Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Membangun Toleransi di Kalangan Peserta Didik melalui Program Inklusi Eliza, Eliza; Sumadi, Tjipto; Abdillah, Fauzi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i11.2575

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penanaman nilai toleransi peserta didik terhadap anak berkebutuhan khusus melalui program inklusi di SMP Negeri 7 Jakarta, serta mengkaji konsep penanaman nilai toleransi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian meliputi enam peserta didik, satu guru Pendidikan Pancasila, dan satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan konfirmasi temuan melalui expert opinion dari dosen Pendidikan Luar Biasa UNJ. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi sekolah, seperti sosialisasi anti-perundungan, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema anti-bullying, serta pelaporan daring, mendukung penanaman nilai toleransi. Pembelajaran Pendidikan Pancasila juga berkontribusi melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai karakter. Penanaman nilai toleransi ini mendorong terciptanya lingkungan sekolah inklusif yang menghargai keberagaman. Kesimpulannya, penanaman nilai toleransi peserta didik terhadap anak berkebutuhan khusus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, semangat persaudaraan, dan pembiasaan terhadap perbedaan, yang menjadi indikator utama tercapainya harmoni di sekolah inklusif.
Pengaruh Metode Kompetisi Berbasis Gamifikasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Utami, Luri Sandrina; Sumadi, Tjipto; Abdillah, Fauzi
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v4i1.2518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode kompetisi berbasis gamifikasi terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dalam konteks Bhineka Tunggal Ika. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena, kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan yang dibutukan oleh peserta didik saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan tipe one group pre-test-post-test (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Penelitian ini berlokasi pada SMK Negeri 4 Jakarta dengan subjek penelitian sebanyak 34 peserta didik kelas XI Teknik Konstruksi Pembangunan Teknik analisis data pada penelitian ini menggunaan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan uji determinan. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berupa tes uraian yang diberikan pada Pre-Test dan post-test. Pada hasil pada Pre-Test menunjukan peserta didik mendapatkan nilai rata-rata 78,09 dan hasil pada post-test adalah 87,53. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan metode yang digunakan bersifat lemah. Hal tersebut ditujukan oleh hasil uji koefisien determinan yang menunjukan bahwa hasil dari R square memiliki nilai 25,5% yang mana nilai tersebut menujukan lebih kecil dari 0,33 (R2 < 0,33).
Pembuatan Gapura Bhinneka Tunggal Ika di Kampung Adat Banceuy, Subang, Jawa Barat Sumadi, Tjipto; Casmana, Asep Rudi
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): SATWIKA: Volume 1, Number 2, December 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.65 KB) | DOI: 10.21009/satwika.010202

Abstract

ABSTRAK Sesuai payung Pengabdian pada Masyarakat Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIS UNJ, maka pada awal Agustus tanggal 6 - 8 Agustus 2020, diwujudkanlah kerjasama dengan Pimpinan Desa Adat Banceuy di Subang Jawa Barat. Pengabdian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa nilai-nilai luhur masyarakat adat desa Banceuy harus disosialisasikan sepanjang hari kepada generasi muda. Tanggapan masyarakat terhadap program ini sangat baik dan mendukung. Pengabdian pada Masyarakat dengan membuat Gapura Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan salah satu cara untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desa adat Banceuy. Gapura Bhinneka Tunggal Ika ini bertuliskan (1) Budaya teh ciri hiji bangsa, wajib dipupusti ku pada bangsa, sangkan teu leungit jati dirina.” dan (2) Kudu ngindung ka waktu, mibapa ka jaman. Bari ulah udar taliparanti ti karuhun, sangkan ajeg adeg budayana.” Keuntungan dari adanya gapura ini adalah seluruh lapisan masyarakat dapat membaca banner yang tertera pada gapura tersebut. Dengan demikian masyarakat dapat diingatkan setiap hari melalui pesan yang ada di gapura ini. Kelemahan pemasangan gapura ini adalah, tiang gapura dibuat dari bambu dengan tali ijuk dan banner dicetak pada plastik, sehingga hanya bertahan sekitar 10 bulan saja. Kesimpulan dari pengabdian pada masyarakat ini dapat dinyatakan bahwa warga desa Adat Banceuy, Subang, Jawa Barat sangat senang dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
Pemahaman dan Praktik Guru Pendidikan Pancasila berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Menengah Atas Manobi, Abraham Erlangga Renaldo Putra; Sumadi, Tjipto; Abdillah, Fauzi
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i2.2639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Jakarta dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan Wakil Kepala Bidang Akademik, tiga guru Pendidikan Pancasila, dan satu ahli, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dilaksanakan pada Maret-Mei 2024, hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi di SMA Labschool terbagi dalam beberapa kategori: pertama, melaksanakan asesmen diagnostik pada awal pembelajaran; kedua, menganalisis dan merancang perencanaan pembelajaran berbasis hasil analisis diagnostik sebelumnya; ketiga, melaksanakan pembelajaran dengan variasi model, metode, dan media yang direncanakan; keempat, melakukan asesmen berbasis pendekatan berdiferensiasi. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Labschool Jakarta berjalan komprehensif dan memberikan pelayanan kepada peserta didik sesuai minat, bakat, profil, serta gaya belajar mereka, sehingga pembelajaran yang berlangsung memberikan pelayanan yang baik kepada peserta didik.
Peran Media Poster Sebagai Sarana Edukasi Politik Pada Mahasiswa Politik Universiti Malaysia Syafrudin, Iqbal; Maiwan, Mohammad; Sumadi, Tjipto
Sivitas : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal SIVITAS | Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Muttaqien Publishing Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/svs.05.1.05

Abstract

The background of this service is to improve the knowledge and understanding of political students at Universiti Sains Malaysia so that they can have knowledge and understanding of the importance of the role of technology such as poster media in political education. Through the questionnaire that has been given, this service can prove that with the socialization, students can better understand the role of posters as a means of political education both in Indonesia and in Malaysia. Students increasingly understand that many perspectives of society consider the existence and meaning of politics as something positive, and there are also those who consider politics to be something negative. In fact, political science is very important to learn because consciously or not, politics actually influences most of human life in society and the state. Through politics, people's lives depend on the decisions taken in it. For that political education is very necessary, one of which is through posters.
Bahasa Inggris Afrilihadi, Achmad Robi; Sumadi, Tjipto; Nadiroh, Nadiroh
Journal of Moral and Civic Education Vol 9 No 1 (2025): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412912025867

Abstract

Schools function as civic laboratories by utilizing digital technology to instill national values in students, enabling them to promote local culture and traditions through digital media and contribute to a modern national algorithm. This study identifies strategies for integrating digital technology into Pancasila education and examines the role of schools in shaping this national algorithm via social media. Using a systematic literature review, the research focuses on technology-driven citizenship education in the digital era. Findings indicate that schools integrating digital technology into civic education significantly enhance students' understanding of national values. Generation Z actively participates in digital-based civic activities, spreading regional culture, language, and traditions through social media. Teachers, as facilitators of digital citizenship, play a crucial role in shaping students' national identities, particularly in schools with strong technological access. Students receiving digital-based civic education are more proactive in sharing nationalistic content, fostering a national algorithm that boosts national and state awareness among social media users.This research offers practical implications for educators, serving as a guide for integrating digital technology into civic education to develop a national algorithm. It also provides a fresh perspective for Indonesian education policy, advocating the inclusion of digital citizenship in the civic education curriculum to address the challenges and opportunities of the digital era.
Strategi Guru dalam Mengenalkan Literasi Lingkungan Hidup Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Haula, Haula Millati Azka; Wulan, Sri; Sumadi, Tjipto
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengenalkan literasi lingkungan hidup anak usia 5-6 tahun. Literasi lingkungan hidup menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Guru memiliki peran yang strategis dalam membentuk pemahaman serta kesadaran anak terhadap lingkungan sejak usia dini. Peneliti menganalisis hasil temuan jurnal yang berkaitan dengan kontribusi guru dalam proses belajar mengajar untuk mengenalkan literasi lingkungan hidup pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustakaan/literature review. Metode yang digunakan adalah mengkaji berbagai penelitian dan artikel ilmiah yang sesuai dengan topik kemudian diidentifikasi, dievaluasi dan disintesis. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa guru memiliki peran kunci dalam mengenalkan konsep-konsep dasar lingkungan hidup kepada anak-anak melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode pengajaran yang efektif meliputi penggunaan cerita, permainan, proyek, dan kegiatan praktis yang melibatkan anak secara langsung dengan alam. Guru juga dihimbau untuk mengintegrasikan literasi lingkungan dalam kurikulum harian dan bekerja sama dengan orang tua serta komunitas untuk memperkuat pesan-pesan lingkungan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat empat komponen utama literasi lingkungan yaitu pengetahuan mengenai isu lingkungan, keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap lingkungan, dan perilaku terkait lingkungan. Implikasi dari penelitian ini ialah pentingnya pengembangan keterampilan profesional guru mengenai literasi lingkungan hidup agar guru dapat memberikan pendidikan lingkungan yang bermakna dan efektif bagi anak usia dini
Strategi Guru dalam Mengenalkan Literasi Lingkungan Hidup Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Haula, Haula Millati Azka; Wulan, Sri; Sumadi, Tjipto
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengenalkan literasi lingkungan hidup anak usia 5-6 tahun. Literasi lingkungan hidup menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Guru memiliki peran yang strategis dalam membentuk pemahaman serta kesadaran anak terhadap lingkungan sejak usia dini. Peneliti menganalisis hasil temuan jurnal yang berkaitan dengan kontribusi guru dalam proses belajar mengajar untuk mengenalkan literasi lingkungan hidup pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustakaan/literature review. Metode yang digunakan adalah mengkaji berbagai penelitian dan artikel ilmiah yang sesuai dengan topik kemudian diidentifikasi, dievaluasi dan disintesis. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa guru memiliki peran kunci dalam mengenalkan konsep-konsep dasar lingkungan hidup kepada anak-anak melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode pengajaran yang efektif meliputi penggunaan cerita, permainan, proyek, dan kegiatan praktis yang melibatkan anak secara langsung dengan alam. Guru juga dihimbau untuk mengintegrasikan literasi lingkungan dalam kurikulum harian dan bekerja sama dengan orang tua serta komunitas untuk memperkuat pesan-pesan lingkungan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat empat komponen utama literasi lingkungan yaitu pengetahuan mengenai isu lingkungan, keterampilan berpikir kritis, sikap terhadap lingkungan, dan perilaku terkait lingkungan. Implikasi dari penelitian ini ialah pentingnya pengembangan keterampilan profesional guru mengenai literasi lingkungan hidup agar guru dapat memberikan pendidikan lingkungan yang bermakna dan efektif bagi anak usia dini
Peran Pembelajaran Musik melalui Project Based Learning terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Ningrum, Fitri Setyo; Safrina, Rien; Sumadi, Tjipto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1559

Abstract

Perilaku sosial merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk distimulus sejak usia dini. Melalui penelitian ini, peneliti menganalisa hasil temuan jurnal terkait dengan perilaku sosial anak dalam pembelajaran musik serta pendekatan project based learning terhadap perilaku sosial sebagai salah satu pendekatan yang pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka/ literature dengan menggunakan buku, catatan hasil observasi serta penelitian terdahulu sebagai sumber data primer maupun sekunder. Berdasarkan hasil analisa penelitian, peneliti menemukan peranan pembelajaran musik berupa ansambel musik perkusi yang dapat digunakan sebagai salah satu aktivitas dalam meningkatkan perilaku sosial melalui sebuah pendekatan project based learning. Kegiatan ansambel musik perkusi serta pendekatan project based learning ini memberikan banyak kesempatan pada anak usia 5-6 tahun untuk berinteraksi, bekerjasama dengan teman lainnya, serta peduli dengan teman lainnya
Kemampuan Berpikir Kritis Anak: Analisis pada Pengenalan Budaya Lebak dalam Pembelajaran di TK Rohita, Rohita; Yetti, Elindra; Sumadi, Tjipto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5326

Abstract

Lebak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Banten yang memiliki potensi sebagai sumber belajar bagi anak, khususnya untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis anak melalui pengenalan budaya Lebak dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan guru TK PGRI 1, Lebak, Banten sebagai subjeknya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Miles and Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengenalkan budaya Lebak yang mencakup makanan tradisional, permainan tradisional, dan pakaian tradisional kepada anak. Namun pertanyaan yang diajukan sebagai salah satu stimulasi kemampuan berpikir anak, masih berada pada kategori pertanyaan yang cenderung memunculkan kemampuan berpikir tingkat rendah (lower order thinking). Simpulannya adalah kemampuan berpikir kritis (higher order thinking) belum terstimulasi meskipun guru telah mengenalkan budaya Lebak dalam pembelajaran. Implikasinya guru harus meningkatan kemampuan bertanya yang menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak dengan materi mengenai budaya Lebak.