Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KORELASI ANTARA KADAR HbA2 DENGAN NILAI INDEKS MENTZER PADA PASIEN THALASEMIA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2022 Hidayat, Hidayat; Fitriani, Dita; Nur, Muhammad; Randi Aldiansyah, Aditia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v2i3.18182

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit yang diturunkan, maka penderita penyakit ini telah terdeteksi sejak masih bayi. Hemoglobin mengalami penghancuran (hemolisis) karena adanya gangguan sintesis rantai hemoglobin atau rantai globin. Indonesia termasuk salah satu negara dengan frekuensi gen (angka pembawa sifat) thalassemia yang tinggi. insiden pembawa sifat thalassemia di Indonesia berkisar 6-10%, artinya dari setiap 100 orang, 6-10 orang adalah pembawa sifat thalassemia. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kadar HbA2 dengan nilai indeks mentzer pada pasien thalasemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien thalasemia yang melakukan pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan elektroforesis hb. sampel pada penelitian ini adalah total populasi sejumlah 36 orang. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik total sampling. analisis korelasi menggunakan menggunakan uji korelasi rank spearman. Distribusi frekuensi pasien dengan diagnosis Thalasemia Minor, yaitu sebanyak 24 orang (66.7%), pasien dengan diagnosis Thalasemia HbE, yaitu sebanyak 3 orang (8,3%), dan pasien dengan diagnosis Anemia Defisiensi Besi, yaitu sebanyak 9 orang (25.0%). tidak terdapat korelasi antara kadar HbA2 dengan nilai indeks mentzer pada pasien thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2022 (p value0,076). Tidak terdapat korelasi antara kadar HbA2 dengan nilai indeks mentzer pada pasien thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2022.
FOREST PROTECTION EFFORTS AGAINST CONVERTING FOREST FUNCTIONS TO PALM OIL PLANTATIONS Susanto, Ikbal; Fitriani, Dita; Astika, Hikmah Ayu; Fatimah, Mutiara
Communale Journal Vol 1 No 2 (2023): July
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks-PUI Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/communale.v1i2.25902

Abstract

The conversion of forest functions to oil palm plantations has often been carried out in Indonesia. Many factors motivate communities, individuals, and companies to do this. One of them is the economic factor. Investment in oil palm plantations is considered a promising investment and generates many profits. However, individuals or companies often need to pay more attention to ecological aspects and the impacts of the forest function's conversion. The consequences resulting from the transformation of forest functions will affect the environment in the short and long term. Forests that have many benefits and uses not only for humans but also for the habitat of animals and plants in them must be protected and preserved. The increasingly widespread conversion of forest functions results from fulfilling human desires and harming other living things, so the government is obliged to make an effort through prevention and mitigation so that the existence of forests and their sustainability are maintained and can continue to bring many benefits to living things.
Kandungan COD Dan BOD Pada Tambak Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Di BBPBAP Jepara Fitriani, Dita; Permatasari, Mahardhika Nur
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.15788

Abstract

Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) menjadi perhatian utama bagi para petani udang vannamei di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, Jepara. Tantangan utama yang dihadapi petani udang vannamei dalam melakukan budidaya salah satunya yaitu terdapat tingkat bahan pencemar organik pada kolam budidaya udang vannamei. Pengukuran yang tepat dilakukan dengan menguji kadar oksigen dan unsur hara dapat diketahui dengan menguji kualitas air menggunakan parameter Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) melalui metode purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar COD dan BOD pada kolam udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau, Jepara serta disesuaikan dengan standar baku mutu kualitas air yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung No. 34 Tahun 2019. Standar baku mutu COD yang ditetapkan sebesar 25 mg/L sedangkan BOD sebesar 3 mg/L. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun (inlet, tengah, dan outlet) selama periode Juli - Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kadar COD berkisar antara 21,5 - 25,4 mg/L dan nilai kadar BOD berkisar antara 1,4 - 3,6 mg/L sehingga dapat dinyatakan bahwa pengujian yang dilakukan sesuai standar baku mutu dan terdapat fluktuatif pada pengujiannya.
Efektifitas Madu Trigona Apicalis Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes Pada Acne Vulgaris Dengan Metode Difusi Demanda, Rizki; Silvia, Eka; Fitriani, Dita; Panonsih, Resati Nando
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20091

Abstract

Cutibacterium acnes adalah bakteri gram positif yang meningkatkan produksi sebum dan menyebabkan peradangan kulit pada Acne vulgaris. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik, terutama Cutibacterium acnes, meningkat di Indonesia, menjadi masalah penting dalam pengobatan. Sifat antibakteri madu muncul sebagai alternatif alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemanjuran madu terhadap Cutibacterium acnes pada konsentrasi 20%, 50%, dan 80% menggunakan metode difusi disk, dan untuk mengevaluasi potensinya sebagai pengganti antibiotik dalam pengobatan Acne vulgaris. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif madu sebagai antibakteri dalam mengisolasi bakteri Cutibacterium acnes, penyebab jerawat vulgaris. Dengan menggunakan metode uji difusi cakram pada media agar Mueller-Hinton, penelitian ini menggunakan desain eksperimental murni untuk melihat bagaimana larutan madu memengaruhi zona penghambatan Cutibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan madu 20% menghasilkan zona penghambatan lemah (4,02 mm), zona penghambatan sedang 50% (8,5 mm), dan zona penghambatan kuat 80% (12,92 mm). Namun, larutan madu dengan konsentrasi 20%, 50%, dan 80% memiliki efek antibakteri pada Cutibacterium acnes. Aquadest, yang berfungsi sebagai kontrol negatif, tidak menciptakan zona penghambatan. Uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara larutan madu (20%, 50%, dan 80%), Tetrasiklin, dan Aquadest, dengan p-value = 0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa, meskipun efektivitas Tetrasiklin 30 mcg lebih rendah, madu dapat menghentikan pertumbuhan Cutibacterium acnes.
Hubungan Kadar Kreatinin Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Bintang Amin Saputra, Muhamad Nicolas; Alfarisi, Ringgo; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20259

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap, yang berkontribusi terhadap berbagai komplikasi, termasuk anemia. Anemia pada PGK disebabkan oleh defisiensi eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal, yang berdampak pada penurunan kadar hemoglobin. Selain itu, kreatinin sebagai produk sampingan metabolisme otot menjadi salah satu parameter dalam menilai fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar kreatinin dan kadar hemoglobin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 orang merupakan pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024. Data kadar kreatinin dan hemoglobin diperoleh melalui rekam medis. Analisis statistik menggunakan korelasi pearson-test untuk menilai hubungan antara kadar kreatinin dan hemoglobin. Rerata kadar kreatinin yaitu sebesar 9,082 mg/dL dengan nilai kadar minimal 2,4 mg/dL dan nilai kadar maksimal yaitu 30,3 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin yaitu sebesar 8,595 g/dL, dengan nilai kadar minimal yaitu 5,5 g/dL dan nilai kadar maksimal yaitu 13,6 g/dL.Hasil analisis bivariat menggunakan pearson-test tidak mendapatkan hubungan antara kadar kreatinin terhadap kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (p-value = 0,950). Tidak terdapat hubungan antara kadar kreatinin terhadap kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisas di Rumah Sakit Bintang Amin.
MENAKAR POTENSI DAN HAMBATAN INDUSTRI KELAPA SEBAGAI PENGUAT KETAHANAN PANGAN NASIONAL: SUATU KAJIAN LITERATUR Mardesci, Hermiza; Fitriani, Dita
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v14i1.4281

Abstract

Industri kelapa memiliki potensi besar sebagai pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi nasional Indonesia. Sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dari segi agroekologi, diversifikasi produk, dan ketersediaan tenaga kerja. Namun, pengembangan industri kelapa masih menghadapi berbagai tantangan seperti produktivitas rendah, keterbatasan teknologi, akses pasar yang terbatas, serta dampak perubahan iklim. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah dan data sekunder guna mengidentifikasi potensi, hambatan, serta strategi pengembangan industri kelapa berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan perlunya transformasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan integrasi rantai pasok berbasis ekonomi sirkular. Kolaborasi multipihak dan inovasi teknologi menjadi kunci untuk menjadikan industri kelapa sebagai sektor strategis dalam mencapai ketahanan pangan nasional.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 119 DINAS KESEHATAN LOMBOK BARAT Fitriani, Dita; Hidayat, Rahmad
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.13491

Abstract

Public Safety Center (PSC) 119 merupakan sebuah inovasi dalam sektor kesehatan untuk memberikan sebuah pelayanan yang baik kepada masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu  untuk mengetahui implementasi kebijakan inovasi pelayanan Public Safety Center (PSC) 119 di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat serta untuk mengetahui faktor penghambat dari implementasi kebijakan tersebut. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data berasal dari data primer dan data skunder. Teknik analisisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, implementasi kebijakan PSC 119 Lombok Barat Emergency Medical Service kurang berjalan secara optimal, hal tersebut di sebabkan oleh faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai dan tenaga kerja yang jauh dari standar kebutuhan PSC 119. Hasil tersebut di ketahui berdasarakan analisis dari model implementasi kebijakan yang terdiri dari empat aspek yaitu, komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI JUMLAH ERITROSIT PADA SAMPEL DARAH PASIEN THALASEMIA DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA SEGERA DAN SETELAH DITUNDA 4 JAM POST SAMPLING DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Syuhada, Syuhada; Fitriani, Dita; Marlina, Dwi; Laksmidara, Mira
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i8.9697

Abstract

Abstrak: Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hematologi Jumlah EritrositPada Sampel Darah Pasien Thalasemia Dengan Antikoagulan K2EDTASegera Dan Setelah Ditunda 4 Jam Post Sampling Di RSUD Dr. H. AbdulMoeloek Bandar Lampung. Pemeriksaan hematologi dibagi menjadi tiga tahapanyaitu tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik. Pada tahap pra analitikterkadang terdadpat penundaan sehingga diperlukan pengetahuan berapa lamawaktu penundaan yang diperlukan. Hitung jumlah eritrosit merupakan salah satutolak ukur untuk membantu menegakkan, menunjang diagnosa, memantau riwayatpenyakit, menilai berat atau ringannya penyakit hingga menentukan prognosispada penyakit tersebut, salah satunya yaitu thalasemia. Tujuan dari penelitian iniyaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan hematologieritrosit pada sampel darah pasien thalasemia dengan antikoagulan K2EDTA segeradan setelah ditunda 4 jam post sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalampenelitian ini mengunakan analitik observasional dengan pendekatan crosssectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan Hematology AnalyzerMindray BC-3600 dengan sampel sebanyak 53 sampel. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh hasil yakni tidak terdapat perbedaan jumlah eritrosit yang sig nifikanantara sampel darah pada sampel darah pasien Thalasemia dengan AntikoagulanK2EDTA segera dan setelah ditunda 4 jam post sampling
Economic Feasibility of Kemojo Cake Products Using Stevia Extract (Stevia rebaudiana B.) Fitriani, Dita; Dewi, Kurnia Harlina; Syukri, Daimon
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i1.243

Abstract

This study aims to determine the feasibility of kemojo cake products using stevia as a sweetener produced on an industrial scale. The research method used a descriptive method with mathematical analysis. The research begins with making assumptions and analysing parameters, components and cost structure, investment funding requirements and working capital. These parameters calculate production, revenue, and cash flow projections. Determination of the economic feasibility of kemojo cake products with Net Present Value (NPV), Incremental Rate of Return (IRR), Net B/C and Pay Back Period (PBP). The assumption of a year's production of kemojo cakes is 31,680 boxes for at IDR 35,000.00/box. The proportion of capital comes from 60% own capital and 40% credit. The average operational costs per year are IDR 675,083,359.00, variable costs IDR 549,813,919.00 and fixed costs IDR 125,269,440.00. The average income per year is IDR 1,108,800,000.00 while expenses are IDR 770,378,416.00. The profit earned was IDR 287,658,346. Profit on sales of 20.40% with 15% tax per year. This business BEP occurs in sales of an average value of Rp 338,421,584 or 25.94% of production capacity per year. The results showed that the NPV was Rp 279,583,647, the IRR was 79%, and the Net B/C was 2.22 times. Based on existing criteria or assumptions, this business is feasible to carry out with PBP for two years, or the capital invested in this business can be returned before the project ends (3 years).
Studi Literatur Pengaruh Pemberian Ekstrak Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar yang diberi Diet Tinggi Lemak Fitriani, Dita; Fitriyani Hasbie, Neno Fitriyani Hasbie; Aprilianti, Putri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.93

Abstract

Obesitas merupakan timbunan triasil gliserol berlebih dijaringan lemak akibat asupan energi berlebih dalam waktu yang lama. Obesitas berhubungan dengan kadar serum tidak normal. Trigliserida adalah ester dari alkohol gliserol dengan asam lemak. Daun kemangi memiliki senyawa fitokimia antara lain flavonoid, asam galat, glikolisit, saponin, asam caseic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol (70,5%) sebagai komponen utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap kadar trigliserida, mengetahui dosis dan lama pemberian ekstrak kemangi yang efektif dalam menurunkan kadar trigliserida. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif. Studi pustaka (literature review) menggunakan database google scholar dan PubMed dengan menggunakan kata kunci yang digunakan dalam pencarian data untuk menelusuri jurnal yang terkait dengan ekstrak kemangi, trigliserida, tikus, dan diet tinggi. Hasil penelitian dari 11 jurnal yang telah di telaah bahwa pemberian ekstrak kemangi dapat menurunkan kadar trigliserida dengan dosis pemberian 200 mg/kgBB dapat menurunkan kadar trigliserida sebanyak 70% dengan lama pemberian 5 dan 6 minggu.  Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian ekstrak kemangi efektif menurunkan kadar trigliserida pada tikus putih (Rattus norvegicus)jantan dengan dosis pemberian 200 mg/kgBB selama 5 dan 6 minggu menurunkan sebanyak 70%.