Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan set furniture ergonomis aktivitas kerja kantor Kamdhani, Kathleen Eugene; Kusumarini, Yusita; Suprobo, Filipus Priyo
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v7i2.5541

Abstract

Desk and sitting facilities are important factors in creating a physical work environment that affects the performance and effectiveness of work activities in office. The important factors that influence this design are ergonomics and the correct working posture. Most office activities in Indonesia, are performed in static position for a long period of time, which is bad for health in the future. In this study, there are 3 problems that are raised. First, how to solve static work position problem, and Does body posture affect fatigue and user comfort and whether facility dimensions, behaviour, and time period factors are related to stress intensity. This study uses design thinking as a method with 3 stages: inspiration (understand, observe, and point of view), ideation (ideate, prototype, and test), and implementation (storytelling, pilot, business model canvas). This design resulted in 3 sets of alternative designs and 1 set of real sit-stand work facilities, such as standing chair and standing desk. The product set tested by respondents to find the evaluation of ergonomic factors, time division for dynamic work positions, and recommendations for dynamic work designs with ergonomic principles for development and improvement of the product in the future
55 Heritage Building Information Modelling (HBIM): Kajian Studi Kasus untuk Konservasi Warisan Budaya Indonesia Suprobo, Filipus Priyo; Jatmiko, Ary Dwi
Jurnal Anggapa Vol 4 No 1 (2025): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i1.829

Abstract

Heritage Building Information Modelling (HBIM) muncul sebagai evolusi dari Building Information Modelling (BIM) konvensional, menawarkan solusi digital yang komprehensif untuk memahami, mendokumentasikan, dan merekonstruksi warisan bangunan secara virtual. Makalah ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis terhadap studi kasus penerapan HBIM di Indonesia, dengan tujuan menganalisis konsep dasar HBIM, meninjau kebijakan dan tingkat adopsi BIM di Indonesia, serta mengevaluasi metodologi, manfaat, dan tantangan yang dihadapi dalam studi-studi terdahulu. Empat studi kasus utama di Indonesia — Au Bon Marche-Braga di Bandung, Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Pura Besakih di Bali, dan Bangunan Herman Yohannes serta Tjahjana Adi di Kompleks Pantja Dharma UGM — dianalisis secara komparatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa HBIM secara signifikan meningkatkan kemampuan dokumentasi historis dan real-time, memfasilitasi manajemen fasilitas, mendukung kolaborasi multidisiplin, dan berfungsi sebagai alat edukasi yang efektif. Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan keterampilan teknis, kurangnya standarisasi, data voids, biaya awal yang tinggi, dan birokrasi. Meskipun pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap adopsi BIM melalui roadmap dan regulasi, pemahaman yang belum menyeluruh dan kurangnya integrasi sistemik masih menjadi hambatan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KIDS CENTER DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARISTEKTUR PERILAKU Fidelia, Daisy; Rosilawati, Hana; Suprobo, F. Priyo
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.548

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang penting, Namun, terdapat lebih dari 200 juta anak usia dibawah 5 tahun tidak memenuhi potensi perkembangan mereka. Peran keluarga yang kurang maksimal juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Di Kota Surabaya terdapat beberapa Kids Center yang terdaftar, namun tidak semuanya lengkap sesuai dengan kebutuhan anak. Hal tersebut yang menjadi dasar latar belakang perancangan ini. Tujuan dari perancanaan dan perancangan Kids Center yaitu untuk merencanakan dan merancang Kids Center dengan pendekatan arsitektur perilaku dan mampu mewadahi aktivitas anak usia 6 bulan – 12 tahun. Tema yang digunakan dalam perancangan ini yaitu arsitektur perilaku. Lokasi perancangan berada di Jalan Citra Raya Niaga, Kota Surabaya. Dengan menggunakan metode Duerk (1993) terdapat 5 tahapan yaitu fakta, isu, manfaat, tujuan, performance requirements dan konsep. Hasil dari perencanaan dan perancangan ini adalah desain bentuk dengan menerapkan konsep bentuk yang diambil dari sifat persepsi pengguna yaitu anak – anak yang ceria. Pada konsep ruang diambil dari sinonim ceria yang dikaitkan dengan teritorialitas. Pada konsep tatanan massa bangunan dari kata kunci ceria dan prinsip arsitektur perilaku yaitu teritorialitas. Dengan mempertimbangkan kajian serta analisa, diharapkan perencanaan dan perancangan Kids Center di Surabaya dengan pendekatan arsitektur perilaku mampu mewadahi aktivitas perilaku anak untuk mendukung proses belajar anak yang kreatif dan menarik.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KONSELING KRISTEN DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKUR SIMBOLIS Tedja, Bryan Gunawan; Suprobo, Filipus Priyo; Shirleyana
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.552

Abstract

Pusat Konseling Kristen merupakan bangunan yang dibuat untuk menyediakan bimbingan konseling yang berbasis kekristenan. Konseling Kristen berfokus pada nilai-nilai moral dan etika agama Kristen, sehingga individu dapat mencapai kesejahteraan mental, emosional, dan rohani untuk hidup yang lebih bermakna dan penuh damai dikedepan hari. Metode desain yang digunakan berlandaskan pada metode desain Architectural Programming, dimana tahapannya adalah melakukan observasi dan analisa fakta dan permasalahan, merumuskan tujuan, merumuskan persyaratan desain, dan menentukan solusi desain. Perencanaan ini akan menggunakan pendekatan arsitektur simbolis, dimana arsitektur simbolis adalah pendekatan yang mengedepankan makna dalam bentuk kiasan, yang dapat menimbulkan persepsi bagi para individu melalui panca indra mereka. Konsep makro pada Pusat Konseling Kristen adalah Kemah Suci. Konsep mikro bentuk pada bangunan Pusat Konseling adalah gunung batu. Konsep mikro bentuk pada bangunan Hunian Pastoral adalah tangan berdoa. Konsep mikro bentuk pada bangunan Gedung Parkir adalah area pelataran, perisai, dan tritunggal.
TRANSNATIONAL HIGHER EDUCATION SEBAGAI KEMITRAAN STRATEGIS BERBASIS SUMBER DAYA Suprobo, F. Priyo
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.628

Abstract

Transnational Higher Education (TNHE) merupakan fenomena yang menantang keberlanjutan pendidikan tinggi domestik kita di masa mendatang sebagai kemitraan strategisnya. Tujuan kajian ini mengajak semua pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Indonesia untuk setidaknya meletakkan dasar dirumuskannya suatu rekomendasi ke depan dalam menghadapi kemungkinan berbagai skenario potensi TNHE sebagai kemitraan strategis suatu perguruan tinggi di Indonesia. Pendekatan kualitatif atas penelitian terdahulu dipilih dan selanjutnya menampilkan hasilnya dalam bentuk narasi. Hasil riset ini setidaknya telah menyajikan pokok konsep keberlanjutan dan perspektif kemitraan TNHE berbasis keunikan sumber daya dan kompetensi inti suatu perguruan tinggi lokal dalam menyikapi kemitraan lintas negara. Sementara, implikasi praktis dan rekomendasi TNHE kemitraan strategis berbasis sumber daya juga turut disertakan.