Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS MIKROORGANISME LOKAL KULIT BUAH KAKAO DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Salsabila, Salma; Yulianty, Yulianty; Wahyuningsih, Sri; Ernawiati, Eti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4717

Abstract

Colletotrichum acutatum is a pathogenic fungus in chili plants that causes anthracnose. The control of this disease usually involves the use of synthetic fungicides, but their long-term use may have negative impacts. One alternative to inhibit the growth of Colletotrichum acutatum is the use of natural fungicides, such as local microorganisms (LMOs) from cacao fruit skin. This study aims to determine the effectiveness of local microorganisms from cacao fruit skin in inhibiting the growth of Colletotrichum acutatum and to identify the best concentration of these local microorganisms in controlling Colletotrichum acutatum, the causative agent of anthracnose in red chili plants (Capsicum annuum L.). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely A (0 ml/l water), B (5 ml/l water), C (10 ml/l water), D (15 ml/l water), E (20 ml/l water), and F (25 ml/l water). Each treatment was repeated 4 times. The data were analyzed with variance analysis followed by an Honest Significant Difference (HSD) test at a level of 5% (α = 5%). The results of the study showed that local microorganisms from cacao fruit skin had a significant effect on the fungal colony diameter, germination percentage, plant height, disease occurrence, and disease severity. The best concentration of LMOs from cacao fruit skin was found in treatment F (25 ml/l water). 
HASIL SELEKSI IN VITRO CEKAMAN GARAM (NaCl) TERHADAP RESISTENSI PLANLET ANGGREK Cattleya sp. SECARA IN VITRO Indriani, Syavira; Nurcahyani, Endang; Chrisnawati, Lili; Ernawiati, Eti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2092

Abstract

Anggrek Anggrek Cattleya sp. merupakan anggrek epifit yang dijuluki the queen of orchid karena keindahan bunga dan kecantikan bunganya. Uji resistensi ketahanan tanaman pada cekaman garam dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi secara in vitro. Salah satu cara alternatif yang efesien dan efektif untuk mengatasi cekaman pada tanaman yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dan menggunakan agen seleksi seperti NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya secara in vitro dan menetukan tingkatan resistensi planlet  anggrek  Cattleya  terhadap  cekaman  garam  (NaCl) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%,0,75%, dan 1%. Analisis data kuantitaf pada setiap parameter dianalisis menggunakan uji Levene dan oneway ANOVA dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya adalah konsentrasi 0,25%dan 0,50% yang dikategorikan cekaman garam sedang, sedangkan konsentrasi 0,75% dan 1% dikategorikan cekaman garam berat. Tingkatan resistensi planlet anggrek Cattleya terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro pada seluruh konsentrasi adalah ketahan moderat.
Pengamatan Kerusakan Histopatologi Jantung Pada Mencit Hiperglikemia Yang Diberi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura) Putri, Lolyta Mutiara; Busman, Hendri; Ernawiati, Eti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Tanaman Pekarangan Sebagai Pestisida Nabati Dalam Upaya Pengendalian Hama Tanaman Pangan Ernawiati, Eti; Chrisnawati, Lili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.16456

Abstract

Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1]  Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.