of 19.63, the percentage of erythema transmission was 5.98%, and the percentage of pigmentation transmission was 5.62%. The ZnOPs-AE showed good anti-inflammatory with the synthesized nanoparticle performing activity between positive control and the fruit extract of Abelmoschus esculenthus L. Also, the ZnOPs-AE exhibited good antibacterial activity against Staphylococcus aureus (20.78 mm) and Pseudomonas aeruginosae (11.13 mm). Overall, the results highlight the effectiveness and potential of ZnOPs-AE for biological application.