Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KRITIK SOSIAL PADA LIRIK LAGU ALBUM KAUSA NUSANTARA KARYA BAND METHOSA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA: SOCIAL CRITICISM ON THE LYRICS OF THE ALBUM KAUSA NUSANTARA BY THE BAND METHOSA: A STUDY OF LITERARY SOCIOLOGY Rohmah, Nikmatur; Muliyono, Nurwakhid; Surahman, Harry
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i2.98358

Abstract

Kritik sosial dalam karya sastra merupakan respons pengarang terhadap berbagai permasalahan masyarakat. Melalui karya sastra, pengarang menyampaikan gagasan dan keresahan terhadap ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan persoalan kemanusiaan. Salah satu bentuknya adalah lirik lagu yang merefleksikan realitas sosial. Album Kausa Nusantara karya band Methosa merepresentasikan kritik sosial terhadap isu-isu di Indonesia, seperti ketimpangan ekonomi, eksploitasi lingkungan, dan krisis kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu sosial dalam lirik lagu Methosa dan menganalisis bagaimana lirik tersebut mencerminkan dinamika sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingewood yang menyoroti hubungan karya sastra dengan struktur sosial dan fungsi sosialnya. Analisis difokuskan pada tiga lagu, yaitu “Igual”, “Sembunyi”, dan “Kembalikan Terang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik tersebut menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan sosial, ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah, serta rusaknya sistem yang tidak berpihak pada rakyat. Kritik Methosa merupakan bentuk protes sekaligus refleksi, menunjukkan bahwa musik dapat menjadi sarana komunikasi sosial dan perlawanan simbolik terhadap ketidakadilan.
Pemanfaatan Bekatul sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Stunting di Desa Silo Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nalawati, Ara Nugrahayu; Oktaviana, Kadek Fadila; Palupi, Aliyah Ratnaning; Farishya, Zahrotul Jinani Nur
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1347

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan anak yang serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gizi berbasis potensi lokal sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Silo mengenai manfaat bekatul sebagai sumber nutrisi alternatif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan 24 ibu rumah tangga sebagai peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia peserta adalah 36,4 tahun, mayoritas berpendidikan SMA, tidak bekerja, memiliki penghasilan <Rp1.000.000 per bulan, dan rata-rata memiliki dua anak. Sebanyak 52,2% peserta pernah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan sebelumnya. Pengetahuan peserta mengenai manfaat bekatul meningkat secara signifikan setelah intervensi (p=0,002; CI95% 0,225–0,906). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi gizi sederhana mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bekatul sebagai pangan bergizi. Kesimpulannya, pemanfaatan bekatul dapat dijadikan strategi inovatif berbasis lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan produk berbahan bekatul secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendorong tindak lanjut berupa pelatihan pengolahan pangan berbasis bekatul yang berpotensi memperkuat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan.
Socioeconomic Disparities in Completed Antenatal Care: Evidence from Nigeria Rohmah, Nikmatur; Laksono, Agung Dwi; Abbani, Abubakar Yakubu; Matahari, Ratu; Astuti, Yuli; Wulandari, Ratna Dwi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 1 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss1.1759

Abstract

The Maternal Mortality Rate is still high in Nigeria. Complete antenatal care (ANC) of eight visits during pregnancy is an important strategy to control this condition. This research analyzed the socioeconomic disparities in completed ANC in Nigeria. The study examined secondary data from the 2018 Nigerian Demographic and Health Survey. The study included 21,792 women aged 15 to 49 who had given birth in the previous five years. We looked at eight control factors in addition to completed ANC as an outcome variable and socioeconomic as an exposure variable: domicile, age, religion, marital status, education, occupation, and parity. Data were analyzed using binary logistic regression. The result showed the completed ANC proportion in Nigeria is 21.6%. Meanwhile, the poorer were 1.316 times more likely than the poorest to perform completed ANC (AOR 1.316; 95% CI 1.316-1.317). The middle was 1.994 times more likely to achieve completed ANC than the poorest (AOR 1.994; 95% CI 1.993-1.994). Meanwhile, the richer were 2.808 times more likely than the poorest to achieve completed ANC (AOR 2.808; 95% CI 2.807-2.808). Moreover, the richest were 4.112 times more likely to perform completed ANC than the poorest in Nigeria (AOR 4.112; 95% CI 4.112-4.113). The study revealed significant socioeconomic disparities in the completion of ANC in Nigeria, with wealthier women being more likely to achieve completed ANC compared to their less-wealthy counterparts.