Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Cytological analysis of Kepok Abu Polyploid's Banana Plantlets (Musa paradisiaca L.) Due to Colchicine's Application in Tissue Culture Media istiqomah, Istiqomah; Wahyuningsih, Sri; Ernawiati, Eti; Agustrina, Rochmah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 12 No 2 (2021): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v12i2.8501

Abstract

This research aimed to determine the mitotic abnormalities, changes in the number of chromosomes, mitotic index, and the number and length of kepok abu banana plantlet roots due to administration of 0.1% colchicine in tissue culture media. This research was performed at the Botanical Laboratory of the Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNILA. This research compared the cytology by employing the Squash method between root tip cells of kepok abu banana plantlets after administering 0.1% colchicine and the control group. The researchers analyzed the data descriptively and presented them in tables and bar charts. The results showed that the administration of 0.1% colchicine resulted in mitotic abnormalities. It also increased the number of chromosomes in the controls 2n=3x and 2n=3x+4. The mitotic index decreased, and the average number of roots was lower. However, the size was longer compared to the control group.
Induksi Poliploid Planlet Pisang Kepok Batu Dengan Media Kultur Jaringan Sabana, Amaliya; Ernawiati, Eti; Priyambodo, Priyambodo; Agustrina, Rochmah
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.10243

Abstract

Colchicine is often used in plant breeding to induce mutations and produce polyploid plants with superior traits. Cytologically polylpoid plants have variations in shape, number of chromosomes and larger cell sizes. The use of colchicine in kepok batu bananas is expected to produce polyploid banana kepok batu plants. The purpose of this study was to determine the effect of colchicine compounds on mitotic abnormalities, changes in chromosome number, decreased mitotic index, and the number and length of roots in banana kepok batu plantlets formed on tissue culture media. The research was carried out at the Botanical Laboratory, Department of Biology, FMIPA Unila. This study compared cytology with the squash method between root tip cells of banana kepok batu plantlets after the addition of 0.1% colchicine with controls. Data were analyzed descriptively and displayed in the form of tables and bar charts. The results showed that administration of 0.1% colchicine resulted in mitotic abnormalities (mitotic abnormalities) and increased the number of chromosomes in the control 2n=3x or 33 and 0.1% colchicine treatment, namely 2n=3x+6 or 39. The mitotic index decreased, but averaged – the average number of roots was more and their size was longer than the control. From these results it can be concluded that the administration of 0.1% colchicine was able to induce polyploid cells in banana kepok batu plantlets.AbstrakKolkisin sering digunakan dalam pemuliaan tanaman untuk menginduksi mutasi dan menghasilkan tanaman poliploid dengan sifat unggul. Secara sitologi tanaman polilpoid memiliki variasi bentuk, jumlah kromosom serta ukuran selnya lebih besar. Penggunaan kolkisin pada pisang kepok batu diharapkan dapat menghasilkan tanaman pisang kepok batu poliploid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senyawa kolkisin terhadap abnormalitas mitosis, perubahan jumlah kromosom, penurunan indeks mitosis, serta jumlah dan panjang akar pada planlet pisang kepok batu yang terbentuk pada media media kultur jaringan. Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA Unila. Penelitian ini membandingkan sitologi dengan metode squash antara sel ujung akar planlet pisang kepok batu setelah penambahan kolkisin 0,1% dengan kontrol. Data dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kolkisin 0,1% memunculkan kelainan mitosis (abnormalitas mitosis) serta meningkatkan jumlah kromosom pada kontrol 2n=3x atau 33 dan perlakuan kolkisin 0,1% yaitu 2n=3x+6 atau 39. Indeks mitosisnya menurun, namun rata – rata jumlah akar lebih banyak dan ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan kontrol. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian kolkisin 0,1% mampu menginduksi sel – sel poliploid pada planlet pisang kepok batu.
EFEKTIVITAS MIKROORGANISME LOKAL KULIT BUAH KAKAO DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Colletotrichum acutatum J.H. Simmonds PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Salsabila, Salma; Yulianty, Yulianty; Wahyuningsih, Sri; Ernawiati, Eti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4717

Abstract

Colletotrichum acutatum is a pathogenic fungus in chili plants that causes anthracnose. The control of this disease usually involves the use of synthetic fungicides, but their long-term use may have negative impacts. One alternative to inhibit the growth of Colletotrichum acutatum is the use of natural fungicides, such as local microorganisms (LMOs) from cacao fruit skin. This study aims to determine the effectiveness of local microorganisms from cacao fruit skin in inhibiting the growth of Colletotrichum acutatum and to identify the best concentration of these local microorganisms in controlling Colletotrichum acutatum, the causative agent of anthracnose in red chili plants (Capsicum annuum L.). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely A (0 ml/l water), B (5 ml/l water), C (10 ml/l water), D (15 ml/l water), E (20 ml/l water), and F (25 ml/l water). Each treatment was repeated 4 times. The data were analyzed with variance analysis followed by an Honest Significant Difference (HSD) test at a level of 5% (α = 5%). The results of the study showed that local microorganisms from cacao fruit skin had a significant effect on the fungal colony diameter, germination percentage, plant height, disease occurrence, and disease severity. The best concentration of LMOs from cacao fruit skin was found in treatment F (25 ml/l water). 
HASIL SELEKSI IN VITRO CEKAMAN GARAM (NaCl) TERHADAP RESISTENSI PLANLET ANGGREK Cattleya sp. SECARA IN VITRO Indriani, Syavira; Nurcahyani, Endang; Chrisnawati, Lili; Ernawiati, Eti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2092

Abstract

Anggrek Anggrek Cattleya sp. merupakan anggrek epifit yang dijuluki the queen of orchid karena keindahan bunga dan kecantikan bunganya. Uji resistensi ketahanan tanaman pada cekaman garam dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi secara in vitro. Salah satu cara alternatif yang efesien dan efektif untuk mengatasi cekaman pada tanaman yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dan menggunakan agen seleksi seperti NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya secara in vitro dan menetukan tingkatan resistensi planlet  anggrek  Cattleya  terhadap  cekaman  garam  (NaCl) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%,0,75%, dan 1%. Analisis data kuantitaf pada setiap parameter dianalisis menggunakan uji Levene dan oneway ANOVA dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl yang ditoleransi oleh planlet anggrek Cattleya adalah konsentrasi 0,25%dan 0,50% yang dikategorikan cekaman garam sedang, sedangkan konsentrasi 0,75% dan 1% dikategorikan cekaman garam berat. Tingkatan resistensi planlet anggrek Cattleya terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro pada seluruh konsentrasi adalah ketahan moderat.
EDUKASI KEBUTUHAN ENERGI HARIAN UNTUK MASYARAKAT TANI DENGAN AKTIVITAS FISIK TINGGI DI DESA PEKON BANJAR AGUNG UDIK, PUGUNG, TANGGAMUS MENUJU POLA HIDUP AKTIF DAN PRODUKTIF Mumtazah, Dzul Fithria; Sutyarso, Sutyarso; Ernawiati, Eti; Azizah, Enur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.34092

Abstract

Masyarakat yang bekerja di sektor pertanian memerlukan asupan energi dan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas fisik yang tinggi. Salah satu komponen penting dalam nutrisi adalah protein. Protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta sebagai sumber energi. Namun, banyak petani, salah satunya di Desa Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung, kurang memahami pentingnya asupan protein yang cukup dan sehat dalam keseharian mereka. Meskipun demikian, banyak petani yang kurang memahami pentingnya asupan protein yang cukup dan sehat dalam keseharian mereka. Faktor ekonomi, kurangnya akses informasi, dan kebiasaan makan yang tidak seimbang menjadi penghalang dalam mendapatkan asupan protein yang memadai. Kekurangan protein dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas petani, termasuk menurunnya kekuatan fisik, daya tahan tubuh, dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan berat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kebutuhan energi harian, sumber-sumber protein sehat, dan cara mengintegrasikan protein sehat dalam pola makan sehari-hari. Edukasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya protein dalam diet mereka dan memberikan informasi praktis tentang cara memperoleh dan mengolah sumber protein sehat yang terjangkau dan mudah didapatkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan asupan protein mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas kerja. Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 orang warga masyarakat desa. 40% peserta sebelum kegiatan pengabdian belum mengetahui diversifikasi sumber karbohidrat dan protein, diketahui lewat kegiatan pretest, setelah kegiatan pengabdian berlangsung pengetahuan masyarakat meningkat sampai 85%. Kegiataan edukasi kebutuhan energi harian dan jenis protein sehat untuk masyarakat tani dengan aktivitas fisik tinggi penting untuk dilaksanakan sebagai salah satu program menurunkan angka kejadian penyakit dengan sindrom metabolik di berbagai lapisan masyarakat.
Pengamatan Kerusakan Histopatologi Jantung Pada Mencit Hiperglikemia Yang Diberi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura) Putri, Lolyta Mutiara; Busman, Hendri; Ernawiati, Eti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL DAN INDEKS STOMATA PLANLET ANGGREK Dendrobium HASIL INDUKSI ASAM SALISILAT SECARA IN VITRO Syahfitri, Desti; Nurcahyani, Endang; Chrisnawati, Lili; Ernawiati, Eti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p165-176

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam salisilat terhadap kandungan klorofil dan karakteristik planlet anggrek Dendrobium secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan asam salisilat konsentrasi 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm sebanyak 5 ulangan setiap konsentrasi. Data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis Ragam pada taraf 5% dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh asam salisilat terhadap planlet anggrek Dendrobium pada konsentrasi 75 ppm dan 100 ppm terhadap indeks stomata, analisis klorofil a,b, dan total, dimana konsentrasi 75 ppm memiliki indeks stomata tertinggi. Dan pada analisis klorofil, semakin tinggi konsentrasi asam salisilat yang diinduksikan, semakin meningkat kandungan klorofil pada planlet anggrek Dendrobium. Sedangkan pada konsentrasi 25, dan 50 ppm tidak memberikan pengaruh nyata terhadap indeks stomata, dan analisis klorofil planlet anggrek Dendrobium.Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, indeks stomata, klorofil.  
Pengaruh Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) Terhadap Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L.) Alif Nugroho, Muhammad; Ernawiati, Eti; Yulianty; Nurcahyani, Endang
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 5 No. 1 (2026): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corn (Zea mays L.) is an important agricultural commodity. One of the limiting factors in corn cultivation is the presence of weeds such as Euphorbia hirta L. (Patikan kebo). The leaf extract of Euphorbia hirta contains allelochemical compounds such as phenols, alkaloids, saponins, and flavonoids that may inhibit seed germination. This study aimed to determine the effect of Euphorbia hirta leaf extract on the germination of corn seeds (Zea mays L.). The research used a Completely Randomized Design (CRD) with five concentration treatments (0%, 5%, 10%, 15%, 20%) and five replications. The observed parameters included germination percentage, germination rate, plumule length, radicle length, and vigor index. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by the LSD test at a 5% significance level. The results showed that Euphorbia hirta leaf extract significantly affected radicle length and vigor index, with the highest inhibitory effect observed at a concentration of 20%.
Pemberdayaan Tanaman Pekarangan Sebagai Pestisida Nabati Dalam Upaya Pengendalian Hama Tanaman Pangan Ernawiati, Eti; Chrisnawati, Lili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.16456

Abstract

Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1]  Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.