Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Senam Aerobik Pada Ibu-Ibu Pkk Desa Danger Selatan Kecamatan Masbagik Primayanti, Intan; NL Esser, Balkis Ratu
Al-Tafani: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/AL-TAFANI.v1i1.44

Abstract

Dalam kehidupan yang modern ini manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan olahraga terutama untuk menjaga kebugaran khususnya dengan melakukan berbagai kegiatan olahraga. Permasalahan yang banyak di alami oleh masyarakat di desa Danger  adalah terkait kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan terutama ibu-ibu PKK di desa Danger. Selain itu, minimnya sumber daya manusia yang profesional di bidang istruktur, belum adanya kelompok senam yang rutin setiap minggunya khusus ibu-ibu PKK. Permasalahan tersebut terjadi karena kebanyakan warga desa Danger sibuk dalam melakukan kegiatan pertanian, berdagang sehingga melupakan kesehatan. Populasi dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah para ibu-ibu PKK berjumlah 12 orang.  Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode observasi dan pelatihan. Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan pelatihan senam aerobik pada ibu-ibu PKK yaitu dapat menjaga kebugaran jasmani ibu-ibu di desa Danger. 
Pengaruh Latihan Pecing Pad Dan Latihan Lambungan Teman Terhadap Ketepatan Servis Punggung Sepak Takraw Jatmika, Erfan; Primayanti, Intan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 11 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v11i1.20520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab hipotesis bahwa terdapat perbedaan pengaruh latihan pecing pad dan latihan lambungan teman, perbedaan pengaruh panjang tungkai, serta interaksi keduanya terhadap ketepatan servis punggung atlet sepak takraw PSTI Undikma. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen faktorial 2 x 2 dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 atlet putra usia remaja yang dibagi ke dalam empat kelompok: pecing pad dengan tungkai panjang, lambungan teman dengan tungkai panjang, pecing pad dengan tungkai pendek, dan lambungan teman dengan tungkai pendek. Perlakuan diberikan selama 6 minggu dengan 18 pertemuan. Instrumen penelitian meliputi pengukuran panjang tungkai dan tes ketepatan servis punggung sebanyak 20 kesempatan servis. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, ANAVA dua jalur, dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan pengaruh lebih tinggi dibandingkan latihan pecing pad terhadap ketepatan servis punggung (F = 5,850; p = 0,025). Atlet bertungkai panjang memiliki ketepatan servis lebih baik dibandingkan atlet bertungkai pendek (F = 167,632; p = 0,000). Terdapat interaksi signifikan antara model latihan dan panjang tungkai terhadap ketepatan servis punggung (F = 65,769; p = 0,000). Kelompok lambungan teman dengan tungkai panjang mencapai skor posttest tertinggi, sedangkan pada kelompok tungkai pendek latihan pecing pad lebih menguntungkan daripada lambungan teman. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas latihan servis punggung tidak hanya ditentukan oleh variasi tugas, tetapi juga oleh kesesuaian latihan dengan karakteristik antropometri atlet. Kata Kunci: : Lambungan teman; pecing pad; panjang tungkai; servis punggung; sepak takraw.
Efektivitas Latihan Rondos Dan Passing Games Terhadap Keterampilan Passing-Stopping Pemain Usia Dini Pranata, M. Indra; Primayanti, Intan; Jamaludin, Jamaludin
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20586

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas variasi latihan rondos 4 on 2 plus 2 zona play dan passing games 4 on 4 plus 2 terhadap keterampilan passing dan stopping pemain U-10 SSB Taliwang Maras. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya kualitas passing-stopping pemain usia dini yang terlihat dari penggunaan latihan yang masih monoton, kurang berbasis situasi permainan, dan belum memberi tekanan pengambilan keputusan yang cukup. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain U-10 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 pemain kelompok rondos dan 10 pemain kelompok passing games. Instrumen yang digunakan adalah tes sepak tahan bola selama 30 detik. Perlakuan diberikan selama enam minggu melalui 18 pertemuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kelompok rondos meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,60, dengan selisih 2,00 poin, t (9) = 9,487, p<0,001, dan effect size dz=3,00. Kelompok passing games meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,50, dengan selisih 1,90 poin, t (9) = 10,585, p<0,001, dan effect size dz=3,35. Perbandingan peningkatan menunjukkan rondos sedikit lebih unggul secara praktis karena menghasilkan rerata post-test dan kenaikan absolut yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa latihan berbasis permainan, terutama rondos dengan superioritas numerik dan perpindahan zona, efektif untuk memperbaiki akurasi operan, kontrol bola pertama, dukungan ruang, orientasi tubuh, dan keputusan sederhana pada pemain usia dini. Kata Kunci: Rondos; Passing Games; Passing; Stopping; Sepak Bola Usia Dini.
Contribution Body Height, Arm Muscle Strength, and Flexibility Smash Ability Badminton among University Students Hasanuddin, M. Imran; Satrianingsih, Baiq; Primayanti, Intan
Sportify Journal Vol. 2 No. 2 (2022): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v2i2.5635

Abstract

Badminton smash performance requires the integration of anthropometric characteristics, upper-limb strength, flexibility, and sport-specific stroke execution. This study examined the contribution of body height, arm muscle strength, and flexibility to badminton smash performance among students of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Makassar. A quantitative descriptive-correlational design with regression analysis was used. The sample consisted of 40 students who had programmed badminton coursework. Body height was measured using an anthropometric height test, arm muscle strength through a 20-second push-up test, flexibility through a backward trunk-flexibility test, and smash performance through a badminton smash skill test. Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation, simple regression, and multiple regression. The findings showed that body height, arm muscle strength, and flexibility were positively and significantly correlated with smash performance. In the multiple regression model, the three predictors jointly explained 69.8% of the variance in smash performance, with arm muscle strength emerging as the strongest predictor. However, flexibility was not a significant partial predictor after body height and arm muscle strength were controlled. These findings indicate that smash performance is primarily supported by upper-limb strength, while body height and flexibility function as complementary physical factors. Training programs should integrate arm-strength development, flexibility exercises, anthropometric consideration, and smash-specific technical practice.