Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR Hariawan, Hamdan; Rizal, Rizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20195

Abstract

Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi perawatan diri diabetes. Salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perawatan diri pada penderita diabetes di masyarakat pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan cross-sectional di Kabupaten Maluku Tengah. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 responden yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Responden merupakan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang tinggal di daerah pesisir Maluku Tengah. Variable penelitian ini adalah efikasi diri dan perawatan diri diabetes pada masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan kuesioner DMSES (Diabetes Management Self Efficacy Scale) untuk mengukur efikasi diri responden dan kuesioner SDSCA (Diabetes Self-Care Activities) untuk mengukur perawatan diri diabetes yang kemudian dianalisis dengan uji Chi Square. Penelitian ini menunjukkan efikasi diri memiliki pengaruh terhadap peningkatan perawatan diri diabetes pada masyarakat pesisir (p=0.032). Salah saatu tantangan perawatan diri pada masyarakat pesisir adalah efikasi diri yang dapat dipengaruhi oleh dukungan sosial. Semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi efikasi diri seseorang. Selain itu masyarakat pesisir juga cenderung memiliki efikasi diri yang baik. Hal ini sebagai dampak dari konsep diri yang baik. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan pesisir. Lingkungan pesisir dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan sebagai bentuk kesejahteraan psikologis. Meningkatnya kesejahteraan psikologis dapat meningkatkan efikasi diri yang mengarah pada perbaikan perawatan diri diabetes.
Pelatihan Pembuatan Roll On Antinyamuk Aroma Terapi Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Rizal, Rizal; Hariawan, Hamdan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2237

Abstract

Pembuatan sediaan roll on aroma terapi bahan tumbuhan (alami) tidak sulit dan tidak membutuhkan biaya yang mahal dengan bahan dan peralatan yang dibutuhkan pun sangat sederhana sehingga dapat diproduksi dan mempunyai nilai ekonomi. Diperlukan peningkatan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam sebagai teknologi tepat guna. Peningkatan kemampuan dan keterampilan membuat roll on anti nyamuk dan aroma terapi minyak atsiri biji pala dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan pelatihan yaitu metode ceramah, diskusi dan demonstrasi atau praktik langsung pembuatan roll on. Peserta pelatihan ini yaitu kader PKK Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan jumlah peserta 55 orang. Tingkat pengetahuan peserta dalam formulasi roll on antinyamuk dan aroma terapi dengan kategori baik sebelum pelatihan yaitu 8,30% dan 100% setelah pelatihan. Semua Peserta mampu membuat roll on secara mandiri dimulai dari proses perhitungan bahan, proses pencampuran sampai pemberian etiket wadah. Kegiatan pelatihan tidak hanya meningkatkan aspek pengetahuan saja, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor, sehingga peserta memiliki kemampuan dalam membuat tenologi tepat guna anti nyamuk dan aroma terapi berupa roll on dengan memanfaatkan kandungan minyak atsiri pada biji pala.
EFEK ANTIDIABETIK ORAL MONOTERAPI DAN KOMBINASI TERHADAP HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANIA KOTA AMBON Rizal, Rizal; Hariawan, Hamdan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42106

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik sebagai akibat dari kurangnya insulin efektif baik oleh karena adanya disfungsi sel beta pankreas atau karena ambilan glukosa di jaringan perifer. Secara global prevalensi diabetes bertambah setiap waktu dan bahkan Indonesia menduduki peringkat 7 dunia penderita diabetes. Intervensi umum yang diberikan dalam penatalaksanaan pasien diabetes yaitu pemberian terapi farmakologi berupa pemberian antidiabetik tunggal atau kombinasi. Parameter yang menjadi target dalam terapi tersebut yaitu terjadinya normoglikemia. Rekomendasi parameter kontrol glikemik dari berbagai organisasi profesional dunia yaitu pemeriksaan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar HbA1c terhadap jenis terapi tunggal (monoterapi) dan kombinasi pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian yaitu  analitik non-experimental dengan pendekatan cross-sectional. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan independent sample T test. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 28 pasien. Hasil penelitian didapatkan data riwayat diabetes paling tinggi pada pasien dengan lama menderita > 5 tahun (60,7%), memiliki komplikasi penyakit (64,3%), lama pengobatan  > 5 tahun (57,1%), kontrol rutin (60,7%), tidak patuh pada pengobatan (85,7%), terapi tidak sesuai berdasarkan nilai kadar HbA1c (57,1%), tidak mencapai target terapi (78,6%), monoterapi (60,7%), kadar glukosa darah sewaktu tidak normal (53,6%), dan kadar HbA1c tidak normal (78,6%). Hasil analisis menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan secara statistik pada target terapi HbA1c terhadap monoterapi dan kombinasi dengan nilai p=0,637. Pada penelitian ini tidak menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik karena adanya confounding factor yang tidak dikontrol yaitu tingkat kepatuhan, kesesuain terapi dan gaya hidup.
Strategi Kie (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Sebagai Upaya Mengurangi Stigma Masyarakat Pada Pasien Tb di Kecamatan Leihitu Tatisina, Cut Mutia; Hamdan Hariawan; Nasela, Sitti Johri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1847

Abstract

Salah satu cara menekan stigma masyarakat terhadap TBC adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien TBC dan masyarakat di sekitarnya. Strategi komunikasi, informasi dan edukasi yang tepat menjadi salah satu intervensi terbaik dalam menurunkan stigma terkait pasien TBC melalui pendidikan kesehatan. Beberapa diantaranya adalah dengan memberikan edukasi melalui media video dan pembentukan Club TB yang diisi dengan pemberian support emosional dan psikososial. Hal tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan psikososial sehingga dapat menurunkan stigma terkait TBC di masyarakat. Strategi komunikasi TBC memiliki peran sentral dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TBC. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk setiap kelompok sasaran dalam hal pencegahan dan pengendalian TBC menjadi penting. Sehingga kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dalam bentuk Club TB sebagai upaya mengurangi stigma masyarakat pada pasien TB di Kecamatan Leihitu. Hasil Pengadian kepada Masyarakat ini berupa peningkatan pengetahuan penderita TBC dan kader sebagai peserta terhadap TBC dan penatalaksanaanya. Tidak hanya itu, pembentukan Club TB juga menjadi strategi KIE yang diterapkan dalam menunrunkan stigma Masyarakat terhadap TBC. Sehingga diharapkan perangkat desa dan petugas Kesehatan melalui kader terus bekerjasama dalam ekspansi informasi mengenai TBC. Hal ini akan dapat berdampak terhaap penurunan stigma Masyarakat pada penderita TBC.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT DAERAH PESISIR Rizal, Rizal; Hariawan, Hamdan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25917

Abstract

Prevalensi diabetes diprediksi terus bertambah stiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama. Keberhasilan penatalaksanaan terapi farmakologi diabetes memiliki korelasi yang signifikan terhadap kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Tingkat signifikansi faktor penentu kepatuhan sangat bervariasi, tergantung pada karekteristik sampel penelitian. Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang masyarakatnya banyak yang tinggal di daerah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat pada masyarakat pesisir. Desain penelitian yaitu analitik observasional (cross-sectional).  Variabel terikat yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan, lama menderita DM, pemeriksaan rutin, target glukosa darah, lama pengobatan DM, edukasi obat, motivasi, dan dukungan keluarga. Sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat kepatuhan yang diukir dengan kuesioner MMAS-8. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan chi square test dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Tingkat kepatuhan penggunaan obat responden sangat rendah yaitu hanya 27 (17,2%) responden dengan kategori patuh dan terdapat 130 (82,8%) dengan kategori tidak patuh.  Dukungan keluarga merupakan faktor yang signifikan bermakna secara statistik dan klinis terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat antidiabetes pada masyarakat daerah pesisir (p=0,016; OR 0,23 IK 95% 0,69-0,72).  Pada masyarakat daerah pesisir faktor determinan yang berkorelasi positif adalah adanya dukungan keluarga. Pentingnya bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker, pada daerah masyarakat pesisir memahami bahwa tingkat kepatuhan ditentukan oleh adanya dukungan keluarga, sehingga  edukasi penatalaksanaan terapi juga penting untuk dilakukan intervensi pada keluarga pasien.
Bibliometric Performance Analysis for Online Assessment in Health Education Ahmad, Rahwan; Hariawan, Hamdan; Ratna; Prasetyawati
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64522

Abstract

Background: Online assessment has become a crucial component of health professional education, a trend significantly accelerated by the COVID-19 pandemic. This study presents a comprehensive bibliometric analysis of scientific publications on online assessment in health education indexed in Scopus from 2004 to 2024. Methods: The data were cleaned using OpenRefine and analyzed with Biblioshiny. Results: Findings from 339 selected articles revealed that the United States was the leading country in publication output. Gary M. Velan and Rakesh K. Kumar were identified as the most productive authors, while BMC Medical Education emerged as the top journal. Keyword analysis highlighted the prominence of terms such as “health education,” “online assessment,” and “e-learning,” indicating the evolving research focus in this field. Furthermore, the mapping demonstrated strong international collaboration networks, particularly between the United States and the United Kingdom. Conclusion: This study provides valuable insights into the developmental trajectory and dynamics of research on online assessment in health education and identifies key opportunities for future exploration. It recommends integrating cross-database analyses (e.g., WoS, PubMed) and employing mixed bibliometric approaches to capture a broader research landscape.
PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Prasetyawati; Hariawan, Hamdan
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v5i2.901

Abstract

Nurses as health workers play a role in providing nursing services to patients for 24 hours continuously in hospitals. Nurses are also workers who receive higher potential hazards than other health workers in the hospital. This literature review aims to identify factors that influence the implementation of occupational safety and health (SMK3) in nurses in hospitals. The writing of this article uses the literature review method by collecting several articles from the Google Scholar database in the period 2021-2024. From the results of the review of five literatures, it shows that there are several factors that influence the application of SMK3 to nurses in hospitals, namely knowledge, attitudes, actions, education levels, and nurses' work adaptability to the work environment. Whether or not the application of SMK3 for nurses in hospitals depends on internal factors in the form of nurses' behavior and external factors in the form of nurses' education level and work environment.
Online Student Team Achievement Division (STAD) Learning Model on Nursing Competency Test Ability Kaluku, Suratno; Hariawan, Hamdan; Tatisina, Cut Mutia; Ningsih, Mira Utami
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v6i1.526

Abstract

The COVID-19 pandemic also has an impact on the transition from conventional education to digital education. Digital learning requires software as a medium during the learning process. Currently, the most widely used media in teaching nursing practice is social media in the form of WhatsApp and Telegram. The effectiveness of the implementation of cooperative learning, one of which is the STAD model in improving the quality of learning. The purpose of conducting research on improving the ability of nursing students in answering various Competency Test questions through the STAD model approach by utilizing social media WhatsApp. This study was a quasi-experimental study (quasi-experimental) with a research design in the form of a pre-posttest design with a control group (pretest-posttest control design) involving two groups, namely the treatment group and the control group. Both were given a pretest, and a posttest about learning the STAD method with WhatsApp media and was given an intervention. The study was conducted on July 14 to September 27, 2021 as many as 60 people. The results of the study stated that there was a significant difference in the ability to answer questions about the research subjects of the intervention and control groups in learning through WhatsApp online media (p <0.05). The increase in the average delta ability to answer competency test questions with the STAD method is better than without going through the STAD method, with d value of 56.95.
PELATIHAN PEMANFAATAN DAN FORMULASI KAPSUL JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VARIETAS RUBRUM) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN DAN ANALGETIK BERDASAR BUKTI KLINIS Rizal, Rizal; Aziza, Wahyuni; Hariawan, Hamdan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25915

Abstract

Indonesia merupakan mega centre tumbuhnya berbagai spesies tanaman yang berkhasiat obat. Permasalahan pengobatan tradisional yaitu belum banyaknya edukasi dan manajemen tentang penggunaan obat tradisional yang rasional di masyarakat luas. Masyarakat umumnya hanya melihat efikasi dari penggunan suatu obat tanpa memperhatikan efek toksik yang dapat terjadi.  Jahe merah adalah salah satu obat tradisional yang penggunaannya telah ribuan tahun sebagai jamu. Secara eksperimental dan klinis, jahe telah menunjukkan berbagai aktivitas terapeutik sebagai immunomodulator dan memiliki efek analgetik. Metode pelaksanaan pelatihan yaitu melalui penyuluhan tentang pengobatan rasional dan tahap-tahap formulasi, serta simulasi dan praktik pembuatan kapsul jahe merah. Peserta pada pelatihan ini sebagian besar terdiri dari kader PKK (71,7%). Tingkat pengetahuan peserta tentang penggunaan obat herbal sebelum pelatihan yaitu 5,6% dan setelah pelatihan meningkat 81,7%. Pengetahuan peserta tentang proses formulasi kapsul jahe merah yaitu 7,9% sebelum pelatihan dan 98,1% setelah pelatihan. Semua peserta mampu membuat kapsul jahe merah secara mandiri mulai dari proses pemanenan rimpang jahe merah, sortasi, perajangan, pengeringan, pembuatan serbuk simplisia sampai pengisian kapsul.