Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM DRAMA MY BOSS MY HERO (SUATU KAJIAN PRAGMATIK) I Putu Yogi Astawa; I Kadek Antartika; I Wayan Sadyana
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12137

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dan jenis tindak tutur ekspresif dalam drama My Boss My Hero. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama Jepang yang berjudul My Boss My Hero. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen utama menggunakan kartu data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Dalam menganalisis, menggunakan analisis pragmatik untuk mengkaji penggunaan fungsi dan jenis tindak tutur ekspresif. Teori yang digunakan yaitu teori tindak tutur ekspresif menurut Searle (1979) dan Yule (2006) sedangkan jenis tindak tutur menggunakan teori Wijana (1996). Hasil dari penelitian ditemukan 29 data yang menggunakan tindak tutur ekspresif. Terdapat 9 (Sembilan) fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan yaitu tindak tutur ekspresif marah, mengejek, mengeluh, menyalahkan, mengharapkan, minta maaf, mengucapkan selamat, memuji, dan mengucapkan terima kasih. Tindak tutur ekspresif memuji, mengucapkan selamat, mengharapkan, minta maaf, mengucapkan terima kasih, menyalahkan dan marah cenderung atau sebagian besar diungkapkan dengan jenis tuturan langsung literal. Tindak tutur ekspresif mengeluh diungkapkan dengan jenis tuturan langsung literal dan tidak langsung literal sedangkan tindak tutur ekspresif mengejek diungkapkan dengan jenis tindak tutur langsung literal dan tidak langsung tidak literal.Kata Kunci : pragmatik, tindak tutur ekspresif, jenis tindak tutur 本研究は、ドラマ『マイボスマイヒーロー』で使用される特定の目的を持つ会話表現の意味と種類を語用論を基に明らかにすることである。対象は、ドラマ『マイボスマイヒーロー』であり、データカードを基にした定性的記述研究である。データは、連続視聴から抜粋し、表現の機能と種類を語用論を用いて分析した。表現理論では、サール(1979)及びユール(2006)、表現種類では、ウィジャナ(1996)の理論を参考にした。この結果、特別な目的をもつ会話表現は、29例、意味は9例認められた。怒りを表すもの、非難、落胆、誤解、希望、謝罪、祝辞、賞賛、そして感謝であった。怒り、強制、希望、謝罪、祝辞、賞賛、そして感謝では、直接意味が通じる表現方法が使用され、落胆では言葉を置き換えると意味が通じる表現方法、非難では意味が全く通じない表現方法が認められた。keyword : 語用論、特定目的表現、表現種類
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU ASOSIASI GAMBAR "KATAKANA-INA" UNTUK PEMBELAJARAN KATAKANA BAGI PEMULA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Anastasia Friska Delani; I Kadek Antartika; Desak Made Sri Mardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12139

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutk mengembangan media pembelajaran berupa kartu asosiasi gambar untuk pembelajaran Katakana bagi pemula di SMA Negeri 4 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru pengajar bahasa Jepang dan siswa kelas X IPS 1 dan 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) observasi, (2) kuesioner, dan (3) wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) media pembelajaran yang dibuat merupakan media kartu asosiasi gambar yang memiliki dua sisi, yaitu sisi depan dan sisi belakang. Pada sisi depan terdapat gambar yang diasosiasikan dengan huruf Katakana dan urutan penulisan huruf Katakana. Pada sisi belakang terdapat gambar dan contoh kosakata yang ditulis dengan huruf Katakana, (2) berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan oleh uji ahli dan juga pengajar, media pembelajaran yang dikembangkan sudah baik dan sangat sesuai.Kata Kunci : Katakana, kartu, mnemonic 本研究はバリ州立シンガラジャ第四高等学校の初級学習者の日本語カタカナ表記学習で使用する絵カード教材の作成を目的としたものである。対象はバリ州立シンガラジャ第四高等学校社会科学コース10年1組、2組の生徒および同校日本語教師である。本研究は作成調査研究であり。データは(1)観察、(2)アンケート、(3)インタビューにより収集した。この結果、(1)作成した絵カード教材は両面から成り立ち、表側にカタカナ文字とその書き順、裏側に表側で表したカタカナを使用した語彙が記されている、(2)日本語専門家教師によるこの絵カード教材に対する評価は良く学習要項に沿ったものであるとというものであった。keyword : カタカナ、カード、ムネモニック学習法
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH YUKO DALAM CERPEN SHANGHAI NITE KARYA KOIKE MARIKO DITINJAU DARI PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Anna Sherly Tiofanny Sherly Tiofanny; I Kadek Antartika; I Wayan Sadyana
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologis tokoh Yuko ditinjau dari psikoanalisis Sigmund Frued dan menentukan unsur kepribadian yang paling dominan diantara id, ego dan super ego pada tokoh Yuko dalam cerpen Shanghai Nite. Subjek penelitian ini adalah cerpen Shanghai Nite karya Koike Mariko. Teknik pengumpulan data pada cerpen ini adalah dengan teknik kepustakaan dan pencatatan, serta untuk teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan Yuko mengalami konflik batin karena masih mencintai Osamu setelah enam tahun berpisah dan terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Memperlihatkan kondisi psikologis Yuko yang mana id dari Yuko menunjukkan ingin memuaskan hasrat untuk bertemu dengan Osamu dan ego mempertimbangkan kesempatan Yuko pada saat di Shanghai. Akhirnya ego Yuko memenuhi hasrat id dan memutuskan untuk bertemu kembali dengan Osamu berdasarkan beberapa pertimbangan yang mendukung. Kata Kunci : Cerpen Shanghai Nite, Kepribadian, Psikoanalisis 本論は、短編『上海にて』における主人公遊子のS.フロイトの精神分析から見た心裡描写、およびそこにに示されたイド、自我、超自我のうちもっとも顕著に現れる精神構造を特定することを目的としたものである。対象は、小池真理子著短編『上海にて』に登場する女性主人公遊子である。データは、書籍記述法により収集し、それを定性的記述法によって分析した。この結果、過去の恋人治に対する葛藤をかかえる遊子にイド、自我,超自我が認められる。イドは、治に会いたいという欲求を満たしたい際に表れるが、一方で 遊子は 人妻であり過去の恋人と会うことはtで正しいことではないという超自我が彼女を抑制する。自我は、イドが勝り、過去の恋人と会うことを決心する際に表れ、超自我はイドを抑える機能を働かすことができていない。keyword : 短編『上海にて』、個性、精神分析
ANALISIS VARIASI BAHASA REMAJA (WAKAMONO KOTOBA) DALAM ANIME ORENJI Putu Yuli Andriani; Kadek Eva Krishna Adnyani; I Kadek Antartika
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakamono kotoba yang terdapat dalam anime Orenji yang ditinjau dari kelas kata dalam bahasa Jepang, pola pembentukan wakamono kotoba dalam anime Orenji dan faktor yang memengaruhi penggunaan wakamono kotoba dalam anime tersebut. Metode pengumpulan data adalah metode simak catat dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 67 buah wakamono kotoba dalam anime Orenji yang terdiri dari 23 buah kosakata yang termasuk doushi, 26 buah kosakata yang termasuk i-keiyoushi, 2 buah kosakata yang termasuk na-keiyoushi, 11 buah kosakata yang termasuk meishi, 4 buah kosakata yang termasuk fukushi serta 1 buah kosakata yang termasuk kandoushi. (2) pola pembentukan wakamono kotoba yang terdapat dalam anime Orenji ditinjau dari tataran fonologi dan morfologi. Pada tataran fonologi ditemukan pola pembentukan seperti; insersi konsonan, pelesapan vokal [i] sekaligus penambahan bunyi glotal di akhir kata dan bunyi diftong /ai/, /oi/ yang direalisasikan menjadi vokal /ee/. Pada tataran morfologi ditemukan pola pembentukan seperti; pemendekan kata, peminjaman kata dari bahasa asing dan pengulangan kata. (3) faktor penyebab penggunaan wakamono kotoba dalam anime Orenji adalah latar dan situasi interaksi, partisipan dalam interaksi, topik pembicaraan dan fungsi interaksi.Kata Kunci : Wakamono Kotoba, Anime, Orenji 本研究の目的は、 アニメ『オレンジ』に含まれる日本語の品詞別にみた若者言葉、 アニメに含まれる若者言葉の使用形式、若者言葉が使用される背景要因を明らかにすることである。 データは、視聴及び記述抜粋により収集し、それを定性的記述法により分析した。結果、(1) 23種の動詞、26種のイ形容詞、2種のナ形容詞、11種の名詞、4種の副詞、1種の感動詞、計67種の若者言葉が認められた。(2) 使用形式 は、音声学及び形態論的に分けられる。うち音声学的には、促音、語尾のいが促音に変化と語尾のあい、おいがえーに変化、形態論的には、語句の省略、外来語からの借り入れと語句の繰り返しがある。(3) 若者言葉を使用する背景要因として、行動状況や背景、会話する者の関係、内容 と機能が挙げられる。keyword : 若者言葉、アニメ、『オレンジ』
GAMBARAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL SEBAGAI STRATEGI PROBLEM SOLVING DALAM DRAMA MISAKI NUMBER ONE Aristia Wulandari; I Wayan Sadyana; I Kadek Antartika
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran komunikasi verbal murni, komunikasi verbal yang diikuti dengan bentuk nonverbal, serta peranan dari proses komunikasi tersebut sebagai strategi problem solving dalam drama Misaki Number One. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama Jepang yang berjudul Misaki Number One. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen utama berupa kartu data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik lanjutannya yaitu teknik catat. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan 2 jenis strategi komunikasi verbal yaitu strategi langsung literal dan strategi tidak langsung literal yang diterapkan dalam 27 data verbal murni dan 12 data verbal yang diikuti dengan bentuk nonverbal. Bentuk-bentuk nonverbal yang mengikuti tuturan verbal hanya berfungsi untuk menekankan tuturan verbal dan melengkapi tuturan verbal. Selain itu, ditemukan peranan dari proses komunikasi sebagai strategi problem solving dalam drama Misaki Number One ini sebanyak 6 peran yaitu memberikan perhatian, memberikan kepercayaan atau keyakinan, memberikan kedekatan atau kehangatan, memediasi permasalahan siswa, tidak memojokkan atau menyalahkan siswa, serta memberikan dukungan dan semangat.Kata Kunci : komunikasi, verbal, nonverbal, strategi problem solving 本論は、ドラマ「美咲ナンバーワン」で問題解決の手段として純粋な言語表現、言語表現により表される言語表現、非言語表現によるコミュニケーションが成り立つ過程を論じたものである。対象は、日本ドラマ「美咲ナンバーワン」である。また、データは視聴した際、場面を見つけ出し、それをデータカードを作成することにより収集、定性的記述法により分析した。結果は次の通りである。言語表現による伝達方法は直接的、間接的伝達の2種類認めれた。純粋な言語表現による伝達手段は27例、非言語表現により表される言語表現は12例認められた。また、非言語表現形式は強調及び補完を表す。また、問題解決手段の過程において同ドラマでは、注意提起、信頼、接近生徒間の問題仲裁、生徒保護、激励の6例が認められた。keyword : コミュニケーション、言語表現、非言語表現、問題解決手段
ANALISIS MAKNA KONTRASTIF PADA KONJUNGSI GA DAN DEMO DALAM CERPEN KUSA SUBERI KARYA NAGI KEISHI I Gusti Ayu Made Intan Novita Sari; I Kadek Antartika; Ni Nengah Suartini
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan makna kontrastif pada konjungsi ga dan demo yang ditemukan dalam cerpen Kusa Suberi karya Nagi Keishi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerpen yang berjudul Kusa Suberi karya Nagi Keishi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding-Bedakan (HBB). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) dari 30 data ga dan 5 data demo, konjungsi ga memiliki 6 variasi sebagai pemarkah batas semantik yaitu [kondisi] ga [realita], [pernyataan] ga [realita], [realita] ga [realita], [realita] ga [pernyataan], [realita] ga [kondisi] dan [kondisi] ga [kondisi], sedangkan konjungsi demo membentuk 2 variasi saja yaitu [kondisi] demo [realita] dan [realita] demo [realita]. (2) Terdapat 2 variasi yang sama pada masing-masing konjungsi ga dan demo yaitu [kondisi] >< [realita] dan [realita] >< [realita] namun memiliki makna pertentangan yang berbeda. (3) Konjungsi ga menunjukkan 3 makna yaitu menyatakan pertentangan makna secara absolut, menyatakan perbandingan makna dan hanya menyatakan perbedaan antar makna klausa, sedangkan konjungsi demo menunjukkan 2 makna yaitu menyatakan pertentangan terhadap makna ideasional pada kalimat sebelumnya, dan menyatakan sesuatu hal yang tetap dilakukan oleh pembicara atau tidak dipengaruhi oleh konteks kalimat sebelumnya.Kata Kunci : makna kontrastif, konjungsi ga, konjungsi demo, cerpen Kusa Suberi. 本論は、南木佳士著短編『草すべり』にある逆接を表す「が」及び「でも」の相違を明らかにしたものである。これは、定性的記述に基づく研究である。対象は、南木佳士著短編『草すべり』である。データは、精読による抽出記述により収集し、それを文章表現 (PUP) 及び比較相違関係(HBB) による言語一致法によって分析したものである。この結果は次の通りである。(1) 短編『草すべり』に使用された逆説表現「が」は30例、「でも」は5例認められた。一文章における前節で表された内容が[状況]であったものが後節で[事実]、同様に[事象] が[事実]、[事実] が[事実]、[事実] が[事象]、[事実] が[状況]、[状況] が[状況] の表現になる6種、また、「でも」においては、[状況] でも[事実]、[事実] でも[事実]、の2種認められた。(2) 「が」、「でも」において[状況] と[事実]、[事実] と[事実] の2種が共通するが、意味は異なる。(3)「が」は、並立、逆態接続、事実を述べて前置きの3つの意味を持ち、「でも」は、前文に対して逆態の意味を表す、前文の内容に関わらず話者の行為を確定するの2種の意味を表す。keyword : 逆説の意味、「が」、「でも」、短編『草すべり』。
Nilai Karakter dalam Dongeng Jepang Ni Komang Bela Wiani; I Kadek Antartika; Desak Made Sri Mardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v4i3.13314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter dalam dongeng Jepang yang ditinjau dari pembentukan pengetahuan moral, wujud perasaan moral dan wujud tindakan moral. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat buah dongeng Jepang yang berjudul Shita Kiri Suzume (SKS), Hanasaka Jiisan (HJ), Tsuru no Ongaeshi (TNO) dan Kasa Jizou (KJ). Keempat dongeng ini dipilih karena mengandung cerita tentang perilaku manusia yang baik dan tidak baik untuk diteladani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Teori mengenai karakter oleh Lickona (2015), konsep mengenai folklor oleh Danandjaja (2002), konsep mengenai dongeng oleh Putera (2015) serta teori semiotika oleh Lustyantie (2012) menjadi acuan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai karakter dalam dongeng Jepang ini ditinjau berdasarkan pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral. Komponen pengetahuan moral lebih ditonjolkan pada perbuatan baik dan perbuatan buruk tokoh dalam cerita yang sesuai dengan hukum karma agama Buddha. Komponen perasaan moral ditunjukkan dengan dua buah nilai karakter, yaitu karakter kasih sayang dan rendah hati. Komponen tindakan moral ditunjukkan dengan tiga buah nilai karakter, yaitu karakter saling menolong, kerja keras dan berterima kasih/bersyukur. Tanda-tanda yang menunjukkan nilai karakter berhubungan dengan budaya yang dimiliki masyarakat Jepang.Kata Kunci : nilai karakter, dongeng Jepang, budaya Jepang 本研究の目的は、感情的、行為的に、存在する道徳に注意が払われる日本昔話における教訓を論じことである。対象は、日本昔話『舌切り雀』、『花咲か爺さん』、『鶴の恩返し』、『笠地蔵』の4つの話である。4つの昔話は、人間としてよい手本、悪い手本となる。本研究は、定性的記述研究であり、データは試読した後描写箇所を抽出した。2015年Lickonaによる教訓の理論、2002年Danandjajaによる民話の概念、2015年Puteraによる童話の概念、2012年Lustyantieによる記号論の理論 は本研究の土台となるものである。結果、4つの日本昔話に描かれる教訓は、感情的、行為的道徳観が描かれている。紹介されている道徳観は、仏教の教えにもとずく説話の中で、善人と悪人の行動として描かれている。感情的道徳観は、慈愛と謙虚の2種類、行為的道徳観は、助け合い、感謝、勤勉の 3種類が描かれている。教訓の内容は日本社会に根付く伝統的文化関連したものである。keyword : 教訓、日本昔話、日本文化
Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Jepang Kelas XI Bahasa SMA Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2022/2023 Luh Gede Fitria Budiani; Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti; I Kadek Antartika
Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze students' learning difficulties in learning Japanese in class XI Language SMA Negeri 2 Singaraja in terms of internal and external factors. The method used is descriptive quantitative method. The population in this study amounted to 68 students of class XI Language. The sample in this study was 59 students of class XI Language. The data collection instrument is a questionnaire. The results showed that there were learning difficulties experienced by students of class XI Language in terms of internal factors and external factors. On the internal factor of the motivational aspect with a percentage value of 61%, on the interest aspect with a percentage value of 56%, and on the attitude aspect with a percentage value of 57%, which means that the three values ​​are in the unfavorable criteria. The external factor is the learning difficulties of class XI language students in terms of the school environment with a percentage value of 59%, which means that the indicators on aspects of the school environment are in the unfavorable criteria. But there are no difficulties in aspects of the family environment. Therefore, it can be concluded that there are students' learning difficulties in learning Japanese in class XI Language in terms of internal factors and external factors.
Pengembangan Media Video Pembelajaran Kosakata Bahasa Jepang dengan Voice Over pada Kandidat Pemagang Bidang Souzai Seizougyou di LPK Hishou Universal Style Bangli Dea Sri Larasati, Ni Made; Suartini, Ni Nengah; Antartika, I Kadek
Japanology: The Journal of Japanese Studies Vol. 11 No. 1 (2024): Japanese Society in Contemporary Era
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jjs.v11i1.54834

Abstract

This study is part of the third stage of Research and Development (R&D), which is to develop products and test their effectiveness. The purpose of this study was to develop a video as a Japanese language learning media focusing on vocabulary related to souzai seizougyou. In addition, this research also tested its feasibility for prospective Technical Intern Training Program (TITP) at LPK Hishou Universal Style, Bangli, Bali. There are 10 learning videos in which each video consists of vocabulary introduction, pronunciation practice, and practice questions using native speakers' voice over. This research uses the Four-D (4D) model by Thiagarajan et al. (1974) with four stages, Define, Design, Develop, and Disseminate. Data collection was carried out by interviews and expert test questionnaires (material expert test, media expert test) as well as limited product trials to produce an optimal product. As a result, the material expert obtained a score of 87.5 (very suitable) and 95.31 (very suitable) from the media expert. Furthermore, the score from the instructor trial was 100 (very suitable) and the trial with prospective apprentices was 98% (very feasible). Therefore, this learning video is suitable to be used as a media to support Japanese vocabulary learning activities.
Mekanisme Pertahanan Ego Tokoh Zenchi Naigu Dalam Cerpen Hana Karya Akutagawa Ryunosuke Aditya, I Wayan Deva; Antartika, I Kadek; Sadyana , I Wayan
Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): November
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the forms of ego defense mechanisms from the character named Zenchi Naigu in the short story "Hana" by Akutagawa Ryunosuke, in dealing with his anxiety that caused by physical abnormality (a long nose). The process of collecting data was using a note-taking method, then analyzed with descriptive qualitative. The theory employed is Sigmund Freud's psychoanalysis theory with a literary psychology approach. The classification of ego defense mechanisms used refers to the classification proposed by Albertine Minderop. The results showed that there are six forms of ego defense mechanisms by the character Zenchi Naigu in order to cope with his anxiety, such as rationalization, repression, sublimation, reaction formation, stereotype, and displacement. The part of rationalization is the most dominant ego defense mechanism used by Zenchi Naigu to suppress his anxiety. The ego attempts to justify the id’s desire to have a short nose by providing rational reasons that can be accepted by his superego through the rationalization. The ego defense mechanisms used by Zenchi Naigu to prevent the situations that can cause anxiety, discomfort, or internal conflicts resulting from id desires that cannot be accepted by the superego, as they contradict the values upheld from the character Zenchi Naigu.