Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI DI RSUD PROF DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Supardi, Fretrien Jiliamarch; Artawan, I Made; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.878 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3355

Abstract

Kecemasan adalah suatu karakteristik emosi yang ditandai dengan perasaan tertekan, khawatir dan terjadi perubahan fisik seperti tekanan darah.Seseorang berpotensi mengalami kecemasan dengan keadaan atau tindakan yang membahayakan kesehatan atau mengancam nyawanya salah satunya adalah tindakan operasi yang dapat mempengaruhi kondisi fisik individu.Tatalaksana kecemasan terbagi dalam tatalaksana farmakologi dan nonfarmakologi.Terapi farmakologi meliputi obat-obatan dan terapi non-farmakologi meliputi relaksasi, distraksi, dan salah satunya terapi musik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh terapi musikklasik terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi di RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi-eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test with control group design. Teknik pengambilan Responden menggunakan analitik komparatif dua kelompok dengan jumlah total responden 30 orang.Pada kelompok perlakuan diberikan terapi musik selama 20 menit menggunakan headphone. Hasil pada pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah didapatkan pada kelompok kontrol sebanyak 15 orang mengalami kecemasan ringan dan mengalami perubahan kecemasan menjadi kecemasan ringan sebanyak 12 orang dan kecemasan sedang 3 orang. Sedangkan, kelompok perlakuan didapatkan sebanyak 13 orang dengan kecemasan ringan, 1 orang kecemasan dengan sedang, dan 1 orang dengan kecemasan berat dan mengalami perubahan kecemasan menjadi kecemasan ringan sebanyak 15 orang setelah mendengarkan musik. Perbandingan kelompok kontrol dan perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi (p = 0,000)
UJI EFEKTIVITAS REPELLENT DARI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Flugentius, Bartolomeus Umbu; Pakan, Prisca Deviani; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.106 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3492

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh vektor nyamuk Aedesaegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Upaya pemberantasan nyamuk saat ini banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia dapat menyebabkan resistensi serangga dan mencemari lingkungan. Cara alternatif yang aman yaitu menggunakan pestisida nabati yang mudah terurai dan ramah lingkungan. Salah satu insektisida nabati dapat dibuat dari daun Moringa oleifera yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida dan repelan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari, Repellent daun kelor (Moringaoleifera) terhadap nyamuk Aedesaegypti. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Subjek terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang hanya diberikan aquades dan kelompok perlakuan diberikan esktrak Moringa oleifera dengan konsentrasi ekstrak12,5%, 25%, dan 50%. Setiap konsetrasi dilakukan replikasi tiga kali selama 3 hari dengan waktu uji yang sama. Analisis data menggunakan uji one way anova, jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen maka dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun kelor maka semakin besar persentase daya proteksi. Terdapat perbedaan signifikan efektivitas antara 4 kelompok konsentrasi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 12,5% tidak efektif sedangkan konsentrasi 25% dan 50% efektif digunakan terhadap nyamuk Aedesaegypti
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN HAND SANITIZER DENGAN SABUN ANTISEPTIK PADA PERAWAT DI ICU DAN ICCU RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG TAHUN 2019 Pandie, Sinyo Demitrio Kurniawan; Pakan, Prisca Deviani; Setiono, Kresnawati Wahyu
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.901 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3493

Abstract

Mencuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari yang dilakukan dengan tujuan pembersihan tangan dan pemutusan mata rantai kuman. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment yang bersifat analitik komparatif laboratorik. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 orang. Sampel penelitian dibagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Sebelum dan sesudah kedua kelompok melakukan cuci tangan dilakukan swab pada tangan sampel kemudian hasil swab dikembang biakkan pada media nutrient agar. Setelah diinkubasi pada suhu 37oC kemudian dihitung pertumbuhan koloni yang ada dan dilakukan pewarnaan gram bakteri. Semua data penelitan ini diuji dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, dan dianalisis dengan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,714(>0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dengan sabun antiseptik pada perawat di ICU dan ICCU RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Maromon, Yeyen; Pakan, Prisca Deviani; E D, Maria Agnes
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.454 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3494

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat merupakan warisan nenek moyang sejak dahulu kala dan telah banyak digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama hampir diseluruh dunia. Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Indonesia, bahkan termasuk komoditas sosial. Produknya merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok masyarakat. Salah satu produk kelapa yang saat ini berkembang dan diminati adalah Minyak Kelapa Murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung asam-asam lemak jenuh diantaranya Medium Chain Fatty Acid (MCFA) dan Medium Chain Trygliserida (MCT). Solusi untuk mengatasi infeksi oleh S. aureus adalah dengan memberikan antibiotik. Namun akhir-akhir ini sudah banyak laporan mengenai resistensi obat. Penyebab terjadinya resistensi antibiotik antara lain karena pemilihan antibiotik yang kurang tepat, pemberian dosis yang kurang adekuat, atau lama penggunaan obat yang tidak disiplin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment design dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Data diuji secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Kelompok perlakuan pada penelitian ini terdiri atas kontrol positif siprofloksasin, kontrol negatif aquadest steril dan kelompok konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5% dan 1% dengan pengulangan 3 kali untuk masing-masing kelompok. Hasil penelitian ini terdapat aktivitas antibakteri VCO dengan nilai p=0,010 (p<0,050). Kesimpulan penelitian ini yaitu VCO mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada konsentrasi 100%.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU-PARU TIKUS Sprague dawley YANG DIINDUKSI DENGAN 7,12 Dimetilbenz(a)antrasen (DMBA) Qurrota’ayun, Aisyah; Damanik, Efrisca M. Br.; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.689 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4944

Abstract

Di dunia kasus kanker paru-paru menempati urutan pertama dalam kejadian kematian akibat kanker. Di Indonesia sendiri insiden kanker paru-paru menempati urutan ke-enam dengan angka 8,6% dari 348.809 insiden kanker pada tahun 2018. Sedangan angka kematiannya berada diurutan pertama dengan angka 11% dari 207.210 kematian akibat kanker pada tahun 2018. Pengobatan kanker dengan kemoterapi masih memiliki kelemahan karena selain sel kanker juga mempengaruhi sel-sel normal dan menghasilkan efek samping fisik dan psikis. Dengan beragamnya efek samping yang timbul akibat pengobatan secara medis tersebut, maka dibutuhkan penemuan pengobatan baru yang selektif membunuh sel kanker tanpa mempengaruhi sel normal. Di masyarakat sendiri sudah banyak beredar isu tentang manfaat bawang putih sebagai antikanker tanpa landasan bukti ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap gambaran histopatologi paru-paru tikus Sprague-Dawley betina yang diinduksi 7,12 Dimetilbenz(a)antrasen (DMBA). Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dan pendekatan post-test only control group design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih galur Sprague dawley. Sampel penelitian dibagi kedalam 6 kelompok dengan masing-masing kelompok berisi 5 tikus. Semua data pada penelitian ini diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan menggunakan Uji Kruskal-Wallis (uji non-parametrik). Hasil penelitian ini terdapat pengaruh pemberian ekstrak bawang putih terhadap gambaran histopatologis paru-paru tikus Sprague dawley yang diinduksi DMBA. Hasil uji dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak bawang putih (Allium sativum) dapat mempengaruhi gambaran histologis paru tikus Sprague dawley yang diinduksi 7,12 Dimetilbenz(a)antrasen (DMBA).
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP MORTALITAS LARVA VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE Aedes aegypti Dhenge, Neumensia Febrianti; Pakan, Prisca Deviani; Lidia, Kartini
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.446 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4950

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang sampai sekarang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Insektisida kimiawi sebagai larvasida yang digunakan untuk mengontrol Aedes aegypti telah menimbulkan populasi yang resistensi sehingga dibutuhkan dosis yang lebih tinggi yang tentu memiliki efek toksik bagi hewan, manusia serta lingkungan. Penggunaan larvasida alami dari daun pepaya (Carica papaya) merupakan salah satu upaya alternatif pengendalian larva Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti instar III/IV. Metode jenis penelitian yang dilakukan adalah true eksperimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Kelompok dalam peneltian ini adalah larva nyamuk Aedes aegypti instar III/IV, konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya, abate sebagai kelompok kontrol postif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil rerata jumlah kematian larva pada tiap kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (0 larva), kelompok kontrol positif (25 larva), konsentrasi 5% (9,5 larva), konsentrasi 10% (11,75 larva), konsentrasi 15% (12,75 larva), konsentrasi 20% (14,75 larva), dan konsentrasi 25% (19,5 larva). Hasil analisis Kruskal Wallis menunjukan bahwa ekstrak daun pepaya efektif sebagai larvasida Aedes aegypti (p=0,001). Pada analisis probit didapatkan LC50 dari ekstrak terhadap Aedes aegypti adalah 23% sedangkan LC99 adalah 55%. Kesimpulan dari penelitian ini di dapat ekstrak daun pepaya efektif sebagai larvasida nabati bagi larva Aedes aegypti instar III/IV
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Sequera, Maria Trisya Goncalves; Ratu, Kristian; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.816 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5976

Abstract

Stres merupakan masalah psikologi yang menimbulkan perubahan perilaku, fisiologi maupun psikologi seseorang. Mahasiswa pendidikan dokter merupakan kalangan yang rentang terhadap stres. Hal ini dikarenakan jadwal kuliah yang padat sehingga menyebabkan mahasiswa rentan mengalami gangguan psikiatri seperti gangguan stres. Stres tersebut dapat menyumbangkan terjadinya dispepsia pada seseorang. Adanya stres dapat mempengaruhi fungsi gastrointestinal dan mencetuskan keluhan pada orang sehat salah satunya dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 156 orang. Data tingkat stres diperoleh dari pengisian kuesioner DASS 42 dan sindrom dispepsia menggunakan kuesioner PADYQ. Analisis data menggunakan uji spearman’s rank correlation. Hasil sampel yang tidak mengalami stres (normal) sebanyak 56 (35,9%), sampel yang mengalami stres ringan, sedang dan berat masing-masing sebanyak 31 (19,9%), sedangkan sampel yang mengalami stres sangat berat sebanyak 7 (4,5%). Kemudian jumlah sampel yang tidak memiliki sindrom dispepsia (normal) sebanyak 77 (49,9) orang, jumlah sampel yang mengalami sindrom dispepsia ringan sebanyak 39 (25,0%), jumlah sampel yang mengalami sindrom dispepsia sedang sebanyak 37 (23,7%), dan jumlah sampel yang mengalami sindrom dispepsia berat sebanyak 3 (1,9%) orang. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Sereh (Cymbopogon Citratus) Terhadap Penurunan Glukosa Darah Tikus Putih Sprague Dawley Diinduksi Aloksan Djahi, Sri Nur Nur Saidah; Lidia, Kartini; Pakan, Prisca Deviani; Amat, Anita Lidesna Shinta
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.616 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5981

Abstract

Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Angka kejadian DM di dunia pada tahun 2017 adalah sebesar 425 juta jiwa, dimana Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan jumlah sebesar 10,3 juta jiwa. Provinsi NTT sendiri memiliki presentase terendah yakni sebesar 0,9 %. Keadaan hiperglikemia yang terjadi pada pasien DM dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh, disabilitas dan komplikasi kesehatan yang mengancam jiwa. Ada berbagai pengobatan untuk pasien DM, termasuk pengobatan dengan ramuan obat tradisional. Tanaman sereh merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antidiabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetes ekstrak etanol daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap penurunan glukosa darah tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan true experimental-randomized pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan Sprague Dawley yang sebelumnya telah dirandomisasi ke dalam enam kelompok yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan), kontrol negatif (diinjeksi aloksan), kontrol positif (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi glibenklamid 0,45 mg/KgBB), kelompok perlakuan I (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 250 mg/KgBB), kelompok perlakuan II (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 500 mg/KgBB), kelompok perlakuan III (diinjeksi aloksan dan diberikan suspensi ekstrak daun sereh 650 mg/KgBB). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,000, dimana p< 0,05 yang artinya pemberian ekstrak daun sereh dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sereh memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis minimal 250 mg/KgBB.
EFEKTIVITAS SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 DALAM MENURUNKAN KECEMASAN TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA MURID SMAK GIOVANNI KUPANG Riantoby, Raphaeline Murtiastari; Setiawan, I Made Buddy; Nurina, Rr. Listyawati; Pakan, Prisca Deviani
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6827

Abstract

Pada awal tahun 2021, target sasaran vaksinasi nasional Indonesia mendapat penambahan sebesar 26 juta orang yang berasal dari kalangan remaja berusia 12-17 tahun. Penelitian pendahuluan yang dilakukan pada 30 murid SMAK Giovanni Kupang menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi masih rendah dan terdapat kecemasan vaksinasi COVID-19 pada para murid. Sosialisasi dengan media video diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menurunkan kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19. Tujuan penelitian ini mengetahui apakah pemberian sosialisasi mengenai vaksin COVID-19 efektif dalam menurunkan kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19 pada murid SMAK Giovanni Kupang. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design yang dilakukan pada murid SMAK Giovanni Kupang. Sampel pada penelitian ini diambil secara non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 86 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon sign rank test dan uji Mann Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan signifikan tingkat kecemasan terhadap vaksinasi COVID-19 pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,058 pada kelas eksperimen dan nilai p = 0,083 pada kelas kontrol. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan atas hasil post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu dengan nilai p = 0,783. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, yakni tidak terdapat penurunan tingkat kecemasan vaksinasi COVID-19 pada murid SMAK Giovanni Kupang setelah diberikan sosialisasi vaksin COVID-19 melalui media video.
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP MORTALITAS LARVA VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE Aedes aegypti Rahmaningtyas, Dewinda; Pakan, Prisca Deviani; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8569

Abstract

Background. Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the dengue virus through the Aedes aegypti vector. The use of synthetic insecticides as larvicides is still ineffective because it caused environmental problems and target insect resistance. An alternative effort to overcome these negative impacts is to use biolarvicides from Moringa oleifera leaf extract which is more environmental friendly. The content of secondary metabolite compounds such as alkaloids, saponin, tanin and flavonoid in Moringa oleifera leaves can be used as biolarvicides which cause the death of larvae. Objective. To determine whether or not there is a larvicidal effect of Moringa’s leaf extract as biolarvicide against the death of Aedes aegypti mosquito larvae. Methods. Moringa’s leaf extract was made by maseration technique with 70% ethanol as the solvent. Phytochemical test was done to define the secondary metabolite Moringa’s leaf extract contain. 700 larvaes in III/IV stage of Aedes aegypti were used and divided into 7 groups which were positive control gorup with 100 ppm abate,negative control with aquadest and Moringa’s leaf extract group with increasing dose starting at 750 ppm, 1500 ppm, 2250 ppm, 3000 ppm, and 3750 ppm. Observation on the larval death was done in 24 hours with 4 replication. Results. The result of phytochemical analysis show that the extract contains alkaloid, saponin, terpenoid, saponin and tanin. The highest avarage of larval death was found in the highest concentration of the extract (3750 ppm), which is 19,5 larval death for Aedes aegypti. The result of Kruskall Wallis analysis showed that Moringa’s leaf as biolarvicide had a larvicidal effect on killing Aedes aegypti larvae (p=0,000). Using Probit Analysis LC50 of the extract for Aedes aegypti is 3589 ppm and LC99 is 10391 ppm . Conclusion. Moringa’s leaf extract as biolarvicide has a larvicidal effect on the mortality of Aedes aegypti larvae. Keywords : Moringa oleifera leaf, Aedes aegypti, Biolarvicide