Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HEAD UP 30˚  PADA PASIEN CEDERA KEPALA Susyanti, Deni; Jundapri, Kipa; Siregar, Baharuddin; Suharto; Mayrani Siregar , Nita
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v12i2.2491

Abstract

Cedera kepala meningkatkan tekanan intracranial sehingga mengalami penekanan pada area otak sehingga menimbulkan nyeri. head up 30˚  dapat menurunkan nyeri kepala akibat peningkatan oksigen menuju ke otak maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang posisi head up 30˚  pada pasien cedera kepala untuk menurunkan nyeri. Metode penelitian ini adalah deksriptif dengan jumlah sampel 30 orang yang dilakukan di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Hasil yang didapatkan adalah nilai p value 0.00 maka dapat disimpulkan bahwa posisi head up 30 dapat mengurangi nyeri pada pasien cedera kepala. Rekomendasi kepada perawat untuk menerapkan implementasi posisi head up 30˚  ini pada pasien cedera kepala untuk mengurangi nyeri
Pencegahan dan Perawatan Pressure Ulcer pada Pasien Stroke Non-Hemoragik di ICU Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan Wulandari, Dwi Pasma Setyo; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v3i1.584

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan jenis stroke yang terjadi secara patologis dari 80% jenis stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Tujuan penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan dengan implementasi 5 elemen kunci bundle care terhadap pressure ulcer pada pasien stroke non-hemoragik. Metode penelitian ini adalah desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah yang terdiri dari pembagian: anamnesis, identitas klien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, diagnosa keperawatan, intervensi dan implementasi 5 elemen bundle care yaitu: pengkajian risiko, pengkajian kulit, permukaan pendukung, nutrisi dan reposisi/alih baring serta melakukan evaluasi yang dilakukan pada dua pasien stroke non-hemoragik. Hasil penelitian diperoleh bahwa 5 elemen kunci bundle care dapat mencegah pressure ulcer dengan hasil pada kasus 1 yaitu sebelum implementasi luas luka tekan 2 Cm dan setelah implementasi menjadi 1 Cm sedangkan pasien 2 sebelum diberikan implementasi luka tekan bernilai 3 Cm dan setelah dilakukan implementasi menjadi 1 Cm. Kesimpulan dan saran penelitian ini diharapkan pencegahan dan perawatan dengan mengimplementasikan 5 elemen kunci bundle care dapat mengurangi pressure ulcer pada klien stroke non-hemoragik.
Implementasi Program Gizi Sekolah dalam Menurunkan Angka Kecurangan Makanan pada Anak Sekolah Dasar: Studi Kasus di Lima Sekolah Negeri Kota Metropolitan Jundapri, Kipa; Susyanti, Deni
Wellness Jurnal Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Mei
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program gizi sekolah dalam menurunkan angka kecurangan makanan pada anak sekolah dasar di lima sekolah negeri di Kota Metropolitan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumentasi terhadap program gizi sekolah yang telah diimplementasikan di lima sekolah tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program gizi sekolah telah memberikan dampak positif dalam menurunkan angka kecurangan makanan pada anak sekolah dasar. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan program ini antara lain dukungan penuh dari pihak sekolah dan orangtua, kerjasama yang baik antara sekolah dan pihak terkait, serta penyediaan makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah. Namun, terdapat juga beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi program, seperti keterbatasan sumber daya dan tantangan dalam mengubah perilaku makan anak-anak. Kesimpulannya, implementasi program gizi sekolah memiliki peran yang signifikan dalam menurunkan angka kecurangan makanan pada anak sekolah dasar. Diperlukan upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program ini guna meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak-anak di sekolah.
TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI ORIF DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Hutabarat, Evelyn; Jundapri, Kipa; Suharto, Suharto
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1977

Abstract

  ABSTRACT ORIF surgery is one of the surgical procedures used to manipulate fractured bone fragments so that they can return to their original position. This surgical procedure can cause pain, which may lead to sleep disturbances. Therefore, an intervention is needed to help improve sleep quality. One non-pharmacological method that can be used is classical Mozart music therapy, which aims to reduce anxiety, alleviate pain, and enhance comfort during the recovery process. This study aims to describe the application of classical Mozart music therapy in addressing sleep disturbances in post- ORIF surgery patients. This research employed a descriptive method with a case study approach involving two patients. The results showed that after administering music therapy for three consecutive days, both patients demonstrated improved sleep quality. For the first patient, sleep duration on the first day was approximately 6 hours, which increased to 8 hours by the third day. For the second patient, sleep duration was initially 4 hours on the first day and increased to 8-9 hours on the third day. The findings conclude that classical Mozart music therapy can be an effective nursing intervention to improve sleep quality in post-ORIF surgery patients. This therapy can also be easily implemented in various healthcare facilities.     ABSTRAK Operasi ORIF merupakan salah satu tindakan pembedahan untuk memanipulasi fragmen tulang yang patah atau terjadi fraktur untuk dapat kembali seperti semula. Tindakan operasi yang dilakukan akan menimbulkan nyeri sehingga nyeri dapat menyebabkan gangguan tidur. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Salah satu metode non farmakologis yang dapat digunakan adalah dengan cara terapi musik klasik Mozart, yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan, nyeri dan meningkatkan kenyamanan selama proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terapi musik klasik Mozart dalam mengatasi gangguan tidur pada pasien post operasi ORIF. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap kedua pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi musik selama tiga hari, pada kedua pasien didapatkan data pada pasien pertama, waktu tidur pada hari pertama kurang lebih dari 6 jam dan pada hari ketiga mengalami peningkatan waktu tidur yaitu menjadi 8 jam. Sedangkan pada pasien kedua, waktu tidur pada hari pertama 4 jam, dan pada hari ketiga mengalami peningkatan waktu tidur yaitu menjadi 8-9 jam. Kesimpulan menunjukan bahwa terapi musik klasik Mozart dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk membantu meningkatkan kualitas tidur pada pasien post operasi ORIF. Terapi ini juga dapat diterapkan secara sederhana di berbagai fasilitas layanan kesehatan. .
IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA UNTUK PENCEGAHANINFEKSI PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR FEMUR DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Alfatika, Inaya; Suharto, Suharto; Jundapri, Kipa
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2006

Abstract

ABSTRACT Femur fracture is one of the most common trauma cases that often requires surgical intervention using the Open Reduction Internal Fixation (ORIF) method. Post-ORIF patients are at high risk of developing surgical site infections; therefore, proper wound care in accordance with standard operating procedures (SOP) is a crucial factor in preventing complications. This study aims to describe the implementation of wound care in preventing infection among post-ORIF femur fracture patients at TK Il Putri Hijau Hospital, Medan. The research employed a descriptive design with a case study approach involving two patients who underwent ORIF procedures. The nursing process included assessment, nursing diagnosis determination, intervention planning, implementation, and evaluation. The results showed that both patients initially presented with pain and surgical wounds that were moist, reddish, and had drainage. The interventions provided included wound condition monitoring, sterile dressing changes, administration of antibiotics as indicated, and patient and family education on wound care. The evaluation revealed significant improvement in wound conditions, indicated by reduced pain, dry wounds, absence of pus, decreased edema, and no necrotic tissue observed. These findings demonstrate that optimal wound care implementation in accordance with SOP effectively prevents infection in post-ORIF patients. In conclusion, wound care is an essential aspect of improving the healing quality of post-ORIF femur fracture patients; thus, nurses must apply appropriate, measurable, and continuous nursing actions ABSTRAK Fraktur femur merupakan salah satu kasus trauma yang sering memerlukan tindakan operasi dengan metode Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Pasien post ORIF sangat berisiko mengalami infeksi luka operasi, sehingga perawatan luka yang tepat sesuai standar prosedur operasional menjadi faktor penting dalam mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi perawatan luka dalam pencegahan infeksi pada pasien post ORIF fraktur femur di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien yang menjalani tindakan ORIF. Proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, perumusan intervensi, implementasi, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasien memiliki keluhan utama berupa nyeri dan luka operasi dengan kondisi awal basah, kemerahan, dan terdapat drainase. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan kondisi luka, penggantian balutan dengan teknik steril, pemberian antibiotik sesuai indikasi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga terkait perawatan luka. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada kondisi luka, ditandai dengan berkurangnya nyeri, luka menjadi kering, tidak terdapat pus, edema menurun, serta tidak tampak jaringan nekrotik. Hal ini membuktikan bahwa implementasi perawatan luka yang optimal sesuai SOP mampu mencegah terjadinya infeksi pada pasien post ORIF. Kesimpulannya, perawatan luka merupakan aspek esensial dalam meningkatkan kualitas penyembuhan pasien post ORIF fraktur femur, sehingga perawat perlu menerapkan tindakan yang tepat, terukur, dan berkesinambungan. 
IMPLEMENTASI LATIHAN MIRROR THERAPY TERHADAP RENTANG GERAK (ROM) PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR HUMERUS DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Tasya Dwi Andini; Suharto Suharto; Kipa Jundapri
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.2101

Abstract

Humerus fracture is an upper arm bone fracture that causes limited range of motion (ROM) and pain. One non-pharmacological intervention to improve ROM is mirror therapy, a training method using visual illusion to stimulate the central nervous system, thereby helping to enhance mobility and reduce pain. The purpose of this study was to describe the implementation of mirror therapy in patients with humerus fractures at TK II Putri Hijau Hospital, Medan. This research used a descriptive case study method with a medical-surgical nursing care approach, starting from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study was conducted on two post- operative humerus fracture patients in a ±3-week recovery period who had been referred to physiotherapy, were over 18 years old, and had no contraindications to performing mirror therapy exercises. The therapy was carried out for one week with three sessions. The results showed an improvement in ROM in Patient 1, with an increase in extension (from 40° to 44°) and adduction (from 30° to 34°). In Patient II. improvement was seen in extension (from 45° to 50°) and adduction (from 30° to 35°). In conclusion, mirror therapy has been proven to help improve range of motion and reduce pain in patients with humerus fractures. This therapy shows positive effects when combined with conventional physiotherapy.
IMPLEMENTASI JALAN KAKI 30 MENIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II UNTUK MENGONTROL KADAR GULA DARAH DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Sitepu, Winda Khairiana Delima Putri Br; Suharto, Suharto; Jundapri, Kipa
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2265

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas is unable to produce sufficient insulin or when the body cannot effectively use the insulin produced, resulting in increased blood glucose concentration (hyperglycemia). One non- pharmacological nursing intervention that can be used to reduce blood glucose levels in patients with diabetes mellitus is a 30-minute walking activity. This study aims to describe the implementation of a 30-minute walking intervention to reduce blood glucose levels in patients with diabetes mellitus at TK II Putri Hijau Hospital, Medan. This research used a descriptive case study method with a nursing care approach including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study was conducted in April 2025 on two patients with diabetes mellitus. The results showed that after implementing the 30-minute walking intervention, both patients experienced a decrease in blood glucose levels: in Patient 1. from 245 mg/dL to 134 mg/dL; and in Patient 2, from 234 mg/dL to 164 mg/dL. The conclusion from this implementation indicates that a 30-minute walking intervention can be an effective nursing intervention to help reduce blood glucose levels in patients with diabetes mellitus, as demonstrated in both cases
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH DISLIPIDEMIA  MELALUI   SENAM AEROBIK  DI  WILAYAH UPT.  PUSKESMAS  SEI  MENCIRIM Nandari, Jesisca; Suharto, Suharto; Jundapri, Kipa
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2403

Abstract

Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism characterized by increased levels of total cholesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), triglycerides, and decreased High Density Lipoprotein (HDL), which can increase the risk of cardiovascular diseases. The high prevalence of dyslipidemia in the community is caused by unhealthy lifestyles, such as excessive consumption of fatty foods, lack of physical activity, and smoking habits. One non-pharmacological effort that can be applied to reduce blood lipid levels is regular physical activity in the form of aerobic exercise. This study aimed to describe family nursing care for dyslipidemia through aerobic exercise in the working area of UPT Puskesmas Sei Mencirim. The research design used was a case study with a family nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subjects of this study consisted of two families with family members diagnosed with dyslipidemia. The results of the nursing care showed an increase in family knowledge regarding dyslipidemia, positive changes in attitudes toward a healthy lifestyle, and improvement of physical complaints such as neck pain, muscle aches, and discomfort after the regular implementation of aerobic exercise. In addition, families were able to actively participate in decision-making and in providing health care for affected family members. In conclusion, the application of aerobic exercise as part of family nursing care can improve family knowledge and involvement, as well as support the control of dyslipidemia. Therefore, aerobic exercise can be recommended as a promotive and preventive nursing intervention in community health service
Implementasi Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Nyeri Ankle pada Penderita Rheumatoid Arthritis di RS TK II Putri Hijau Medan Mhd. Fauzul Hakim Lubis; Kipa Jundapri; Suharto Suharto
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 10, No 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v10i2.364

Abstract

Rheumatoid arthritis is a chronic autoimmune disease characterized by joint inflammation, pain, stiffness, and decreased mobility. Ankle pain is one of the common complaints that significantly affects patients' daily activities and quality of life. Non-pharmacological interventions such as warm water foot soaking therapy are considered effective in reducing pain through vasodilation and muscle relaxation mechanisms. This study aimed to determine the effectiveness of warm water foot soaking in reducing ankle pain in patients with rheumatoid arthritis. This research employed a descriptive case study design involving two patients at RS TK II Putri Hijau Medan. The intervention was conducted for three consecutive days using warm water with a temperature of 31–37°C for 15–20 minutes. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed a significant decrease in pain intensity from a scale of 5 (moderate pain) to 2 (mild pain) in both patients after the intervention. Patients also reported increased comfort and improved mobility. In conclusion, warm water foot soaking is effective as a non-pharmacological nursing intervention to reduce ankle pain in patients with rheumatoid arthritis. This therapy is simple, safe, cost-effective, and can be applied independently by patients.
ASUHAN   KEPERAWATAN   PADA   PASIEN   DENGAN GANGGUAN  SISTEM  KARDIOVASKULAR : HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Meilani Dwi Sasmita; Pratama, Muchti Yuda; Jundapri, Kipa
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/89rrgj70

Abstract

  Hipertensi merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg dengan dua kali pengukuran atau lebih. Penanganan pada pasien hipertensi jika tidak tepat akan menyebabkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular: hipertensi. Metode penelitian: penelitian deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, melakukan intervensi dan implementasi seperti: melakukan pengukuran tekanan darah, mencatat kualitas denyut nadi sentral dan perifer, mengauskultasi tonus jantung dan suara napas, mengamati warna kulit, kelembapan, suhu, dan waktu pengisian kapiler, mencatat adanya edema, memberikan lingkungan yang tenang, nyaman, mempertahankan pembatasan aktivitas, membantu melakukan perawatan diri sesuai kebutuhan, menganjurkan teknik relaksasai, guided imagery dan distraksi, dan kolaborasi dengan dokter pemberian obat hipertensi, serta melakukan evaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan. Hasil penelitian: setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 6 hari pada kasus 1 dan 2 dinyatakan berhasil mengatasi masalah resiko perfusi serebral tidak efektif dengan menunjukkan hasil sakit kepala sudah mulai tidak terasa lagi, dan tekanan darah normal. Kesimpulan: tindakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskuler: hipertensi sangatlah efektif dilakukan. Saran diharapkan dapat memberikan perawatan