Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Local Resources-Based Community Empowerment Model to Achieve Food Security in the Indonesian Border Community of North Sebatik Nia Kurniasih; Sekar Inten Mulyani; Hendris Hendris
Jurnal Kawistara Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.73042

Abstract

Many scholars now see border areas to have a srategic value. They are no longer seen as the backyard of a country but the front yard that must be seen well developed. Therefore border communities must be empowered to be independent from neighboring countries. These include efforts to increase these independence through community empowerment. Community empowerment can increase the independence and welfare of the community through increasing knowledge, attitudes/behaviors, skills, abilities, awareness, and utilization of resources. Through the process, it is expected that human resources capacity will increase in food security. How the efforts to empower border communities adopt local resources, instead of a top down approach, however needs forther exploration. This research aims to asses the effects of human and natural capitals in formulating local resources-based Community empowerment model in the sector of food security. This research was conducted in the North Sebatik district, Nunukan regency with 65 sample of farmers selected through simple random sampling techniques. Primary and secondary data were collected through field observations, direct interviews, questionnaire distribution, and information obtained from official government agencies. This research uses human capital, nature capital, and social capital as dependent variables, and community empowerment and food security as independent variables. The analysis method applied Partial Least Square (PLS) by using software WarpPLS 5.0. The results of the research showed that human capital must go through an empowerment process to increase human quality. Natural capital must also go through an empowerment process, as human quality without supported nature resources cannot improve capacity to achieve food security. Social capital must also go through an empowerment process. Community empowerment has an impact on food security, as it can manage existing resources to create and improve household income through locally-based agricultural activities to achieve food security.
Sosialiasasi Dan Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Air Cucian Beras Di Desa Sangkub Nizhamuddin AB; Nia Kurniasih Suryana; Hayrul Gunawan
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.191

Abstract

The Socialization and Workshop on Liquid Organic Fertilizer Production from Rice Washing Water Waste in Sangkub Village aims to enhance the community's understanding of the benefits of liquid organic fertilizer. In this activity, participants are educated on the process of making fertilizer by utilizing rice washing water, which is often discarded in daily life. This initiative is expected to reduce farmers' dependence on chemical fertilizers, which are becoming increasingly expensive and hard to obtain. In addition to lowering agricultural production costs, the use of household waste such as rice washing water also has the potential to improve the quality and quantity of crop yields. The villagers are expected to apply the knowledge gained, significantly reducing the use of chemical fertilizers. The expected outcomes include increasing the community's knowledge and skills related to organic fertilizer production, effective utilization of waste, and improved agricultural yields. Success indicators include the number of participants, the extent to which the acquired knowledge is applied in practice, reduced use of chemical fertilizers, increased crop yields, and positive feedback from workshop participants. This activity is expected to provide a sustainable solution in supporting environmentally friendly agriculture in Sangkub Village.
Identifikasi Indikator Variabel yang Berpengaruh dalam Hubungan antara Karakteristik Penyuluh, Karakteristik Petani, Kinerja Penyuluh dan Perubahan Perilaku Petani: Identification of Variable Indicators that Influence Relationship Between Extension Worker Characteristics, Farmer Characteristics, Extension Worker Performance, and Changes in Farmers Behavior Siti Nurdiyanah; Nia Kurniasih Suryana; Ahmad Mubarak
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4032

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator variabel yang mempengaruhi hubungan antara karakteristik petani, karakteristik penyuluh, kinerja penyuluh, dan perubahan perilaku petani. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan dari Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator yang berpengaruh yakni, keterampilan petani, pengalaman, usia, keberanian, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh, penguasaan inovasi, peta wilayah, RDKK, RKP, keterampilan, pengetahuan dan sikap. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Increasing professional, independent, innovative, creative, and globally-minded agricultural human resources (HR) is essential for food sufficiency, employment expansion, poverty eradication, and boosting GDP and farmer income. Good performance of agricultural instructors is vital for supporting food self-sufficiency, sovereignty, production, and farmer welfare. This research aims to identify variable indicators influencing the relationships among farmer characteristics, instructor characteristics, instructor performance, and changes in farmer behavior. Conducted in Tarakan City from December 2023 to March 2024 with 55 purposively sampled participants, data collection methods included observation, interviews, FGDs, and secondary data from related agencies. Using SmartPLS 3.0 software, key indicators analyzed were farmer skills, experience, age, courage, instructor communication, instructor experience, mastery of innovation, regional maps, RDKK, RKP, skills, knowledge, and attitudes. Proper selection and testing of these indicators ensure the validity and reliability of the measurement model in SEM analysis, aiding in the understanding of complex variable relationships.
Identifikasi Indikator Variabel yang Berpengaruh dalam Hubungan antara Karakteristik Penyuluh, Karakteristik Petani, Kinerja Penyuluh dan Perubahan Perilaku Petani: Identification of Variable Indicators that Influence Relationship Between Extension Worker Characteristics, Farmer Characteristics, Extension Worker Performance, and Changes in Farmers Behavior Siti Nurdiyanah; Nia Kurniasih Suryana; Ahmad Mubarak
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4032

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator variabel yang mempengaruhi hubungan antara karakteristik petani, karakteristik penyuluh, kinerja penyuluh, dan perubahan perilaku petani. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan dari Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator yang berpengaruh yakni, keterampilan petani, pengalaman, usia, keberanian, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh, penguasaan inovasi, peta wilayah, RDKK, RKP, keterampilan, pengetahuan dan sikap. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Increasing professional, independent, innovative, creative, and globally-minded agricultural human resources (HR) is essential for food sufficiency, employment expansion, poverty eradication, and boosting GDP and farmer income. Good performance of agricultural instructors is vital for supporting food self-sufficiency, sovereignty, production, and farmer welfare. This research aims to identify variable indicators influencing the relationships among farmer characteristics, instructor characteristics, instructor performance, and changes in farmer behavior. Conducted in Tarakan City from December 2023 to March 2024 with 55 purposively sampled participants, data collection methods included observation, interviews, FGDs, and secondary data from related agencies. Using SmartPLS 3.0 software, key indicators analyzed were farmer skills, experience, age, courage, instructor communication, instructor experience, mastery of innovation, regional maps, RDKK, RKP, skills, knowledge, and attitudes. Proper selection and testing of these indicators ensure the validity and reliability of the measurement model in SEM analysis, aiding in the understanding of complex variable relationships.
Sosialiasasi Dan Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Air Cucian Beras Di Desa Sangkub AB, Nizhamuddin; Suryana, Nia Kurniasih; Gunawan, Hayrul
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.191

Abstract

The Socialization and Workshop on Liquid Organic Fertilizer Production from Rice Washing Water Waste in Sangkub Village aims to enhance the community's understanding of the benefits of liquid organic fertilizer. In this activity, participants are educated on the process of making fertilizer by utilizing rice washing water, which is often discarded in daily life. This initiative is expected to reduce farmers' dependence on chemical fertilizers, which are becoming increasingly expensive and hard to obtain. In addition to lowering agricultural production costs, the use of household waste such as rice washing water also has the potential to improve the quality and quantity of crop yields. The villagers are expected to apply the knowledge gained, significantly reducing the use of chemical fertilizers. The expected outcomes include increasing the community's knowledge and skills related to organic fertilizer production, effective utilization of waste, and improved agricultural yields. Success indicators include the number of participants, the extent to which the acquired knowledge is applied in practice, reduced use of chemical fertilizers, increased crop yields, and positive feedback from workshop participants. This activity is expected to provide a sustainable solution in supporting environmentally friendly agriculture in Sangkub Village.
Sosialisasi Penguatan Lembaga, Pemupukan dan Penggunaan Pestisida di Kelompok Tani Takau Kabupaten Tana Tidung Adiwena, Muh.; Nurjannah; Hendris; Nia Kurniasih Suryana; Nurmaisah; Abdul Rahim; Mardhiana; Rayhana Jafar; Paolus Donatus Haka
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1722

Abstract

Kelompok Tani Takau merupakan kelompok tani yang berfokus pada ekstensifikasi pertanian. Dalam fase ini, petani masih belum mengoptimalkan keberadaan kelompok tani sebagai Lembaga pertanian. Selain itu, pemanfaatan sumber daya lingkungan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman juga belum optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para petani dalam menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah sosialisasi tentang penguatan lembaga pertanian, pemupukan yang berkelanjutan, dan penggunaan pestisida nabati di Kelompok Tani Takau, Kabupaten Tana Tidung. Metode yang diterapkan mencakup evaluasi, penyuluhan, dan dialog. Dampak dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kelompok, memberikan pupuk secara efektif, dan menggunakan pestisida nabati. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan kesadaran lingkungan. Kesimpulannya, kegiatan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tana Tidung.
Edukasi teknologi pengolahan limbah padi menuju ketahanan pangan di Kota Tarakan Dewi Elviana Cahyaning C. Wulandari; Nia Kurniasih Suryana; Dwi Santoso; Siti Zahara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34979

Abstract

Abstrak Kota Tarakan merupakan daerah dataran rendah dengan luas wilayah 250,80 km², di mana Kecamatan Tarakan Timur menjadi sentra pertanian dengan areal 297,115 ha dan menampung sekitar 36% petani. Potensi tersebut menjadikan wilayah ini sebagai penyumbang terbesar produksi pertanian di Kota Tarakan. Namun, pengelolaan pertanian berkelanjutan menuntut perhatian tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosial. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah pengelolaan limbah padi, khususnya sekam, yang kaya unsur silika tetapi selama ini kurang dimanfaatkan. Berdasarkan identifikasi masalah, ditetapkan tiga prioritas utama, yaitu: (1) edukasi teknologi pemupukan yang baik dan benar, (2) edukasi inovasi pembuatan pupuk silika, dan (3) edukasi manajemen usahatani. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan bersama Kelompok Tani Serumpun Satu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memahami dan mempraktikkan teknologi pemupukan yang tepat, memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah limbah sekam menjadi pupuk silika, dan mulai menerapkan manajemen usahatani secara lebih efisien. Dampak kegiatan ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah dan efisiensi usaha tani. Pada tahap berikutnya, tim pelaksana bersama mitra akan melakukan pemantauan untuk menilai dampak penggunaan pupuk silika dan penerapan manajemen usahatani terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Kata Kunci: padi; usahatani; pupuk; silika; limbah. AbstractTarakan City is a lowland area with an area of 250.80 km², where East Tarakan District is the center of agriculture with an area of 297.115 ha and accommodates around 36% of farmers. This potential makes this area the largest contributor to agricultural production in Tarakan City. However, sustainable agricultural management requires attention not only to environmental aspects, but also economic and social aspects. One of the problems faced by farmers is the management of rice waste, especially husks, which are rich in silica but have been underutilized. Based on the identification of problems, three main priorities were set, namely: (1) education on good and proper fertilization technology, (2) education on innovations in silica fertilizer production, and (3) education on farm management. The community service activities were carried out through socialization, training, and assistance with the Serumpun Satu Farmer Group. The results of the activities showed that farmers were able to understand and practice proper fertilization technology, acquire knowledge and skills in processing husk waste into silica fertilizer, and begin to implement more efficient farm management. The impact of these activities not only reduced the potential for environmental pollution but also opened up opportunities to increase added value and farming efficiency. In the next stage, the implementation team and partners will conduct monitoring to assess the impact of silica fertilizer use and the application of farm management on the sustainability of agricultural production. Keywords: rice; farming; fertilizer; silica; waste.
Peran Modal Sosial Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Subur Di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan Nia Kurniasih Suryana; Zulhafandi Zulhafandi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIV Nomor 1 Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v14i1.732

Abstract

The women's farmer group is a collection of farmers formed on the basis of similarity, interests, similar environmental conditions, participation, and solidarity, as well as for shared goals. Social capital plays an important role in strengthening institutions by maintaining and building social integration and serving as a social glue within the community. This study aims to determine the role of social capital in the Tunas Subur Women's Farmer Group in Salimbatu Village. The sampling method used the census method, taking one population group as a sample consisting of 15 samples. The analysis used is qualitative descriptive analysis, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that social capital plays an important role in strengthening the performance of the Tunas Subur Women's Farmer Group in Salimbatu Village.Elements of trust, mutual cooperation, social networks, norms, and participation promote effective collaboration, enhance group capacity, and support the sustainability of farming. Overall, social capital contributes to strengthening the institutional capacity of the group and improving the welfare of members of the Tunas Subur Women Farmers Group in Salimbatu Village Bulungan Regency.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengurangi Stigma ‘Kampung Narkoba’ di Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah Banyuriatiga; Mardhiana; Nia Kurniasih Suryana; Etty Wahyuni; Ahmad Mubarak; Dewi Elviana CCW; Muh.Adiwena; Dwi Santoso; Nove Kurniati Sari; Nurjannah; Nurul Chairiyah; Andri Yogi Adyatma Prasetyo
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2793

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, yang selama ini menghadapi stigma negatif sebagai “kampung narkoba”. Permasalahan utama terletak pada minimnya aktivitas produktif dan keterbatasan lahan yang berimplikasi pada rendahnya kesejahteraan serta tingginya risiko sosial. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program pelatihan hidroponik diterapkan sebagai solusi pemberdayaan berbasis partisipasi warga. Kegiatan mencakup Focus Group Discussion, pembangunan instalasi, penyemaian, pembuatan nutrisi, hingga panen. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, motivasi, serta munculnya aktivitas ekonomi rumah tangga melalui penjualan hasil hidroponik. Secara sosial, kegiatan ini berhasil memperkuat kohesi warga dan mengubah citra lingkungan menjadi lebih positif. Pelatihan hidroponik terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas, ketahanan pangan, dan transformasi sosial yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI INOVASI PRODUK KERIPIK RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN AB, Nizhamuddin; Suryana, Nia Kurniasih; Sudarto, Sudarto; Juliana, Ahmad; Syahran, Syahran; Cahyaningrum, Widyastuti; Giggs, Naybila
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66868

Abstract

Coastal communities in Tarakan City have considerable potential to develop seaweed as a local economic commodity. However, its utilization remains largely dominated by raw material sales, resulting in limited added economic value for local business actors. This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial competence of coastal communities through seaweed-cracker product innovation based on training, business mentoring, appropriate technology diffusion, and digital marketing. The program was implemented with the Usaha Wanita Pantai Amal partner group using a participatory approach, including needs identification, production process observation, focus group discussions, practical training, mentoring, and monitoring and evaluation. The intervention involved the use of stainless steel gas ovens and oil spinners, improvements in production hygiene, simple financial record-keeping, packaging innovation, branding, and digital marketing. The final evaluation showed that production capacity increased by 30%, production efficiency rose by 35%, digital marketing utilization increased from 10% to 40%, and 75% of partner members began applying simple financial record-keeping. In addition, the partners' level of empowerment in the production and management-marketing aspects increased from a score of 1 to a score of 3 based on observation and mentoring evaluations. The novelty of this program lies in the development of a coastal community-based seaweed innovation model that integrates appropriate technology, entrepreneurial competence strengthening, and collective business institutional readiness through the initiation of a Joint Business Group. These findings indicate that product innovation based on local potential can strengthen the competitiveness of coastal MSMEs and provide a foundation for replicating similar empowerment programs in other coastal communities. Masyarakat pesisir Kota Tarakan memiliki potensi rumput laut sebagai komoditas ekonomi lokal, namun pemanfaatannya masih didominasi penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh pelaku usaha masih terbatas. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi kewirausahaan masyarakat pesisir melalui inovasi produk keripik rumput laut berbasis pelatihan, pendampingan usaha, difusi teknologi tepat guna, dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra Usaha Wanita Pantai Amal dengan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, observasi proses produksi, diskusi kelompok terfokus, pelatihan praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi program mencakup penggunaan oven gas stainless dan mesin spinner, penguatan higienitas produksi, pencatatan keuangan sederhana, inovasi kemasan, branding, serta pemasaran digital.  Evaluasi akhir menunjukkan kapasitas produksi meningkat 30%, efisiensi produksi naik 35%, pemasaran digital meningkat dari 10% menjadi 40%, dan 75% anggota mitra mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Selain itu, level keberdayaan mitra pada aspek produksi serta manajemen-pemasaran meningkat dari skor 1 menjadi 3 berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pendampingan. Kebaruan program terletak pada pengembangan model inovasi rumput laut berbasis komunitas pesisir yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, penguatan kompetensi kewirausahaan, dan kesiapan kelembagaan usaha kolektif melalui rintisan Kelompok Usaha Bersama. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis potensi lokal dapat memperkuat daya saing UMKM pesisir dan menjadi dasar replikasi program pemberdayaan serupa pada komunitas pesisir lainnya.