Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian Diri pada Santri Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung Ulpa, Eska Prawisudawati; Zahara, Nur; Afifah, Sarah
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 3 No. 1 (2020): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v3i1.6142

Abstract

AbstractSelf adjustment is an effort or an act for someone to interact properly with surroundings where he belong and can overcome obstacles or conflicts that comes from inner or outerside of him/herself so he/she can be accepted by neighborhood. This research intend to know the relation of independence with self adjustment on new students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. The Hypothesis submitted in this research is to know there is relation of independence with self adjustment on new Students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung.Data collection method using two psychological scales which involve :scale self adjustment consists of 27 items which has coefficient realibility value amount α = 0,874, and independence scale consists of 47 items which has coefficient realibility value amount α = 0,884. These research subject are students in Pondok Pesantren Diniyyah Putri Lampung. Total Subject used are 100 students, subjects range aged 12 to 15 years old. Techniques used on this research is Proportional Random Sampling, with lottery way. Analysis technique used is Product moment pearson which helped with SPSS 22.0 for windows. Analyzed data results show that Rx.y = 0,352, and signification 0,000 where p < 0,01, which means there is significant relationship between independence with self adjustment on students, independence variable for self adjustment gives effective contribution amount 0,124, which shown by determination coefficient (R²) or amount 12,4 %. This thing shows that there is another 87,6 % affected  by other factors outside this research.
FATHERING INFLUENCES PREDICT TEENAGER SMOKING ADDICTION Ismah, Zata; Tanjung, Hazira Yulistia; Afifah, Sarah
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 8 No. 1 (2025): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v8i1.234

Abstract

Background: In Medan City, 12.42% of adolescents aged 15-24 years, or approximately 48,311 teenagers, are smokers. Adolescents from broken homes are at a higher risk of psychological distres, which can lead to negative behaviors such as smoking. Purpose: To examine and analyze the level of smoking addiction among adolescents and how the father's role influences it. Method: A quantitative analytical survey with a cross-sectional design was conducted. The population consisted of high school students, with a sample of 1,221 adolescents who had lived in Medan for at least five years. The instruments used were the Game Addiction Scale for Adolescents (GASA) and the Fatherhood Scale 64 (FS-64). Statistical analysis included ANOVA, Pearson Correlation, and Chi-Square tests. Results: Fatherless adolescents were 3.06 times more likely to be light smokers compared to those with a positive father figure. A significant negative correlation was found, indicating that the higher the father's role score, the lower the level of smoking addiction. Conclusion: The lack of a father figure in a child's life contributes to smoking addiction. The stronger the father's role in a child's life, the lower the level of smoking addiction, and vice versa. Abstrak Latar Belakang: Di Kota Medan ditemukan remaja usia (15-24 tahun) yang merokok sebesar 12,42% atau sekitar 48.311 remaja di Kota Medan adalah seorang perokok. Remaja yang mengalami broken home sangat memicu peningkatan psikologis yang akhirnya akan menyebabkan remaja berperilaku negatif seperti merokok. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat kecanduan rokok remaja serta bagaimana peran ayah mempengaruhinya. Metode: Survey analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah remaja yang sedang duduk di bangku SMA dengan sampel sebanyak 1221 remaja, dengan karakteristik remaja yang tinggal di Medan paling sedikit 5 tahun. Instrumen menggunakan Game Addiction Scale for Adolescents (GASA) dan Fatherhood Scale 64 (FS-64). Menggunakan statistik Anova, Korelasi Pearson dan Chi Square. Hasil: Anak Fatherless berisiko 3.06 kali merokok ringan dibandingkan pada remaja dengan peran ayah positif. Terdapat korelasi negatif signifikan dimana semakin tinggi skor peran ayah semakin rendah kecanduan merokok. Kesimpulan: Kurangnya peran ayah dalam kehidupan anak menyebabkan anak kecanduan merokok. Semakin tinggi peran ayah dalam hidup anak, maka semakin rendah tingkat kecanduan merokok pada anak, begitupun sebaliknya.
Catha Edulis Consumption and its Effects on Economic and Social Well-Being in Yemen Abdulsiddik, Yusep; Afifah, Sarah
Alhurriyah Vol 9 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-hurriyah.v9i2.8581

Abstract

This qualitative study investigates the impact of Catha edulis (qat) consumption on the economic and social well-being in Yemen, employing the Maqashid Syari'ah framework and a review of relevant literature. Based on secondary data from prior research and sources on Maqashid Syari'ah, the study reveals that qat consumption has significant negative effects on Yemeni society. Socially, it leads to diminished productivity, higher unemployment, and strained family relationships. Economically, the expense of qat diverts resources from essential needs, worsening poverty. Additionally, excessive qat use is linked to health issues, such as oral diseases and psychological problems, which further deteriorate societal well-being. The analysis, viewed through the Maqashid Syari'ah perspective which aims to protect and promote the well-being of individuals and society highlights a misalignment between qat’s socio-cultural benefits and Shariah objectives of safeguarding health, wealth, and family integrity. The study concludes with recommendations for policy and community strategies to address the adverse impacts of qat and foster a more comprehensive approach to improving well-being in Yemen
Political Trust as a Predictor of Vote Buying Attitudes among New Voters Nadipa, Salma Putri; Afifah, Sarah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i1.14007

Abstract

Vote buying activities that often occur close to general election contestations can influence the views of novice voters on politics in Indonesia, one of which is political beliefs. Therefore, this research aims to determine the relationship between political trust and vote buying attitude which was carried out using a correlational quantitative approach. The subjects used in the research were 347 novice voters in Palembang City who were obtained using a purposive sampling technique. The data was measured using the Political Trust Scale from Akhrani (2016), the Vote Buying Scale from Sumantri (2021). Data analysis in this research uses Pearson Product Moment correlation. The results of this study show that there is no relationship between political trust and vote buying attitude (r=-0.009, n=347, p=0.868). This means that there is no significant relationship between the two variables studied. Future research is expected to examine other variables that can influence political trust.Kegiatan vote buying yang sering terjadi mendekati kontestasi pemilihan umum dapat mempengaruhi pandangan pemilih pemula terhadap perpolitikan di Indonesia salahsatunya terhadap kepercayaan politik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan political trust dan vote buying attitude yang dilakukan menggunkan pendekatan kuantitatif korelasional. Subyek dalam penelitian yang digunakan adalah 347 pemilih pemula di Kota Palembang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data yang diukur menggunakan Skala Polotical Trust dari Akhrani (2016), Skala Vote Buying dari Sumantri (2021). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan antara political trust dengan vote buying attitude (r=-0,009, n=347, p=0.868). Hal ini bermakna bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel yang diteliti. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi political trust. 
DUKUNGAN SOSIAL DAN PET ATTACHMENT SEBAGAI PREDIKTOR KESEPIAN PADA DEWASA AWAL BERSTATUS LAJANG Cahyani, Zulita Regita; Afifah, Sarah
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6822

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara pet attachment terhadap kesepian yang dialami dewasa awal lajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi ganda. Terdapat 122 partisipan yang berusia 18-40 tahun yang memiliki hewan peliharaan dan berstatus lajang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan alat ukur skala likert dengan menggunakan skala dukungan sosial (Sulistiani dkk., 2022), skala pet attachment (Fitriyana, 2014) dan skala kesepian (Rinaldi, 2021). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, kemudian data ditabulasi dan di analisis menggunakan program IBM SPSS Versi 26. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara dukungan sosial, pet attachment terhadap tingkat kesepian dengan nilai 14.803 atau > 3.07  dan p=0.000 (p<0.05). Secara simultan, dukungan sosial dan pet attachment berpengaruh negatif terhadap kesepian sebesar 55.1% dan sisanya 44.9% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata Kunci : dukungan sosial, pet attachment, kesepian, dewasa awal. Abstract : The purpose of this study was to determine whether there is a significant influence between pet attachment and loneliness experienced by young single adults. This study uses quantitative methods with multiple regression analysis techniques. There were 122 participants aged 18-40 years who had pets and were single. Data collection used a questionnaire with a Likert scale measuring instrument using a social support scale (Sulistiani et al., 2022), a pet attachment scale (Fitriyana, 2014), and a loneliness scale (Rinaldi, 2021). The sampling technique used in this study was purposive sampling, then the data were tabulated and analyzed using the IBM SPSS Version 26 program. The results of the study showed that there was a significant negative effect between social support, pet attachment on the level of loneliness with a value of 14,803 or > 3.07 and p=0.000 (p < 0.05). Simultaneously, social support and pet attachment have a negative effect on loneliness by 55.1% and the remaining 44.9% are influenced by other variables.Keywords: social support, pet attachment, loneliness, early adulthood.
Pemaafan Diri Pada Mantan Pecandu Narkoba di Lapas Klas IIA Banyuasin Prist, Irene; Afifah, Sarah
Indonesian Journal of Psychological Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/ijps.v1i2.3696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemaafan diri, untuk mengetahui fase pemaafan dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemaafan pada mantan pecandu narkoba di Lapas Klas IIA Banyuasin. Proses pemaafan diri yang dimaksudkan adalah empat fase pemaafan diri yang dikemukakan Nashori (2014) yang meliputi fase pengungkapan, fase keputusan, fase tindakan, dan fase hasil atau pendalaman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang laki-laki dengan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya metode pengumpulan data menggunakanwawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mantan pecandu narkoba mengalami masalah emosional berupa rasa bersalah, malu dan rasa berdosa. Emosi negatif ini mereka alami ketika menyadari dan mengakui pelanggaran yang dilakukannya selama pembinaan di Lapas Klas IIA Banyuasin. Kemudian terkait proses pemaafan diri, secara umum subjek telah melalui keempat fase pemaafan diri dan telah berhasil memaafkan diri atas pelanggaran yang mereka lakukan.
Peran Inhibitory Self Control sebagai Predikator Vote Buying Attitude pada Pemilih Pemula di Palembang Ikhsani, Iffah Tsabita; Afifah, Sarah
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 1 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY MARCH
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i1.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan Inhibitory self control dengan vote buying attitude pada pemilih pemula. Self control ialah kemampuan individu dalam mengarahkan tingkah lakunya sendiri, dan kemampuan individu dalam menekan terjadinya perilaku implusif. Sedangkan inhibitory control adalah sebagai pengontrol diri dengan menghambat kecendrungan dari internal maupun eksternal. Vote buying ialah suatu kegiatan yang memberikan uang secara tunai, barang ataupun jasa dari kandidat kepada pemilih secara sistematis pada kampanye menjelang pemilihan disertai dengan janji-janji politik agar pemilih bersimpatik lalu mendukung kandidat tersebut. Sampel pada penelitian ini berjumlah 347 pemilih pemula dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data denngan menggunakan skala self control dan skala vote buying. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasi. Analisis data menunjukkan adanya hubungan antara inhibitory self control dengan vote buying pada pemilih pemula. Dilihat dari hasil korelasi Pearson Product Moment yang didapat dari niali r yakni -0,174 dengan nilai signifikasi 0,046 (p 0,05). Maka berdasarkan data tersebut hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima.
Social Media Addiction and Bedtime Procrastination in Students Febrian Akbar, Muhammad; Afifah, Sarah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.11248

Abstract

Now, the internet has become a lifestyle necessity and is considered the most important part of human life. The presence of the internet in modern society does not only have positive impacts, but also negative ones. The increase in online activity via the internet has actually created social problems such as addiction to social media. Many factors are caused by social media addiction, one of which is bedtime procrastination. This study aims to determine the relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students. The research hypothesis is that there is a relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students. This study uses a correlational quantitative approach. Research participants consisted of 130 students with a total sampling technique. This scale consists of 2 scales, namely the social media addiction scale (a=0.809) and the bedtime procrastination scale (a=0.821). Data analysis in this study used the help of the JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) for windows program. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students with a coefficient value of 0.306 with a significance value (p <0.001). The higher the social media addiction, the higher the bedtime procrastination, conversely, the lower the social media addiction, the lower the bedtime procrastination.Kini, internet telah menjadi kebutuhan gaya hidup dan dianggap sebagai bagian terpenting dari kehidupan manusia. Kehadiran internet dalam masyarakat modern tidak hanya memberikan dampak yang positif, tetapi juga negatif. Meningkatnya aktivitas online melalui internet sebenarnya telah menimbulkan masalah sosial seperti kecanduan media sosial. Banyak faktor yang disebabkan oleh kecanduan media sosial, salah satunya yaitu menunda waktu tidur (bedtime procrastination). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Hipotesis Penelitian yaitu ada hubungan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian terdiri dari 130 siswa dengan teknik total sampling. Skala ini terdiri dari 2 skala, yaitu skala kecanduan media sosial (a=0,809) dan skala bedtime procrastination (a=0,821). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program JASP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang dengan nilai koefisien 0,306 dengan nilai signifikansi (p<0,001). Semakin tinggi kecanduan media sosial akan semakin tinggi bedtime procrastination, sebaliknya semakin rendah kecanduan media sosial akan semakin rendah bedtime procrastination.