Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Office pada Sistem Pembelajaran di SMP 12 Anggeraja Gita Srihidayati; Suparman Suparman
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.163

Abstract

Pada masa modernisasi ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat tidak hanya berperan dalam bidang perekonomian, tapi juga bidang pendidikan. Saat ini setiap siswa/i di hampir semua jenjang pendidikan diwajibkan untuk melek teknologi, terutama teknologi informasi. Selain untuk menunjang kegiatan pendidikan, melek teknologi informasi juga menunjang siswa/i dalam menyelesaikan persoalan. Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan sistemoperasi pada computer pada siswamembantu meningkatkan ilmu pengetahuan setiap siswa melalui program kerja pelatihan pengenalan Microsoft Office Word dengan memperkenalkan dasa-dasar Office Word yang umum digunakan. Metode pelaksanaan memiliki dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan dalam menggunakan Microsoft Office Word sebagai bahan dasar persiapan menuju ke jenjang pendidikan selanjutnya
Pendampingan Pembuatan Dompok Durian di Desa Tampumia, Kabupaten Luwu Sunarni Yassa; Marlina Bakri; M. Nur Hakim; Gita Srihidayati; Suparman Suparman
Abdimas Langkanae Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v4i1.170

Abstract

Buah durian mempunyai banyak manfaat yang mengandung senyawa yang di butuhkan oleh tubuh manusia, karena dalam durian mengandung beberapa nutrisi penting, diantaranya: Kalori, Lemak, Karbohidrat, Serat, Protein, Vitamin, Tiamin, Mangan, Vitamin, Kalium, Kalsium, Zat besi, Riboflavin, Tembaga, Folat, Magnesium, Niasin. Sehingga buah durian dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh karena dapat mencegah perubahan sel abnormal kanker, meningkatkan kesehatan pencernaan, mencegah munculnya nyeri, mencegah penuaan dini, menjaga kesehatan tulang, mencegah penyakit jantung, mengatur tekanan darah, mencegah diabetes, mencegah anemia, mengatasi insomnia, meningkatkan kesehatan kulit, mencegah depresi, mengatasi disfungsi seksual. Kemudian sebagai kuliner durian dapat dibuat menjadi ‘Dompok’ yang dapat menjadi cemilan manis di Palopo, serta Dompok juga kerap dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh khas yang digemari banyak orang. Karena selain memiliki cita rasa yang enak dan legit, harga dompok durian juga relatif terjangkau, penjual dompok pun juga mudah ditemukan di toko-toko oleh-oleh di pasar tradisional
Pelatihan dan Simulasi Tes Toefl (Reading Section) di SMAN 8 Luwu Timur Tsamratul’aeni; Suparman Suparman
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.200

Abstract

TOEFL merupakan tes kompetensi Bahasa Inggris meliputi Listening, Structure, dan Written Expression serta  Reading Section. Biasanya dibutuh untuk kepentingan tertentu seperti mendaftar sebagai mahasiswa baru, mendapatkan beasiswa dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit peserta tes bisa melalui syarat dan standar nilai yang ditentukan maka dari itu tim dosen Pendidikan Bahasa Inggris  mengadakan pelatihan dan simulasi tes TOEFL bagi siswa Sekolah Menengah Atas. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya mempersiapkan para siswa tersebut mengikuti tes TOEFL kedepannya. Selain dari itu, melalui tes ini, juga memperkenalkan kepada siswa bagaimana cara mengerjakan soal-soal  dengan trik-trik tertentu dengan batasan waktu yang telah ditentukan. Dari hasil kegiatan ini, seluruh peserta sangat senang dan antusias terlihat dari sambutan dari awal hingga berakhirnya kegiatan pelatihan ini. Dilihat dari nipai, ditemukan bahwa beberapa siswa mampu mendapatkan nilai Reading cukup memuaskan. Walaupun tes ini adalah termasuk hal yang pertama bagi mereka dan belum mencapai target yang semestinya namun setidaknya menjadi pengalaman terbesar dan berkesan dalam mengerjakan tes TOEFL. Diharapkan kedepannya para siswa lebih giat lagi dalam meningkatkan kompetensi pemahaman Bahasa Inggris mereka sehingga bisa menguasai seluruh skill dan mendapatkan  nilai tes yang memuaskan.
PEMBUATAN APOTIK HIDUP PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN PADA SITUASI COVID-19 Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Nurhesti Asr; Indar Yanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.65

Abstract

Tujuan pelaksanaan program pembuatan apotik hidup pengembangan ketahanan pangan pada situasi covid-19 adalah untuk pengembangan ketahanan pangan khususnya di Desa Olang Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu dan tanaman apotik hidup dalam kehidupan manusia sebagai alternatif untuk sumber pengobatan yang sangat bermanfaat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan dua metode yaitu obsevasi dan musyawarah dengan empat tahapan yaitu; tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Apotik hidup merupakan kegiatan menanam tumbuhan berkhasiat obat yang sangat bermanfaat karena dapat menjadi sumber dalam pemeliharaan kesehatan dan menjadi alternatif dalam pengobatan. Tanaman apotik hidup yang telah ditanam adalah tanaman obat-obatan dan tanaman sayur-sayuran. Tanaman obat yang ditanam diantaranya; kumis kucing, temulawak, kunyit, daun miana, lidah buaya, dan daun paccakke. Tanaman sayur-sayuran yang ditanam bersama tanaman obat diantaranya; tomat, bayam, lombok, terong, dan daun kelor. Selama pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata tematik.
Konteks Budaya Perkawinan Masyarakat Bugis Luwu (Kajian Antropolinguistik) Suparman Suparman; Tsamratul'aeni Tsamratul'aeni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.796

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsiskan prosesi pernikahan, fungsi dan tujuan dalam prosesi pernikahan masyarakat Luwu. . Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan data terdiri dari wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Pada prosesi pernikahan adat bugis dan mayarakat luwu, ada beberapa hal yang harus dilengkapi atau dipersiapkan sebelum acara mata gau (acara inti). Hal yang seperti ini jika salah satu dari bagian perlengkapan tidak ada maka nilai kesakralan prosesi pernikahan masyarakat luwu tidak sempurna, karena berdasarkan penelitian ini semua yang terkait dalam prosesi pernikahan masyarakat luwu itu memiliki makna tersendiri beserta memiliki fungsinya masing-masing. Adapun nilai-nilai yang terdapat dalam prosesi pernikahan ini yaitu nilai budaya, nilai sosial, dan nilai agama
Representasi Makna Kultural dalam Gerakan Tari Seka Kontemporer Suku Kamoro Papua Ratu Bulkis Ramli; Andi Karman; Suparman Suparman; Musriani Musriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.859

Abstract

Tari merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi identitas suatu suku yang ada di Indonesia. Selain sebagai bentuk ekspresi, tari juga dapat menjadi representasi yang menghubungkan masyarakat dan budayanya. Begitupula denga Tari Seka dari suku Komoro Papua. Meskipun demikian, tidak semua orang dapat memahami makna dari setiap gerakan tari sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kultural dalam gerakan Tari Seka Kontemporer suku Komoro Papua menggunakan pendekatan semiotika Pierce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berorientasi pada makna gerakan tari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan atau observasi terhadap pagelaran tari di kegiatan Merauke Imbuti Festival 2024 dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan transkrip data, klasifikasi data, dan mereduksi data. Adapun hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 8 gerakan dalam tarian yang merepresentasikan makna kultural. Selain gerakan, formasi gerakan tari menjadi wujud dari representamen yang menghasilkan interpretan terhadap pembacanaya.
Representasi Perjuangan Perempuan untuk Medapatkan Pengakuan pada Lirik Lagu Rayuan Perempuan Gila Karya Nadin Amizah (Kajian Feminisme Eksistensial) Ratu Bulkis Ramli; Laurensia Elya Puspita; Suparman Suparman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi nilai feminisme pada lirik lagu Rayuan Perempuan Gila karya Nadin Amizah. Lirik lagu Rayuan Perempuan Gila menceritakan tentang seorang Perempuan yang berupaya mendapatkan sebuah pengakuan dari kekasihnya. Lirik lagu Nadin Amizah dibungkus dalam metafora yang merepresentasikan nilai emosional, ketidaknormalan, dan upaya perempuan memperjuangkan sebuah pengakuan. Lagu ini dianalisis berdasarkan perspektif feminisme eksistensial dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu Rayuan Perempuan Gila yang mengarah pada nilai-nilai feminisme eksistensial, yakni; kebebasan individu, penerimaan diri, dan perjuangan perempuan dalam menghadapi ketidakpastian. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian ini, adalah; 1) identifikasi, 2) klasifikasi, dan 3) interpretasi. Terdapat lima upaya perempuan untuk mendapatkan pengakuan dalam perspektif feminisme eksistensia pada lirik lagu Rayuan Perempuan Gila, di anataranya; 1) Kesadaran akan keterbatasan; 2) penerimaan diri dalam ketidaksempurnaan; 3) melawan stigma dan label sosial; 4) Upaya diam-diam untuk mencintai dan bertahan; 5) Keyakinan terhadap diri sendiri dan keberkanjutan. Selain itu, nilai-nilai feminisme eksistensial, seperti kebebasan, otoritas pribadi, dan perjuangan untuk mencapai eksistensi autentik, menjadi landasan penting dalam memahami representasi perempuan dalam lagu ini.
Analisis Nilai pada Lagu "Sandaran Hati" Karya Letto Suparman Suparman; Besse Herdiana; Muhammad Nuruahmad
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1326

Abstract

Lagu "Sandaran Hati" yang diciptakan oleh grup musik Letto merupakan salah satu karya yang memiliki makna mendalam dan kaya akan nilai-nilai yang dapat dianalisis melalui pendekatan semiotika. Dalam jurnal ini, penulis akan membahas berbagai aspek yang terkandung dalam lagu tersebut, termasuk nilai religius, budaya, sosial, dan estetik. Melalui analisis semiotika, diharapkan dapat ditemukan pemahaman yang lebih dalam mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu serta dampaknya terhadap pendengar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis lirik lagu.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Percakapan Masyarakat Kecamatan Lamasi Suparman Suparman; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada percakapan masyarakat Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, teknik rekam, teknik transkripsi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi adalah kesalahan penggunaan kata yang tidak tepat dalam kalimat kemudian menyusul kesalahan dalam tataran fonologi dan kesalahan dalam kalimat (kalimat rancu). Faktor utama kesalahan berbahasa adalah: 1) masyarakat menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi (mengetahui lebih dari satu bahasa), dan 2) tidak adanya aturan penggunaan bahasa meskipun dalam suasana resmi harus menggunakan bahasa yang tidak resmi.
Taboo as Oral Discourse and Cultural Code: Performative Communication of Moral and Ecological Values in Bugis Society Suparman, Suparman; Abdullah Syukur; Tsamratul’aeni, Tsamratul’aeni
LETS: Journal of Linguistics and English Teaching Studies Vol. 7 No. 1 (2025): LETS: Journal of Linguistics and English Teaching Studies
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/lets.v7i1.1860

Abstract

This study aims at examining the phenomenon of taboo in Bugis society through an anthropolinguistic perspective. tTaboo is understood as a prohibition or taboo transmitted orally, functioning as a social, religious, and ecological mechanism to regulate behavior and to maintain communal harmony. By using a qualitative approach within the paradigm of linguistic ethnography, this research involved 12 key informants in Luwu Regency, South Sulawesi. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of taboo texts. The analysis was conducted through data reduction, thematic classification, and anthropological interpretation. The findings reveal four main dimensions of Bugis taboo: (1) religious integrating local customs with Islamic teachings; (2) social emphasizing ethics of mutual assistance and norms of interaction; (3) health-related particularly prohibitions concerning pregnant women and children; and (4) ecological functioning as local knowledge for natural resource conservation. Bugis taboo is shown to function not merely as an oral tradition, but also as a performative speech act that regulates behavior, instills moral values, and preserves local wisdom. These findings affirm the contribution of taboo as an important component of intangible cultural heritage while enriching cross-cultural studies of taboo.