Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penggunaan Metode Pembelajaran Guided Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik Dongeng di Sekolah Dasar Nurani, Riga Zahara; Nugraha, Fajar; Arga, Hana Sakura Putu
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.761

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran guided discovery untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan hasil temuan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa setiap tahapan kegiatannya. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Pada penelitian ini, proses pembelajaran dongeng dengan menggunakan metode guided discovery dilakukan dengan cara: (1) guru memberikan pertanyaan seputar unsur intrinsik dongeng; (2) guru membacakan dongeng; (3) siswa membuat rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (4) guru mengecek rancangan jawaban siswa tentang unsur intrinsik dongeng; (5) siswa menyampaikan rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (6) guru mengkonfirmasi rancangan jawaban siswa. Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng mengalami peningkatan rata-rata kelas dari setiap tahapan pertemuan. Pada pertemuan pertama rata-rata kemampuan siswa adalah 74, pada pertemuan kedua rata-rata kemampuan siswa adalah 83, dan pada pertemuan ketiga rata-rata kemampuan siswa adalah 89,5. Dengan demikian, penggunaan mentode pembelajaran guided discovery dalam pembelajaran menyimak dongeng dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan unsur-unsur intrinsik dongeng
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Nurani, Riga Zahara; Nugraha, Fajar; Mahendra, Hatma Heris
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.907

Abstract

Membaca permulaan merupakan keterampilan membaca yang harus dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar kelas rendah, yaitu kelas 1 dan kelas 2. Dalam proses pelaksanaannya, biasanya terdapat beberapa siswa yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan membaca ini menjadi penghambat pada proses pembelajaran membaca selanjutnya. Penelitian tentang analisis kesulitan membaca permulaan ini dilakukan pada siswa kelas 1 SD di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal tes membaca permulaan, lembar observasi, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan siswa membaca huruf vokal sebagian besar sudah pada kategori sangat mampu yaitu sebesar 43%. Kemampuan siswa dalam membaca huruf konsonan sebagian besar sudah pada kategori cukup mampu yaitu sebesar 35%. Kemampuan siswa dalam membaca suku kata sebagian besar sudah pada kategori cukup mampu yaitu sebesar 46%. Kemampuan siswa dalam membaca kata sebagian besar pada kategori mampu yaitu sebesar 32%. Kelancaran siswa dalam membaca sebagian besar pada kategori cukup lancar yaitu sebesar 43%. Kesulitan siswa yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini adalah kemampuan dalam membaca suku kata, terutama suku kata yang terdiri dari 3 huruf atau lebih
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar Nugraha, Fajar; Nurani, Riga Zahara
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1487

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring selama masa pandemi Covid-19. Hal ini karena pembelajaran tatap muka di sekolah dasar masih belum memungkinkan dilakukan karena semakin merebaknya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran daring yang dilakukan di sekolah dasar dengan karakter tanggung jawab siswa khususnya dalam pembuatan tugas yang diberikan oleh guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket tentang pembelajaran daring dan karakter tanggung jawab siswa. Adapun subjek dari penelitian ini adalah orang tua siswa yang melihat dan marasakan langsung krakter tanggung jawab yang ditunjukan oleh anaknya selama proses pembelajaran daring. Berdasarkan hasil penelitian, maka hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran daring (dalam jaringan) terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar sebesar 0,427 yang lebih kecil < dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pengaruhnya sebesar 42,7% dan sisanya 57.3% dipengaruhi oleh variabel lain. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa “ada pengaruh pembelajaran daring (dalam jaringan) terhadap karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar”.
Pelatihan Penggunaan LMS (Learning Management System) Dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Mahendra, Hatma Heris; Nugraha, Fajar; Nurani, Riga Zahara; Hikmatyar, Missi
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.15649

Abstract

Pendahuluan: Masalah yang terjadi di sekolah dasar adalah minimnya pengetahuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di sekolah. Penggunaan teknologi informasi dan informasi dalam pembelajaran salah satunya dengan pemanfaatan LMS (Learning Management System). Studi ini bertujuan untuk membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran baik secara online maupun blended learning. Metode: Diskusi, simulasi, praktek dan diikuti oleh 20 guru SD di Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan guru sekolah dasar di Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya dalam penggunaan LMS (belajar.kemdikbud.go.id dan Google Classroom). Kesimpulan: Kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada kepada guru-guru dalam mengimplentasikan pembelajaran salah satunya dengan pemanfaatan LMS (Learning Management System) sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan berimbas pada peningkatan prestasi peserta didik.
Analisis struktur naratif dalam kemampuan menulis teks narasi siswa kelas V SD Ali, Hasan; Nurani, Riga Zahara; Chandra, Deni
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.27261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis teks narasi siswa kelas V sekolah dasar berdasarkan struktur naratif yang terdiri dari orientasi, komplikasi, dan resolusi. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Mekarmukti dengan melibatkan 10 sampel tulisan siswa yang dipilih berdasarkan variasi kemampuan menulis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan terutama dalam menyusun bagian komplikasi dan resolusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa memerlukan bimbingan yang lebih intensif dalam memahami struktur teks naratif agar mampu menyusun cerita yang runtut dan menarik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pembelajaran menulis yang terstruktur di tingkat sekolah dasar.
PENERAPAN MEDIA FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Fuadah, Alfia; Nurani, Riga Zahara; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2025): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pjsd.v5i2.2412

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SDN Mugarsari. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Selama ini media yang digunakan masih terbatas pada papan tulis sehingga siswa kurang aktif, mudah gaduh, dan memiliki minat membaca yang rendah. Penelitian ini menggunakan media flash card, yaitu kartu bergambar yang berisi kata, untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan keterampilan membaca permulaan melalui penggunaan media flash card pada siswa kelas I SDN Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa dengan rata-rata nilai 60 (22,7%) pada pra tindakan, 69,8 (54,6%) pada siklus I, dan 80 (86,4%) pada siklus II. Dengan demikian, penggunaan media flash card terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Mugarsari. Kata Kunci: Media Flash Card, Kemampuan Membaca Permulaan
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II DI SEKOLAH DASAR Octavia, Reineta Dwi; Nugraha, Fajar; Nurani, Riga Zahara
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 13 No. 1 (2023): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i1.45902

Abstract

Reading is one aspect of language skills that students must have. Reading at the beginning level is an activity to learn to recognize written language and students are required to voice the symbols of language sounds. The purpose of this study was to analyze the form of difficulty and factors causing the difficulty of learning to read grade 2 elementary school students in Tasikmalaya Regency. The research method used is qualitative descriptive, data collection is carried out through student reading tests which are confirmed by observation and interview process. The sample in this study was 2 male students and 1 female student who had been given a reading test. The results of this study state that the form of difficulty and the factors causing the difficulty of learning to read each student are different. Based on the test results that students followed, the forms of reading learning difficulties experienced were: difficulty recognizing letters, distinguishing similar letter shapes, combining letters into words, and wrong pronunciation by replacing letters. The factors causing students' difficulty learning to read are divided into two factors, namely internal factors.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Media Gambar di Kelas IV SDN Malingping Sanusi, Vanesa Olivia; Nurani, Riga Zahara; Mahendra, Hatma Heris
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page480-488

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang harus dikuasai siswa sejak dini. Namun, hasil observasi di kelas IV SDN Malingping menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi masih tergolong rendah, di mana hanya 58,33% siswa yang mencapai batas ketuntasan minimal. Hal ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi dengan memanfaatkan media gambar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas IV SDN Malingping. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan tes menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa dari (58,33%) pada tahap awal, menjadi (66,66%) pada siklus pertama, dan meningkat signifikan menjadi (91,66%) pada siklus kedua. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas IV.
Penggunaan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa pada Materi Dongeng Kelas IV SDN Kotabaru Rahayu, Sri; Nurani, Riga Zahara; Mahendra, Hatma Heris
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue2page489-498

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di jenjang sekolah dasar. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan berbicara di kelas IV SDN Kotabaru masih tergolong rendah, dimana sebagian siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penggunaan model pembelajaran role playing pada materi dongeng. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV sebanyak 31 orang. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa, dari (45,16%) pada pratindakan, naik menjadi (64,52%) di siklus pertama, dan meningkat lagi menjadi (87,10%) di siklus kedua. Perkembangan tersebut terlihat pada aspek pelafalan, intonasi, kelancaran, ekspresi, serta ketepatan isi pembicaraan. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada materi dongeng.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI STRATEGI KWL (KNOW, WANT TO KNOW, LEARNED) PADA SISWA KELAS III SD Yuniarty, Listi; Suryana, Dudung; Nurani, Riga Zahara
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6488

Abstract

This study aims to improve the reading comprehension skills of grade III students of SDN I Urug through the application of the KWL (Know, Want to know, Learned) strategy. The problem of this study stems from the low ability of students to understand the intrinsic elements of short stories. This is caused by low interest in reading and the application of less creative strategies. This study uses a Classroom Action Research (CAR) approach with 26 students as subjects. The KWL strategy is a strategy that encourages students to play an active role during the learning process. There are three stages in its application, namely the Know stage (what I already know), Want to know (what I want to learn), and Learned (what I have learned). The research data on reading comprehension of Indonesian short stories were obtained from the results of the evaluation test in the learning process of cycle I and cycle II. The results of the study showed an increase in reading comprehension through the KWL strategy. This comparison can be seen from the results of the evaluation test in the pre-action, cycle I and cycle II. In the pre-action stage, there were 9 students or 34.6% of students who completed and 17 students or 65.3% of students who had not completed. After the implementation of cycle I, there were 17 or 65.3% of students who completed and 9 students or 34.6% who had not completed. There was an improvement in cycle II so that there were 21 or 80.7% of students who completed and 5 or 19.2% of students who had not completed. The cycle activities were not continued because they had achieved the predetermined success indicators, namely ?76.92%. Thus, it can be concluded that the implementation of the KWL strategy is effective in improving reading comprehension of grade III students of SDN I Urug. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN I Urug melalui penerapan strategi KWL (Know, Want to know, Learned). Permasalahan dari penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam memahami unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Hal ini disebabkan oleh rendahnya minat baca dan penerapan strategi yang kurang kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 26 siswa. Strategi KWL merupakan strategi yang mendorong siswa untuk berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Terdapat tiga tahapan dalam penerapannya yaitu tahap Know (apa yang telah saya ketahui), Want to know (apa yang ingin saya pelajari), dan Learned (apa yang telah saya pelajari). Data penelitian membaca pemahaman cerita pendek Bahasa Indonesia diperoleh dari hasil tes evaluasi pada proses pembelajaran siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan dalam membaca pemahaman melalui strategi KWL. Perbandingan ini bisa dilihat dari hasil tes evaluasi pada pratindakan, siklus I dan siklus II. Pada tahap pratindakan terdapat 9 siswa atau 34,6% siswa yang tuntas dan 17 siswa atau 65,3% siswa yang belum tuntas. Setelah pelaksanaan siklus I, terdapat 17 atau 65,3% siswa yang tuntas dan 9 siswa atau 34,6% yang belum tuntas. Terdapat perbaikan pada siklus II sehingga terdapat 21 atau 80,7% siswa yang tuntas dan 5 atau 19,2% siswa yang belum tuntas. Kegiatan siklus tidak dilanjutkan karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu ?76,92%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi KWL efektif dalam meningkatkan membaca pemahaman siswa kelas III SDN I Urug.