Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Token Ekonomi Terhadap Peningkatan Perilaku Makan Pada Anak Dengan Attention Defisit Hyperactivity Disorder (ADHD) Suryaningsih, Yeni; Adriani, Sri Wahyuni
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.447 KB) | DOI: 10.32528/the.v9i1.1262

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurobehavioral yang paling umum pada anak-anak berusia 3 - 5 tahun. Anak-anak dengan ADHD perlu mendapatkan asupan makanan yang tepat untuk mengendalikan kondisi ini. Token ekonomis adalah program yang menggunakan potongan atau tanda tertentu sesegera mungkin jika perilaku target muncul, maka potongan atau tanda yang telah dikumpulkan dapat ditukarkan dengan imbalan subjek. Penelitian ini merupakan quasi experimental non randomized one group pretest-post test design. Penelitian ini dilakukan di TK Dahlia II Kabupaten Jember. Jumlah sampel 6 anak dengan teknik purposive sampling. Hasil perbedaan analisis peningkatan tertinggi adalah 26 dan selisih terendah memiliki nilai 20. Analisis Wilcoxon (? <0,05) p value = 0,016. Kesimpulan token ekonomi dapat diterapkan untuk anak-anak dengan ADHD sehingga perilaku makan anak akan terkontrol dengan baik. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya, khususnya di bidang keperawatan jiwa, dalam penggunaan token ekonomi untuk meningkatkan perilaku makan anak.Kata Kunci: Token Ekonomi, Perilaku Makan Anak, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
PENGARUH LATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK DENGAN ATTENTION DEFISIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) Suryaningsih, Yeni
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.245 KB) | DOI: 10.32528/the.v7i1.389

Abstract

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) is a neurobehavioral disorder that most often occurs in children, which is also a chronic condition that most often affects children of school age, and is a mental disorder common in children ages 3- 5 years. Without proper treatment can be chronic depression. Social skills training is a way given to children who have difficulty interacting disorder. The goal is to improve a person's ability to interact in an environment. This exercise can improve interpersonal skills with socializing train. This study is a non-randomized quasi-experimental one-group pretest-posttest design. This research was conducted in kindergarten Dahlia Jember. Total sample 7 sample with purposive sampling technique. Variables - variables of the study consisted of social skills training, attention deficit hyperactivity disorder comprises.       Results of the study Analysis of the difference highest increase was 26 and the lowest difference has a value of 20. Analysis Wilcoxon (? <0.05) p = 0.016. Conclusions social skills training can be done to improve the social skills of children with ADHD. This research is expected to contribute or contribute to the development of science and its applications, especially in the field of children with psychiatric problems.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY (AR) BERBASIS ANDROID PADA KONSEP SISTEM SARAF Aripin, Ipin; Suryaningsih, Yeni
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 2 (2019): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.649 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat82107192019

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi terkini yang dapat menjadi solusi bagi pendidik untuk menyajikan pembelajaran yang inovatif, informatif, menarik, dan dapat menyajikan objek maya secara virtual 3D dalam bentuk nyata serta disajikan secara real time (waktu nyata), sehingga mampu menyajikan konsep abstrak menjadi lebih nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran Biologi menggunakan teknologi AR berbasis Android pada konsep sistem saraf yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Biologi.  Metode penelitian pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan menurut Akker dengan empat tahapan, yaitu tahapan penelitian pendahuluan (Preliminary Research), tahapan prototipe (Prototyping Stage), tahapan evaluasi sumatif (Summative Evaluation) serta refleksi sistematik dan dokumentasi (Systematic Reflection and Documentation). Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas tes (penguasaan konsep) dan non tes (lembar penilaian ahli, angket, dan wawancara).Data kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Biologi berbasis AR yang dikembangkan menurut penilaian ahli termasuk  layak (valid) digunakan dengan ketegori sangat baik untuk aspek media, kategori baik untuk aspek konten, dan kategori sangat baik untuk aspek pedagogik. Berdasarkan hasil implementasi dalam pembelajaran Biologi media AR yang dikembangkan tergolong efektif dan dapat meningkatkan pencapaian ketuntasan belajar siswa sebesar 76%.
Ecopreneurship biology learning with local resources to raise high school student entrepreneurial interest Suryaningsih, Yeni; Aripin, Ipin
International Journal of Educational Innovation and Research Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijeir.v1i1.1864

Abstract

This study has a goal to implement entrepreneurship-based biology learning with an awareness of the sustainability of resources and the environment known as ecopreneurship. Ecopreneurship biology learning activities with local resources are expected to foster student entrepreneurial interest. Quasi-experimental method with purposive sampling technique was used in this study with tenth-grade students at senior high school involved as the subjects. Ecopreneurship biology learning is carried out through five stages (introduction, concept formation, concept integration, concept application, and product exhibition. The research instruments were questionnaire on entrepreneurial interest, observation of learning activities, and assessment of students' ecopreneur products. The findings show that the student entrepreneurial interest increases by 9.58% (low category), 76% of students are actively involved during the learning process, and the average score of ecopreneur-product making is 3.1 (good category)
HUBUNGAN SELF EFFICANCY TERHADAP KECEMASAN PADA CANDIDAT PERAWAT VOKASI PEMULA DALAM KOMPETENSI KEGAWATDARURATAN ERA POST PANDEMI Yektiningsih, Erwin; Rahmawati, Erni; Kosasih, Muhammad Ikhwan; Suryaningsih, Yeni; Muchin, Enur Nurhayati; Risnasari, Norma 0
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.284

Abstract

Latar belakang: Masa post pandemic, Mahasiswa keperawatan vokasi diharuskan untuk menguasai kompetensi keperawatan kegawatdarutan secara maksimal secara pengetahuan, psikomotor, dan afektif, padahal ketika pandemic proses pembelajarn dilakukan secara terbatas melalui daring, sehingga dapat mempengaruhi self efficancy yang mempengaruhi keyakinan diri dalam penguasaan kompetensi keperawatan kegawatdarutan dapat terganggu. Sehingga mahasiswa dapat mempengaruhi gangguan dalam proses pembelajaran kecenderungan mengalami gangguan psikologis kecemasan yang berdampak mempengaruhi kualitas lulusan perawat profesional. Tujuan: mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kecemasan pada mahasiswa keperawatan vokasi Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah mahasiswa keperawataan di jenjang D-III di Jawa Timur berjumlah 517 orang dan diperoleh sampel sebanyak 114 orang. Dipilih menggunakan teknik puposive sampling. Variabel independen adalah self efficancy dan variabel dependent kecemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan modefikasi kuesioner baku yang telah valid dan reliabel. Kuesioner general self-efficacy scale (GSES) dari Schwarzer dan Jerusalem dan kecemasan dari skala Zung. Analisis data menggunakan Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat self efficacy baik sebesar 44,7%, cukup 39,5% dan kurang 15,8%. Sedangkan tingkat kecemasan katagori normal 78,9%, ringan 7,9%, sedang 10,6%, dan berat 2,6%. Analisa data memiliki hubungan signifikan self efficacy terhadap kecemasan (r=0,308, ρ value = 0,001). Kesimpulan: Hasil penelitian menyarankan perencanaan bagi institusi pendidikan keperawatan untuk membentuk karakter self efficacy melalui pembekalan praktek kegawatdarutan secara spesifik oleh ahlinya serta pembentukan karakter sofskill dengan penguatan mental dengan pendekataan psikologis melalui konseling kesehatan jiwa dan ahli motivator.
The Relationship between Health Control Behavior and Compliance with Medication in Pulmonary Tuberculosis Patients at the Jember Lung Hospital Cahyani Maulida, Savira; Suryaningsih, Yeni; Komarudin
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Nursing Practices to Enhance and Prevent the Occurrence of Infectious and Non-C
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v5i2.887

Abstract

Background: Compliance is often a problem in patients with chronic diseases that require lifestyle modification and long-term treatment such as pulmonary tuberculosis. Patient compliance behavior in treatment can be influenced by psychological factors such as memory and health control behavior. Each individual has different behavior regarding the extent of their current health condition and is determined by their own behavior (internal) or by external forces. This states that health control behavior greatly determines the decisions taken by patients regarding health conditions and compliance with treatment Method: This study used a correlational design which aimed to reveal the relationship between health control behavior and medication adherence in pulmonary tuberculosis patients at the Jember Lung Hospital and used a cross sectional approach. The population in this study were pulmonary tuberculosis patients who underwent treatment at the Pulmonary Tuberculosis Clinic, Jember Lung Hospital with a sample of 82 respondents. The sampling technique uses total sampling. Result: The results of research using the Spearman Rho Test obtained a p value of 0.001, where if this value is compared with the ɑ value, it shows a p value <ɑ, namely 0.001 < 0.05, which means there is a relationship between health control behavior and adherence to taking medication in pulmonary tuberculosis patients in Jember Lung Hospital with a calculated r of 0.478 in the sufficient correlation category and the direction of the correlation is positive, which means that the better a person's health control behavior, the more compliant a person will be in taking medication. Conclusion: This research can provide input to nursing services regarding the importance of health control behavior with medication adherence in pulmonary tuberculosis patients. This can be done by nurses to provide motivation by providing education to pulmonary tuberculosis patients so that they have good health control behavior and are compliant in taking medication.
PENGARUH PSIKOEDUKASI DAN SOCIAL SKILL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN SOSIALISASI ANAK KECANDUAN GAWAI: The Influence of Psychoeducation and Social Skill Training on Improving Socialization Children Addicted to Devices Suryaningsih, Yeni; Zulka, Ayesia Natasya; Sadam Husein, Muhammad; Ramadhani, Alya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1941

Abstract

Pendahuluan: Gawai merupakan produk  hasil teknologi modern yang banyak digunakan oleh manusia. Manfaat yang dapat dirasakan banyak sekali tapi jika penggunaannya berlebihan tanpa adanya kontrol bisa memberikan efek negative terhadap penggunanya,   terlebih jika penggunanya merupakan anak usia dini, masa dimana anak seharusnya mengalami peningkatan perkembangan social. Kasus kecanduan gawai kalangan anak-anak cukup memprihatinkan. Penggunaan gawai berlebih menyebabkan anak menjadi kurang bersosialisasi.  Tujuan: mengetahui Pengaruh Psikoedukasi dan Sosial Skill Training Terhadap Perkembangan Sosialisasi Anak Korban Gawai. Metode: Penelitian  ini  menggunakan quasi eksperimental non randomized pretest-post test with comparison group design dengan intervensi Psikoedukasi dan Sosial Skill Training. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Psikoedukasi dan Sosial Skill Training terhadap peningkatan sosialisasi anak kecanduan gawai. Penilaian menggunakan lembar evaluasi sebanyak 2x sebelum dan sesudah eksperiment (non randomized pretest-post test with comparison group design). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria: anak yang tinggal di Kelurahan Jumerto, usia 3-5 tahun, kecanduan gawai. Alat ukur yang digunakan lembar evaluasi. Jumlah sampel 21 responden. Instrumen pengukuran daftar evaluasi ada 3 kelompok yaitu : Kelompok Psikoedukasi (K1), Kelompok Sosial Skill Training (K2) dan Kelompom Psikoedukasi dan Social Skill Training (K3). Hasil: K1 memiliki perbedaan perkembangan sosialisasi max 8,33 dan level minimum 4,17. K2 mempunyai perbedaan perkembangan sosialisasi level max 6,95 dan level minimum 2,77. K3 mempunyai perbedaan perkembangan sosialisasi level max 23,61 dan level minimum 11,11. Pada uji analisis Wilcoxon (?<0,05) K1 mempunyai p = 0,016, K2 mempunyai p = 0,017, K3 mempunyai p = 0,018. Pada analisis Kruskal Wallis (p = 0,001< ? = 0,05). Analisis Post Hocin Kruskal  Wallis dengan Mann Whitney mempunyai nilai p = minimum 0,002 (<? = 0,01). Kesimpulan: Psikoedukasi dan Social Skill Training dapat meningkatkan perkembangan sosialisasi anak kecanduan gawai. Dengan demikian psikoedukasi dan social skill training bias digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk meningkatkan perkembangan sosialisasi anak kecanduan gawai
DIAGRAM VEE SEBAGAI MEDIA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI suryaningsih, yeni
Papanda Journal of Mathematics and Science Research Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjmsr.v1i1.129

Abstract

In facing the challenges of the globalization era, it is necessary to have the role of human resources who have the ability to think critically to solve problems with abstract thought processes and arrange them in an effective way of solving. Biology learning as part of science learning has an important role in improving the quality of education and producing quality students, namely humans who are able to think critically, creatively and logically. In developing critical thinking skills, students need to master biological concepts and be trained to find solutions related to phenomena that occur. This cannot be done by applying conventional methods, but there is a need for learning media that support students to explore and find concepts so that students are actively involved in learning. Learning by using Vee Diagram media as an effort to develop students' critical thinking skills so as to make student learning more meaningful and familiarize students in combining a theory with methodology as well as getting conclusions and values ​​that provide benefits from what they learn
Model pembelajaran creative problem solving terhadap keterampilan generik sains pada materi biologi Suryaningsih, Yeni; Muhapilah , Selpi; Lafiah, Mas'atun
Papanda Journal of Mathematics and Science Research Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjmsr.v3i1.762

Abstract

This research was motivated by problems in implementing the learning methods applied by teachers who still emphasized memorizing concepts, resulting in a lack of students' ability to think for problem solving. The aim of this research is to apply a creative problem solving learning model to improve students' generic science skills. The research subjects were class X MIPA students at SMAN 1 Sukahaji. The research design uses a pretest posttest control group design which is analyzed by calculating the N-gain value. The research instrument is a multiple choice test and essay using generic science skill indicators. The results of research using N-gain calculation analysis showed an increase in the average pretest posttest score for the experimental class from 48.1 to 80.8, while for the control class from 42.6 to 71.2. This shows that there is an increase in both classes, but the increase in the experimental class is higher than the control class, meaning that applying the creative problem solving learning model can be used as a solution as an effort to help improve generic science skills. Keywords: Creative Problem Solving Learning Model, Generic Science Skills.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Adaptasi Psikologis Santriwati di Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember Nur Rohmah , Anindya Ayu; Asih, Susi Wahyuning; Suryaningsih, Yeni
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.39

Abstract

Santri adalah peserta didik pesantren yang mendalami ilmu agama, pesantren merupakan bidang pendidikan dengan sistem yang terintegrasi dengan konsentrasi pendidikan akademik dalam bentuk agama. Santri baru umumnya memerlukan waktu beradaptasi dengan lingkungan Santri baru yang mendapat dukungan sosial dari orang baru di lingkungan pesanten khususnya ustadzah dan teman sebayanya, akan mampu mengatasi stress dan cemas yang dirasakan saat beradaptasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini santriwati Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember sejumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan simple random sampling. Uji statistik menggunakan distribusi frekuensi dan rank spearman rho Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni p value (0,000) <0,005 dengan nilai r -0,314 dengan kekuatan hubungan moderat atau sedang, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan Dukungan sosial dengan Adaptasi psikologis santriwati di Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember. Analisis: Tingkat dukungan sosial santriwati berada pada tingkat mendukung 83 responden (66,9%), dan adaptasi psikologis santriwati pada kategori adaptif 70 responden (56,5%). Diskusi: Untuk membentuk adaptasi psikologis yan baik bagi santriwati, maka diperlukan dukungan sosial yang baik pula. Karena dukungan sosial sangat berpengaruh terhadap adaptasi psikologis santriwati.