Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI RITUAL KELONG OSONG MASYARAKAT KALUPPINI Suparman
MABASAN Vol. 16 No. 2 (2022): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v16i2.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai yang terkandung dalam ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini Kabupaten Enrekang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari dua sumber. Pertama, data primer, yaitu berupa tuturan ritual yang diperoleh pada ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini. Kedua, data sekunder, yaitu data tambahan yang diperoleh dari literatur yang relevan dan  mendukung penelitian ini. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini dalam bentuk lisan yang diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara memahami, menyeleksi, menandai, dan mencocokkan antara data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini memperlihatkan nilai-nilai yang terkandung dalam tuturan ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini terdiri atas nilai religius, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai pendidikan.
Design and Implementation of Electronic Queue System at Walenrang Health Center for Service Optimization Rizky Amalia Sugiman; Dianradika Prasti; Suparman Suparman
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 5 No. 2 (2025): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research November 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v5i2.6929

Abstract

This study aims to design, develop, and implement an Android-based electronic queuing system to enhance the effectiveness, efficiency, and overall quality of healthcare services at Walenrang Community Health Center. The manual queuing system previously applied often caused patient congestion, long waiting times, service delays, and discomfort for both patients and staff. To overcome these problems, an electronic queuing system was created, allowing patients to take queue numbers online, monitor the real-time status of the queue, access detailed service information, and view their visit history conveniently. This system was developed using a Research and Development (R&D) approach, following the waterfall model as the software development method. Evaluation of the system involved three expert validators, resulting in a validation score of 95.17%, which classifies the system as highly feasible for implementation. Furthermore, usability testing with 12 user respondents revealed an average satisfaction score of 94 out of 100, indicating a very high level of user satisfaction regarding ease of use, speed of access, and accuracy of queue information. Based on these results, the implemented system has proven effective in improving the efficiency of healthcare service delivery while providing greater convenience, comfort, and accessibility for the community, thereby supporting a more organized and patient-friendly healthcare environment.
Revitalisasi Bahasa dan Budaya Limola di Desa Sassa Melalui Media Digital Wahyu Hidayat; Fitrah Al Anshori; Suparman Suparman
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2530

Abstract

Desa Sassa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memiliki bahasa Limola sebagai identitas budaya masyarakat. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan bahasa Limola mengalami penurunan drastis, sehingga terancam punah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan bahasa dan budaya Limola melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana dokumentasi, pembelajaran, dan promosi budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara tokoh adat, pelatihan literasi digital, produksi konten berbasis video, audio, dan e-book, serta sosialisasi hasil melalui kanal media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran generasi muda terhadap bahasa Limola, terciptanya kamus digital, modul ajar, dokumentasi cerita rakyat, serta peningkatan keterampilan pemuda dalam mengelola media digital. Respon masyarakat juga positif, terlihat dari mulai digunakannya bahasa Limola dalam kegiatan komunitas dan media sosial. Dengan demikian, pemanfaatan media digital terbukti efektif dalam revitalisasi bahasa dan budaya lokal.
Pariwisata Budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang: Pelestarian Warisan Budaya Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Darmawati Darmawati; Besse Herdiana; Muhammad Nurahmad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.592

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendigitalisasi pariwisata budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan partisipatif dan teknologi digital melalui tiga tahap: (1) dokumentasi etnografis nilai budaya lokal, (2) pengembangan platform digital serta (3) pelatihan literasi digital kepada 20 pemuda setempat sebagai Duta Digital Budaya. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mendokumentasikan 17 narasi budaya, membangun platform digital yang mencapai jangkauan pengguna dalam tiga bulan, serta meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran budaya peserta pelatihan. Lebih dari itu, digitalisasi terbukti mampu menghidupkan kembali makna Tebing Mandu sebagai lanskap budaya sakral yang menyatukan dimensi geologis, ekologis, dan spiritual. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital, jika diintegrasikan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal, dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.
Keefektifan Model Picture And Picture dalam Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMPN 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Suparman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan model picture and picture dalam menulis naskah drama siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Bua Ponrang kabupaten luwu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Pada penelitian ini siswa sebagai subjek diberikan satu kali pengukuran tes awal (pretest) dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan menulis siswa sebelum adanya perlakuan dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dan siswa diberikan perlakuan berupa tes akhir (posttes) untuk mengukur keterampilan menulis setelah mendapat perlakuan. Hasil analisi data menggunakan
Pelatihan Metode Asesmen Bervariasi di SDN 270 Matompi Abdullah Syukur; Abdul Zahir; Tsamratul’aeni; Suparman Suparman; Gita Srihidayati
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.425

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan metode asesmen yang bervariasi dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan inovasi dalam penilaian pembelajaran yang tidak hanya terfokus pada tes tertulis, tetapi juga mencakup asesmen formatif, portofolio, observasi, dan penilaian berbasis proyek. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 September 2024, bertempat di UPT SDN 270 Matompi dan diikuti oleh 23 peserta yang merupakan guru dari sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung penyusunan instrumen asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi dan peningkatan pemahaman terkait pentingnya penggunaan asesmen yang bervariasi untuk mendukung proses belajar yang lebih holistik. Diharapkan melalui pelatihan ini, guru-guru dapat mengaplikasikan metode asesmen yang lebih kreatif dan efektif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.