Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Program UKS di Sekolah TK ABA 30 Kota Malang: Training on School Health Unit (UKS) Program at ABA 30 Kindergarten, Malang City Fikri, Zahid; Arfianto, Muhammad Ari; 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Mu'jizah, Khikmatul; Natasya, Nella; Nur Nafila, Nisrina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit membutuhkan komitmen jangka panjang, berbeda dengan upaya kuratif yang hasilnya dapat segera dirasakan. Tantangan ini sering membuat penerapannya sulit dilakukan secara konsisten, terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 45, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) wajib dilaksanakan di sekolah untuk menunjang kesehatan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di TK ABA 30 Kemantren III Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang, yang belum memiliki UKS meskipun sering terjadi cedera ringan pada anak saat bermain. Tujuannya adalah membentuk UKS dan meningkatkan pemahaman guru tentang promosi kesehatan. Pendekatan yang digunakan meliputi cerita interaktif, permainan edukatif, dan kegiatan seni. Langkah-langkah kegiatan mencakup penyebaran kuesioner untuk menilai pemahaman guru, observasi fasilitas sekolah, serta edukasi mengenai konsep dan pengelolaan UKS. Setelah kegiatan, pemahaman guru tentang UKS meningkat secara signifikan. Para guru juga mampu menyusun rencana pengelolaan UKS, dan salah satu ruang kosong sekolah berhasil diidentifikasi sebagai fasilitas UKS. Kesimpulannya, pembentukan UKS di TK ABA 30 berhasil dilaksanakan dengan dukungan penuh dari para guru. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung promosi kesehatan dan pelayanan dasar, sehingga membantu tumbuh kembang anak secara optimal.   Abstract: Health promotion and disease prevention require long-term commitment, unlike curative efforts that provide immediate results. This challenge often complicates consistent implementation, particularly in educational settings. According to Law Number 23 of 1992 Article 45, School Health Efforts (UKS) must be implemented in schools to support student health. This community service activity was conducted at TK ABA 30 Kemantren III Bandungrejosari, Sukun, Malang City, a school lacking a UKS despite frequent minor injuries during children’s play. The activity aimed to establish a UKS and improve teachers’ understanding of health promotion. The approach involved interactive stories, educational games, and art activities. Steps included distributing questionnaires to assess teachers’ understanding, observing school facilities, and providing education on UKS concepts and management. Results showed a significant improvement in teachers’ understanding of UKS after the sessions. Teachers successfully developed a UKS management plan, and a vacant school room was designated as the UKS facility. In conclusion, the UKS at TK ABA 30 was successfully established with strong teacher support. This facility is expected to enhance health promotion and basic health services, ultimately fostering children’s optimal growth and development within the school environment.
PENERAPAN MODEL SELF-CARE: BATHING AND GROOMING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS SOSIAL 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Fikri, Zahid; Ubaidillah, Zaqqi
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.900

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang selalu muncul pada seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa adalah self care deficit, hal ini dikarenakan pada pasien gangguan kesehatan jiwa terjadi penurunan dan perubahan fungsi kesadaran secara kualitatif dimana pasien tidak mampu untuk menjalin relasi dengan orang disekitarnya, kurang memiliki limitasi atau batasan diri, dan perubahan penilaian terhadap realita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan jiwa di Indonesia semakin meningkat dari 2,2% per mil sekarang menjadi 6% permil. Jumlah klien gangguan jiwa yang berada di UPT Bina Laras Pasuruan berjumlah 200 orang dengan jumlah perawat sebanyak 3 orang akibatnya beban kerja menjadi tinggi sehingga untuk mengawasi kebersihan diri klien gangguan jiwa relative kurang, selain itu juga tidak adanya feedback pada klien tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan mereka terutama ketepatan tata cara menjaga kebersihan badan dan berdandan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pendampingan model self care : bathing and grooming dengan merujuk pada Standart Operasional Prosedur yang sesuai pada Evidence Based Psychiatric Nursing.Kata Kunci: Self-care Deficit, Bathing, Grooming, Gangguan Kesehatan JiwaDOI: 10.5281/zenodo.3561944
Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 dengan Kepatuhan Penggunaan Masker pada Masyarakat Probolinggo Fikri, Zahid; 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Arfianto, Muhammad Ari; Mu'jizah, Khikmatul; Elsandra, Eliza Maharani; Melania, Febriani; Mahesba, Ismail
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 16 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v16i2.2462

Abstract

Latar belakang: Covid-19 merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan coronavirus. Tingginya kasus Covid-19 membuat pemerintah melakukan berbagai tindakan pencegahan guna menekan angka kematian. Tindakan pencegahan ini dapat berupa pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 dan kepatuhan masyarakat pada penggunaan masker. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi hubungan pengetahuan Covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker pada masyarakat Probolinggo.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga Desa Sumberbendo. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 warga yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner untuk pengumpulan data dan menggunakan analisa data uji korelasi spearman.Hasil: Hasil analisis uji korelasi spearman diperoleh nilai p=0,00 (<∝=0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker pada masyarakat ProbolinggoKesimpulan: Mayoritas masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan baik mematuhi penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan kurang tidak patuh dalam penggunaan masker. Jadi, ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan masker pada Masyarakat Probolinggo.
PENERAPAN MODEL SELF-CARE: BATHING AND GROOMING TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS SOSIAL 'Ibad, Muhammad Rosyidul; Fikri, Zahid; Ubaidillah, Zaqqi
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.900

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang selalu muncul pada seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa adalah self care deficit, hal ini dikarenakan pada pasien gangguan kesehatan jiwa terjadi penurunan dan perubahan fungsi kesadaran secara kualitatif dimana pasien tidak mampu untuk menjalin relasi dengan orang disekitarnya, kurang memiliki limitasi atau batasan diri, dan perubahan penilaian terhadap realita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa gangguan kesehatan jiwa di Indonesia semakin meningkat dari 2,2% per mil sekarang menjadi 6% permil. Jumlah klien gangguan jiwa yang berada di UPT Bina Laras Pasuruan berjumlah 200 orang dengan jumlah perawat sebanyak 3 orang akibatnya beban kerja menjadi tinggi sehingga untuk mengawasi kebersihan diri klien gangguan jiwa relative kurang, selain itu juga tidak adanya feedback pada klien tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan mereka terutama ketepatan tata cara menjaga kebersihan badan dan berdandan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pendampingan model self care : bathing and grooming dengan merujuk pada Standart Operasional Prosedur yang sesuai pada Evidence Based Psychiatric Nursing.Kata Kunci: Self-care Deficit, Bathing, Grooming, Gangguan Kesehatan JiwaDOI: 10.5281/zenodo.3561944
Adiksi Media Sosial Sebagai Penyebab Harga Diri Rendah Pada Usia Dewasa Muda Arfianto, Muhammad Ari; Ibad, Muhammad Rosyidul; Widowati, Sri; Handayani, Ela
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): EDITION MARCH 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i1.4260

Abstract

The use of social media has increased in the last few years. Social media has a negative impact on a person's self-esteem because they make social comparisons based on what they see on social media. This study aims to examine the relationship between the level of social media use and the level of self-esteem in young adults. The study used a cross-sectional approach, and the population in this study was college students (19-20 years old) in Malang, Indonesia. The sample consisted of 96 respondents, selected using purposive sampling. Respondents filled out the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) questionnaire and the Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test in SPSS. The results showed that 57.3% of respondents were at the alert category level of social media use, and 63.5% of respondents had very low self-esteem. The correlation test showed a negative relationship between social media use and self-esteem (p-value = 0.044; r = -0.206). The strength of the relationship is weak and has a negative direction, meaning that the higher the level of social media use, the lower the self-esteem level will be. Alert-level social media use among young adults has an effect on low levels of self-esteem.
Program UKS Jiwa Sebagai Pemberdayaan Guru dan Siswa Dalam Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa di Sekolah Kabupaten Malang Arfianto, Muhammad Ari; Ibad, Muhammad Rosyidul; Widowati, Sri; Pramudia, Ajeng; Sari, Amelia Wulan; Salsa, Sefira Khiorotus; Purbaningrum, Setia; Utomo, Rafika Azzahra Salsabila; Aryani, Hening Ryan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.706

Abstract

Kesehatan jiwa adalah komponen penting dalam pembentukan individu yang sehat secara keseluruhan, khususnya bagi siswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial sehari-hari. Masalah kesehatan jiwa di kalangan remaja dapat menghambat proses belajar dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan penanganan masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Program UKS Jiwa di Kabupaten Malang bertujuan untuk memberdayakan guru dan siswa dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan jiwa di sekolah. Program UKS Jiwa ini menggunakan metode pelaksanaan yang meliputi sosialisasi, Program UKS Jiwa, dan pendampingan IPTEK. Partisipan terdiri dari 7 orang guru dan 20 siswa dari kelas 7 dan 8 di Kabupaten Malang. Pengetahuan dan keterampilan diukur sebelum dan sesudah program. Gangguan mental emosional dinilai menggunakan instrumen PSC-17, sementara perilaku self-harm dan bullying dinilai menggunakan instrumen SHI dan Bullying. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kesehatan jiwa dan manajemen stres di kalangan guru dan kader UKS Jiwa setelah program. Selain itu, terdapat penurunan pada gangguan mental emosional, perilaku self-harm, dan bullying di kalangan siswa. Data menunjukkan bahwa gangguan internalisasi, atensi, dan eksternalisasi menurun, sementara kesehatan mental siswa meningkat. Program UKS Jiwa terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan jiwa serta manajemen stres di kalangan guru dan siswa. Program ini juga berhasil mengurangi gangguan mental emosional, perilaku self-harm, dan bullying, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi siswa.
Murottal al-qur'an therapy to reduce anxiety in patient with cervical cancer Irsan, Ahmad; Ibad, Muhammad Rosyidul
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i4.1933

Abstract

Background: Cervical cancer is the fourth most common cancer in women worldwide and is the leading cause of cancer deaths, especially in low- and middle-income countries. Cervical cancer patients often experience severe anxiety due to uncertainty about the treatment process and the risk of death. Anxiety management can be done pharmacologically or non-pharmacologically, one of which is through Al-Qur'an recitation therapy as a spiritual therapy that is believed to provide relaxation and calmness. Purpose: To determine the effectiveness of Al-Qur'an recitation therapy in reducing anxiety levels in cervical cancer patients. Method: A case study of one stage IIIB cervical cancer patient selected through purposive sampling. Al-Qur'an recitation therapy was administered for 30 minutes per session after the patient was positioned to relax and performed deep breathing relaxation. Nursing care was provided according to standard procedures. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before the intervention and for three consecutive days after therapy. The patient's initial anxiety score was 39 (severe anxiety). Care was provided from September 9 to 11, 2025, at RS-X Hospital in Malang. Results: The patient's initial anxiety level was in the severely anxious category with a HARS score of 39. After murottal therapy, the anxiety score decreased to 34 on the first day, 28 on the second day, and 19 on the third day, showing a gradual decrease from severe anxiety to mild anxiety. This intervention provided relaxation, emotional calm, and improved the patient's spiritual coping. Conclusion: Al-Qur'an murottal therapy has been proven effective in reducing anxiety levels in cancer patients through a relaxation mechanism that triggers the formation of endorphins, making the body feel calmer. Keywords: Al-Qur'an Murottal; Anxiety; Cervical Cancer; Complementary Therapy; HARS.
Perbedaan Ansietas pada Pasien Hemodialisa Berdasarkan Perspektif Gender Muhammad Rosyidul Ibad; Zaqqi Ubaidillah
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p019-026

Abstract

Pasien yang menjalani terapi hemodialisa selama hidupnya akan bergantung dengan alat dializzer, prosedur hemodialisa harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan dengan frekuensi 2-3 kali dalam satu minggu. Profil data menunjukkan bahwa gagal ginjal kronis diIndonesia sedikit lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan, individu yang mengalami gagal ginjal kronis dan sedang menjalani proses hemodialisa sangat berpotensi terhadap masalah gangguan emosional. Ansietas merupakan gangguan utama yang dapat timbul akibat prosedur hemodialisa, seseorang menjalani hemodialisa akan memiliki kekhawatiran, ketakutan, dan ketidakpastian akibat dari persepsi negatifnya.Peneliti telah mengidentifikasi perbedaan ansietas pasien hemodialisa berdasar perspektif gender melalui uji Kruskalwallis. Hasil menunjukkan bahwa didapatkan p-value sebesar P = 0.488, hal ini memiliki arti bahwa tidak ada perbedaan ansietas yang dialami baik oleh responden laki-laki maupun responden perempuan. Kemunculan ansietas secara umum pada pasien hemodialisa diakibatkan karena berbagai faktor seperti masalah finansial yang harus didukung dengan pemanfaatan asuransi kesehatan, tingkat pemahaman terhadap penyakit dan prosedur terapi, dan riwayat menjalani prosedur terapi
Exploring Psychosocial Issues of Breast Cancer: What Coping Mechanisms Have They Used to Manage Their Stressors? Muhammad Rosyidul Ibad; Mery Katrina; Muhammad Ari Arfianto; Tutu April Ariani
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i1.ART.p001-013

Abstract

One of the most common diseases causing death in women is mammary carcinoma which is the third largest cause of death in Indonesia after heart disease and stroke. Chemotherapy and surgery are treatment methods that have been widely used. The body image of patients who have undergone mastectomy will change as they no longer have breasts. The purpose of this study was to determine how coping mechanisms were used in patients suffering from carcinoma mammae post-mastectomy. This study used a qualitative-quantitative research design. The data was obtained through semi-structured interview guides and coping mechanism questionnaires as support. The data validity test method used triangulation of sources and methods. The data analysis in the study used domain analysis. The researcher analyzed the data using domain analysis and found seven main themes emotional distress when first diagnosed with Ca mammae, body image disturbance after mastectomy, breast loss after mastectomy, the use of active coping in seeking recovery, use of healthy lifestyle planning to reduce disease risk, use of religious coping mechanisms for illness perception, use of acceptance coping mechanism in illness. Some psychosocial problems such as mental emotional disorders such as severe stress, fear, and worry about the disease are often felt by patients. However, participants use adaptive coping mechanisms to adapt to psychosocial problems through the use of active coping, religion, planning, and being able to accept deficiencies in their body image.