Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ASUHAN   KEPERAWATAN   PADA   PASIEN   DENGAN GANGGUAN  SISTEM  KARDIOVASKULAR : HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Meilani Dwi Sasmita; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/89rrgj70

Abstract

  Hipertensi merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg dengan dua kali pengukuran atau lebih. Penanganan pada pasien hipertensi jika tidak tepat akan menyebabkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular: hipertensi. Metode penelitian: penelitian deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, melakukan intervensi dan implementasi seperti: melakukan pengukuran tekanan darah, mencatat kualitas denyut nadi sentral dan perifer, mengauskultasi tonus jantung dan suara napas, mengamati warna kulit, kelembapan, suhu, dan waktu pengisian kapiler, mencatat adanya edema, memberikan lingkungan yang tenang, nyaman, mempertahankan pembatasan aktivitas, membantu melakukan perawatan diri sesuai kebutuhan, menganjurkan teknik relaksasai, guided imagery dan distraksi, dan kolaborasi dengan dokter pemberian obat hipertensi, serta melakukan evaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Hasil penelitian: setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 6 hari pada kasus 1 dan 2 dinyatakan berhasil mengatasi masalah resiko perfusi serebral tidak efektif dengan menunjukkan hasil sakit kepala sudah mulai tidak terasa lagi, dan tekanan darah normal. Kesimpulan: tindakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler: hipertensi sangatlah efektif dilakukan. Saran diharapkan dapat memberikan perawatan
IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II  DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Nurhaminda; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/74pwvn79

Abstract

Diabetes melitus tipe II (DM) atau sering disebut penyakit kencing manis adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin atau karena tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan implementasi perawatan luka untuk mencegan infeksi pada klien diabetes melitus tipe II. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari: pengkajian, diagnosa keperawatan yaitu resiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (diabetes melitus), menentukan intervensi dan implementasi yaitu perawatan luka, setra melakukan evaluasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi luka dapat mencegah infeksi dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi kedalaman luka yaitu 1 cm dan lebar 4 cm setelah implementasi kedalaman luka menjadi 1 cm dan lebar menjadi 3 cm, sedangkan pasien 2, sebelum diberikan implementasi perawatan luka dengan kedalaman 2 cm dan lebar 6 cm dan setelah dilakukan implementasi kedalaman luka menjadi 2 cm dan lebar menjadi 6 cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan implementasi perawatan luka dapat mencegah terjadinya infeksi pada pasien diebetes melitus tipe II..
Studi Kasus: Hipertermia dengan Kompres Hangat Pada Pasien Tuberculosis Hasanah, Putri; Susyanti, Deni; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
Media of Health Research Vol. 1 No. 1 (2023): Media of Health Research, April 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/mohr.v1i1.7

Abstract

One of the symptoms of pulmonary tuberculosis is hyperthermia which is the body response to infection process. Tuberculosis sufferers are usually subfebrile, resembling fluenza, but sometimes they can be infected by influenza with body temperature ranging between 38,0oC and 38,5oC. The effort made to overcome hyperthermia is by giving warm compresses to reduce fever. Method this is descriptive research using case study approach that focuses on hyperthermia with warm compresses in pulmonary tuberculosis patients at Tk II Putri Hijau Hospital, Medan. Results after nursing interventions in patients 1 dan 2 with warm compresses on the forehead, axilla, tibia fibula, for 4 days, the patients body temperature decreases from 38oC to 37oC. Conclusion it is concluded that there is a nursing problem in patient 1 and patient 2, namely hyperthermia. Suggestions It is expected that the health workers improve their nursing skills in providing nursing care, especially in taking actions to reduce patients fever, so as to reduce is incidence.
Edukasi Manajemen Pola Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Jundapri, Kipa; Suharto, Suharto; Olivia, Nina; Bagaskara, Gustaf Wijang
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i1.754

Abstract

Diabetes Mellitus is a condition of hyperglycemia because of the abnormalities in insulin secretion or insulin action. Diet pattern will provide benefits for the quality of life of diabetes mellituss’ patients. The service activity was carried out in March 2023 with 3 stages consisting of 30 respondents with 3 stages: stage 1  data collection, blood sugar checking before education, stage 2 providing education and stage 3 or post-test stage (after education was carried out), there was an increase in knowledge before it was given education was 30%, and after the education was given it became 90%, and there was a decrease in blood sugar levels from before the education was given, 250 mg/dL after the education was given to 220 mg/dL.
Pola Diet Pada Diabetes Mellitus dengan Pendekatan Keperawatan Keluarga Jundapri, Kipa; Suharto, Suharto; Wijang, Gustaf
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Oktober 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus terjadi karena ketidakstabilan gula darah yang disebabkan kurangnya sekresi insulin atau terhambatnya kerja insulin yang dapat menyebabkan hiperglikemia. Hiperglikemia terjadi karena tidak tepatnya pengaturan pola diet sehingga kadar gula darah fluktuatif meningkat. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang pola diet pada pasien diabetes mellitus dengan pendekatan keluarga. Metode penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Penelitian dilakukan oleh tiga puluh orang pasien diabetes mellitus dan keluarga yang diberikan intervensi edukasi pengaturan pola diet serta observasi pola diet. Hasil penelitian didapatkan gambaran bahwa pasien dan keluarga dapat mengatur pola diet pasien sehingga kadar gula stabil. Kadar gula darah sebelum dilakukan intervensi rata-rata 240 mg/dL, dan setelah intervensi menjadi 220 mg/dL. Pengaturan pola diet dapat menjaga kadar gula darah stabil sehingga diharapakan dapat mencegah komplikasi diabetes mellitus. Rekomendasi penelitian diharapkan pasien dan keluarga selalu memperhatikan program pengobatan yang dilakukan salah satunya dengan cara mematuhi pola diet yang telah ditetapkan.
LAYANAN PASCA REHABILITASI NARKOBA BAGI KLIEN BAPAS KELAS I MEDAN: SELF-CARE DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Susyanti, Deni; Jundapri, Kipa; Suharto, Suharto; Simamora, Endang Rosmawati; Putri, Nadila
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i4.2594

Abstract

Drug rehabilitation is a way to help users recover from drug addiction. The rehabilitation process takes a considerable amount of time, especially for patients who have been addicted to drugs for a long time. Individuals undergoing rehabilitation in correctional institutions will undoubtedly face challenges in their daily lives, such as self-care issues. The stress experienced by students in correctional institutions can be prevented with several self-care management techniques, which will help the students achieve psychological well-being. Psychological well-being is expected to help correctional students accept themselves, build warm relationships with others, develop independence in problem-solving, adapt to their current environment, and have life goals. The purpose of this activity is to ensure that all clients of the Medan Class I Probation Supervision Agency (Bapas) are informed about Self-Care and Psychological Well-being. This activity was conducted on March 4, 2024, with a total of 30 participants from the Medan Class I Probation Supervision Agency (Bapas). The results of the activity showed that the level of knowledge of all clients of the Medan Class I Probation Supervision Agency (Bapas) regarding Self-Care and Psychological Well-being became very good, as measured by a questionnaire, and they were able to apply Self-Care and Psychological Well-being to themselves according to the material provided. This activity requires regular monitoring of the psychological well-being of prisoners and intervention if necessary.
PENURUNAN RESIKO JATUH PADA PASIEN LUMBAL SPINAL CANAL STENOSIS DENGAN OTAGO EXERCISE Susyanti, Deni; Suharto; Pamela, Tia; Jundapri, Kipa; Mayrani Siregar, Nita
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 13 No 1 (2024): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v13i1.2632

Abstract

Stenosis tulang belakang lumbal adalah penyempitan kanal tulang belakang atau foramen intervertebralis dipunggung bawah, disertai kompresi akar saraf yang keluar dari foramen  intervertebralis. Stenosis tulang belakang lumbal merupakan masalah umum yang ditemukan pada lansia dan merupakan penyakit degenerative pada tulang belakang. Pada tahap ini terjadi penurunan fungsi dan kekuatan otot sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan menjaga keseimbangan tubuh, hal ini erat kaitannya dengan nyeri yang menyebabkan kelemahan otot pada ekstremitas bawah sehingga meningkatkan risiko terjatuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam Otago dalam menurunkan risiko jatuh pada penderita stenosis tulang belakang lumbal. Metode yang digunakan quasi eksperimental dengan sampel 30 orang. Durasi latihan otago selama 4 hari. Berdasarkan hasil penerapan Otago Exercise ditemukan adanya penurunan resiko jatuh dengan menggunakan lembar observasi TUGT. Kesimpulan penerapan otago exercise dapat mengurangi resiko jatuh pada pasien dengan lumbal spinal canal stenosis. Saran yang diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat meneruskan penelitian ini dengan menggunakan kasus dan kelompok control atau dengan mengingkatkan junlah sampel lebih banyak.
EDUKASI JALAN KAKI 30 MENIT PADA PASIEN HIPERTENSI Jundapri, Kipa; Bayudianto, Edy; Suharto, Suharto
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i8.1643

Abstract

Hypertension treatment involves not only pharmacological but also non-pharmacological treatment. Non-pharmacological treatment is 30-minute walk excercise. This community service program aims to educate hypertension sufferers about the importance of regular 30-minute walks to prevent complications and improve their quality of life. The PKM program involved 30 participants, conducted in three stages: pre-education, education, and post-education. The results showed: 65% increase in knowledge, systolic blood pressure decrease 20 mmHg, diastolic blood pressure decrease 10 mmHg, and heart rate decrese 22 kali/menit . Conclusion: walking at least three times a week can lower blood pressure and heart rate within normal limits.
LATIHAN JALAN 30 MENIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Jundapri, Kipa; Grace, Rury; Suharto, Suharto
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i8.1644

Abstract

Uncontrolled blood sugar levels can be controlled through physical activity, such as walking, in addition to diet management. Walking is a non-pharmacological measure recommended daily for diabetes mellitus patients to lower blood sugar levels and prevent complications. The purpose of this study was to provide an overview of 30-minute walks to control blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. This method was descriptive study with 30 respondents with diabetes mellitus. Walking exercises were carried out three times a week for 30 minutes. The results showed that 30 minutes of walking can reduce blood sugar levels in respondents, with an average random blood sugar level of 240 mg/dL then decreasing to an average of 134 mg/dL. Based on the results, it was found that respondents experienced a decrease in blood sugar levels after receiving health education about the benefits of 30-minute walks done three times a week
MANAJEMEN HIPOTERMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PASCA HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Rahayu, Anisyah; Jundapri, Kipa; Pratama, Muchti Yuda
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i3.1772

Abstract

Chronic kidney failure is a condition of decreased kidney function caused by the inability of the kidneys to remove metabolic waste from the body or perform their regular functions. Intervention in chronic kidney failure is performed with hemodialysis. The hemodialysis process can cause changes in body temperature to hypothermia, so it requires proper treatment. The purpose of this study is to provide an overview of the implementation of hypothermia management in patients with chronic kidney failure after hemodialysis. The research method is descriptive research with a medical-surgical nursing approach consisting of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study was conducted on two patients undergoing hemodialysis. Interventions and implementation of hypothermia management were carried out, such as monitoring body temperature, identifying the cause of hypothermia, monitoring signs and symptoms of hypothermia, providing a warm environment, changing wet clothing and/or linen, covering and applying warm compresses.The study found that body temperature returned to normal in both patients. The study concluded that monitoring body temperature, identifying the cause of hypothermia, monitoring signs and symptoms of hypothermia, providing a warm environment, changing wet clothing and/or linens, covering the patient with blankets, and applying warm compresses can help treat hypothermia in post-hemodialysis patients. This study recommends that hyperthermia management can help patients achieve normal thermoregulation, thus effectively managing hypothermia