Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUCATION'S ROLE IN PRIMARY HEALTHCARE UTILIZATION AMONG OLDER PEOPLE IN INDONESIA Laksono, Agung Dwi; Wulandari, Ratna Dwi; Zuardin, Zuardin; Rohmah, Nikmatur
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i1.2024.11-24

Abstract

Introduction: The current situation shows that life expectancy is increasing, so the population of older people is also growing. As a vulnerable group, more senior people desperately need primary health care, and barriers to accessing services will increase vulnerability. Aim: The study aimed to investigate the impact of education on primary healthcare utilization among older people. Methods: This cross-sectional study examined 52,893 older people. It employed primary healthcare utilization as an outcome variable and education level as an exposure variable. Furthermore, the study used eight control variables: residence type, age group, gender, marital status, wealth, time travel to primary healthcare, and health insurance. We employed binary logistic regression to examine the data. Results: The study showed that older adults with primary education were 1.050 times more likely than those without to utilize primary healthcare (95% CI 1.046-1.054). Older people with secondary education were 0.643 times less likely to use primary healthcare than those without (95% CI 0.638-0.649). Older adults with secondary education were 0.378 times less likely than those without to use primary healthcare (95% CI 0.372-0.383). Furthermore, the study indicated that all control variables were significantly related to direct healthcare utilization. Conclusion: The study concluded that education level influences primary healthcare utilization among older people in Indonesia. Keywords: elderly people, education, primary healthcare, healthcare evaluation, healthcare access, public health
DETERMINE THE POLICY TARGET TO INCREASE INSTITUTIONAL DELIVERY AMONG INDONESIAN FEMALE WORKERS Syahri, Isyatun Mardhiyah; Laksono, Agung Dwi; Fitria, Maya; Rohmah, Nikmatur; Lolong, Dina Bisara; Alruwaili, Abdulah Saleh
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i2.2024.228-237

Abstract

Introduction: Indonesia continues to face a significant challenge in terms of maternal and infant mortality. The government is working to promote the use of health facilities for childbirth to mitigate maternal mortality. Aim: The study aims to determine the policy target to increase the rate of institutional delivery among female workers in Indonesia. Methods: The study analyzed secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. It conducted cross-sectional research on 30,173 female workers. In addition to institutional delivery as the dependent variable, we examined eight independent variables: residence, age, education, marital status, wealth, insurance, antenatal care (ANC), and parity. The analysis involved bivariate method followed by binary logistic regression in the last stage. Results: Approximately 70.6% of female workers had institutional delivery. Female workers in urban areas were 1.157 times more likely than rural workers to perform institutional delivery (95%CI 1.153-1.161). Three worker characteristics (age, education, and marital status) were related to institutional delivery. Wealthier workers had a greater the possibility of executing institutional delivery. Insured workers were more likely than the uninsured ones to deliver in health facilities. Female workers with adequate ANC were 1.210 times more likely than those with inadequate ANC to execute institutional delivery (95%CI 1.166-1.256). Additionally, women with fewer childbirths had a higher probability of performing an institutional delivery. Conclusion: The policy target to increase institutional delivery was women workers in rural areas who were older, had poor education, were divorced/widowed, were the poorest, had inadequate ANC, were uninsured, and were grand multiparous. Keywords: institutional delivery, institutional birth, maternal health, female worker, public health.
Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Word Square Kelas 3 MIS NU 2 Pontianak Fathurrosi, Fathurrosi; Rohmah, Nikmatur
EDUCARE: Journal of Primary Education Vol. 1 No. 2 (2020): EDUCARE: Journal of Primary Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v1i2.9

Abstract

PKN Subject is on one of lesson implemented on SD, SMP and SMA to apply student characters and to form the student to understand and love home land also understand global life. The research background of the low student achievement on study still using lecture method, giving assignments, answer and guestion on PKN subject. The purposes of this research: 1.how student achievement on PKN subject before using word sguare model. 2. How student achievement on PKN subject after using calassroom action rescarch with quantitative approach. The sample is the students of class III MIS NU 2 Pontianak.in order to get the data, researcher using observation shett, measurement technique and documentation study.The result concluded: 1.the student achievement before using word square model the average is 53 ( good category ) with KKM > 70 as 5 or 25% and students with KKM < 70 as 15 students or 75%. 2. The student achievement after using word square on cycle 1 is 68,5 ( Better category) with KKM 55%. On the other hands, cycle 11 is 82,5 (Great category ) with KKM 90%. Mata pelajaran PKn salah satu pelajaran yang diterapkan mulai dari SD, SMP dan SMA dengan membekali karakter dan membentuk peserta didik cinta tanah air dan paham dalam kehidupan yang serba global. Rumusan penelitian ini; 1) Bagaimanan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebelum menggunakan model pembelajaran word square kelas 3 MIS NU 2 Pontianak. 2) Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan setelah menggunakan model pembelajaran word square kelas 3 MIS NU 2 Pontianak. Metode dan jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III MIS NU 2 Pontianak. Untuk mendapatkan data peneliti menggunakan lembar observasi, teknik pengukuran dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran PKn sebelum menggunakan model pembelajaran Word Square diperoleh nilai rata-rata sebesar 53 (kategori cukup) dengan siswa yang tuntas mencapai nilai KKM ? 70 sebanyak 5 atau 25% dan siswa yang tidak tuntas dengan nilai KKM ? 70 sebanyak 15 siswa atau 75%. 2) Hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran PKn setelah menggunakan model pembelajaran Word Square pada siklus I sebesar 68,5 (kategori baik) dan siswa yang mencapai KKM sebesar 55%. Sedangkan pada siklus II sebesar 82,5 (kategori sangat baik) dan siswa yang mencapai KKM sebesar 90.
PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN JEMBER: Gadget Use on Social and Language Development of Preschool Children in Jember Regency Lestari, Devi Khalisah; Utami, Resti; Eka Yulis Anggraeni , Zuhrotul; Rohmah, Nikmatur
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2278

Abstract

Pendahuluan: Usia prasekolah menawarkan banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jika potensi ini tidak terpenuhi, pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat. Banyak anak prasekolah saat ini tidak dapat bertahan hidup tanpa menggunakan teknologi secara teratur. Perkembangan sosial dan bahasa anak prasekolah pasti akan terpengaruh oleh gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa pada anak prasekolah. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Taman Kanak-kanak (TK) Yasmin dan TK Annuriyah di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan dari 113 responden, usia 3-6 tahun, yang dipilih untuk penelitian ini menggunakan simple random selection. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Sperman rho. Hasil: penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan bahasa (p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) 0,374). Kesimpulan: Penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan gadget dapat meningkatkan perkembangan sosial dan bahasa pada anak usia prasekolah. Perkembangan sosial dan bahasa anak usia prasekolah akan lebih baik apabila orang tuanya mendampingi penggunaan gadget secara bijak.
Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021 Herianti, Hera; Rohmah, Nikmatur
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/5w6vy163

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu cara untuk memandirikan pasien secara bertahap agar pasien mampu melaksanakan kegiatannya sendiri tanpa pertolongan orang lain. Ada beberapa tahapan mobilisasi dini, sehingganya bisa dilaksanakan untuk pasien dengan keadaan post operasi sectioo caesareaa yaitu, pada saat 6 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mobilisasidini dengan pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan desain studi survey analitik memakai desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 71 pasien pasca operasi SC yang terdapat pada ruangan bougenville Di RSUD Sawerigading Kota Palopo pada bulan Juli sampai bulan September Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner dan instrument Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan mobilisasi dini dengan penurunan skala nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021.
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar Azza, Awatiful; Rohmah, Nikmatur; Nalawati, Ara Nugrahayu
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3569

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stunting
MARITAL STATUS ROLE IN DELAYED ANTENATAL CARE INITIATION AMONG INDONESIAN MADURESE Rohmah, Nikmatur; Laksono, Agung Dwi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 15 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 15 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v15i2.284

Abstract

Background: The diversity of marital status in Madura, influenced by the socio-cultural context, has the potential to cause delays in initiating ANC visits. Objective: The study aimed to explore the role of marital status in delayed Antenatal Care (ANC) initiation among Madurese women in Indonesia. Method: The secondary analysis utilized the 2023 Indonesian Health Survey data. The study analyzed 551 women who delivered babies within the last five years. In addition to delayed ANC initiation as the outcome variable and marital status as the exposure variable, we examined eight control variables: regency, residence, age, education, employment, wealth, insurance, and parity. Binary logistic regression was employed in the final analysis. Results: The findings indicate that 23.3% of Indonesian Madurese women delayed ANC initiation. Currently, 3.2% of Madurese women are either divorced or widowed.  In terms of marital status, divorced/widowed Indonesian Madurese women are likely 5.726 times more to have delayed ANC initiation than those married group (95% CI 5.432-6.035). Moreover, the study found eight control variables associated with delayed ANC initiation: regency, residence type, age group, marital status, education level, employment, wealth, health insurance ownership, and parity. Conclusion: The study concluded that marital status was associated with delayed ANC initiation among Indonesian Madurese women. Divorced/widowed Madurese women were likely five times more to have delayed ANC initiation than married women.
Hubungan Pengalaman Bencana Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Semeru Di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Lumajang Fitriana, Mutiara Dwi; Rohmah, Nikmatur; Hamid, Mohammad Ali
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recurrent eruptions of Mount Semeru in Sumbermujur Village, Candipuro District, Lumajang, have caused extensive damage and claimed numerous lives. This study delves into the relationship between disaster experience and community preparedness in confronting Mount Semeru eruptions. Employing a descriptive correlational design with a quantitative approach, the study utilizes purposive sampling, selecting 201 respondents from the Sumbermujur Village population. The research instrument comprises a questionnaire consisting of 30 Likert scale questions to gauge disaster experience and community preparedness. Validity and reliability tests affirm the instrument's validity and reliability. Pearson correlation analysis reveals a significant correlation between disaster experience and community preparedness in facing Mount Semeru eruptions (p-value < 0.05). This indicates that the more disaster experience communities possess, the higher their level of preparedness. Based on these findings, the study recommends enhancing disaster education and simulation programs by the government and stakeholders to elevate community preparedness in confronting Mount Semeru eruptions.
Hubungan Dukungan Orang Tua Berbasis “Caring” dengan Pola Asuh Anak Balita Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nugrahani, Ely Rahmatika
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i1.554

Abstract

Parental support is an important asset in raising toddlers. However, there are very few studies on "caring"-based parental support. The research aims to analyze the relationship between "caring"-based parental support and parenting patterns for toddlers—cross-sectional research design. The population is parents who have children under five in Jelbuk District, Jember Regency, East Java, Indonesia. The sample numbered 331 which were chosen randomly. The input variable is "caring" support which consists of trustworthy, respectful, empathetic, caring, and communicative. The outcome variable is parenting patterns for toddlers. Data were collected using a questionnaire technique, with the instrument being a structured questionnaire form. Data analysis uses logistic regression. The results of the study show that there is a relationship between parental support based on "caring" and parenting patterns for toddlers. Parents who care enough have a 3.46 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 3.46; CI 95% 1.160-10.314). Parents who care a lot have 11,368 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 11.368; CI 95% 3.411-37.883). Highly communicative parents have a 39.580 times higher potential for providing good parenting compared to less communicative parents (AOR 39.580; CI 95% 4.680-34.717). Caring and communicativeness are caring elements in parental support most related to child parenting. This study recommends a collaborative parenting program to improve parents' ability to build healthy communication and meaningful care for children under five.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Melalui Penyuluhan Pemilahan Sampah dan Pembuatan Poster Persuasif oleh Siswa Kelas 7-1 SMPI 02 Pujon Rohmah, Nikmatur; Setianingrum, Nimas Ayu; Rixkasari, Veni Genstar; Nugrahani, Ari; Kinanti, Kingkin Puput
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2515

Abstract

Program pemilahan sampah di sekolah berperan penting dalam meningkatkan literasi dan kesadaran lingkungan peserta didik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PMBP) ini dilaksanakan di SMPI 2 Pujon pada 23–27 Mei 2025, dengan melibatkan 25 siswa kelas 7-1. Kegiatan meliputi observasi lingkungan sekolah, penyuluhan pemilahan sampah, serta pelatihan pembuatan poster persuasif. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, penguatan materi, dan evaluasi melalui karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap pentingnya memilah sampah sejak dini.