Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran SD Kristen Maranatha Sebagai Agen Sosialisasi Dalam Mempertahankan Eksistensi Agama Kristen Protestan Di Desa Blimbingsari Kabupaten Jembrana Ginting, Enni Maharani Br; Arta, Ketut Sedana; Syahrin, Alif Alfi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1597

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan peran SD Kristen Maranatha sebagai agen sosialisasi dalam mempertahankan keberadaan agama Kristen Protestan di Desa Blimbingsari, Bali. Pendekatan multidimensi digunakan dalam menganalisis strategi sekolah untuk mempertahankan identitas keagamaan di tengah tantangan globalisasi, keragaman latar belakang siswa, dan pengaruh budaya mayoritas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sekolah berperan dalam 1) menanamkan nilai-nilai Kristen melalui pembelajaran agama, integrasi kurikulum, dan keteladanan pendidik, 2) membentuk karakter Kristen melalui pengembangan spiritual dan penguatan moral, serta 3)memperkuat komunitas Kristen melalui lingkungan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, jejaring alumni, dan program pembiasaan. Faktor pendukung mencakup sistem keagamaan di desa dan komitmen guru, sementara penghambat meliputi perbedaan sosial ekonomi siswa, fasilitas terbatas, penolakan terhadap nilai baru, serta pengaruh globalisasi dan teknologi. Implikasi penelitian menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam pendidikan agama, melibatkan kolaborasi sekolah, gereja, dan keluarga, serta inovasi metode pembelajaran yang sesuai dengan era digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan agama dalam konteks multikultural, khususnya di daerah minoritas Kristen, sekaligus memberikan rekomendasi bagi kebijakan pendidikan inklusif yang mengintegrasikan nilai lokal dan global.
Eksplorasi Penggunaan ChatGPT Dalam Pembelajaran Sosiologi Bagi Peserta Didik: Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Banjar Dyatmika, I Ketut Wahyu; Sendratari, Luh Putu; Syahrin, Alif Alfi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan ChatGPT sebagai media pendukung dalam pembelajaran Sosiologi bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Banjar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, serta kebutuhan inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih interaktif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi secara partisipan, wawancara mendalam serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih mendalam, meningkatkan minat belajar, serta mempermudah akses terhadap sumber informasi yang beragam. Namun demikian, ditemukan pula beberapa kendala seperti ketergantungan terhadap teknologi, keterbatasan literasi digital sebagian peserta didik, serta kebutuhan pengawasan guru agar penggunaan ChatGPT tetap relevan dengan tujuan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT berpotensi menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran Sosiologi apabila diintegrasikan dengan strategi pembelajaran yang tepat dan pengawasan yang memadai.
Implikasi Penggunaan Media Sosial Terhadap Pola Interaksi Sosial dan Akademik Siswa SMA Negeri 1 Banjar Prasetya, Kadek Dipa; Yasa, I Wayan Putra; Syahrin, Alif Alfi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.970

Abstract

Perkembangan media sosial pada era digital memberikan perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial siswa, baik dalam kehidupan sosial maupun aktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penggunaan media sosial serta implikasinya terhadap pola interaksi sosial siswa SMA Negeri 1 Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, berupa dorongan fear of missing out (FoMO), kebutuhan hiburan, pencarian informasi belajar, kemudahan akses internet dan tuntutan kegiatan sekolah berbasis digital. Implikasi penggunaan media sosial terlihat pada meningkatnya intensitas dan variasi interaksi sosial siswa melalui komunikasi daring yang memperkuat hubungan pertemanan di lingkungan sekolah, serta pemanfaatannya sebagai media pendukung pembelajaran, diskusi akademik, dan pengembangan keterampilan digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki implikasi signifikan terhadap pola interaksi sosial siswa, baik dalam membangun relasi sosial maupun dalam mendukung aktivitas akademik. Kontribusi penelitian ini terhadap sosiologi media yakni dalam memberikan pemahaman empiris mengenai media sosial sebagai agen sosialisasi modern yang memengaruhi pola relasi sosial dan praktik pembelajaran di lingkungan sekolah
Analisis SWOT Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Sosiologi di SMAS Karya Wisata Singaraja Maulana, Muhammad Ainul Yakin; Mudana, I Wayan; Syahrin, Alif Alfi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11826

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi merupakan upaya dalam menciptkan pembelajaran yang bermakna dan efisien Terdapat berbagai macam dinamika dalam penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran sosiologi Seperti yang dilaksanakan di SMAS Karya Wisata Singaraja yang merupakan sekolah menengah atas berbasis pariwisata telah menerapkan pembelajaran sosiologi kelas X sebagaimana halnya kurikulum merdeka masih merupakan hal yang baru diterapkan di SMAS Karya Wisata Tujuan dari penelitin ini mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi serta mengetahui berbagai unsur pembelajaran sosiologi dengan menggunakan berbagai komponen dalam analisis SWOT Strengths Weaknesses Opportunities Threats< em> Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan studi dokumentasi serta teknik analisis digunakan yaitu kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi telah dilaksanakan di SMAS Karya Wisata Berbagai macam bentuk seperti guru diberikan kemudahan dalam menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bervariasi Begitu juga hasil dari analisis SWOT bahwa terdapat kekuatan seperti dukungan dari sekolah hingga memberikan kemudahan bagi guru dalam proses pembelajaran serta terdapat beberapa kendala dalam proses penerapan dalam pembelajaran sosiologi diantaranya kurangnya fasilitas pendukung penerapan kurikulum merdeka menggunakan teknologi dan kurangnya sosialisasi pada guru Implikasi dari penelitian ini memberikan temuan bagi sekolah guru maupun pemerintah dalam mengembangkan sebuah kebijkan agar lebih efisien dan menjawab kekurangan yang ada < p>
Actualization of Puputan War Spirit to Strengthen Adversity Quotient in Young Generation in the Global Era I Wayan Putra Yasax; `R. Ahmad Purnawibawa; Ketut Sedana Arta; Alif Alfi Syahrin
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i2.183

Abstract

This study is motivated by the development of the millennial generation, which tends to be weak in the adversity quotient. Conditions where the younger generation is very vulnerable and quickly gives up because they do not have the resilience to the conditions or problems they face. The problem studied is to provide an understanding of the concept of the adversity quotient, the spirit of the Puputan War as a model for strengthening the adversity quotient, and its implementation. The method used in this study is a qualitative approach to the literature review model, which examines various sources from books, articles, and also websites that discuss research problems. The study found that the millennial generation has a low adversity quotient attitude. The younger generation is now accustomed to instant culture due to technological developments. This impacts their vulnerability when they find problems, and they tend to take adverse actions such as suicide, plagiarism, theft, and other harmful things. However, this condition can be prevented by giving examples of the spirit of bellows war that was carried out by the Balinese people in fighting the invaders with all their limitations, and they were still able to fight to the last drop of their blood. The values of the Puputan war character that can be taken as adversity quotient reinforcement include unyielding spirit, hard work, willingness to sacrifice, nationalism and love of the motherland, loyalty, and religious values. These values can be used as a character education model taught in schools through history lessons to strengthen the adversity quotient, which is currently decreasing among millennials. Its implementation can be carried out in the Project to Strengthen the Pancasila Student Profile, a mandatory sub-material in the independent curriculum being implemented at this time.
Dinamika Politik Elektoral Calon Legislatif Muslim di Tengah Dominasi Kantong Politik Non-Muslim Idris, Muhammad; Nur, Irwan; Syahrin, Alif Alfi; Zulmi, Nizar
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/politika.16.2.2025.180-200

Abstract

Hasil rekapitulasi untuk anggota DPRD Buleleng periode 2024-2029 telah ditetapkan, diantara ke 45 kursi yang ditentukan berdasarkan perolehan suara partai, secara elektoral wakil caleg muslim untuk Dapil Buleleng 1 tidak ada sama sekali yang memenuhi syarat secara elektoral. Bila didata secara populasi, kantong politik dapil Buleleng 1 memiliki modal tersendiri dalam menentukan kandidasi yang dipercayakan mewakilkan masyarakat muslim Singaraja di DPRD Buleleng. Merujuk pada data BPS 2024 yang bertajuk Buleleng dalam angka menunjukkan bahwa tercatat 21.917 penduduk muslim di dapil Buleleng 1. Berdasarkan pada data tersebut menunjukkan adanya dinamika politik elektoral yang masih perlu untuk digali secara lebih mendalam tentang sebab tidak lolosnya wakil dari muslim di parlemen serta bagaimana strategi programatik caleg muslim terhadap konstituen muslim di Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika politik elektoral caleg muslim dan strategi programatik terhadap konstituen muslim Singaraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menggambarkan dinamika politik elektoral calon legislatif muslim dalam upaya untuk mendapatkan suara dari kalangan muslim. Selain itu, rumitnya kandidasi muslim untuk memperoleh kursi, disebabkan karena banyaknya caleg muslim lainnya yang sama-sama menyasar konstituen muslim, sehingga kantong politik muslim cenderung terfragmentasi dalam berbagai faksi politik.
Implementation and Benefits of Religious Moderation in Maintaining Faith and Preserving Harmony in Madrasah Syahrin, Alif Alfi; Idris, Muhammad; Syahputra, Achmad Agung
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 1 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i1.8714

Abstract

This study aims to describe the implementation and practice of religious moderation in madrasahs and their surroundings, as well as the benefits of instilling religious moderation in students who live as Muslim minorities in Bali. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach. The technique for determining informants used purposive sampling, consisting of the head of the madrasah, the deputy head of the madrasah, subject teachers, and ten students. Data were collected using participant observation techniques, structured interviews, and documentation studies. Primary data included the implementation and practice of religious moderation in the madrasah environment and the benefits felt based on observations and interviews. Secondary data consisted of data from previous studies, reports, and regulations related to the implementation of religious moderation, particularly in the madrasah environment. The data was analysed using an interactive model, namely data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the implementation of religious moderation at MAN Buleleng is through curriculum policy, subject integration, habit-forming programmes, religious programmes, social programmes, and leadership training. Furthermore, the practice of religious moderation includes respecting other people's holidays, interacting with people of different religions, attending institutional invitations, recruiting non-Muslim teachers, and distributing takjil (food to break the fast) across faiths during Ramadan. The benefits felt by students from the instilling of religious moderation can be classified into various dimensions, such as psychological, social, personal religious, citizenship, and inclusive attitudes. Various findings show that religious moderation has various benefits in the context of Muslim minorities as an effort to maintain faith and maintain harmony among religious communities.
The Role of the Government and Civil Society in Political Stability after the 2024 Elections in Buleleng Regency Syahrin, Alif Alfi; Idris, Muhammad; Adistanaya, I Made Bawadi; Putri, Kadek Dwi Cahyadianti; Cahyani, Kadek Candra Mahima
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 17, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v17i1.104737

Abstract

After the 2024 elections, attention will once again turn to the current state of political stability, particularly in Buleleng Regency. Therefore, the role of the government and civil society cannot be overlooked in maintaining political stability after the 2024 elections. The purpose of this study is to describe the implementation of the 2024 elections in Buleleng Regency, then describe the role of the government and civil society in maintaining political stability after the 2024 elections in Buleleng Regency, and describe the potential for projects to strengthen the profile of Pancasila students with the theme of the voice of democracy. The method used in this study is a qualitative approach with a case study. The results of the study reveal that the implementation of the 2024 elections in Buleleng Regency ran smoothly, with increased political participation and the involvement of civil society in educating the community. The role of the government and civil society in maintaining political stability after the 2024 elections in Buleleng Regency is to prevent identity politics, shape political awareness, and prevent practical politics. The potential for projects to strengthen the profile of Pancasila students on the theme of the voice of democracy by using various findings that can be used as a reference for schools in implementing P5 on the voice of democracy during the election of student council chairpersons and political education in schools.
Dynamics of Religious Social Movements: A Case Study of the Fardu Kifayah Al-Mujahidin Group in Singaraja Muiz, Ahmad Firdaus Rofiul; Margi, I Ketut; Syahrin, Alif Alfi
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 17, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v17i1.104573

Abstract

The Al-Mujahidin Fardu Kifayah Group in Singaraja is a religious social movement that emerged within Bali’s Muslim minority community, specifically in response to the need for group participation in the handling of the deceased. The study’s objective is to comprehend the group’s organizational dynamics, historical background, and function in fostering social cohesion within the Muslim community. The study employed a qualitative case study methodology with purposive and snowball sampling techniques; information was gathered through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis; the Miles and Huberman model was then used for interactive analysis. The findings demonstrated how this group developed from a straightforward study group into an organized organization with articles of association, technical task division, and quick coordination methods via WhatsApp groups and direct communication. In order to sustain service sustainability, the organization also offers training and member regeneration, though consistent participation is still difficult. The group was able to function as a solidarity network that enhanced the cohesiveness of the Muslim community within a multicultural society because of the strong social solidarity that developed through cooperative work during times of death, nondiscriminatory services, and social support for bereaved families. In conclusion, Fardu Kifayah Al-Mujahidin not only functions as a ritual institution but also as a form of religious organisational adaptation that maintains the continuity of social solidarity in a pluralistic environment.