Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA): TEMUAN DARI FGD KOLABORATIF UPI-UNY Nurjanah, Nunuy; Suherman, Agus; Hendrayana, Dian
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7318

Abstract

This community service activity aims to improve teachers’ capacity in designing local language learning models, particularly Sundanese and Javanese, based on local wisdom. The method employed was participatory training with a collaborative Focus Group Discussion (FGD) approach involving lecturers and teachers. The training participants consisted of local language teachers from various junior high schools (SMP) and Islamic junior high schools (MTs) in the Special Region of Yogyakarta. The results of the activity indicated that teachers showed high enthusiasm for developing more innovative and contextual learning models. The characteristics of the designed model emphasized the integration of local cultural values, the use of creative methods, and strategies for strengthening students’ character. Further analysis revealed that the model’s strengths lie in its relevance to the Kurikulum Merdeka and its appeal to students, but it also faces challenges such as limited implementation and varying levels of teacher readiness. The recommendations include school-based trials of the model, follow-up training, and the development of supporting modules with cross-institutional collaboration support. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun model pembelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dan Jawa, yang berbasis pada kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang melibatkan dosen dan guru. Peserta pelatihan terdiri atas guru bahasa daerah dari berbagai sekolah SMP dan MTs di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Karakteristik model yang disusun menekankan integrasi nilai budaya lokal, penggunaan metode kreatif, serta strategi penguatan karakter siswa. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa model memiliki kekuatan pada aspek relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan daya tarik bagi siswa, tetapi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan implementasi dan variasi kesiapan guru. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup uji coba model di sekolah, pelatihan lanjutan, serta pengembangan modul pendukung dengan dukungan kerja sama lintas institusi.
Papantunan: Cikal Bakal Kawih Cianjuran Hendrayana, Dian
LOKABASA Vol 16, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v16i2.91706

Abstract

Kawih Cianjuran adalah kekayaan seni vokal yang dimiliki masyarakat Jawa Barat. Materi Kawih Cianjuran bermula dari kawih papantunan yang dikreasikan oleh RAA Kusumaningrat dari kawih pantun di pertengahan abad XIX. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses terjadinya alih wahana dari kawih pantun menjadi kawih papantunan. Metoda yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan melalui studi pustaka serta fenomenologi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui desain deduktif, menganalisis data secara parsial untuk dijalinkan satu data dengan data lainnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kawih papantunan yang dikreasikan oleh RAA Kusumaningrat merupakan cikal bakal terbentuknya seni cianjuran yang hingga saat ini terdiri atas beberapa jenis kawih yakni Jejemplangan, Rarancagan, Dedegungan, Kakawen, serta Panambih. Jenis-jenis kawih cianjuran tersebut secara bentuk berpedoman kepada kawih papantunan.Cianjuran songs are a vocal art form that represents the cultural richness of the people of West Java. The materials of Cianjuran songs originated from kawih papantunan, which were created by RAA Kusumaningrat based on kawih pantun in the mid-19th century. This study aims to explore the process of transformation from kawih pantun to kawih papantunan. The method used is qualitative, employing a literature study and a phenomenological approach. The collected data were analyzed deductively, connecting and interpreting each set of data to form a coherent analysis. The findings reveal that the kawih papantunan created by RAA Kusumaningrat served as the foundation for the development of Cianjuran vocal art, which today consists of several types of kawih, namely Jejemplangan, Rarancagan, Dedegungan, Kakawen, and Panambih. Structurally, these various forms of kawih cianjuran are based on the kawih papantunan tradition.
Rorokan Adat Struktur Kemasyarakatan Tradisional di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi (Kajian Etnografi) YULIA SAFITRI, ELVA; KOSASIH, DEDE; HENDRAYANA, DIAN
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3544

Abstract

The background of the research was carried out due to the lack of social knowledge about the traditional social system that is still carried out in the lives of indigenous peoples. The purpose of this study are to describe 1) the history of Kasepuhan Ciptagelar, 2) the role and function of the elders of Kasepuhan as well as the traditional customs or social system in Kasepuhan Ciptagelar, and 3) the governance of Kasepuhan Ciptagelar. The research method used is descriptive qualitative-participant method, by using an ethnographic understanding that has the purpose of circumstance research, by participating into the lives of the people researched. The techniques used are participatory observation techniques, interviews, and documentation.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA SISWA Nurjanah, Nunuy; Hendrayana, Dian; Suherman, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6599

Abstract

Learning regional languages ??(Sundanese and Javanese) in schools often faces the problem of low student interest and engagement due to teaching methods that have not been optimally integrated with the local cultural context. This study focuses on developing an innovative local wisdom-based regional language learning model, integrating traditional sports to create meaningful and enjoyable learning. The key stages of this research used qualitative methods through literature studies, analyzing various relevant primary and secondary sources to formulate a conceptual model. The main findings of this study indicate that combining regional languages ??with traditional sports can be an effective medium for improving students' language competencies, both oral and written, as well as understanding contextual meanings. Another finding is that this model also fosters positive attitudes towards preserving local culture. It is concluded that the developed model, which is contextual, communicative, and interactive, is effective for actively internalizing ancestral cultural values ??and is aligned with the principles of the Independent Curriculum. ABSTRAKPembelajaran bahasa daerah (Sunda dan Jawa) di sekolah seringkali menghadapi latar belakang masalah berupa rendahnya minat dan keterlibatan siswa akibat metode pengajaran yang belum terintegrasi secara optimal dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran bahasa daerah berbasis kearifan lokal yang inovatif, dengan mengintegrasikan olahraga tradisional untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Tahapan penting penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan untuk merumuskan model konseptual. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa penggabungan bahasa daerah dengan olahraga tradisional dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa, baik lisan maupun tulisan, serta pemahaman makna secara kontekstual. Temuan lain adalah bahwa model ini juga menumbuhkan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Disimpulkan bahwa model yang dikembangkan yang bersifat kontekstual, komunikatif, dan interaktif efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya leluhur secara aktif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.