Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kewaspadaan Terhadap Gangguan Neurologi Melalui Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.790

Abstract

Neurological disorders are among the growing public health problems associated with aging and lifestyle changes. Lack of knowledge and awareness of early neurological symptoms often hinders efforts in early detection and prevention. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of neurological disorders through health examinations and educational interventions. The program was conducted in Renon Village, involving 50 participants from the general public and elderly groups. The methods included pre-test, basic neurological health screening, interactive health education, and post-test evaluation. The results showed a 32% increase in participants’ average knowledge scores after the intervention, with 22.4% of participants identified as having potential neurological risk factors such as hypertension, hyperglycemia, and decreased reflexes. The improvement in knowledge and community participation demonstrated the effectiveness of the participatory approach applied. These findings support the importance of integrating medical screening and community-based education as preventive strategies to maintain neurological health.
Edukasi Kandungan Antioksidan Kombinasi Daun Pegagan dan Mint sebagai Alternatif Minuman Herbal Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.792

Abstract

An unhealthy lifestyle, such as poor diet and lack of physical activity, increases the risk of degenerative diseases due to oxidative stress caused by free radicals. Antioxidants play a crucial role in neutralizing free radicals and protecting cells from damage. Gotu kola and mint leaves are known to contain high levels of antioxidants; however, their use as an herbal beverage remains underutilized. This study aims to enhance public understanding of the benefits of combining gotu kola and mint leaf extracts and to promote their consumption as a natural herbal drink. The methods used include a pretest, direct material presentation with leaflets, and a posttest. The pretest results indicated low to moderate initial knowledge among participants. After the session, posttest results showed a significant improvement in understanding. This education effectively increased public awareness of natural ingredients for a healthy lifestyle. Similar initiatives should be conducted continuously.
Edukasi Dan Terapi Akupunktur Sebagai Terapi Neuroimunomodulator Pada Rhinitis Alergika Harditya, Kadek Buja; Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji; Suweca, I Gede; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i2.860

Abstract

  Rhinitis alergika merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas atas dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Gejala seperti bersin, rinore, hidung tersumbat, dan rasa gatal pada hidung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, konsentrasi, dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membantu mengurangi gejala rhinitis alergika melalui edukasi kesehatan dan terapi akupunktur berbasis neuropuncture. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test pada 80 responden usia remaja hingga lansia di Kelurahan Renon, Kota Denpasar. Intervensi meliputi edukasi kesehatan dan terapi akupunktur pada titik LI20 (Yingxiang), Bitong, Yintang, LI4 (Hegu), dan ST36 (Zusanli). Parameter yang dinilai meliputi skor pengetahuan, Total Nasal Symptom Score (TNSS), dan Visual Analog Scale (VAS) sumbatan hidung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p = 0,002) serta penurunan signifikan skor TNSS (p = 0,002) dan VAS (p = 0,003) setelah intervensi. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, membantu mengurangi gejala rhinitis alergika, serta mendukung pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit secara mandiri dan berkelanjutan di tingkat komunitas lokal. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan kader kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Rhinitis alergika, neuropuncture, TNSS, VAS, edukasi kesehatan
Multimodal Acupuncture Enhances Autonomic Balance and Reduces Blood Pressure in Adults Kadek Buja Harditya; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; Ida Ayu Suptika Strisanti; Komang Rosa Tri Anggaraeni
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 11 Issue 1 Year 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v11i1.499

Abstract

Background: Blood pressure regulation is influenced by autonomic nervous system balance, where increased sympathetic and reduced parasympathetic activity contribute to hypertension. Acupuncture may modulate autonomic function but combined somatic and auricular approaches remain underexplored. This study evaluated a multimodal acupuncture protocol combining Neiguan (PC6), auricular vagus, and Er Shen Men on autonomic function and blood pressure.   Methods: A randomized controlled trial with a pretest–posttest design was conducted in 60 adults aged 20–60 years, allocated into four groups: combination therapy, PC6 only, auricular vagus + Er Shen Men, and sham acupuncture. Interventions were applied twice weekly for four weeks. Outcomes included heart rate variability (SDNN, RMSSD, LF/HF ratio, and heart rate) and systolic and diastolic blood pressure. Data were analyzed using paired tests and ANOVA or Kruskal–Wallis tests with post hoc comparisons.   Results: The combination group showed significant improvements in SDNN, RMSSD, LF/HF ratio, and heart rate, along with reductions in systolic (−12.0 mmHg) and diastolic (−10.0 mmHg) blood pressure (p < 0.001). Single-intervention groups showed moderate changes, while the sham group showed minimal effects. Between-group differences were significant (p < 0.05), with greater improvements observed in the combination group.   Conclusion: Multimodal acupuncture is associated with improved autonomic function and reduced blood pressure, suggesting its potential as a non-pharmacological intervention for cardiovascular regulation.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Buah Lokal dalam Produksi Teh Kombucha sebagai Inovasi Minuman Probiotik Nadya Treesna Wulansari; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; I Gusti Agung Yogi Rabani RS1; Ni Wayan Kesari Dharmapatni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.83

Abstract

Teh kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit. Namun, kesadaran remaja sekolah terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat masih rendah, diperparah oleh pola makan yang kurang seimbang. Indonesia dikenal sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi, dimana menyimpan kekayaan sumber daya hayati, termasuk tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Buah lokal yang memiliki potensi tinggi adalah kulit buah jeruk siam Kintamani (Citrus nobilis) dan salak Bali (Salaca zalacca). Edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada remaja tentang buah-buah lokal yang berpotensi sebagai teh kombucha sekaligus mengenalkan proses pembuatannya. Siswa akan diperkenalkan pada konsep dasar probiotik, potensi bioaktif buah lokal seperti salak Bali, kulit jeruk siam Kintamani, serta teknik fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi pre-test, pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan teh kombucha serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pretest, hanya 20,87% siswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 91,67%. Siswa dengan kategori cukup menurun dari 70,83% menjadi 8,33%, dan tidak ada yang tergolong kurang setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan. Kata Kunci: buah lokal, edukasi, pelatihan, teh kombucha