Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn.) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrihidrazil) Pratiwi, Dian; Fatimawali; Siampa, Jainer Pasca
Jurnal Lentera Farma Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/sjh47492

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang mengikat radikal bebas oksigen dan mencegahnya merusak sel-sel sehat. Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn. (C. minahassae) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat di beberapa daerah di Sulawesi Utara. Tanaman ini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan juga mengandung nutrisi yang memperkuat imunitas tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada tanaman C. minahassae. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi pelarut etanol 1:10 dan dilanjutkan fraksinasi dengan masing-masing aquadest, etanol, etil asetat dan n-butanol dengan fraksinasi cair-cair. Ekstrak dan hasil fraksinasi digunakan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil yang didapat pada pengujian antioksidan C. minahassae ekstrak dan fraksi mempunyai kemampuan antioksidan yang sangat kuat berdasarkan klasifikasi Bloise, yaitu nilai ????????50 yang kurang dari 50 ppm, dimana fraksi etil asetat dengan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai ????????50 5,76 ppm.
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES [L] BENTH) SECARA IN VITRO Nurbayasanti, Ni Luh; Siampa, Jainer Pasca; Riani Mansauda, Karlah Lifie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29376

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides [L] Benth) adalah tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional khususnya sebagai antibakteri karena kandungan flavonoid, saponin dan tanin didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun miana dan efektivitas formula salep ekstrak daun miana sebagai antibakteri serta evaluasi fisik sediaan. Ekstrak daun miana dibuat dengan cara maserasi, pengujian aktivitas ekstrak daun miana dilakukan secara in vitro dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 50mg/mL, 100mg/mL, dan 150mg/mL. Kemudian ekstrak dibuat salep dengan  konsentrasi FI 5%, FII 10% dan FIII 15% yang diuji efektivitas antibakterinya secara in vitro dengan metode difusi sumuran. Kemudian sediaan dievaluasi secara fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak daun miana terbukti menghambat Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50, 100 dan 150mg/mL dengan besar zona hambat 16,2 mm; 17,9 mm dan 19,5 mm serta formula terbaik dari sediaan yaitu FIII dengan besar zona hambat 14,7 mm. Sediaan FI, FII dan FIII sudah memenuhi persyaratan salep yang baik.
FORMULASI SEDIAAN HIDROGEL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES (L.) BENTH) : UJI STABILITAS FISIK DAN UJI SPF Sandala, Ecleysia Retika Frolen; Siampa, Jainer Pasca; Abdullah, Surya Sumantri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31942

Abstract

Suatu sediaan diperlukan evaluasi untuk efektivitas seperti nilai SPF untuk tabir surya dan memiliki kestabilan yang baik. Suatu sediaan yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama masa penyimpanan pada kondisi uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai SPF sediaan hidrogel ekstrak etanol daun miana dan menguji kestabilannya. Metode pengukuran nilai SPF menggunakan metode mansur dan untuk stabilitas menggunakan metode cycling test. Ekstrak daun miana diuji untuk aktivitas tabir surya dan digunakan dalam pembuatan hidrogel dengan variasi karbopol 940 (F1: 0,5%, F2: 0,75%, F3: 1%). Hasilnya nilai SPF tertinggi ekstrak adalah 22,60, sementara SPF hidrogel adalah 21,07 (F1), 21,18 (F2), dan 21,23 (F3). Evaluasi sediaan pada F2 dan F3 memenuhi standar, tetapi semua formula menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan setelah di uji cycling test. Maka dari itu, F2 menjadi formula yang optimum untuk digunakan sebagai sediaan tabir surya yang stabil secara fisik.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN HIDROGEL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES [L.] BENTH) SECARA IN VIVO Rorrong, Arnelita Gloryensha; Siampa, Jainer Pasca; Abdullah, Surya Sumantri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32038

Abstract

Daun Miana (Coleus scutellarioides [L.] Benth) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi, termasuk antiinflamasi. Inflamasi merupakan reaksi lokal pada jaringan vaskular terhadap cedera yang ditandai dengan gejala, seperti rubor (kemerahan), kalor (panas), dolor (nyeri), dan tumor (pembengkakan). Basis gel yang umum digunakan dalam sediaan farmasi adalah gel hidrofobik dan gel hidrofilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak daun miana dan efektivitas antiinflamasi dari sediaan hidrogel ekstrak daun miana serta evaluasi sifat fisik sediaan hidrogel antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap dimana formula sediaan hidrogel dari ekstrak etanol daun miana dengan variasi konsentrasi 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diinduksi formalin 1% pada kaki tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji in vivo dan formula sediaan hidrogel ekstrak etanol daun miana secara signifikan dapat menurunkan edema kaki tikus pada konsentrasi 1%, yang menunjukkan efek antiinflamasi tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Pada sediaan hidrogel ekstrak etanol daun miana memenuhi standar persyaratan yang baik untuk evaluasi sifat fisik, yaitu organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hidrogel ekstrak etanol daun miana memiliki efektivitas sebagai antiinflamasi dan dapat digunakan sebagai pengobatan antiinflamasi.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN HIDROGEL EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES (L.) BENTH) Desinta, Ni Wayan; SIAMPA, JAINER PASCA; MANSAUDA, KARLAH LIFIE RIANI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32072

Abstract

Antioksidan diperlukan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas dan bermanfaat untuk melindungi kulit dari Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat menyebabkan munculnya garis halus, kulit kering, dan keriput. Tanaman yang dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi adalah tanaman miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun miana (0,5%; 0,75%) yang dapat dijadikan sediaan hidrogel dan efektif sebagai antioksidan serta memenuhi syarat karakteristik fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Pengujian antioksidan ekstrak dan sediaan hidrogel menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian pada ekstrak mendapatkan IC50 sebesar 5,111 mg/L, sedangkan  F1 mendapatkan IC50 sebesar 26,653 mg/L; F2 mendapatkan IC50 sebesar 17,641 mg/L. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANOVA One Way, F2 merupakan formula terbaik sebagai sediaan hidrogel ekstrak etanol daun miana.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ROLL ON AROMATERAPI MINYAK CENGKEH (SYZIGIUM AROMATICUM) KHAS SULAWESI UTARA Ticoalu, Pricilia Kesia; Siampa, Jainer Pasca; Jayanti, Meilani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32197

Abstract

Cengkeh (Syzigium aromaticum) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri dari Sulawesi Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai minyak gosok yang alami dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi serta menentukan efektifitas sediaan roll on aromaterapi minyak cengkeh berdasarkan karakteristik fisik sediaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium untuk mengembangkan formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi minyak cengkeh 5%, 10% dan 15% menggunakan metode pencampuran. Kemudian diuji secara fisik meliputi  uji organoleptik, pH, homogenitas, bobot jenis, viskositas, iritasi dan hedonik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sediaan roll on aromaterapi minyak cengkeh memenuhi syarat uji dengan organoleptik (cairan bening dan kekuningan berbau khas cengkeh), pH 5, homogen, bobot jenis 0,859-0,912, nilai viskositas 4,115- 4,745, tidak mengiritasi kulit dan formulasi dengan konsentrasi 15% menjadi sediaan yang paling banyak disukai. Kesimpulannya, minyak cengkeh dapat di formulasikan menjadi sediaan roll on aromaterapi yang memenuhi persyaratan karakteristik fisik sediaan dan memenuhi  uji iritasi dan uji hedonik.
Formulasi dan Evaluasi Foot Crack Cream Kombinasi Hyaluronic Acid dan Ekstrak Kunyit (Curcuma longa): Pendekatan Peningkatan Kelembaban Siampa, Jainer Pasca; Datu, Olvie Syenni; Lebang, Julianri Sari
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.64663

Abstract

Daily routine activities exposed to sunlight, air pollution, changes in air humidity and ambient temperature, the use of cleansing soap, and even activities using air conditioning can cause a decrease in skin moisture. This study aimed to formulate a foot crack cream preparation using a combination of hyaluronic acid and turmeric extract that met the requirements for physical characterization of the preparation. The formulas to be made were 3 formulas with varying concentrations of turmeric extract combined with hyaluronic acid at a constant concentration. The obtained formulas were then evaluated physically including organoleptic observations, pH measurements, spreadability testing, adhesion testing and emulsion type testing. The results obtained a semi-solid foot crack cream formula, light canary to mustard in color; pH 6; spreadability value of 6.1 cm- 6.5 cm; adhesion of more than 1 second and had an oil-in-water emulsion type. From the results of this study, could be concluded that the obtained foot crack cream preparation formula using a combination of hyaluronic acid and turmeric extract met the requirements for physical characterization of the preparation.