Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbandingan Kasus Demam Berdarah Dengue Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 Di Wilayah Endemis Kota Bandar Lampung Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utami, Deviani; Fitriani, Dita; Ayati, Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.23568

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan vector borne disease yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus infeksius virus dengue. Peningkatan curah hujan, suhu dan kelembaban menciptakan lingkungan ideal bagi perkembang biakan nyamuk vektor dan meningkatkan transmisi virus dengue. Terdapat fenomena  peningkatan kasus DBD  ditengah pandemi COVID-19 dan kecenderungan peningkatan kasus DBD  terjadi  saat musim hujan. Wilayah kerja puskesmas kota Bandar Lampung yang mengalami peningkatan kasus DBD di masa pandemi COVID-19 adalah Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 di wilayah endemis Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian deskriptif komparatif. Tehnik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jenis data sekunder berupa data kasus DBD perbulan di Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat inap Sukabumi Bandar Lampung dengan rentang waktu tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID-19 ). Data curah hujan diperoleh dari pendataan bulanan tahun 2019 – 2020 dari BMKG Bandar Lampung Provinsi Lampung. Analisis data  menggunakan uji paired T-test. Hasil analisis menyatakan tidak ada perbedaan kasus DBD sebelum dan saat pandemi COVID-19 , baik Puskesmas Sukarame dan Puskesmas Rawat Inap Sukabumi. Puncak kasus DBD sebelum pandemi COVID-19 (tahun 2019) di wilayah kerja Puskesmas Sukarame terjadi pada bulan Februari, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Sukabumi pada bulan Januari. Puncak kasus DBD saat pandemi COVID-19 (tahun 2020) kedua Puskesmas berada bulan Februari. Puncak kasus DBD pada kedua Puskesmas tersebut, linier dengan curah hujan cenderung tinggi. Sehingga menjadi warning system dalam mencegah  peningkatan dan perluasan kasus DBD. 
Sustainable Palm Oil Management in the Tani Jaya Palm Oil Farmers Group, Rumbai Jaya Village Apriyanto, Mulono; Mardesci, Hermiza; Fitriani, Dita; Burhan, Djono Albar; Fikri, K.M.S. Novyar Satriawan
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v4i2.128

Abstract

Background: The Indonesian government implements the Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) standard to ensure environmentally responsible management of oil palm plantations. Compliance with ISPO is mandatory for both enterprises and independent smallholders involved in oil palm cultivation.Aims: A training program was established to educate these smallholders in agricultural business practices in line with ISPO principles, integrating both theoretical classroom instruction and practical field experience.Method: The training involved 45 participants, including 40 from the members of Farmer group and five independent non-member smallholders. Following this training, participants showed significant improvement in their understanding of farm business management metrics, including Equity Ratio (ER), Total Asset Turnover Ratio (TAT), and Return on Equity (ROE), among others.Results: The courses also covered essential ISPO principles such as Legal Compliance, Good Agricultural Practices, and Environmental Management. Evaluation of knowledge acquisition through written and oral assessments revealed a 95% increase in farmers' understanding of these management practices and ISPO criteria.
Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Brown Rice: Method Temperature and Time Apriyanto, Mulono; Ariyanto, Anto; Ervayendri; Fitriani, Dita
Open Global Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Global Scientific Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ogsj.v4i2.76

Abstract

Background: Brown rice contains bioactives, including flavonoids and carotenoids, which function as antioxidants. Polyphenols are flavonoid molecules that are widely found in plant life and have antioxidant properties. Antioxidants can help suppress or prevent oxidation of substrates. The body needs antioxidants to ward off free radicals.Aims: This study evaluated the antioxidant and flavonoid activities of brown rice extract, using ethanol for extraction in an ultrasonic bath. Each of the first and second Erlenmeyer flasks received 150 ml of ethanol for extraction.Methods: An ultrasonic bath operating at 47 kHz and 45 ºC was used for further extraction for either 20 or 30 minutes on the primary flask. The Erlenmeyer jar was also removed at 55 ºC after 20 or 30 minutes. Flavonoid quantifications began with dissolving 10 mg of brown rice extract in ethanol to reach a concentration of 1000 ppm. The content was homogenized until uniform, incubated, and the absorbance measured at 415 nm. To prepare an extract solution from 25 mg of extract, ethanol was added to make a total of 25 ml. The resulting extraction solution contained concentrations of 100, 200, 300, 400, and 500 ppm, with 1 mL of 0.4 mM DPPH solution added to each concentration.Results: Variations in extraction time and temperature did not significantly affect flavonoid levels (p>0.05), increasing extraction temperatures resulted in diminished antioxidant efficacy.Conclusion: The study confirmed the direct correlation between antioxidant capacity and flavonoid concentration, emphasizing that lower extraction temperatures yield better results.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Kadar Trigliserida Dan Indeks Lee Pada Tikus (Rattus norvegicus) Galur Sprague Dawley Jantan Yang Diberi Diet Tinggi Lemak Fitriani, Dita; Rusmini, Hetti; Djunishap, Asmia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.25144

Abstract

Abstract: The Effect Of Papaya Flower Extract (Carica Papaya L.) On Triglyceride Levels And Lee Index In Male Sprague Dawley Rats (Rattus Norvegicus) Feeding A High-Fat Diet. The incidence of cardiovascular disease in Indonesia shows a high rate where the risk factor is hyperlipidemia. Hyperlipidemia is characterized by an increase in triglyceride levels. Lipids deposited in adipose tissue will cause an increase in the lee index. Papaya flowers that contain flavonoids, tannins and steroids play a role as anti-hyperlipidemia agent by inhibiting the activity of the enzyme HMG CoA reductase. This study aimed to determine the effect of papaya flower extract (Carica papaya L.) on triglyceride levels and lee index in male Sprague Dawley rats treated with high-fat diet. This research was conducted with pure experimental pre and posttest with group design control. The samples used were 25 male divided into 5 groups. The result of Paired T-test showed that there was significant increase in triglyceride and lee index level (p 0.05) after being given a high- fat diet in all treatment groups. After being given the papaya flower extract, there was a significant decrease in triglyceride levels in the P2 group (p = 0.031) and P3 (0.011) and a significant increase in the lee index in the P1 group. There is an effect of giving a high-fat diet to an increase in triglyceride levels and lee index. There is influence of papaya flower extract on triglyceride levels and lee index. But there is no significant dose difference.Keywords: High fat diet, Papaya flower extract, Lee Index, Triglycerides. Abstrak : Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Kadar Trigliserida Dan Indeks Lee Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley Jantan Yang Diberi Diet Tinggi Lemak. Kejadian penyakit kardiovaskular di Indonesia menunjukan angka yang tinggi dimana faktor resikonya adalah hiperlipidemia. Hiperlipidemia ditandai salah satunya dengan meningkatnya kadar trigliserida. Lipid yang terdeposit pada jaringan adiposa akan menyebabkan peningkatan indeks lee. Bunga pepaya memiliki kandungan flavonoid dan tanin yang berperan dalam antihiperlipidemia dengan menghambat aktivitas enzim HMG KoA reduktase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga pepaya (Carica papaya L.) terhadap kadar trigliserida dan indeks lee pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan pre and post test with control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 25 ekor tikus yang dibagi dalam 5 kelompok. Hasil uji Paired T-test menunjukan peningkatan kadar trigliserida dan indeks lee yang bermakna (p0.05) setelah diberi diet tinggi lemak pada semua kelompok perlakuan. Setelah diberi ekstrak bunga pepaya terjadi penurunan kadar trigliserida yang bermakna pada kelompok P2 (p=0.031) dan P3 (0.011) dan terjadi peningkatan indeks lee yang bermakna pada kelompok P1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian ekstrak bunga pepaya terhadap kadar trigliserida, namun tidak terdapat pengaruh pada indeks lee.Kata kunci :Diet tinggi lemak, Ekstrak Bunga Pepaya, Indeks Lee, Trigliserida.
Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Femur Pada Mahasiswa Suku Bali Di Universitas Malahayati Akbar, Muhammad Taufik; Kurniati, Mala; Pebriyani, Upik; Djamil, Adrian Rival; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20836

Abstract

Identifikasi korban dalam kasus forensik, seperti pembunuhan dan bencana alam, sering kali menghadapi kesulitan ketika hanya bagian tubuh tertentu yang tersisa. Tulang femur sebagai tulang panjang terpanjang dalam tubuh manusia memiliki potensi tinggi sebagai indikator estimasi tinggi badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ukuran panjang tulang femur dengan tinggi badan pada mahasiswa suku Bali di Universitas Malahayati. Rancangan penelitian numerik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada Maret 2025. Subjek studi ini mencakup 37 responden yang sudah dipilih melalui metode consecutive sampling. Hasil menunjukkan panjang hubungan signifikan panjang femur pria terhadap tinggi badan (p = 0.001; r = 0.888) dan panjang femur wanita terhadap tinggi tubuh yang menunjukan bahwa nilai p = 0.001 (p0.05) dengan nilai r = 0.892. Dapat disimpulkan adanya hubungan erat antara panjang tulang femur laki-laki terhadap tinggi badan dan terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang tulang femur perempuan terhadap tinggi badan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang ilmu forensik, khususnya dalam upaya rekonstruksi tubuh korban yang tidak teridentifikasi melalui estimasi tinggi badan berdasarkan sisa tulang rangka.
Hubungan Antara Obesitas Dengan Durasi Menstruasi Pada Mahasiswa Angkatan 2021, 2022, Dan 2023 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Rahmaningtyas, Azahra Nurul Fitri; Shariff, Fonda Octarianingsih; Fitriani, Dita; Anggraeni, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21192

Abstract

Obesitas merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal, termasuk hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, sehingga berpotensi memengaruhi durasi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan durasi menstruasi pada mahasiswi angkatan 2021, 2022, dan 2023 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 170 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengisian kuesioner durasi menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,4% responden tergolong obesitas, dan 34,7% mengalami durasi menstruasi yang memanjang. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dan durasi menstruasi (p = 0,007) dengan korelasi positif lemah (rho = 0,205), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) cenderung diikuti oleh durasi menstruasi yang lebih panjang. Temuan ini menegaskan bahwa obesitas berperan dalam memengaruhi keseimbangan hormonal yang berdampak pada durasi menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga berat badan ideal guna mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Performance Evaluation of ARIMA and ANN Models for Forecasting Oil Palm Production Trends Mardesci, Hermiza; Fitriani, Dita
Agricultural Revolution Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Agricultural Revolution Journal
Publisher : CIB Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64570/agrivolution.v1i2.33

Abstract

This study compares the performance of the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model and an Artificial Neural Network (ANN) in forecasting annual palm oil production in Kampar Regency, using a univariate time series covering the period from 2013 to 2024. The forecasting aim is to support regional agricultural planning and decision-making in one of Riau Province’s key oil palm-producing regions. The ARIMA model was developed using the Box–Jenkins approach, which involves stationarity testing, optimal model identification, parameter estimation, and residual diagnostics, including ACF/PACF, Shapiro–Wilk, Jarque–Bera, and Ljung–Box tests. A feedforward ANN with three lagged inputs, five hidden neurons, sigmoid activation, and backpropagation training was constructed for comparison. Model performance was evaluated using RMSE, MAPE, and R². The results indicate that the ARIMA (1,1,1) model yields more stable and reliable forecasts, with diagnostic tests confirming white noise residuals and no significant autocorrelation. Conversely, the ANN model produced higher errors and indications of overfitting, likely due to the limited number of observations and the sharp increase in production recorded in the final data year. While ANN captured a stronger upward trend, which may represent an optimistic scenario, ARIMA provided more conservative and statistically valid forecasts under constrained data conditions. Overall, the ARIMA(1,1,1) model proved more suitable for the short univariate palm oil production series, yielding lower forecasting errors (RMSE = 273.88; MAPE = 8.92%) than the ANN model (RMSE = 283.53; MAPE = 9.03%).