Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Bioactive Pigments of Monascus purpureus: Identification and Characterization Shaleha, Resha Resmawati; Yuliana, Anna; Rahmiyani, Ira; Pebiansyah, Anisa; Indriyanti, Indriyanti
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 4 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.22574

Abstract

Monascus purpureus is a filamentous fungus that has long been recognized as one of the main producers of natural pigments. These pigments, including yellow (ankaflavin, monascin), orange (rubropunctatin, monascorubrin), and red (rubropunctamine, monascorubramine), are widely used as natural coloring agents. Compared to synthetic dyes, Monascus pigments are considered safer and possess additional biological activities, making them attractive for applications in the food, pharmaceutical, and cosmetic industries. Therefore, accurate identification of the pigments in Monascus purpureus is essential to ensure their safety, functionality, and potential industrial applications. The aim of this research is to determine the results of pigment identification Monascus purpureus using UV-Vis Spectrophotometry, Fourier Transform Infra-Red (FTIR), Thin Layer Chromatography (TLC), Preparative Thin Layer Chromatography (Preparative TLC), and Liquid Chromatography- Mass Spectrometry (LC-MS). The method used is method laboratory experiments. Samples are tested using several instruments. The extraction results show that the % yield value meets the requirements, namely >10%, then the fractionation results show that the water fraction gets more thick extract, the TLC results for the water fraction show a spot height of 4.7 cm with a value of Rf 0.78, the results of Preparative TLC on the water fraction show the presence of a single fluorescent band at wavelengths of 254 nm and 366 nm. The UV-Vis spectrophotometry results were identified at a wavelength of 477 nm with an absorbance of 0.364, then the FTIR results on Preparative TLC scrapings from the water fraction showed the presence of functional groups from the orange pigment structure and the LC-MS results showed that the sample was a compound. Monascorubrin (C23H28O5) with a molecular weight of 384.99 g/mol and compound rubropunctatin (C21H22O5) with a molecular weight of 354.74 g/mol. These results provide information that the sample is an orange pigment from Monascus purpureus with two compounds monascorubrin and rubropunctatin.
Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L) Menggunakan Model Protektif Pebiansyah, Anisa; Rahayu, Intan Puji Sri; Zain, Dichy Nuryadin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1897

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia di bawah lima tahun, dan tergolong penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antidiare terus dikembangkan. Kulit pisang Tongka Langit (Musa troglodytarum L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain flavonoid dan steroid, yang berpotensi memiliki aktivitas antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum menggunakan metode proteksi pada tikus putih jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal yang diberi air suling, kontrol negatif yang diberi suspensi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi loperamide HCl, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak dengan dosis 100 mg/200 gBB, 150mg/200gBB, dan 200mg/200gBB. Diare diinduksi menggunakan oleum ricini, dan aktivitas antidiare dievaluasi berdasarkan frekuensi diare, lama diare, serta konsistensi feses. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi P<0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis tertinggi (200 mg/200 g berat badan) memberikan aktivitas antidiare yang sebanding dengan loperamide. Nilai signifikansi metode proteksi sebesar 1,000 (P>0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis tertinggi ekstrak dan kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiare berbasis bahan alam.
MENGENAL OBAT DENGAN BIJAK: PROGRAM APOTEKER CILIK DI PANTI ASUHAN AMANAH KOTA TASIKMALAYA pebiansyah, Anisa; Permana, Yulian Irham; Oktaviana, Anggi; Pandawi, Shinta Radena; Tamami, Ahmad; Annajib, Mumtaz Septiadi; Haq, Fikri Rijalul; Maulana, Alpin; Fajriana, Fahrul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i1.1603

Abstract

Apoteker Cilik adalah sebuah inisiatif edukasi yang bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar profesi kefarmasian kepada anak-anak sejak usia dini. Apoteker cilik diciptakan agar mereka dapat memahami serta menumbuhkan minat terhadap bidang kefarmasian. Tujuan lain program ini yaitu agar adanya peningkatan wawasan anak-anak Panti Asuhan Amanah Kota Tasikmalaya mengenai apoteker cilik. Ceramah, tanya jawab, dan doorprize digunakan dalam kegiatan ini. Jumlah peserta pada acara ini sebanyak 25 orang. Hasil data Analisa pretest dan posttest menggunakan aplikasi SPSS dengan uji t berpasangan (paired t-test) dengan perolehan nilai dari p-value sebesar 0,001. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa anak-anak mampu menerima materi dan memahami pembelajaran dengan baik, hal tersebut sejalan dari hasil posttest yang mengalami perubahan dan mampu menjawab pertanyaan dengan lebih baik dan benar.