Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT POPULASI JAMUR TANAH DI LAHAN PERTANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) BERDASARKAN METODE TOTAL PLATE COUNT (TPC) Windha Arantika; Stella D. Umboh; Johanis J. Pelealu
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 19 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.477 KB) | DOI: 10.35799/jis.19.2.2019.23961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat populasi jamur tanah di lahan pertanaman kentang (S. tuberosum L.). Sampel tanah diambil di perkebunan tanaman kentang Desa Pinasungkulan Kecamatan Modoinding yang banyak menggunakan pestisida. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi jamur pada tanah di pertanaman kentang di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan dengan pengenceran bertingkat dan dilanjutkan dengan menghitung jumlah koloni dengan metode Total Plate Count (TPC). Dari hasil isolasi diperoleh 6 famili dengan 11 jenis jamur tanah yang memiliki koloni terbesar pada isolat KJ1 sebesar 71 koloni dan terendah pada isolat KJ8, KJ10, dan KJ 11 masing-masing sebesar 2 koloni.Kata kunci: Tanaman kentang, jamur tanah, tingkat populasi, Total Plate Count (TPC) ANALYSIS OF SOIL FUNGUS POPULATION LEVELS  IN POTATO PLANTS (Solanum tuberosum L.) BASED ON TOTAL PLATE COUNT (TPC) METHODSABSTRACTThis study aimed to determine the level of soil fungus population on potato planting land (S. tuberosum L.). Soil samples were taken at a potato field plantation in Pinasungkulan Village, Modoinding Subdistrict, which used many pesticides. This research was carried out by isolating fungi on soil in potato plantations in Pinasungkulan Village, Modoinding District, South Minahasa Regency with multilevel dilution and continued by counting the number of colonies using the Total Plate Count (TPC) method. The result showed that the isolation obtained 6 families with 11 types of soil fungi that have the largest colony in KJ1 isolates of 71 colonies and the lowest in isolates KJ8, KJ10, and KJ 11 of 2 colonies respectively.Keywords: Potato plants, soil fungi, population level, Total Plate Count (TPC)
In Vitro Evaluation of the Antagonism of Saprophyte and Endophytic Fungi Isolated from Groundnut (Arachis hypogaea) Against Soil-Transmitted Diseases Sclerotium rolfsii Johanis Pelealu; Edwin de Queljoe; Lalu Wahyudi; Stella Deiby Umboh; Trina Tallei
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i1.46484

Abstract

Certain soil-borne diseases can have a detrimental effect on the quality and quantity of peanut production. One of the soil-borne diseases is Sclerotium rolfsii, a fungus that is the primary limiting factor in peanut plants. An alternative to controlling this fungus is to use saprophytic and endophytic fungi. The purpose of this study was to evaluate several saprophytic and endophytic fungi isolated from peanut plants in vitro as antagonistic agents against S. rolfsii. Isolation of saprophytic and endophytic fungi was carried out using the stratified dilution method. The fungal antagonism test was carried out using a non-factorial completely randomized design with 3 replications. The parameters observed in this study included the inhibiting zone, the diameter of the isolate colonies, the growth area, and the interaction of saprophytic and endophytic fungi with S. rolfsii. Five families and eight species of soil fungi were identified using macroscopic and microscopic identification techniques. The type of soil fungus has a large impact on the growth rate and inhibition area. Mucor hiemalis grew at the fastest rate, while Rhizopus oryzae had the largest inhibition zone.
Efek Paparan Musik Bambu dan K-Pop terhadap Konsentrasi Klorofil dan Karotenoid Tanaman Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) Patrycia Saskia Laurita Supit; Song Ai Nio; Stella Deiby Umboh
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i1.50044

Abstract

Gedi merah (Abelmoschus manihot L.) merupakan tumbuhan tropis dari famili Malvaceae yang mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes dan kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin (A, B1, B2, B3, C), dan mineral. Pemanfaatan gedi merah terus meningkat, tetapi belum diikuti dengan informasi mengenai budidaya yang tepat. Teknologi sonic bloom dengan menggunakan musik sebagai jenis suara merupakan salah satu inovasi dalam budidaya tanaman gedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil dan karotenoid daun gedi merah sebagai respon terhadap paparan musik bambu dan k-pop. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol, musik bambu, dan musik k-pop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan musik bambu dan k-pop selama 7 hari menurunkan konsentrasi karotenoid masing-masing sebesar 35,80% dan 36,83%. Konsentrasi klorofil b juga menurun 36,74% akibat paparan musik bambu selama 7 hari, tetapi paparan musik k-pop tidak menyebabkan perbedaan konsentrasi klorofil yang signifikan.
PKM WKI Kelurahan Malalayang I Timur tentang Eksplorasi dan Bahaya Jamur Patogen pada Ikan Mujair yang Siap Dipasarkan dan Dikonsumsi Katili, Deidy Yulius; Umboh, Stella Deiby; Pontororing, Hanny H.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/rtz2z185

Abstract

Tilapia fish is much sought after by the lower middle class. The increasing public interest in tilapia fish is not accompanied by an increase in tilapia fish production. Tilapia fish production is often hampered by attacks by pathogenic fungi on tilapia fish. This pathogenic fungus also attacks tilapia fish that are ready to be marketed to consumers. The specific aim and target to be achieved in this PKM activity is to increase the knowledge and skills of WKI (Women) in exploring pathogenic fungi of tilapia fish that are ready to be marketed and consumed. To overcome the problem of mothers' lack of knowledge about the dangers of pathogenic fungi for tilapia fish, counseling methods and exploration training will be used and the dangers of pathogenic fungi for tilapia fish on human health. Based on the results of the analysis of participants' answers, it can be seen that there is an increase in the value in each measured value interval. In this final test, there were no longer any participants below the 50 score interval, in fact there were 3 people who could reach the score up to the 91-100 interval. The results of the analysis of the evaluation of learning topics found that there were no participants who did not understand the material provided by the guide. There were 7 participants who understood the material provided very well.
Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan Pemanfaatan Effective Microorganisme (EM4) di Kelurahan Kiniar Kecamatan Tondano Timur Wahyudi, Lalu; Umboh, Stella D.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/3dbmse32

Abstract

Kelemahan utama yang dihadapi Masyarakat Kelurahan Kiniar Kecamatan Tondano Timur adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik sebagai bahan dasar kompos dan penggunaan teknologi fermenter yang dapat mempercepat pengomposan sehingga dapat mengatasi jumlah sampah organik. Untuk mengatasi kelemahan/permasalahan Masyarakat Kelurahan Kiniar Kecamatan Tondano Timur dalam pembuatan kompos dari bahan sampah organik serta penerapan teknologi fermenter yang dapat membantu mempercepat pengomposan dilakukan sosialisasi dan pelatihan dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu pembuatan kompos dari sampah organik dengan memanfaatkan Effective Microorganism (EM4). Dari nilai pretest setelah dilakukan pengukuran, diperoleh hasil ternyata yang tertinggi pemahaman akan materi ditemukan pada interval nilai 31-40 dengan 13 peserta (34,21%), sedangkan yang memiliki pemahaman terendah ada 7 peserta pada interval nilai 0-10 (18,43%). Berdasarkan hasil analisis pada postest, diperoleh hasil pada interval nilai 71-80 terdapat 13 peserta yang memperoleh nilai tertinggi dengan prosentase 34.22% dan yang terendah pada interval nilai 41-50 dengan 2 peserta (5.27%). Melihat nilai rata-rata prosentase pengukuran postest dapat dilihat kenaikan yang signifikan dari nilai pretest, terdapat 5 peserta yang berada pada interval nilai 91-100 (13.15%). Hasil yang diperoleh dari rekapan evaluasi topik belajar selama kegiatan berlangsung memperlihatkan bahwa terdapat 18 peserta yang memiliki pemahaman sangat baik akan materi ditandai juga dengan motivasi yang sangat baik dari peserta.
Pemanfaatan Kotoran Ayam sebagai Subtitusi Sebagian Pakan Ternak dengan Teknologi Effective Microogranism (EM4) Katili , Deidy Y.; Langoy, Marnix L. D; Umboh, Stella D.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/dcxn0a34

Abstract

Permasalahan utama sedikitnya keuntungan para peternak di Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado adalah permasalahan pakan ternak yang sulit diperoleh dan harganya cukup mahal. Kotoran ternak sampai saat ini masih terbatas pemanfaatanya yaitu sebagai pupuk kandang dan biasanya peternak yang memerlukannya hanya meminta tanpa membeli. Jika tidak dipakai sebagai pupuk kandang, kotoran ayam ini hanya dibuang sebagai limbah saja. Kotoran ayam ini masih memiliki potensi sebagai bahan substitusi pakan ternak dengan pengolahan menggunakan Effective Microorganism (EM4). Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat peternak dalam pemanfaatan kotoran ayam sebagai subtitusi pakan ternak dengan menggunakan teknologi Effective Microorganism (EM4). Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan masyarakat peternak tentang pemanfaatan kotoran ayam, akan digunakan metode penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kotoran ayam sebagai subtitusi pakan ternak dengan menggunakan teknologi Effective Microorganism (EM4). Kegiatan PKM ini dilaksanakan selama 8 bulan. Dari hasil analisis nilai pretest ternyata nilai yang tertinggi berada pada interval nilai 21-30 dengan 7 peserta (23.34%). Hasil ini sangat rendah bahkanpun ternyata tidak ada peserta yang sampai pada nilai 50. Hasil postest nilai dibawah 50 sudah tidak ada lagi, nilai sudah berada di atas 50 bahkan nilai sudah berada di interval 91-100 (43.34%) dengan jumlah peserta 13 orang. Interval terendah pada 71-80 (10.00%) dengan 3 orang peserta. Dari rekapan evaluasi topik belajar terdapat nilai yang tertinggi pada aspek motivasi dengan jumlah peserta 13 orang yang memiliki kriteria sangat baik. Dari analisis evaluasi topik belajar ini, hanya terdapat 1 orang yang memiliki kriteria kurang pada aspek pemahaman akan materi.
Peranan dan Dampak Residu Pestisida terhadap Budidaya Ikan Air Tawar Sebagai Salah Satu Potensi Unggulan Desa Palaes Katili, Deidy Yulius; Langoy, Marnix L.D; Umboh, Stella Deiby
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/hy36f320

Abstract

Desa Palaes adalah merupakan salah satu Desa di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki sumber air tawar yang tersedia dan banyak dikembangkan untuk aktivitas budidaya ikan air tawar. Hasil produksi ikan air tawar dipengaruhi oleh adanya residu pestisida. Salah satu bahaya negatif yang merugikan yaitu pencemaran bagi air dan dapat membahayakan kehidupan ikan air tawar dan mikroorganisme air khususnya jamur air sebagai indikator kualitas air. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam penggunaan pestisida secara terkendali untuk mengurangi tingkat keracunan yang diakibatkannya dan peningkatan kesadaran lingkungan hidup bagi masyarakat khususnya Masyarakat Desa Palaes dari dampak samping yang ditimbulkan oleh pestisida bagi lingkungan dan ikan air tawar yang dibudidayakan. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida dan dampak samping yang ditimbulkannya, akan digunakan metode penyuluhan dan pelatihan dampak penggunaan pestisida terhadap lingkungan dan kolam pembudidayaan ikan air tawar. Berdasarkan analisis data hasil tes awal dan tes akhir maka diperoleh hasil bahwa terjadipeningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah materi pelatihan diberikan, dimana prosentase nilai di bawah 60 tidak ada lagi dan 1 orang peserta pada interval nilai 91-100. Berdasarkan analisis rekapan lembar evaluasi topik belajar setelah dilakukan praktek penggunaan pestisida maka diperoleh hasil tertinggi terdapat pada aspek pemahaman dengan kriteria sangat baik (22 peserta). Sedangkan hasil yang rendah terdapat pada aspek ke-4 (kemampuan peserta mengkomunikasikan hasil praktek dengan pihak lain) dengan 1 orang peserta dengan kriteria sedang.
PKM Manfaat Jamur Antagonis bagi Peningkatan Hasil Pertanian Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan Umboh, Stella Deiby; Rondonuwu, Frans Bernhard; Palar, Dwianita Conny; Langoy, Marnix L.D; Montong, Vivi B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/dqjqtr66

Abstract

Tanaman pertanian seringkali terhambat dengan adanya serangan hama dan penyakit tumbuhan. Penggunaan pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tumbuhan seringkali berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Agen pengendali hayati merupakan salah satu alternatif yang yang ramah lingkungan dan cukup efektif dalam mengendalikan penyakit tumbuhan yaitu dengan memanfaatkan mikroba antagonis. Salah satunya adalah jamur antagonis yang mempunyai kemampuan dalam menghambat perkembangan patogen tanaman. Yang menjadi faktor kelemahan yang sering dijumpai dikalangan petani yang ada di Ongkaw Dua yaitu kurangnya pengetahuan mereka tentang dampak penggunaan pestisida dan pemanfaatan pengendalian hayati dengan menggunakan jamur antagonis sebagai solusi alternatif pilihan lain dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman pertanian. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah bentuk penyuluhan. Berdasarkan hasil analisis, didapati peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan, menyimak, merespon, dan menanggapi  secara positif terhadap pemaparan materi oleh narasumber. Selain itu pula,terjadi peningkatan pengetahuan peserta dan penguasaan akan materi penyuluhan, ditandai dengan 17 orang peserta yang memahami dari 20 peserta dan terjadi kenaikan pemahaman peserta  dari nilai pra kegiatan (pre-test) ke akhir kegiatan (post-test) sebesar 65%.
PKM Masyarakat Desa Ongkaw Dua tentang  Eksplorasi dan Bahaya Jamur Patogen pada Ikan Nila yang Siap Dipasarkan dan Dikonsumsi Katili, Deidy Yulius; Umboh, Stella Deiby; Wahyudi, Lalu; Rumondor, Marhaenus Johanis; Langoy, Marnix L.D
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/a3vv2t22

Abstract

Ikan nila banyak diminati oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah. Meningkatnya minat masyarakat terhadap ikan nila tidak dibarengi dengan peningkatan produksi ikan nila tersebut. Produksi ikan nila seringkali menjadi hambatan dengan adanya serangan jamur patogen pada ikan nila. Jamur patogen ini pula menyerang ikan nila yang siap untuk dipasarkan bagi konsumen. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan Masyarakat Desa Ongkaw Dua dalam eksplorasi jamur patogen ikan nila yang siap dipasarkan dan dikonsumsi dan bahaya yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan Masyarakat tentang bahaya jamur patogen bagi ikan nila, akan digunakan metode penyuluhan dan pendampingan eksplorasi dan bahaya jamur patogen ikan nila terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan analisis data pre-test maka diperoleh hasil ternyata dari 25 orang peserta hanya 1 orang yang bisa mencapai nilai tertinggi pada interval nilai 51-60 dengan nilai prosentase 4 %, sedangkan peserta yang mencapai nilai terendah pada interval nilai 0-10 terdapat 10 orang peserta dengan nilai prosentase 40 %, sedangkan postest nilai tertinggi pada interval 91-100 dengan 5 peserta (20 %) dan terendah pada interval nilai 61-70 dengan 9 peserta (36%).