Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal PORKES

LATIHAN KELINCAHAN BOOMERANG RUN DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN FUTSAL Hulfian, Lalu
Jurnal Porkes Vol 3, No 1 (2020): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dilaksanakan penelitian ini adalah pemain futsal membutuhkan keterampilan dasar dalam permainan, terutama keterampilan menggiring bola. Kemampuan menggiring bola dapat ditingkatkan melalui latihan yang kontinue, salah satu latihan yang bisa meningkatkan kelincahan adalah latihan boomerang run. Dengan meningkatnya kelincahan, maka kemampuan menggiring bola juga tentu akan meningkat. Akan tetapi belum kita ketahui bagaimana peningkatan menggiring bola akibat dari latihaan boomerang run ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan penelitian ?One Group Pretest-Postest Design?. Populasi dalam penelitian ini pemain Club Putra Kenari Tahun 2019 yang berjumlah 12 orang dengan menggunakan studi populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini pada taraf signifikan 5% menunjukan bahwa : ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola futsal dengan hasil thitung > ttabel (4,555 > 1,796/ Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. DOI: 10.29408/porkes.v3i1.1932
Latihan Kelincahan Boomerang Run Dapat Meningkatkan Keterampilan Menggiring Bola Dalam Permainan Futsal Hulfian, Lalu
Jurnal Porkes Vol 3 No 1 (2020): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v3i1.1932

Abstract

Latar belakang dilaksanakan penelitian ini adalah pemain futsal membutuhkan keterampilan dasar dalam permainan, terutama keterampilan menggiring bola. Kemampuan menggiring bola dapat ditingkatkan melalui latihan yang kontinue, salah satu latihan yang bisa meningkatkan kelincahan adalah latihan boomerang run. Dengan meningkatnya kelincahan, maka kemampuan menggiring bola juga tentu akan meningkat. Akan tetapi belum kita ketahui bagaimana peningkatan menggiring bola akibat dari latihaan boomerang run ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan penelitian “One Group Pretest-Postest Design”. Populasi dalam penelitian ini pemain Club Putra Kenari Tahun 2019 yang berjumlah 12 orang dengan menggunakan studi populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian ini pada taraf signifikan 5% menunjukan bahwa : ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola futsal dengan hasil thitung > ttabel (4,555 > 1,796/ Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada pengaruh latihan Boomerang Run terhadap keterampilan menggiring bola dalam permainan futsal. DOI: 10.29408/porkes.v3i1.1932
Peningkatan Volume Oksigen Maksimum (Vo2 Max) pada Lansia dengan Senam Orhiba Tambun, I Wayan; Hulfian, Lalu
Jurnal Porkes Vol 5 No 2 (2022): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v5i2.6091

Abstract

Proses menjadi tua merupakan hal yang akan dialami oleh setiap orang dan merupakan proses biopsikososial dan bukan merupakan sesuatu yang statis. Perkembangan lansia merupakan respon pertahanan terhadap penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi. Salah satu senam lansia yang baik untuk menunjang kesehatan lansia adalah Senam Olahraga Hidup Baru (ORHIBA), selanjutnya disebut Senam Orhiba. Senam Orhiba yang dimasyarakatkan pada masa sekarang ini adalah Olahraga Badan atau juga disebut Olahraga Tunggal, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui peningkatan Volume Oksigen Maksimum (VO2 MAX) pada lansia di Yayasan Orhiba Kabupaten Gianyar. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan cara melakukan rancangan penelitian dengan kelompok pre-test dan post-test. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Yayasan Orhiba Kabupaten Gianyar yang berjumlah 59 orang dengan jenis kelamin laki-laki berusia antara 45-59 tahun. Hasil penelitian dengan uji t paired menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kebugaran fisik dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05) sehingga Senam Orhiba meningkatkan VO2 Max pada lansia di Yayasan Orhiba Kabupaten Gianyar.
Metode latihan sirkuit dan interval dapat meningkatkan kondisi fisik pemain futsal Jamaludin, Jamaludin; Hulfian, Lalu; Kusuma, Lalu Sapta Wijaya
Jurnal Porkes Vol 6 No 1 (2023): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v6i1.16918

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini adalah belum adanya penelitian yang mengkaji program pelatihan air alert dengan metode circuit and interval untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Beberapa penelitian hanya melihat efek dari salah satu komponen kondisi fisik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan komponen kondisi fisik melalui pelatihan Air alert. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen karena mencari hubungan sebab akibat antara dua variabel yaitu pelatihan Air alert dengan metode interval dan circuit untuk meningkatkan komponen kondisi fisik secara keseluruhan. Sampel dalam penelitian ini adalah 24 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga futsal di SMAN 1 Montong Gading. Hasil analisis data Untuk kelompok circuit training nilai (sig.) < α (0,05) yaitu (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak, H1 diterima. Sehingga terjadi peningkatan kondisi fisik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Montong Gading dengan metode circuit training. H1 diterima. Sehingga terjadi peningkatan kondisi fisik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Montong Gading dengan metode latihan interval.