Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUJIAN BLACK BOX APLIKASI PENJUALAN PUPUK BERSUBSIDI MENGGUNAKAN TEKNIK EQUIVALENCE PARTITIONING Fitrah Eka Susilawati; Suparman Suparman; Andi Mahsul Guttu Patalo
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo Fakultas Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/dcomputare.v12i2.48

Abstract

Pengujian aplikasi biasanya dilakukan oleh ahli seperti pihak Quality Assurance atau Quality Control untuk memeriksa dan mengetahui bahwa aplikasi yang dibuat telah sesuai dengan fungsionalitas aplikasi yang diharapkan. Pengujian black box merupakan pengujian aspek fundamental dari suatu sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan baik Pengujian pada aplikasi ini dilakukan untuk mengevaluasi aplikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Metode equivalence partitioning merupakan salah satu teknik pengujian black box berdasarkan masukan data setiap form isian yang terdapat pada aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsionalitas form yang diuji berdasarkan hasil yang diharapkan adalah aplikasi berhasil sesuai dengan skenario test case yang telah dilakukan.
Pelatihan Pengenalan Microsoft Office Word Pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Palopo Suparman; Gita Srihidayati
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jpm.v2i2.80

Abstract

sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Palopo dengan tujuan membantu meningkatkan ilmu pengetahuan setiap siswa melalui program kerja pelatihan pengenalan Microsoft Office Word dengan memperkenalkan dasa-dasar Office Word yang umum digunakan. Metode pelaksanaan memiliki dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan dalam menggunakan Microsoft Office Word sebagai bahan dasar persiapan menuju ke jenjang pendidikan selanjutnya
NILAI-NILAI RITUAL KELONG OSONG MASYARAKAT KALUPPINI Suparman
MABASAN Vol. 16 No. 2 (2022): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v16i2.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai yang terkandung dalam ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini Kabupaten Enrekang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari dua sumber. Pertama, data primer, yaitu berupa tuturan ritual yang diperoleh pada ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini. Kedua, data sekunder, yaitu data tambahan yang diperoleh dari literatur yang relevan dan  mendukung penelitian ini. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini dalam bentuk lisan yang diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara memahami, menyeleksi, menandai, dan mencocokkan antara data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini memperlihatkan nilai-nilai yang terkandung dalam tuturan ritual Kelong Osong masyarakat Kaluppini terdiri atas nilai religius, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai pendidikan.
Inovasi Leksikal Apokope Sinkope Bahasa Tae dan Bahasa Wotu Suparman Suparman; Muhammad Nurahmad
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v2i4.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara kualitatif apoke dan sinkope pada Bahasa Tae dan Bahasa Wotu. Analisis dilakukan pada 200 kosa kata Swades yang dilakukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Bahasa Tae dan Bahasa Wotu terdapat 7 (tujuh) buah kata yang termasuk dalam kategori apoke sdangkan pada sinkope pada Bahasa Tea dan Bahasa Wotu terdapat 4 (empat) buah kata masuk dalam kategori sinkope.
Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu Suparman Suparman; Muhammad Nurahmad; Marlia Muklim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.526

Abstract

Penelitian yang berjudul “Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu” ini memaparkan sembilan tanda diakritik yang digunakan yang mewakili setiap proses koartikulasi yaitu labialisasi, nasalisasi, palatalisasi, glotalisasi, pengguguran /r/, geminasi, perendahan vokal tinggi, penyisipan hentian glotis, dan penyisipan /w/ dan /y/.
POSISI KEMUNCULAN VOKAL KONSONAN DALAM BAHASA RAMPI DAN BAHASA TAE’ Suparman Suparman
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v8i2.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi kemunculan vokal dan konsonan Bahasa rampi dan Bahasa Tae. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualittatif. Data diambil dengan menggunakan daftar kosa kata dari bahasa Rampi dan bahasa Tae yang mengacu pada daftar kosakata Swadesh. Sumber data yaitu masyarakat penutur bahasa Rampi dan bahasa Tae yang belum pernah meninggalkan wilayahnya selama sepuluh tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua huruf vokal dan huruf konsonan menempati posisi di awal, di tengah, dan di akhir dalam kosa kata kedua bahasa tersebut. Bahasa Rampi lebih cenderung dominan menggunakan huruf vokal dibandingkan dengan bahasa Tae
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam Menulis Paragraf Argumentasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-bone Kabupaten Luwu Utara Wahyuni Wahyuni; Suparman Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.426 KB) | DOI: 10.53769/deiktis.v1i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perbedaan yang signifikan antara menulis paragraf argumentasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dengan tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-bone Kabupaten Luwu Utara dan 2) mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dalam menulis paragraf argumentasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-bone Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua kelompok subjek. Penelitian ini didesain secara posttest-only control design. Sampel pada penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII.7 sebagai kelompok kontrol dan VIII.8 sebagai kelompok eksperimen yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara nilai rata-rata (mean) posttest menulis paragraf argumentasi kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) memiliki nilai rata-rata sebesar 66,46, sedangkan kelompok yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) memiliki nilai rata-rata sebesar 65,83. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji mann-whitney U, diperoleh ρ > α atau 0,722 > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan menulis paragraf argumentasi antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) tidak efektif diterapkan dalam menulis paragraf argumentasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-bone Kabupaten Luwu Utara.
Kemampuan Membaca Sastra Siswa Kelas VII Mts. Sampano Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu Sri Rahayu; Suparman Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.217 KB) | DOI: 10.53769/deiktis.v1i1.91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan membaca sastra siswa kelas VII MTs. Sampano Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa, yaitu 71,11. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari sampel yang mendapat nilai 96 diperoleh 3 sampel; nilai 93 diperoleh 2 sampel; nilai 92 diperoleh 2 sampel; nilai 91 diperoleh 1 sampel; nilai 88 diperoleh 5 sampel; nilai 80 diperoleh 2 sampel; nilai 77 diperoleh 1 sampel; nilai 75 diperoleh 1 sampel, nilai 60 diperoleh 2 sampel; nilai 42 diperoleh 2 sampel; nilai 33 diperoleh 1 sampel; nilai 30 diperoleh 1 sampel; nilai 29 diperoleh 3 sampel. Apabila dikonfirmasikan dengan KKM, maka kemampuan membaca sastra, siswa yang mendapat nilai ke atas sebanyak 17 sampel, sedangkan siswa yang mendapat nilai ke bawah sebanyak 9 sampel. Dilihat dari tolak ukur kemampuan, siswa dapat dikatakan mampu karena siswa yang memperoleh nilai 72 ke atas mencapai 85%.
Kemampuan Menentukan Ide Pokok dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara Pancana Beta; Marchella Praserda Kartika; Suparman Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.563 KB) | DOI: 10.53769/deiktis.v1i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menentukan ide pokok dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini didesain secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII.9 yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara dalam menentukan ide pokok dengan model pembelajaran inkuiri, yaitu 66,55. Nilai rata-rata tersebut diperoleh dari yang mendapat nilai 90 berjumlah 2 sampel (6,9%); yang mendapat nilai 85 berjumlah 5 sampel (17,2%); yang mendapat nilai 80 berjumlah 2 sampel (6,9%); yang mendapat nilai 75 berjumlah 3 sampel (10,3%); yang mendapat nilai 70 berjumlah 3 sampel (10,3%); yang mendapat nilai 65 berjumlah 2 sampel (6,9%); yang mendapat nilai 55 berjumlah 3 sampel (10,3%); yang mendapat nilai 50 berjumlah 6 sampel (20,7%); yang mendapat nilai 45 berjumlah 3 sampel (10,3%). Apabila dikonfirmasikan dengan KKM, maka kemampuan menentukan ide pokok dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri siswa yang mendapat nilai ≥ 73 sebanyak 12 sampel (41,38%), sedangkan siswa yang mendapat nilai < 73 sebanyak 17 sampel (58,62%). Dilihat dari tolak ukur kemampuan, siswa belum dapat dikatakan mampu karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 73 tidak mencapai 85%.
Deskripsi Kemampuan Berbicara melalui Teknik Menyimak Cerita pada Siswa Kelas X SMK Kristen Palopo Sehe Madeamin; Sebastianus Jakung; Suparman Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.383 KB) | DOI: 10.53769/deiktis.v1i1.93

Abstract

Penelitian ini yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMK Kristen Palopo. Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui atau mengambarkan kemampuan berbicara siswa dalam suatu objek. Hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Deskripsi kemampuan berbicara melalui teknik menyimak cerita pada siswa kelas X SMK Kristen Palopo dengan mengetahui dari hasil ini dapat dilihat dari hasil mengambarkan dengan menunjukan hasil nilai rata-rata siswa adalah 84,94. Dengan adanya peningkatan nilai rata-rata tersebut, berarti menunjukan bahwa pembelajaran dengan hasil menggambarkan kemampuan di setiap siswa dapat berhasil dengan optimal. Setelah dilaksanakan pembelajaran deskripsi kemampuan berbicara maka muncul perubahan ke arah yang lebih positif antara lain: Siswa merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran, siswa sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran