Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGUATAN PERSIAPAN MENGHADAPI PUBERTAS SESUAI KAJIAN ISLAM PADA SISWA KELAS VI Fika Aulia; Suryati Suryati; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Mutia Aura Nazwa Assyfa
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38600

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Masa pubertas merupakan fase transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan spiritual, namun banyak siswa sekolah dasar belum memiliki pemahaman yang terintegrasi dengan nilai Islam sehingga kurang siap menghadapi perubahan dan kewajiban setelah baligh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif dan simulasi praktik mandi wajib. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan materi dan instrumen, pelaksanaan, serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah SDIT Al Firdaus Banjarmasin dengan jumlah peserta 90 siswa kelas VI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan rerata nilai dari 56,22 menjadi 93,56 dengan persentase peningkatan sebesar 66,40%. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan praktik mandi wajib. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapan siswa secara holistik dan berpotensi direplikasi pada sekolah dasar berbasis keagamaan lainnya.Kata kunci: Siswa Sekolah Dasar; Edukasi; Pubertas; Nilai Islam. ABSTRACTPuberty is a transitional phase characterized by physical, psychological, and spiritual changes; however, many elementary school students still lack a comprehensive understanding integrated with Islamic values, leading to unpreparedness in facing these changes and religious obligations after reaching puberty (baligh). This community service activity aimed to improve students’ knowledge (cognitive) and skills (psychomotor) in dealing with puberty in accordance with Islamic teachings. The implementation methods included educational sessions through interactive lectures and simulation of obligatory bathing (ghusl) practices. The stages of the activity consisted of coordination with partners, preparation of materials and instruments, implementation, and evaluation. The partner in this activity was SDIT Al Firdaus Banjarmasin, involving 90 sixth-grade students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, as well as observation of students’ practical skills. The results showed an increase in the average score from 56.22 to 93.56, with a percentage increase of 66.40%. In addition, there was an improvement in students’ skills in performing obligatory bathing practices. This activity was effective in enhancing students’ readiness holistically and has the potential to be replicated in other Islamic-based elementary schools. Keywords: Elementary School Students; Education; Puberty; Islamic Values.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar Evi Naily Puteri; Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Nelly Mariati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1369

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan (Depo Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan karena memiliki efektivitas tinggi, praktis, dan hanya memerlukan penyuntikan setiap tiga bulan. Meskipun demikian, penggunaan DMPA dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa kenaikan berat badan yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Data Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Tahun 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada perempuan dewasa di Kabupaten Banjar mencapai 18,5%, sehingga pemantauan berat badan pada akseptor kontrasepsi hormonal menjadi penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 75 akseptor KB suntik 3 bulan, dengan sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari register pelayanan KB, rekam medis, dan Kartu KB, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan selama lebih dari dua tahun, 73,0% mengalami kenaikan berat badan ≥2 kg, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan (p = 0,001; r = 0,636). Semakin lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan, semakin tinggi kecenderungan terjadinya kenaikan berat badan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pemantauan berat badan, dan konseling keluarga berencana secara berkelanjutan.