Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor Determinan Minat Berinvestasi di Pasar Modal Syariah Kumala, Khusana Ati; Musfiroh, Mila Fursiana Salma; Hinawati, Titik; Sabrina, Laila
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah Vol 4 No 3 (2024): Juni 2024
Publisher : UP2MF Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jamasy.v4i3.7337

Abstract

Tujuan -Investasi merupakan kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Pasar modal syariah sebagai salah satu sarana investasi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah merupakan suatu kegiatan ekonomi muamalah yang memperjual belikan surat berharga investasi syariah seperti saham syariah, obligasi syariah (sukuk), dan reksadana syariah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pengetahuan, risiko, return, dan pelatihan pasar modal terhadap minat berinvestasi di pasar modal syariah. Metode – Jenis penelitian bersifat kuantitatif deskriptif, pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada mahasiswa Prodi Perbankan Syariah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu, dengan mengambil mahasiswa yang sudah mendapatkan mata kuliah Pasar Modal Syariah sebanyak 48 mahasiswa yang menjadi responden. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil - Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa pengetahuan investasi, risiko, return, dan pelatihan pasar modal berpengaruh terhadap minat mahasiswa Prodi Perbankan Syariah berinvestasi di pasar modal syariah Implikasi - Penelitian ini menggunakan data mahasiswa Prodi Perbankan Syariah FEB Universitas Sains Al-Qur’an.
Nyantri Jaman Now :Manifestation of Indonesian Santri Identity in the Digital Era Nursetiyawati, Puri Septiana; Mutahir, Arizal; Sabrina, Laila
Jurnal Studi Agama Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v9i1.27426

Abstract

This article examines the phenomenon of nyantri (studying at pesantren) in the digital era as a manifestation of cultural and religious identity in the context of rapid social change. The purpose of this research is to understand the function of nyantri as a means of preserving and shaping personal and social identity amidst the currents of globalization and the development of digital technology. This research also aims to identify and analyze the personal and social identities of students in the digital era. The method used in this research is descriptive qualitative with in-depth interview techniques and participatory observation at Pondok Pesantren Al Ikhsan Beji, Banyumas, Central Java. The research results show that although the pesantren have adapted to technological developments, traditional values remain the main foundation in the process of education and character formation of the students. Students utilize social media and technology to broaden their religious horizons, while still maintaining conventional religious practices. The digital era brings challenges for students in managing change, but it also opens up space for innovation in showcasing their identity. In the digital era, being a student remains relevant as a means of forming a strong identity, despite shifts in the methods and practices used
Komunikasi Pemasaran Bank Syariah dalam Perspektif Tindakan Komunikatif Habermas: Strategi Emansipatoris Membangun Kepercayaan Nasabah Ainun Khabib Khabib; Margi Astuti; Laila Sabrina
LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam Vol. 10 No. 01 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/lab.v10i01.3767

Abstract

Perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia belum sepenuhnya diikuti peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi syariah. Praktik komunikasi pemasaran bank syariah masih cenderung berorientasi pada pendekatan komersial dan persuasi pasar sehingga belum optimal membangun kesadaran kritis masyarakat mengenai nilai-nilai ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi pemasaran bank syariah dalam perspektif tindakan komunikatif Jurgen Habermas serta mengkaji peran emansipatorisnya dalam membangun kepercayaan nasabah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal bereputasi, buku akademik, laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan berbagai penelitian terkait Islamic marketing serta komunikasi pemasaran syariah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur ilmiah terbit tahun 2020 ke atas. Analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan kritis melalui reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi teoritik, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran formal bank syariah masih didominasi tindakan strategis dan rasionalitas instrumental, sedangkan komunikasi informal berbasis komunitas lebih efektif membangun trust karena bersifat dialogis dan partisipatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan teori tindakan komunikatif Habermas dalam kajian Islamic marketing untuk menempatkan komunikasi pemasaran sebagai instrumen literasi, transformasi sosial, dan penguatan legitimasi ekonomi syariah.
Melacak Lokasi Risiko dalam Transisi Pemuda Menuju Dewasa di Purwokerto: Sebuah Kajian Literatur Rizkidarajat Wiman Wiman; Laila Sabrina; Aisha Cahyarani Nabila
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Interaksi Volume 4 Nomor 1 2024
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v4i1.13467

Abstract

ABSTRAK Pemuda sering kali menjumpai “perjalanan zig-zag” dalam memasuki masa adulthood dalam hidupnya. Perjalanan tersebut terjadi ketika pemuda berupaya untuk bergerak menuju tahapan adulthood melalui konversi modal sosial yang didapatkan melalui pendidikan tinggi untuk memperoleh pekerjaan yang layak atau sesuai. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan letak konsep risiko menurut Beck dalam proses transisi yang dilakukan oleh pemuda di Purwokerto, Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data primer dalam artikel ini adalah 4 artikel yang diterbitkan oleh penulis pada tahun 2023-2024 dengan tema pemuda dan risiko tidak tuntasnya proses pendidikan tinggi, pemuda dan risiko kerja digital, serta pemuda dan risiko karya kreatif dalam ranah seni kontemporer. Temuan dari artikel ini adalah bahwa risiko transisi pemuda menuju masa dewasa dapat ditemukan pada kegagalan pendidikan tinggi untuk terhubung dengan “jenis pekerjaan yang layak”, yaitu jenis pekerjaan baru yang melibatkan ruang baru yang disebut ruang digital dan pekerjaan kreatif pemuda. Temuan ini membuktikan bahwa premis Beck mengenai timbulnya risiko global terbukti Kata Kunci: Pemuda, Kerja Digital, Kerja Kreatif, Masyarakat Risiko, Indonesia. ABSTRACT Young people often encounter zig-zag journey to entering adulthood stage in their life. After finishing their stage from higher education, it is common that young people transform into an adult through the mechanism of work. This article aims to show the location of the concept of risk according to Beck in this transition process carried out by young people in Purwokerto, Indonesia. The method used in this article is descriptive qualitative with a literature study approach. The primary data sources in this article are 4 articles with the themes of young people and the risks of incomplete higher education process, young people and the risks of digital work and young people and the risks of creative work in the realm of contemporary arts. The findings of this article are that risks within the young people transition into adulthood can be found within the failure of higher education to connect with “proper kind of work”, the new type of work that involving new space called digital space and the creative work of young people. This finding proofed that Beck’s premise regarding the global generation of risk is proven. Keywords: Young People, Digital Work, Creative Work, Risk Society, Indonesia