Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENGOVENAN JAHE (Zingiber Officinale Rosc) TERHADAP MINYAK JELANTAH TERADSORPSI KARBON AKTIF RANTING KELOR SEBAGAI MINYAK URUT ANTIINFLAMASI aulia, firda; Riyanta, Aldi Budi; Prabandari, Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37946

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan biasa disebut dengan minyak jelantah (wasle cooking oil). Minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Minyak jelantah dengan perubahan sifat ini tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan. Minyak jelantah akan menjadi limbah yang berbahaya jika tidak didaur ulang. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan minyak herbal yang teradsorpsi karbon aktif ranting kelor dengan modifikasi tumbuhan alami lainnya yaitu jahe sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode oven. Untuk mengetahui lama pengeringan jahe yang baik, guna menghasilkan efektivitas minyak herbal sebagai antiinflamasi. Lama pengeringan jahe yang digunakan yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Uji minyak herbal dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak herbal berbahan dasar jahe dengan waktu pengovenan 24 jam menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik, ditandai dengan pengurangan volume edema yang signifikan pada uji mencit.
Peran Amelioran dalam Perbaikan Kualitas Tanah di Lahan Kering Aulia, Firda; Suwardji, Suwardji; Mulyati, Mulyati; Endang Susilowati, Lolita
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/11ay8v58

Abstract

Lahan kering di Indonesia mencakup sekitar 76% dari luas daratan dan sebagian besar mengalami degradasi sedang hingga berat akibat keterbatasan air, rendahnya bahan organik, serta pengelolaan tanah yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini menurunkan produktivitas tanaman hingga 30–50% dan memperburuk ketahanan pangan nasional. Meskipun kajian tentang amelioran telah berkembang, masih terdapat kekurangan sintesis komprehensif antara efektivitas amelioran organik yang berorientasi jangka panjang dan amelioran anorganik yang bereaksi cepat, khususnya pada tanah Ultisol dan Inceptisol di Nusa Tenggara dan Sulawesi, serta minimnya integrasi faktor sosial-ekonomi petani kecil dengan implikasi kebijakan rehabilitasi lahan kritis. Kajian ini bertujuan untuk meninjau peran amelioran dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah lahan kering di Indonesia, mengidentifikasi faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitasnya, serta merumuskan rekomendasi praktis dan kebijakan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 18 artikel jurnal terakreditasi, prosiding, dan laporan lembaga resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pupuk kandang meningkatkan kapasitas menahan air sebesar 22% dan N-total 0,15%, biochar meningkatkan porositas tanah 18% serta ketersediaan fosfor 25%, sedangkan dolomit dan kapur pertanian mampu menetralkan keasaman tanah dengan kenaikan pH 1,75–2,05 unit. Kombinasi organik-anorganik terbukti paling efektif, dengan peningkatan hasil tanaman mencapai 50–100% dibandingkan aplikasi tunggal. Keberhasilan penerapan amelioran dipengaruhi oleh jenis tanah, dosis, ketersediaan air, serta kondisi sosial-ekonomi petani, sehingga penerapan terpadu dan berkelanjutan berpotensi menjadi strategi penting dalam rehabilitasi lahan kering dan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia. The Role of Ameliorants in Soil Quality Improvement in Drylands Abstract Dryland areas in Indonesia cover approximately 76% of the total land area, with most experiencing moderate to severe degradation due to water scarcity, low organic matter, and unsustainable land management practices. These conditions reduce crop productivity by 30–50% and exacerbate national food security challenges. Although studies on soil ameliorants have expanded, there remains a significant gap in synthesizing the long-term effectiveness of organic ameliorants versus the rapid effects of inorganic ones, particularly on Ultisol and Inceptisol soils in Nusa Tenggara and Sulawesi. Moreover, limited integration of smallholder socio-economic factors into land rehabilitation policies further constrains practical application. This review aims to examine the role of ameliorants in improving the physical, chemical, and biological properties of dryland soils in Indonesia, identify contextual factors influencing their effectiveness, and provide practical recommendations and policy implications. The study employs a qualitative descriptive literature review of 18 peer-reviewed articles, conference proceedings, and official reports. Findings indicate that organic ameliorants such as manure increase water-holding capacity by 22% and total nitrogen by 0.15%, while biochar enhances soil porosity by 18% and phosphorus availability by 25%. Inorganic ameliorants such as dolomite and agricultural lime raise soil pH by 1.75–2.05 units and improve calcium and magnesium availability. The combination of organic and inorganic inputs produces synergistic effects, boosting crop yields by 50–100% compared to single applications. Successful implementation depends on soil type, dosage, water availability, and farmer socio-economic conditions, highlighting the need for integrated and sustainable strategies in dryland rehabilitation and agricultural productivity improvement in Indonesia.
Analisis Pembelajaran Cooperative Play pada Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun Aulia, Firda; Afrianingsih, Anita
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran cooperative play dalam meningkatkan interaksi sosial anak usia 4–6 tahun di TK Pertiwi Tahunan. Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun masih banyak ditemukan anak yang kesulitan dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran cooperative play memberikan dampak positif pada berbagai aspek interaksi sosial anak. Anak mampu bermain dalam kelompok, berbagi peran, saling membantu, serta menunjukkan sikap toleransi dan empati terhadap teman. Selain itu, anak semakin percaya diri dalam mengekspresikan emosi, terbiasa menggunakan bahasa santun, lebih disiplin dalam menaati aturan, serta mampu menghargai pendapat dan karya teman sebaya. Secara keseluruhan, penerapan cooperative play terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini, khususnya dalam hal kerja sama, kedisiplinan, dan empati, dengan dukungan dari guru serta keterlibatan orang tua.
Peran Pembelajaran Penjas Berbasis Life Skill terhadap Positive Youth Development dan Hasil Belajar: Systematic Literature Review Aulia, Firda; Hendrayana, Yudy; Sucipto, Sucipto
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i2.546

Abstract

This study aims to systematically review the literature related to the contribution of life skills-based physical education (PE) learning and learning outcomes to positive youth development (PYD). The method used in this study uses the SLR (Systematic Literature Review) method, literature searches are carried out using digital databases (Google Scholar, Publish or Perish, Scopus and others). The results of the analysis show that the PE learning model integrated with life skills has a positive impact on social competence, emotional regulation, and increased self-confidence of students. In addition, the achievement of learning outcomes in the cognitive, affective and psychomotor domains also supports the achievement of key indicators in the PYD framework, such as competence, confidence, character, connection and caring (5Cs). This study recommends the systematic integration of life skills-based pedagogical approaches in the PE curriculum to facilitate learners' holistic development.