Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Antidiabetes Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung Priyadi, Akhmad; Japar Sodik, Jajang; Maulana Sobandi, Mamay; Siti Nurfitria, Rizki; Sabarudin, Cecep; Riyadi, Imam
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i01.988

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolisme kronik, yang tidak dapat disembuhkan namun hanya dapat dikontrol dengan terapi farmakologi dan non farmakologi, Jika manajemen kesehatan tidak dilakukan dengan baik maka dapat menyebabkan komplikasi dan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional yang diambil secara Non-probability sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – April 2024 terhadap 95 responden diabetes melitus tipe 2. menggunakan kuesioner MMAS-8 (Eight-item Morisky Medication Adherence Scale) dan EQ-5D-5L (Euro-Quality of Life-5 Dimension-5 level). Hasil menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki tingkat kepatuhan minum obat sedang (44,2%) dan kualitas hidup tinggi (62,1%). Terdapat hubungan signifikan yang kuat dan searah antara kepatuhan minum obat antidiabetes dan kualitas hidup pasien Diabetes melitus tipe 2 rawat jalan disalah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung dengan nilai p 0,000 (p < 0,05) dengan tingkatan koefisien korelasi cukup kuat.
Potential Medication Errors in Electronic Prescribing in A Primary Health Care Nurfitria, Rizki Siti; Adillah Effendi , Rima Nur; Iskandar , Deni
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 2 No. 1 (2019): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.006 KB) | DOI: 10.32734/idjpcr.v2i1.1166

Abstract

An effort to reduce medication errors is to use drugs prescription electronically[1,2,4]. However, there needs to be an evaluation of this system, because this system is not free from errors in medication. This study aimed to find out the description of prescribing flow, to examine electronic prescription completeness, and find out the potential medication errors that occur in the prescribing phase of electronic prescription using prescribing indicators[1,5,9,10]. This study used observational method by taking general practice outpatient prescription data of March 2018 in a company health service located in Bandung and analyzed descriptively[6,7,8]. Electronic prescription of medicines at this health care was made and inputted by doctors. When an error occured on a computer system, the doctor would prescribe it manually so that the patient can still be served. Incompleteness of the most common recipe was on administrative requirements where all prescriptions did not listed the doctor's practice permit, patient's gender, patient's weight, telephone number of the place of practice, and patient's contact number. Medication errors had the most potential for the occurrence of prescription writing with two or more drugs interacting and this error was classified as category D according to The National Coordinating Council for Medication Error Reporting and Prevention (NCC-MERP).
Pemanfaatan Singkong Dalam Pembuatan Sushi Untuk Panganan Penderita Diabetes Emma Emawati; Winasih Rachmawati; Rizki Siti Nurfitria; Fauzan Zein; Ani Anggriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xg4jz225

Abstract

Dabetes Militus (DM) disebut sebagai penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Hal ini karena gula tidak dapat dipakai oleh tubuh. Juga karenna pola hidup masyarakat yang tidak sehat mulai dari pola konsumsi yang serba instan, kurang aktivitas fisik dan life style yang buruk. Pada prinsipnya penderita DM harus melakukan pengaturan pada pola makannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah kalori dan zat gizi yang dibutuhkan, jenis bahan makanan serta keteraturan jadwal makan. Penatalaksanaan diabetes melitus selain dengan menggunakan obat dapat dilakukan dengan cara diet makanan, edukasi dan olahraga. Sebagai upaya untuk mencegah peningkatan prevalensi diabetes melitus pengaturan diet menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah kenaikan kadar glukosa darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu makanan yang mengandung kadar karbohidrat rendah adalah makanan berbahan dasar singkong. Melalui ketua PKK Karini di RW 05 Kelurahan Cicaheum diinformasikan bahwa cukup banyak penduduk yang mengidap penyakit Diabetes sehingga wilayah tersebut memerlukan beberapa pencerahan terkait penyakit diabetes apa penyebab dan bagaimana pencegahannya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan Kader dan masyarakat terkait Pemanfaatan singkong dalam pembuatan sushi untuk penderita DM. Post test dan pretest sebelum dan sesudah kegiatan kemudian diberi pelatihan membuat makanan cemilan berupa shushi berbahan dasar singkong. Hasil pengukuran Tingkat pengetahuan masyarakat terekait penyakit DM sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 4,16% dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 62,50%, Hal ini menunjukan adanya perubahan yang signifikan. Dan Masyarakat terampil dalam membuat shushi singkong.  
Peningkatan Keterampilan Pengendalian Gula Darah Kelompok PKK Cipadung Kidul Menggunakan Jus Herbal Rizki Siti Nurfitria; Ani Anggriani; Emma Emmawati; Fauzan Zein Muttaqien; Winasih Rachmawati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3vxq8m37

Abstract

Penyakit tidak menular, terutama diabetes melitus dan hipertensi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor yang memperburuk kondisi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pengendalian gula darah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu kelompok PKK RW 13 Kelurahan Cipadung Kidul tentang cara mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi yang terkait dengannya. Ini dicapai melalui pelatihan kesehatan dan pelatihan pembuatan jus herbal yang terbuat dari bahan-bahan lokal. Penyuluhan kesehatan, pelatihan dalam membuat jus herbal, pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti gula darah dan tekanan darah, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan, adalah prosedur yang digunakan. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta perempuan, sebagian besar berusia 18-59 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan, ditandai dengan kenaikan kategori pengetahuan baik dari 5% sebelum penyuluhan menjadi 75% setelah penyuluhan. Secara klinis, sebagian besar peserta memiliki kadar gula darah normal, namun masih ditemukan kecenderungan hipertensi derajat ringan. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan praktis masyarakat. Hasil pengabdian ini sangat penting sebagai upaya preventif dan promotif berbasis komunitas untuk mendukung pengendalian penyakit tidak menular secara berkelanjutan.