Sirait, Hikman
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Komunikasi Pemimpin Kristen di Era Digital: Membangun Kepercayaan dan Tim Pelayanan yang Solid Harianto, Budi; Sirait, Hikman; Rahayu, Esti
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 10, No 1 (2025): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2025
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v10i1.283

Abstract

Christian leaders often fail to recognize the importance of good communication skills in this digital era to build a trustworthy, strong ministry. That is why conflicts and even divisions often occur. The purpose of this study is to determine the urgency of good communication skills in the digital era in Christian leadership to build trust in the ministry team. This qualitative research uses a literature study method by applying three data analysis steps presented by Santana. The results of the study illustrate that a leader must pay attention to good communication aspects in the digital era, such as humanistic, persuasive communication, easy-to-understand language style, respecting and honoring and providing adequate responses, seeking direct face-to-face interaction, and so on. Thus, it will encourage the creation and development of commitment and cooperation within the ministry team, which will have an impact on performance and the level of satisfaction with the performance and services provided to the congregation. AbstrakPemimpin Kristen sering kurang menyadari pentingnya kemampuan komunikasi yang baik di era digital ini untuk membangun kepercayaan tim pelayanan yang solid. Itu sebabnya sering terjadinya konflik dan bahkan perpecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi kemampuan komunikasi yang baik di era digital dalam kepemimpinan Kristen untuk membangun kepercayaan tim pelayanan. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka dengan menerapkan tiga langkah analisis data yang disampaikan Santana. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa seorang pemimpin harus memperhatikan aspek-aspek komunikasi yang baik di era digital seperti komunikasi yang humanis, persuasif, gaya bahasa yang mudah dimengerti, menghargai dan menghormati serta memberikan respons yang memadai, mengupayakan interaksi langsung tatap muka, dan lain sebagainya. Dengan demikian akan mendorong tercipta dan terbangunnya komitmen dan kerja sama di dalam tim pelayanan yang berdampak pada kinerja dan tingkat kepuasan terhadap kinerja dan pelayanan yang diberikan kepada jemaat. 
Kristen Progresif – Inkonsistensi Misi yang Menginjak Otoritas Alkitab Sirait, Hikman; Yustinus, Yustinus
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i1.284

Abstract

This article investigates the missions of Progressive Christian organizations that seek to construct a better system than the one that existed previously through humanism and modernist approaches, as well as reinterpreting Biblical passages. Progressive Christians believe that their eight missions have the potential to influence many aspects of society. Compared to the Christian approach, which is deemed too judgmental and authoritative. The research is qualitative in nature and employs the library research method or library study, which entails collecting data from books, dictionaries, journal articles, periodicals, and so on. Data collecting revealed at least five inconsistencies in Progressive Christian missions. Aside from inconsistencies, progressive Christian missions undermine the Bible's absolute and final authority. The findings indicate that the eight Progressive Christian missions are unsystematic, theologically weak, and ideologically poor. Artikel ini mengkaji misi-misi kelompok Kristen Progresif yang bertujuan membentuk tatanan yang lebih baik dari sebelumnya melalui pendekatan humanis, modernist, dan tafsir ulang teks-teks Alkitab. Kristen Progresif memandang kedelapan misi mereka akan mampu mentransformasi banyak bidang kehidupan di tengah masyarakat. dibandingkan pendekatan Kristen yang dinilai terlalu menghakimi dan otoriter. Penelitian bersifat kualitatif dengan menggunakan metode library research atau studi pustaka, yakni pengumpulan data melalui buku, kamus, artikel jurnal, majalah, dan lain sebagainya. Melalui pengumpulan data ditemukan minimal lima inkonsistensi di dalam misi-misi Kristen Progresif. Selain inkonsistensi, misi-misi Kristen Progresif juga menginjak otoritas Alkitab yang mutlak dan final. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa kedelapan misi Kristen Progresif tidak sistematis, lemah secara teologis, dan illogical.
Meditasi Kristiani: Solusi Pemulihan Mental health dan Peningkatan Spiritualitas Generasi Z di Era Digital Aprilia, Debora; Sirait, Hikman; Meriyana, Meriyana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.377

Abstract

This research discusses Christian meditation as a solution for Gen Z's mental health and spirituality enhancement in the digital age. In Christian circles, meditation is often viewed negatively as it is thought to be associated with mystical practices or New Age groups. However, Christian meditation, which has its roots in Jewish tradition, aims to establish communication with God through contemplation of the Bible. Gen Z, who are prone to mental disorders and spiritual crises, face challenges in the digital age. This study aims to reveal how Christian meditation can help improve their mental health and deepen their spirituality. The method used is a qualitative approach with literature analysis and case studies related to Christian meditation, mental health, and the development of Gen Z's spirituality. It can be concluded that digital technology has a significant impact on Gen Z's mental health, including increased anxiety, stress, and decreased quality of life. In the face of such pressures, Christian meditation, offers a spiritual solution that fosters inner peace and a deeper connection with God. Therefore, churches and Christian communities need to integrate Christian meditation as a means of mental recovery and strengthening Gen Z's spirituality in the digital age.AbstrakGenerasi Z menghadapi tantangan serius dalam kesehatan mental dan spiritualitas di era digital, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan krisis identitas rohani. Di sisi lain, meditasi Kristiani sering dipandang negatif karena dianggap berkaitan dengan praktik mistis atau gerakan New Age. Padahal, meditasi Kristiani berakar dari tradisi Yahudi dan bertujuan membangun relasi dengan Allah melalui perenungan Kitab Suci.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus terkait meditasi Kristen, kesehatan mental, serta perkembangan spiritualitas Gen Z. Maka dapat disimpulkan bahwa teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental Gen Z, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan penurunan kualitas hidup. Dalam menghadapi tekanan tersebut, meditasi Kristen,  menawarkan solusi rohani yang menumbuhkan kedamaian batin dan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Oleh karena itu, gereja dan komunitas Kristen perlu mengintegrasikan meditasi Kristiani sebagai sarana pemulihan mental dan penguatan spiritualitas Gen Z di era digital.
Menjembatani Ilmu dan Iman Sirait, Hikman; Pandie, Remegises Danial Yohanis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu teologi terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Muncul pemikiran-pemikiran baru yang seringkali berseberangan dengan doktrin tradisional Kristen. Meski demikian para peneliti dan teolog itu sendiri harus memiliki pemahaman yang sama bahwa penelitian teologi yang terus berkembang tidak melupakan nilai-nilai di dalam iman Kristen. Itu sebabnya penelitian ini bertujuan untuk menjembatani antara iman dengan ilmu yang terus berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan Hasil penelitian menunjukkan dalam studi teologi membuka ruang bagi dialog yang konstruktif antara ilmu pengetahuan dan iman.