Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan dan Perancangan Book café di Kabupaten Jember dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Jessavi, Kennant E.; Suprobo, F. Priyo; Rosilawati, Hana
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA Volume 1 No 2 November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v1i2.442

Abstract

Book café diambil dari kata manga café , yang menyediakan tempat yang nyaman untuk membaca dan buku untuk rekreasi, terutama bagi yang kesulitan membeli buku atau tidak memiliki tempat membaca yang nyaman. Book café dapat menjadi solusi untuk masyarakat Kabupaten Jember mengakses buku dan tempat untuk membaca buku yang terjangkau dan nyaman. Metode pendekatan yang digunakan adalah arsitektur perilaku. Metode ini dipilih karena dengan fungsi bangunan sebagai tempat rekreasi, perilaku pengguna adalah faktor utama dalam menentukan desain. Site yang dipilih berada di tengah kota agar dapat diakses dengan mudah. Desain site dan bangunan dioptimalkan dengan analisa site dan penerapan konsep “Perilaku dalam membaca dan bersosialisasi”. Perilaku membaca didefinisikan sesuai tujuan dan karakteristik penggunanya. Perilaku bersosialisasi dibedakan menjadi dua yaitu perilaku individu seperti persepsi, kognisi serta perilaku spasial dan perilaku sosial seperti ruang personal, teritori, kesesakan dan kepadatan serta privasi. Tugas akhir ini diharapkan untuk menjadi salah satu referensi dari Book café di Indonesia
SUSTAINABILITY REPORT DAN TATA KELOLA: INFLUENCERS DALAM KINERJA PERUSAHAAN PROPERTY & KONSTRUKSI Suprobo, Filipus Priyo; Setiadarma, Effendi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.254 KB)

Abstract

Banyak penelitian telah dikembangkan untuk menjawab tren perlunya pelaporan berkelanjutan (Sustainability Report) sebagai informasi tambahan bagi para investor untuk semakin menumbuhkan kinerja perusahaan property dan konstruksi. Tetapi di sisi lain Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola yang Baik juga menjadi isu hangat untuk mendorong kemunculan Sustainability Report dan Kinerja Perusahaan. Penelitian ini melibatkan sampel 11 perusahaan property dan konstruksi dalam daftar LQ45 Bursa Efek Indonesia yang selalu melaporkan laporan tahunannya selama tahun 2012 – 2016. Metode penelitiannya menggunakan SEM berbasis Component yang bertujuan untuk memprediksi model GCG dan Sustainability Report dalam memperkuat kinerja perusahaan. Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa variable GCG memberi pengaruh positif terhadap Sustainability Report dan Kinerja Perusahaan. Sementara, Sustainability Report juga memberi pengaruh positif terhadap Kinerja Perusahaan walaupun secara hasil analisis korelasinya lemah.
KORIDOR KALIMAS RUAS JEMBATAN PETEKAN – RUAS JEMBATAN MERAH: SEBUAH STUDI SPASIAL KAWASAN WISATA HERITAGE DAN PELESTARIAN SITUS KOTA TUA SURABAYA Paramita, Erly K.; Suprobo, F. Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.022 KB)

Abstract

Sungai Kalimas di sepanjang ruas Jembatan Petekan – ruas Jembatan Merah merupakan gerbang menuju area pelabuhan dan juga merupakan kawasan spasial tepi sungai yang dimanfaatkan sebagai sarana alat interaksi dengan bangunan yang berada di tepiannya. Hal ini memungkinkan di waktu dahulu dan menjadi jalur angkut yang efektif dalam membawa barang dagangan dari pelabuhan menuju pergudangan yang banyak ditemukan di sepanjang tepian sungai. Sungai Kalimas juga merupakan bagian dari prasarana kota yang tidak hanya sebagai area pembuangan air hujan namun menjadi ruang positif pada area tersebut serta sebagai sarana transportasi yang mudah dan efisien untuk keluar Kota Surabaya lewat lautan (Buku Soerabaia Tempo Doeloe dalam Mutfianti,2010). Sebagai proyek kerjasama yang dikembangkan oleh Pusat Desain Industri dan Lingkungan Buatan UWIKA (Pusdewika), maka perancangan ini bermaksud mengembangkan koridor dengan upaya identifikasi dan solusi desain lebih lanjut dalam lingkup potensi historis kawasan dan menghidupkan kembali citra kawasan koridor ruas Jembatan Petekan – Jembatan Merah sebagai kawasan historis bernilai positif.
RUANG TERBUKA & WISATA AIR : SEBUAH USULAN DESAIN KAWASAN KORIDOR KALIMAS RUAS JEMBATAN BAT-RUAS JEMBATAN WONOKROMO - SURABAYA Wijaya, Megawati; Suprobo, F. Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.915 KB)

Abstract

Sungai Kalimas merupakan sungai bersejarah untuk Kota Surabaya, dimana sungai ini menjadi pusat perekonomian masyarakat di jaman Kerajaan Majapahit. Selain itu, air sungai yang jernih menjadi keuntungan sendiri untuk area permukiman di sekitarnya. Seiring waktu, arus urbanisasi yang semakin meningkat, menyebabkan sepanjang Sungai Kalimas menjadi area yang padat penduduk dan minimnya ruang terbuka. Air sungai yang keruh adalah salah satu dampak dari permukiman yang ada serta hal ini membuat menurunnya daya tarik masyarakat terhadap Sungai Kalimas. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek desain yang dikembangkan oleh Pusat Desain Industri dan Lingkungan Buatan UWIKA (Pusdewika) yang akan memfokuskan Kalimas untuk dapat menjadi daya tarik masyarakat lokal maupun mancanegara dan sebagai ciri khas kawasan di Kota Surabaya dengan berdasarkan prinsip pengembangan kawasan tepian air. Dengan demikian, tujuan penelitian desainnya adalah menambahkan ruang terbuka dan memetakan wilayah sesuai kebutuhan, serta menambahkan beberapa fasilitas penunjang untuk masyarakat sekitarnya. Sasaran proyek dilakukan di Bantaran permukiman Darmorejo. Untuk mengembangkan segmen yang terpilih menggunakan metode kualitatif, berupa analisis SWOT dan FGD (Focus Group Discussion).
KORIDOR KALIMAS RUAS JEMBATAN JAGALAN – RUAS JEMBATAN AMBENGAN: SEBUAH PROSPEK DAN TANTANGAN SPASIAL KAWASAN TEPI SUNGAI DI SURABAYA Kurniawan, Yongky; Suprobo, F. Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.285 KB)

Abstract

Sungai Kalimas merupakan sungai yang memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan kota Surabaya. Sungai ini memang tidak lagi menjadi pusat perdagangan dan transportasi di Surabaya, tetapi salah satu ruas di Koridor Sungai Kalimas, yaitu Ruas Jembatan Jagalan-Ambengan menjadi Koridor Kalimas yang memiliki kepadatan tinggi dan berkembang sebagai kawasan perdagangan. Keadaan visual kawasan ini merupakan kawasan penduduk yang berorientasi menghadap kearah sungai sebagai kawasan solid dan menjadikan sungai sebagai void. Sebagai proyek kerjasama yang dikembangkan oleh Pusat Desain Industri dan Lingkungan Buatan UWIKA (Pusdewika), maka perancangan ini bermaksud mengembangkan koridor dengan memanfaatkan Void kawasan (sungai) sebagai elemen spasial kawasan yang mengoptimalkan penataan spasial kawasan ke arah yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan yang terlibat. Metode perancangan melalui 3 (tiga) tahapan utama, yakni analisis kawasan, focus group discussion dengan stakeholder dan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan segmen sisi timur koridor Kalimas ruas Jembatan Jagalan – Jembatan Peneleh terpilih karena memiliki nilai potensi pengembangan kawasan. Konsep utama penataan kawasan ini adalah kawasan pusat perdagangan dan jasa yang berorientasi keberlanjutan (sustainability) melalui pendekatan urban farming dan dasar teori Roger Trancik sebagai rujukan konsep makro lingkungannya.
PERAN PENTING GREEN INTANGIBLE RESOURCES DALAM KAPASITAS DINAMIS KAMPUNG SURABAYA Suprobo, Filipus Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 3 No 1 (2019): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2019
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.762 KB)

Abstract

Kecenderungan perkembangan ekonomi di Asia yang lebih menekankan pada investasi dalam infrastruktur ekonomi dibandingkan dengan sosial dan lingkungan akan memiliki pengaruh pada bisnis yang beroperasi. Sementara itu, menipisnya sumber daya alam dan persaingan yang tinggi juga memicu banyak inovasi lingkungan. Semua ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat kota untuk mulai memperbaiki lingkungan tempat mereka tinggal dan bersama-sama dengan pemerintah kota untuk menciptakan keberlanjutan di sektor ekonomi, sosial dan lingkungan. Kapasitas dinamis kampung-kampung perkotaan di Surabaya yang mampu mengeksploitasi sumber daya hijau tak berwujudnya (green intangible resources) pada akhirnya memegang peran penting untuk terwujudnya kota Surabaya yang hijau dan berkelanjutan. Dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif, diharapkan penelitian ini mampu memberikan gambaran sumber daya tersebut dalam karakteristik kondisi sosial-budaya warga, kesadaran lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan teknologi sederhana yang dikembangkan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KOMUNITAS BELAJAR DAN TAMAN BERMAIN EDUKATIF ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SURABAYA Mulyohardjo, Samuel Yuhan; Suprobo, F. Priyo; Rosilawati, Hana
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.454 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan hak setiap orang untuk memperolehnya tak terkecuali mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan (difabel). Namun, sedikitnya wadah untuk menampung anak dengan keterbatasan kemampuan ini sehingga masih banyak anak dengan keterbatasan ini untuk memperoleh pendidikan. Oleh karena itu , tugas akhir ini dapat dijadikan sebagai refrensi desain dari pusat komunitas belajar dan taman bermain edukatif agar nantinya anak berkebutuhan khusus (difabel) memiliki wadah untuk berkomunitas. Metode yang digunakan metode pemecahan masalah yang terdiri dari tahap persiapan, identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, konsep dan desain arsitektural. Konsep dari tugas akhir ini mengankat perilaku anak dengan gangguan fisik khususnya tuna netra, tuna rungu dan tuna daksa. Dimana, aspek kognitif anak menjadi salah satu aspek dalam konsep bentukan bangunan, aspek afektif akan mendorong pada bagaimana pengguna bertransformasi pada konsep keruangan dan aspek psikomotorik mempengaruhi bagaimana pengguna bertransformasi pada konsep site terutama dalam sirkulasi dan aksesbilitas. Desain dari tugas akhir ini tidak terlepas dari aspek ekonomi agar pusat komunitas ini dapat survive secara mandiri yang tergambar pada bisnis model kanvas nantinya. Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi salah satu refrensi dari desain pusat komunitas untuk anak dengan gangguan fisik.
TOOLS MANAJEMEN KAMPUNG HIJAU: SARANA PEMULIHAN LINGKUNGAN MENGHADAPI PANDEMI DI PERKOTAAN Suprobo, F. Priyo; Mutfianti, Ririn Dina
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.63 KB)

Abstract

Tatanan kehidupan baru di semua sektor membutuhkan persiapan yang matang dalam tidak hanya di aspek kesehatan publik. Pondasi yang terkuat justru pada relasi manusia dan alam melalui kesadaran ekologis. Kesadaran ini perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan ekologis yang benar. Masyarakat kampung perkotaan dapat menjadi rujukan sekaligus sasaran awal yang tepat bagi pertumbuhan kesadaran ekologis. Rumusan dan implementasi praktis tools manajemen kampung hijau dapat menjadi sarana efektif bagi pemulihan lingkungan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di perkotaan. Tools ini bisa berperan lebih apabila melibatkan peran akademisi mampu berkolaborasiefektif bersama para warga kampung kota. Kampung kota menjadi lebih berdaya dinamis dalam menghasilkan inovasi lingkungan bagi kampung kota Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelompok warga dan akademisi lebih memberikan kinerja tinggi dibandingkan aktifitas warga saja (p-value Mann-Whitney: 0.036). Kampung kota merupakan pertahanan kota yang layak diperjuangkan.
Implementasi Konsep Desain Oriental pada Desain Interior Tristar International Restaurant Surabaya Josephine, Felicia; Mulyono, Grace; Suprobo, Filipus Priyo
Jurnal Desain Interior Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.20623

Abstract

Tristar International Restaurant merupakan restoran legendaris yang terkenal akan ciri khas hidangan Chinese food-nya yang sudah lama berdiri sejak 1980 di Surabaya. Restoran ini masih beroperasi sampai sekarang dan cukup digemari oleh masyarakat Surabaya. Aspek tersebutlah yang membuat perancang memilih restoran Tristar sebagai objek utama perancangan redesain. Perancangan ini dilakukan guna menyelesaikan permasalahan: (1) kurangnya implementasi konsep desain oriental pada desain interior restoran, (2) penggunaan perabot dan dekorasi yang kurang modern, dan (3) kurangnya sistem pembagian ruang pada toilet restoran. Perancangan ini menggunakan metode Design Thinking. Melalui beberapa permasalahan tersebut, perancang diharapkan dapat mempelajari cara menciptakan suasana restoran dengan konsep desain oriental dengan menonjolkan beberapa karakteristik kebudayaan Chinese melalui desain interiornya, serta dapat memaksimalkan fungsi setiap area dalam restoran dengan baik. Hasil akhir dari perancangan ini adalah perubahan mayor pada desain interior restoran dari area pintu masuk utama, area resepsionis, area makan utama, area bar sampai dengan area servis. Perancangan juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas branding restoran agar tetap dapat bersaing dengan restoran-restoran baru lainnya. Dengan hasil akhir perancangan, diharapkan restoran Tristar dapat menjadi alternatif solusi dari permasalahan yang ada dan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Kebudayaan Pencak Silat Sebagai Tujuan Wisata Guna Membangun City Branding di Kota Madiun. Tema : Arsitektur Simbolis Noviani, Risa Tri; Andarini, Risma; Suprobo, F.Priyo
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 8 No 1 (2024): Vol 8 No 1 (2024): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2024
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planning and design of the Pencak Silat cultural center in Madiun City, with a symbolic architectural approach, are motivated by the absence of a dedicated center for Pencak Silat culture in Madiun City. The Pencak Silat Cultural Center is intended not only as an educational and tourism facility but also as an icon that strengthens the city branding of Madiun in the eyes of domestic and international tourists. To address this challenge, the design method by Charles Jencks is used to ensure an effectively directed design flow. Data collection is conducted quantitatively, including measurements of area and dimensions, and qualitatively, including studying behavioral, socio-cultural conditions, and spatial needs. The selected location for the planning and design is on Taman Praja Street, Madiun City, East Java, Indonesia. The data analysis results provide a synthesis in the form of macro and micro concepts with a symbolic architectural approach. The analysis results recommend the use of the macro concept of Pencak Silat cultural locality. The micro concept of form is linked to Pencak Silat movements, such as the 'sikap pasang' (posture) and 'sikap kuda-kuda' (horse stance). The micro concept of space uses a radial or dispersed spatial arrangement to create a sense of spaciousness and openness. The micro concept of arrangement with the 'kuda-kuda' movement results in a mass arrangement that aligns with the meaning of the 'kuda-kuda' movement.