Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Pengkajian Resiko Luka Pada Pasien Dibetes Melitus Rahayu, Sri Mulyati; Widyawati, Widyawati
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/ttyyj056

Abstract

Komplikasi penyakit Diabetes Melitus (DM) adalah ulkus diabetikum. Pengkajian merupakansuatu metode pengumpulan data untuk mengetahui timbulnya masalah kesehatan. Instrumenpengkajian resiko luka yang telah ada lebih difokuskan pada pengkajian luka di kaki, padahalulkus diabetikum tidak hanya pada kaki, juga dapat terjadi pada tangan. Pengembangan instrumenpengkajian luka pada pasien DM bertujuan untuk mendeteksi dini resiko luka ulkus diabetikum,sehingga manfaatnya dapat mencegah luka yang lebih berat seperti dilakukan amputasi.Kebaruan dari pengembangan instrumen pengkajian resiko luka, pengkajian tidak hanya padakaki, namun juga pada ektremitas atas. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukan ujikonten instrumen pada pakar praktisi dan akademisi yang ahli dalam asuhan keperawatan padagangren diabetikum. Uji kontruks instrumen dilakukan pada pasien DM di RSUD Kota Bandungdan Puskesmas Riung Bandung dengan jumlah 30 pasien. Hasil pengembangan instrumendisusun 19 item pertanyaan dan seluruh pertanyaan dinyatakan valid dengan nilai r > 0,482 daninstrumen reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha 0.944 > 0.7. Kesimpulan penelitian denganadanya pengembangan instrumen pengkajian resiko luka pada pasien DM dapat mendeteksi diniresiko timbulnya luka ulkus diabetikum, sehingga dapat mencegah luka yang lebih berat sepertidilakukan amputasi
EFFECTIVENESS OF NaCl 0.9% WITH GARAMYCIN AND ALOE VERA ON DIABETIC WOUND HEALING IN RATS Rahayu, Sri Mulyati; Hamzah, Ali; Vitniawati, Vina
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4135

Abstract

Ulkus diabetik dimulai sebagai luka biasa, tetapi tanpa penanganan yang tepat berisiko menjadi infeksi, ulserasi, gangren, dan amputasi. Luka yang terkontaminasi meningkatkan pertumbuhan dan kolonisasi mikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas kompres NaCl 0,9% dengan gel aloe vera dibandingkan dengan NaCl 0,9% dengan garamicyn dalam mengobati ulkus diabetik akut pada tikus. Metode penelitian dengan eksperimental, menggunakan 16 tikus ulkus diabetik yang diobati dengan prinsip pembalut lembab. Jumlah koloni bakteri dinilai sebelum dan sesudah tujuh hari perawatan untuk mengevaluasi efektivitas pembalut lembab yang ditambah dengan aloe vera atau garamisin. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan prinsip pembalut lembab  NaCl 0,9% dengan garamycin atau aloe vera gel pada ulkus diabetik tikus. Hasil analisis Wilcoxon menghasilkan nilai-p 0,012 (<0,05), yang menunjukkan pengurangan signifikan pada koloni bakteri dengan NaCl 0,9% ditambah aloe vera (146,875) dengan daya hambat sedang. Analisis uji-t berpasangan menunjukkan nilai p 0,01 (<0,05), yang menunjukkan penurunan signifikan antara NaCl 0,9% dan garamysin (221,875) dengan daya hambat kecil. Nilai signifikansi yang lebih kecil pada uji-t berpasangan menunjukkan bahwa NaCl 0,9% dengan garamysin lebih efektif daripada NaCl 0,9% dengan aloe vera. Kesimpulannya, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah perawatan ulkus diabetik dengan NaCl 0,9% dan aloe vera serta NaCl 0,9% dan garamicyn. Perawatan ulkus diabetik pada tikus dengan NaCl 0,9% dan garamisin lebih efektif (76,08%) daripada NaCl 0,9% dan aloe vera (57,54%). Rekomendasi perlu penelitian lebih lanjut pada manusia dengan ulkus diabetik akut.
Wound Treatment with Moist Dressing Technique Using Nacl 0.9% And Garamysin On The Number Of Bacterial Colonies Rahayu, Sri Mulyati
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 8 (2024): ENRICHMENT: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i8.213

Abstract

This study investigates the effects of moist dressing techniques using 0.9% NaCl and Garamycin on bacterial colony counts in diabetic gangrene wounds. Diabetic ulcers represent a significant challenge in wound management, as improper treatment can lead to severe complications, including infection and amputation. A controlled experimental approach was employed, utilizing diabetic rats induced with alloxan to establish hyperglycemia. The treatment group received moist dressings with 0.9% NaCl and Garamycin over seven days, while bacterial colony counts were assessed before and after treatment. Results indicated a significant reduction in bacterial colonies from an average of 291.625 to 69.75 post-treatment, demonstrating the effectiveness of the combined treatment in preventing bacterial growth. This reduction underscores the importance of maintaining a moist environment for wound healing and the role of antibacterial agents in managing diabetic wounds. The findings contribute valuable insights into optimal wound care practices, emphasizing the need for appropriate dressing selection to enhance healing outcomes and minimize infection risks.
Edukasi Program A, B, C, D, E, Cegah Stunting Menyiapkan Generasi Unggul, Berdaya Saing Sejak Masa Kandungan pada Kader Kota Bandung Sutrisno, Entris; Mulyani, Yani; Rahayu, Sri Mulyati; Vitniawati, Vina; Darajat, Agus Miraj; Amini, Nadia Ushfuri; Pasha, ED. Yunisa Mega; Khotimah, Nur Intan Husnul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12814

Abstract

ABSTRAK Generasi unggul dan berdaya saing merupakan visi Indonesia, sehingga pemberantasan stunting merupakan target utama dalam upaya pencapaian visi ini.  Stunting berdampak merugikan pada anak karena dapat menyebabkan lambatnya perkembangan otak (kognitif), fisik dan risiko serangan penyakit, hal ini akan berefek pada masyarakat secara umum sehingga penting untuk ditangani. Tujuan Program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada kader dalam menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing dengan pencegahan stunting sejak dini dari masa kandungan. Metode Pelaksanaan pengabdian masyarakat program edukatif dengan menggunakan penyuluhan (Pendidikan Kesehatan) guna meningkatkan pengetahuan kader. Adanya program ini dapat meningkatkan pengetahuan kader bagaimana mencegah stunting sejak dalam masa kandungan. Kader dapat menerapkan Langkah pencegahan stunting dan selanjutnya mensosialisasikan pada masyarakat umum tentang (A) Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD), (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali, (C) Cukupi konsumsi protein hewani, (D) Datang ke Posyandu setiap bulan, (E) Eksklusif ASI 6 bulan. Dengan pemahaman tentang ABCDE diharapkan dapat menciptakan Generasi unggul berdaya saing yang Sehat dan Bebas dari Stunting. Program ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang cegah stunting dengan ABCDE, sehingga disarankan agar kader dapat ikut serta dalam mempromosikannya kepada masyarakat dan dapat mengurangi kejadian stunting. Kata Kunci: Stunting, Kader, Generasi Unggul, ABCDE  ABSTRACT A superior and competitive generation is Indonesia's vision, so eradicating stunting is the main target in efforts to achieve this vision. Stunting has a detrimental impact on children because it can cause slow brain (cognitive) and physical development and the risk of disease attacks, this will have an impact on society in general so it is important to address it. This community service program is to increase knowledge among cadres in creating a superior and competitive generation by preventing stunting from an early age from the womb. Method of implementing community service: educational program using counseling (Health Education) to increase cadres' knowledge. This program can increase cadres' knowledge of how to prevent stunting from the womb. Cadres can implement steps to prevent stunting and further socialize to the general public about (A) Actively drinking Blood Supplement Tablets (TTD), (B) Pregnant women regularly having pregnancy checks at least 6 times, (C) Sufficient consumption of animal protein, (D) Coming to the Posyandu every month, (E) Exclusive breast milk for 6 months. By understanding ABCDE, it is hoped that we can create a superior, competitive generation that is healthy and free from stunting. This program was successful in increasing cadres' knowledge about stunting prevention with ABCDE, so it is recommended that cadres can participate in promoting it to the community and can reduce the incidence of stunting. Keywords: Stunting, Cadre, Superior Generation, ABCDE
Mitigasi Bencana dalam Mempersiapkan Kader Siaga Bencana di Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Rahayu, Sri Mulyati; Herawati, Ade Tika; Dirgahayu, Inggrid; Sumbara, Sumbara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13437

Abstract

ABSTRAK Bencana alam merupakan hasil dari kejadian yang terjadi secara alamiah, sedangkan bencana non-alam disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Perlunya           penilaian yang matang dengan banyaknya alih fungsi perkebunan menjadi perumahan beresiko timbulnya bencana alam, seperti banjir dan longsor. Desa Cilengkrang memiliki tanah dengan kontur perkebunan, namun banyak mengalami alih fungsi menjadi perumahan dan berada di daerah sesar lembang sehingga berisiko terdampak gempa, banjir, dan tanah longsor. Kader merupakan tokoh masyarakat yang membantu dalam mensukseskan program pemerintah. Desa Cilengkrang memiliki 45 kader, yang jika disiapkan menjadi kader siaga bencana, sangat membantu meminimalkan resiko dari bencana alam yang mungkin terjadi. Menyiapkan kader siaga bencana. Metode penelitian meliputi pengajaran tentang mitigasi bencana dan simulasi penatalaksanaan pertolongan pertama jika terjadi bencana alam dengan jumlah sampel 35 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang tentang mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana sebelum penyuluhan, dan setelah penyuluhan lebih dari setengah responden memiliki pemahaman yang cukup tentang mitigasi bencana untuk mengembangkan kader kesiapsiagaan bencana. Untuk mengurangi dampak bencana dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi bencana, sehingga saran diperlukan kader-kader siaga bencana. Kata Kunci: Kader, Mitigasi Bencana, Siaga Bencana  ABSTRACT Natural disasters are the result of naturally occurring events, while non-natural disasters are caused by human activities that damage the environment. The need for careful assessment of the conversion of plantations into housing is at risk of natural disasters, such as floods and landslides. Cilengkrang Village has land with plantation contours, but many plantations have been converted into housing and are located on the Lembang fault, putting it at risk of earthquakes, floods and landslides. Cadres are community leaders who assist in the success of government programmes. Cilengkrang village has 45 cadres, who, if prepared to become disaster preparedness cadres, can help minimise the risk of natural disasters that may occur. Purpose to prepare disaster preparedness cadres. The research method included teaching about disaster mitigation and simulation of first aid management in the event of a natural disaster with a total sample of 35 people. The results showed that more than half of the respondents had insufficient knowledge of disaster mitigation in preparing disaster preparedness cadres before counselling, and after counselling more than half of the respondents had sufficient understanding of disaster mitigation to develop disaster preparedness cadres. Conclusion To reduce the impact of disasters and provide first aid in the event of a disaster, so that advice is needed disaster preparedness cadres. Keywords: Cadres, Disaster mitigation, Disaster Preparedness
Student Knowledge About Sleep Paralysis Rahayu, Sri Mulyati; Marlina, Yani; Ulfah, Diana
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i1.7477

Abstract

Sleep paralysis (SP) is a sleep disorder characterized by the inability to move when awakened from sleep and the appearance of hallucinations, such as seeing shadows or hearing voices. Sleep paralysis occurs due to stress, physical fatigue, anxiety, and poor sleep quality. This condition has an impact on reduced concentration, motivation, health conditions, and decreased completion of tasks. The aim of the research is to determine students' knowledge about sleep paralysis. The research method was descriptive, with a population of D III nursing students with a sample size of 83 students. The results are that almost half of the respondents have insufficient knowledge. Conclusion: Sleep paralysis is not the result of the presence of supernatural beings, but rather a condition of paralysis, especially sensory movement muscles, which occurs during sleep and is a normal thing, so recommendations need to be provided with education about efforts to prevent sleep paralysis
Relaksasi Napas Dalam Dan Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Mual Paska Kemoterapi Rahayu, Sri Mulyati; Tambunan, Irisanna; Vitniawati, Vina
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.199 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i1.294

Abstract

Mual pasca kemoterapi berpengaruh pada respon emosional yang dapat memperburuk intensitas mual. Keluhan mual yang tidak ditangani dapat menyebabkan timbulnya dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan risiko terjadinya defisit nutrisi. Relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan relaksasi otot progresif dapat saling menguatkan untuk memberikan efek menurunkan mual setelah kemoterapi dan meningkatkan rasa nyaman. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh kombinasi relaksasi napas dalam dan otot progresif terhadap intensitas mual pasca kemoterapi. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari 48 pasien dengan teknik pengambilan sample secara purposif. Analisis data dengan uji Wilcoxon Signet Rank Test. Hasil rata-rata intesitas mual sebelum pemberian kombinasi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif yaitu 2.9375 dan rata-rata intesitas mual sesudah pemberian kombinasi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif 1.7500. Pemberian relaksasi nafas dalam yang dikombinasikan dengan relaksasi otot progresif saling menguatkan rangsang terhadap syaraf parasimpatis untuk menurunkan refleks vagal abdominal, sehingga mual berkurang. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value,001 < dari nilai alpha (0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh kombinasi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif dalam menurunkan intensitas mual sesudah kemoterapi, sehingga dapat diaplikasikan pada pasien kemoterapi yang mengalami mual