Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Duta Pharma Journal

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL JANTUNG PISANG NANGKA, AMBON, DAN TANDUK (Musa Paradisiaca sp.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Ahwan abdul
Duta Pharma Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.983 KB)

Abstract

Penyakit degeneratif dapat disebabkan oleh radikal bebas, namun dapat dilawan secara alami oleh tubuh dengan antioksidan. Natural antioxidant dapat diperoleh dari tumbuhan, buah-buahan dan biji-bijian seperti pada jantung buah pisang. Jantung buah pisang yang memiliki kandungan senyawa fenolik, berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan jantung pisang nangka, ambon dan tanduk, serta untuk mengetahui perbedaan nilai aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan bersifat eksperimental dan diuji secara kuantitatif. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) secara spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 517 nm dan Operating Time (OT) selama 30 menit. Penelitian ini menggunakan kontrol positif vitamin C dengan konsentrasi 5 ppm, 7,5 ppm, 10 ppm, 12,5 ppm dan 15 ppm. Sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol kental jantung pisang nangka, ambon, dan tanduk dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50, pada Vitamin C 8,25±0,05 µg/mL (antioksidan kuat), jantung pisang nangka 276,54±8,19 µg/mL (antioksidan lemah), ambon 136,04±2,30 µg/mL (antioksidan sedang), dan tanduk 111,22±1,76 µg/mL (antioksidan sedang). Hasil uji aktivitas antioksidan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol jantung pisang nangka, ambon, dan tanduk.
PENENTUAN KANDUNGAN FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG GOROHO (Musa Acuminafe L.) fadilah qonitah; Sulis Fajarwati; Ahwan Ahwan
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i1.2840

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menunda atau mencegah oksidasi dengan cara menghambat terjadinya reaksi rantai oksidatif. Salah satu senyawa yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan adanya flavonoid. Kulit pisang goroho diketahui memiliki senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan flavonoid total serta aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH pada ekstrak etanol kulit pisang goroho (Musa Acuminafe L.). Proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penentuan kandungan flavonoid total dengan metode spektrofotometri UV-Vis yang dinyatakan dalam mg/g EQ (Ekuivalen Quersetin). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit pisang goroho memiliki kadar flavonoid total sebesar (13,98±0,30) mg/g QE, dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar (265,31±7,63) ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit pisang goroho mempunyai kandungan flavonoid total dan mempunyai aktivitas antioksidan yang lemah.
ANALISIS IN SILICO INTERAKSI SENYAWA KURKUMINOID TERHADAP ENZIM MAIN PROTEASE 6LU7 DARI SARS-COV-2 Ahwan abdul; Angkininta Ayu Winih Kinasih; Fadilah Qonitah
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i1.2904

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) di akhir tahun 2019. Sampai saat ini tidak ada obat khusus yang tersedia untuk mengobati penyakit ini. Pengobatan tradisional telah memainkan peran positif dalam memerangi Covid-19. Beberapa senyawa aktif mulai dilakukan penelitian untuk menangkal virus Covid-19 salah satunya adalah senyawa kurkumin. Kurkumin merupakan senyawa aktif dari tanaman kunyit dan temulawak. Berdasarkan penelitian dilaporkan kurkumin dapat menghambat agregasi trombosit, antidiabetes, antitumor, efek antiinflamasi, efek antioksidan, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara senyawa kurkuminoid terhadap enzim main protease 6LU7 dari SARS CoV-2 serta senyawa kurkuminoid yang dapat berikatan dengan enzim main protease 6LU7 dari SARS CoV-2. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental secara in silico. Hasil penelitian ini diperoleh senyawa uji kurkumin dan turunannya yaitu kurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan demetoksikurkumin telah memenuhi syarat hukum Lipinksi Rule of Five. Bisdemetoksikurkumin memiliki kemampuan sebagai antivirus SARS-CoV-2 karena memiliki persamaan residu asam amino paling banyak dengan ligan pembanding (Favipiravir) yaitu residu ASN A:142; GLY A:143; CYS A:145; HIS A:163; HIS A:172; LEU A:141; SER A:144; GLU A:166; PHE A:140 dengan docking score sebesar -6,7 kkal/mol.