Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021 Herianti, Hera; Rohmah, Nikmatur
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/5w6vy163

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu cara untuk memandirikan pasien secara bertahap agar pasien mampu melaksanakan kegiatannya sendiri tanpa pertolongan orang lain. Ada beberapa tahapan mobilisasi dini, sehingganya bisa dilaksanakan untuk pasien dengan keadaan post operasi sectioo caesareaa yaitu, pada saat 6 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mobilisasidini dengan pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan desain studi survey analitik memakai desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 71 pasien pasca operasi SC yang terdapat pada ruangan bougenville Di RSUD Sawerigading Kota Palopo pada bulan Juli sampai bulan September Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner dan instrument Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan mobilisasi dini dengan penurunan skala nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Sawerigading Kota Palopo Tahun 2021.
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar Azza, Awatiful; Rohmah, Nikmatur; Nalawati, Ara Nugrahayu
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3569

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stunting
MARITAL STATUS ROLE IN DELAYED ANTENATAL CARE INITIATION AMONG INDONESIAN MADURESE Rohmah, Nikmatur; Laksono, Agung Dwi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 15 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 15 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v15i2.284

Abstract

Background: The diversity of marital status in Madura, influenced by the socio-cultural context, has the potential to cause delays in initiating ANC visits. Objective: The study aimed to explore the role of marital status in delayed Antenatal Care (ANC) initiation among Madurese women in Indonesia. Method: The secondary analysis utilized the 2023 Indonesian Health Survey data. The study analyzed 551 women who delivered babies within the last five years. In addition to delayed ANC initiation as the outcome variable and marital status as the exposure variable, we examined eight control variables: regency, residence, age, education, employment, wealth, insurance, and parity. Binary logistic regression was employed in the final analysis. Results: The findings indicate that 23.3% of Indonesian Madurese women delayed ANC initiation. Currently, 3.2% of Madurese women are either divorced or widowed.  In terms of marital status, divorced/widowed Indonesian Madurese women are likely 5.726 times more to have delayed ANC initiation than those married group (95% CI 5.432-6.035). Moreover, the study found eight control variables associated with delayed ANC initiation: regency, residence type, age group, marital status, education level, employment, wealth, health insurance ownership, and parity. Conclusion: The study concluded that marital status was associated with delayed ANC initiation among Indonesian Madurese women. Divorced/widowed Madurese women were likely five times more to have delayed ANC initiation than married women.
Hubungan Pengalaman Bencana Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Semeru Di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Lumajang Fitriana, Mutiara Dwi; Rohmah, Nikmatur; Hamid, Mohammad Ali
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recurrent eruptions of Mount Semeru in Sumbermujur Village, Candipuro District, Lumajang, have caused extensive damage and claimed numerous lives. This study delves into the relationship between disaster experience and community preparedness in confronting Mount Semeru eruptions. Employing a descriptive correlational design with a quantitative approach, the study utilizes purposive sampling, selecting 201 respondents from the Sumbermujur Village population. The research instrument comprises a questionnaire consisting of 30 Likert scale questions to gauge disaster experience and community preparedness. Validity and reliability tests affirm the instrument's validity and reliability. Pearson correlation analysis reveals a significant correlation between disaster experience and community preparedness in facing Mount Semeru eruptions (p-value < 0.05). This indicates that the more disaster experience communities possess, the higher their level of preparedness. Based on these findings, the study recommends enhancing disaster education and simulation programs by the government and stakeholders to elevate community preparedness in confronting Mount Semeru eruptions.
Hubungan Dukungan Orang Tua Berbasis “Caring” dengan Pola Asuh Anak Balita Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nugrahani, Ely Rahmatika
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v13i1.554

Abstract

Parental support is an important asset in raising toddlers. However, there are very few studies on "caring"-based parental support. The research aims to analyze the relationship between "caring"-based parental support and parenting patterns for toddlers—cross-sectional research design. The population is parents who have children under five in Jelbuk District, Jember Regency, East Java, Indonesia. The sample numbered 331 which were chosen randomly. The input variable is "caring" support which consists of trustworthy, respectful, empathetic, caring, and communicative. The outcome variable is parenting patterns for toddlers. Data were collected using a questionnaire technique, with the instrument being a structured questionnaire form. Data analysis uses logistic regression. The results of the study show that there is a relationship between parental support based on "caring" and parenting patterns for toddlers. Parents who care enough have a 3.46 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 3.46; CI 95% 1.160-10.314). Parents who care a lot have 11,368 times higher potential to provide good parenting compared to parents who care less (AOR 11.368; CI 95% 3.411-37.883). Highly communicative parents have a 39.580 times higher potential for providing good parenting compared to less communicative parents (AOR 39.580; CI 95% 4.680-34.717). Caring and communicativeness are caring elements in parental support most related to child parenting. This study recommends a collaborative parenting program to improve parents' ability to build healthy communication and meaningful care for children under five.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Melalui Penyuluhan Pemilahan Sampah dan Pembuatan Poster Persuasif oleh Siswa Kelas 7-1 SMPI 02 Pujon Rohmah, Nikmatur; Setianingrum, Nimas Ayu; Rixkasari, Veni Genstar; Nugrahani, Ari; Kinanti, Kingkin Puput
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2515

Abstract

Program pemilahan sampah di sekolah berperan penting dalam meningkatkan literasi dan kesadaran lingkungan peserta didik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PMBP) ini dilaksanakan di SMPI 2 Pujon pada 23–27 Mei 2025, dengan melibatkan 25 siswa kelas 7-1. Kegiatan meliputi observasi lingkungan sekolah, penyuluhan pemilahan sampah, serta pelatihan pembuatan poster persuasif. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, penguatan materi, dan evaluasi melalui karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap pentingnya memilah sampah sejak dini.
KRITIK SOSIAL PADA LIRIK LAGU ALBUM KAUSA NUSANTARA KARYA BAND METHOSA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA: SOCIAL CRITICISM ON THE LYRICS OF THE ALBUM KAUSA NUSANTARA BY THE BAND METHOSA: A STUDY OF LITERARY SOCIOLOGY Rohmah, Nikmatur; Muliyono, Nurwakhid; Surahman, Harry
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i2.98358

Abstract

Kritik sosial dalam karya sastra merupakan respons pengarang terhadap berbagai permasalahan masyarakat. Melalui karya sastra, pengarang menyampaikan gagasan dan keresahan terhadap ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan persoalan kemanusiaan. Salah satu bentuknya adalah lirik lagu yang merefleksikan realitas sosial. Album Kausa Nusantara karya band Methosa merepresentasikan kritik sosial terhadap isu-isu di Indonesia, seperti ketimpangan ekonomi, eksploitasi lingkungan, dan krisis kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu sosial dalam lirik lagu Methosa dan menganalisis bagaimana lirik tersebut mencerminkan dinamika sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood yang menyoroti hubungan karya sastra dengan struktur sosial dan fungsi sosialnya. Analisis difokuskan pada tiga lagu, yaitu “Igual”, “Sembunyi”, dan “Kembalikan Terang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik tersebut menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan sosial, ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah, serta rusaknya sistem yang tidak berpihak pada rakyat. Kritik Methosa merupakan bentuk protes sekaligus refleksi, menunjukkan bahwa musik dapat menjadi sarana komunikasi sosial dan perlawanan simbolik terhadap ketidakadilan.
Pemanfaatan Bekatul sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Stunting di Desa Silo Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nalawati, Ara Nugrahayu; Oktaviana, Kadek Fadila; Palupi, Aliyah Ratnaning; Farishya, Zahrotul Jinani Nur
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1347

Abstract

Stunting remains a serious child health problem in Indonesia as it has long-term impacts on physical growth, cognitive development, and future productivity. One of the preventive measures that can be implemented is nutrition education based on local resources as a form of community empowerment. This community service activity aimed to improve the knowledge of mothers in Silo Village regarding the benefits of rice bran as an alternative source of nutrition for stunting prevention. The method applied was health education with a participatory approach, involving 24 mothers as participants. Data were analyzed descriptively to present participant characteristics and changes in knowledge. The results showed that the average age of participants was 36.4 years, the majority had a senior high school education, were unemployed, had a monthly income of less than IDR 1,000,000, and an average of two children. About 52.2% of participants had previously attended health education activities. Knowledge of rice bran as an alternative nutritious food increased significantly after the intervention (p=0.002; CI95% 0.225–0.906). These findings indicate that simple nutrition education can effectively improve community understanding of local food potential. In conclusion, the utilization of rice bran can serve as an innovative local-based strategy to support stunting prevention. This activity not only enhanced mothers’ knowledge of local nutrition but also created economic opportunities through the sustainable processing of rice bran–based products. In addition, it encouraged follow-up initiatives in the form of training on rice bran–based food processing, which has the potential to strengthen community self-reliance and empowerment in a sustainable manner.
The Role of Early Initiation of Breastfeeding for Successful Exclusive Breastfeeding among Working Mothers in Indonesia Sumarmi, Sri; Laksono, Agung Dwi; Samsudin, Mohamad; Kusumawardani, Hastin Dyah; Rohmah, Nikmatur; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Nurse Media Journal of Nursing Vol 16, No 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v16i1.70686

Abstract

Background: Working mothers are often considered at risk for suboptimal exclusive breastfeeding (EBF) due to employment-related constraints. Early initiation of breastfeeding (EIBF) is widely recognized as a critical first step in optimal infant feeding; however, its specific contribution to sustained EBF among working mothers remains insufficiently quantified at the national level.Purpose: This study examined the role of EIBF in achieving EBF among working mothers in Indonesia.Methods: This secondary analysis used data from the 2022 Indonesian National Nutritional Status Survey, including 46,130 children aged 0−23 months born to working mothers. Exclusive breastfeeding was the outcome, with early initiation of breastfeeding as the main exposure. Seven covariates were examined: residence, maternal age, marital status, education, household wealth, antenatal care utilization, and child gender. Adjusted associations were estimated using binary logistic regression.Results: The prevalence of EBF among working mothers was 40.4%, while 59.7% practiced EIBF. Working mothers who initiated breastfeeding within the first hour after birth were significantly more likely to achieve EBF than those who did not (AOR = 1.715; 95% CI: 1.706−1.724). All covariates showed significant associations with EBF.Conclusion: EIBF emerged as the strongest determinant of EBF among working mothers in Indonesia, even after controlling for socioeconomic and health service factors. These findings provide robust national evidence supporting the integration of EIBF as a core strategy within maternal health services and workplace breastfeeding policies. However, maternal socioeconomic characteristics, health service utilization, and contextual factors also shape EBF practices, indicating the need for comprehensive multi-level strategies.