Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI KASUS ANXIETY DISORSERS PADA MAHASISWA  GEN Z Quljalal, Andi Muhammad; Alfadla, Maya Tsuroya
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/yaq9yq37

Abstract

Gangguan kecemasan yang terjadi belakangan ini semakin meningkat dengan drastis. Menurut data yang ada, bahwa sangat banyak para remaja yang mengalami gangguan kecemasan. gangguan kecemasan adalah gangguan berupa rasa khawatir, gampang lelah, dan rasa takut yang berkepanjangan. Kecemasan yang berlebihan yang dialami para narasumber merupakan manifestasi dari linkungan yang buruk dimana seseorang merasa terisolasi baik dari segi kognitif dan afektifnya sehingga tidak ada reaksi psikomotorik yang dilakukan. Salah satu sebabnya adalah penggunaan media sosial yang berlebihan, penekanan dan tuntutan dari berbagai hal yang mempengaruhi, bahkan masalah percintaan pun bisa mempengaruhi.  hal yang menyebabkan gejala ini terjadi adalah banyak memikirkan suatu hal yang kompleks dan mencampurnya dengan masalah pribadi, dan gangguan itu berlangsung semakin intens dan sangat terasa, bisa dibilang gangguan ini terjadi berulang kali dalam sehari dan bisa disebabkan atau dibangkitkan dengan berbagai hal kecil yang seharusnya tidak usah dipikirkan. Berkaitan dengan itu, bahwa yang paling banyak mengalaminya adalah generasi Z dengan studi kasus di  Unida Gontor prodi PAI yang sekarang sedang dalam gempuran teknologi. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mencari tahu apa yang sedang terjadi kepada para remaja saat ini, alasan gangguan kecemasan ini dialami oleh kebanyakan generasi Z, gejala apa saja yang menyebabkannya, akibat apa yang ditimbulkan dari gangguan ini, serta bagaiamana solusi dan cara menanggulangi yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomonologi dengan metode wawancara. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa kebanyakan mahasiswa PAI mengalami gangguan dan gejala  yang sama dimana para mahasiswa merasa takut melakukan sesuatu sampai stress sehingga berpengaruh ke kesehatan mental dan fisik yang bisa rusak secara signifikan. akan tetapi gangguan ini terjadi dengan sebab,  dan akibat yang berbeda setiap individu.
ADIKSI PORNOGRAFI TERHADAP MENTALITAS REMAJA Iqbal Hidayatullah, Muhammad; Sturoya Alfadla, Maya
Journal of Teacher Well-being Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Teacher Well Being
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/17ntm509

Abstract

Dewasa ini kita sering sekali diperlihatkan foto atau video-video dari sosial media baik itu grub whatsapp, Instagram, telegram dan lain sebagainya yang menampilkan penggerebekan anak-anak remaja di bawah umur yang melakukan hubungan intim di luar pernikahan. Banyak sekali yang memviralkan video terkait hal tersebut salah satu di antara video yang viral adalah penggerebekan anak-anak SMP yang membuat konten pornografi di sebuah bangunan kosong bertempat di kota Manado, Sulawesi Utara. Hal ini tentu menjadi masalah dalam kehidupan dan menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis konsep paper. Sumber data diambil melalui teori, pendapat pakar, hasil penelitian pendahulu yang telah publish di berbagai jurnal bereputasi nasional dan internasional. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis secara tematik dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan diakhiri dengan temuan penelitian. Hasilnya orang tua, guru, konselor, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah memiliki peran sangat penting dan harus aktif, peka serta jeli dalam menghadapi permasalahan adiksi pornografi, karena dengan begitu akan banyak remaja yang terselamatkan kehidupan dan masa depannya.
Teknologi Tepat Guna sebagai Strategi Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengrajin Anyaman Bambu di Sentra Kerajinan Bambu Ponorogo Mohammad Muslih; Rindang Diannita; Nuraini; Lathiefa Rusli; Bambang Setyo Utomo; Maya Tsuroya Alfadla; Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit; Dimas Abdillah Azzam; Syahdul Iman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Deling Studio and Roemah Bamboe Bamboo Craft Centers in Ponorogo Regency face challenges in the bamboo weaving production process in the form of work accidents that hamper work efficiency and productivity. The production process at the bamboo weaving stage results in work accidents in the form of cuts, tears, scratches, punctures, pinches, and exposure to bamboo dust that interferes with breathing. This process is carried out manually using a knife that has the potential for work accident risks. This Community Service aims to be a step to control the risk of work accidents by implementing the use of Appropriate Technology in the form of a 0.5 Hp Bamboo Weaving Machine. The Community Service program includes counseling and mentoring on the safe use of Appropriate Technology by implementing a risk control hierarchy in the form of the use of personal protective equipment. The method used is Asset Based Community Development (ABCD) which focuses on utilizing assets, strengths, and potentials at the Deling Studio and Roemah Bamboe Bamboo Craft Centers. The results of this Community Service program include a reduction in workplace accidents over the past two years following the use of Appropriate Technology,which has significantly improved occupational safety and health, supporting the development of the bamboo craft industry and creating a safe and healthy work environment. Abstrak Sentra Kerajinan Bambu Studio Deling dan Roemah Bamboe di Kabupaten Ponorogo menghadapi tantangan dalam proses produksi anyaman bambu berupa insiden kecelakaan kerja yang menghambat efisiensi dan produktivitas kerja. Proses produksi pada tahapan mengirat bambu mengakibatkan kecelakaan kerja berupa luka sayat, luka sobek, tergores, tertusuk, terjepit, serta paparan debu bambu yang mengganggu pernapasan. Proses ini dilakukan secara manual menggunakan pisau yang berpotensiterjadi risiko kecelakaan kerja. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan sebagai langkah pengendalian risiko kecelakaan kerja dengan menerapkan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Mesin Irat Bambu 0,5 Hp. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat antara lain berupa penyuluhan dan pendampingan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang aman dengan menerapkan hierarki pengendalian risiko berupa penggunaan alat pelindung diri. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset, kekuatan, potensi yang ada di Sentra Kerajinan Bambu Studio Deling dan Roemah Bamboe. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa penurunan insiden kecelakan kerja dalam kurun waktu dua tahun terakhir setelah penggunaan Teknologi Tepat Guna dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja guna mendukung pe
TRANSFORMASI DIGITAL DAN INOVASI PRODUK BAMBU: PENGUATAN KAPASITAS EKONOMI KREATIF DESA MOJOREJO TAHUN 2025 Muslih, Mohammad; Rusli, Lathiefa; Tsuroya Alfadla, Maya; Setyo Utomo, Bambang; Diannita, Rindang
Jurnal Al Basirah Vol. 5 No. 2 (2025): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v5i2.443

Abstract

Program pengabdian masyarakat tahun 2025 di Desa Mojorejo, Kabupaten Ponorogo, merupakan fase kedua dari inisiatif Kampung Bambu Mojorejo yang bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kegiatan ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu inovasi produk bambu, penguatan merek dan digitalisasi pemasaran, serta penerapan teknologi tepat guna (TTG) modern. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) digunakan untuk menumbuhkan kemandirian komunitas melalui pemanfaatan aset lokal dan partisipasi warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 45%, diversifikasi produk hingga 200%, dan kenaikan pendapatan pengrajin rata-rata 130%. Selain itu, mitra pengrajin berhasil mengembangkan identitas merek “Roemah Bamboe” dan “Deling Studio” yang memperluas jangkauan pasar hingga nasional. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara teknologi, kreativitas, dan pemberdayaan komunitas mampu mendorong transformasi sosial-ekonomi desa menuju keberlanjutan.
Social Support as a Form of Stress Coping Mechanism among Students Facing Social Problems in Islamic Boarding Universities Jaziela Huwaida; Maya Tsurayya Alfadla; Siti Anne Barkah Nur Fauziah; Ilham Mulyadi; Puteri Azka Salsabila
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v10i1.6080

Abstract

Islamic boarding colleges have many activities, both academic and non-academic. This causes some students to experience problems such as time management, relationships with friends, and other issues that lead to stress among students. Social support is one of the problem solvers used by these students. This research aims to understand the social problems commonly faced by student santris, the sources of social support available to student santris, and the forms of social support from parents, lecturers, and friends that can serve as coping mechanisms for the stress experienced by student santris. This research is a qualitative study with a phenomenological approach. The researcher aims to understand the phenomenon of what the research subjects experience related to perception behavior, motivation, actions, and experiences regarding forms of social support as a way to cope with stress in facing social problems at UNIDA Gontor. The results of this study indicate that the social problems commonly faced by student santris include issues such as discipline, friendship, and economic problems, while the social support for student santris is obtained from friends, parents, dormitory principals, academic and Islamic boarding University advisors, as well as the counseling team. The forms of social support provided to students experiencing stress include emotional support, recognition, and informational support, which can be ways to address the stress of students in facing social problems in the environment of Islamic boarding University higher education.
Peran Dosen dalam Mendisiplinkan Perilaku Terlambat Mahasiswa (Study Fenomenologi Mahasiswa PAI Semester 5 Universitas Darussalam Gontor) Ilham Mulyadi; Maya Tsuroya Alfadla
Bhinneka Tunggal Ika Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Bhinneka Tunggal Ika Journal
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/btij.132025.008

Abstract

Fenomena perilaku terlambat masuk kelas mahasiswa PAI semester 5 UNIDA Gontor menarik untuk dikaji. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku tersebut pada mahasiswa di antaranya; kurangnya motivasi belajar dan rendahnya rasa hormat dan menghargai dosen. Melihat fenomena yang terjadi, sebagai seorang pendidik, dosen harus mengoptimalkan perannya yang tidak hanya untuk transfer ilmu, melainkan membangun pribadi yang baik dan teratur. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan peran dosen dalam mendisiplinkan perilaku terlambat mahasiswa semester lima PAI UNIDA Gontor. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya dosen dalam mengoptimalkan perannya harus lebih memperketat aturan kuliah dan memberikan sanksi yang tegas kepada mahasiswa yang terlambat. Selain itu kampus juga harus memiliki andil besar dalam mengatasi permasalahan perilaku terlambat mahasiswa karena penyelesaian yang holistik dan terstruktur. Dengan cara ini, perilaku terlambat mahasiswa yang disebabkan oleh rendahnya motivasi belajar dan kurangnya rasa hormat dan menghargai dosen dapat diatasi.