Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Efek Game online Terhadap Perilaku Agresif Anak Di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah Arnaz, Liza Ulmi Widi; Rahmi, Alfi; Yarni, Linda; Putra, Dodi Pasila
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 6 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i6.20076

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya permainan game online terutama game online yang bergenre kekerasan berakibat pada perilaku agresif pada anak-anak baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan seperti berkata-kata kasar dan kotor, peneliti ingin mengkaji permasalahan yang berkenaan dengan efek game online yang berakibat pada perilaku agresif. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efek game online terhadap perilaku agresif anak berdasarkan gender di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anak- anak yang bermain game online di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah yang berjumlah 38 anak yaitu 26 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Adapun sampelnya dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 34 anak yaitu 25 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner game online dan perilaku agresif. Hasil penelitian dari uji korelasi Pearson Product Moment untuk laki-laki diperoleh rhitung (0,665) ? r tabel (0,3961) serta nilai signifikansi 0,000 ? dari 0,05(signifikan), adapun nilai pearson correlationnya adalah 0,656 berada pada rentang interval koefisien korelasi (r) 0,60-0,799 yaitu kuat. Sedangkan hasil uji korelasi Pearson Product Moment untuk perempuan diperoleh rhitung (0,943) ? r tabel (0,6664) serta nilai signifikansi 0,000 ? dari 0,05(signifikan), adapun nilai pearson correlationnya adalah 0,943 berada pada rentang interval koefisien korelasi (r) 0,80-1,000 yaitu sangat kuat. Adapun besaran nilai variabel dependen (Y) terhadap variabel independen (X) adalah Y = 9.261+ 1.281X serta variabel independen (Y) yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen (X) yaitu memiliki nilai Fhitung (41.812) ? Ftabel (4,15). Hal ini memberikan arti bahwa efek game online berpengaruh dan signifikan terhadap perilaku agresif anak berdasarkan gender di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Nururrahman Bukik Batabuah. Kata Kunci: Efek Game Online, Perilaku Agresif, Gender
Masalah Sosial Pada Anak Putus Sekolah ( Studi Kasus Di Jorong Padang Laweh Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara) Rahma, Rahma; Rahmi, Alfi; Putra, Dodi Pasila; Arif, M
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 6 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i6.20080

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa siswa yang putus sekolah di jorong padang laweh dan menimbulkan masalah sosial. Tujuan untuk mengetahui masalah sosial pada anak putus sekolah di Jorong Padang Laweh Nagari Tapi Selo. Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu kualitatif berbentuk studi kasus yang menggambarkan tentang masalah sosial pada anak putus sekolah di jorong padang laweh. Ini merupakan studi mendalam yang dilakukan kepada sekelompok indivindu atau kejadian. Tiga tahap dalam studi kasus yaitu, pengumpulan data, analisa,dan menulis. Saat pengumpulkan data, teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Kemudian dalam analisis menggunakan Aplikasi Atlas ti selanjutnya reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami putus sekolah di Jorong Padang Laweh umumnya menghabiskan waktu mereka untuk mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh lepas. Kondisi ini disebabkan oleh kenyataan bahwa orang tua mereka tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga sulit bagi mereka untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Beberapa faktor yang menjadi penyebab putus sekolah termasuk latar belakang pendidikan orang tua, pandangan masyarakat terhadap pendidikan, kelemahan ekonomi keluarga, kondisi lingkungan tempat tinggal anak, kurangnya minat anak terhadap pendidikan, dan pergaulan dengan teman yang buruk. Dampak sosial yang timbul akibat putus sekolah termasuk tingginya tingkat pengangguran, meningkatnya kasus kriminalitas, kemiskinan, dan perilaku kenakalan remaja. Kata Kunci: Masalah Sosial, Putus Sekolah.
Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Gender Siswa Di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mutiasari, Hatika; Rahmi, Alfi; Putra, Dodi Pasila; Arif, M.
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 6 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i6.20081

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya siswa yang kurang paham dengan gendernya yaitu belum memerankan dirinya sesuai gender dalam kehidupan dimana ada siswa yang gaya berbicara, pakaian dan sikapnya belum menunjukan sesuai gender. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan kelompok terhadap perilaku gender siswa. Ruang lingkup dalam penelitian ini untuk melihat perilaku gender siswa pada kelas IX. Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model one group pretest-postest design, populasi adalah siswa kelas IX berjumlah 104 orang, sedangkan sampel penelitian adalah 10 orang. Pengambilan sampel siswa menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan angket yang disebar dan berdasarkan saran dari guru bk. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Z (wilcoxon) memperlihatkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Diketahui hasil uji wilcoxon Sig p-value sebesar 0,009 < ? (? =0,05) yang artinya Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan kelompok terhadap perilaku gender siswa. Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Perilaku Gender
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Mengatasi Perilaku Pornografi pada Siswa di SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam Saputri, Esa Yusni; Putra, Dodi Pasila; Deswalantri, Deswalantri; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3577

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu masalah yang berkaitan dengan perilaku menyimpang yaitu handphone siswa yang berisi gambar dan vidio porno, diketahui dengan riwayat pencarian di smartphone yang mereka miliki. Mereka menyimpan situs vidio pornografi dan melihatnya saat tidak ada guru. Terdapat siswa yang tidak bisa membatasi pergaulannya dengan lawan jenis dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja upaya guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku pornografi pada siswa di SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci guru bimbingan dan konseling, informam pendukung enam orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku pornografi pada siswa yaitu menggunakan upaya kuratif. Upaya kuratif ialah suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan pengobatan untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi. Didalam upaya kuratif terdapat fungsi pengentasan dimana fungsi pengentasan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah melalui layanan bimbingan dan konseling dengan tujuan agar perilaku menyimpang tidak terjadi lagi. Upaya kuratif diberikan melalui layanan dasar dengan strategi konseling perorangan, memberikan hukuman yang mendidik kepada siswa dan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Bakat Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa Restu Ibu Bukittinggi Marpaung, Tika Pratiwi; Putra, Dodi Pasila
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4011

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah di SLB Restu Ibu Bukittinggi guru belum mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus secara maksimal, masih terdapat berbagai bentuk peran yang belum ditunjukkan oleh guru. Hal ini menyebabkan tujuan pendidikan anak berkebutuhan khusus di SLB Restu Ibu Bukittinggi belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fied research), yaitu penelitian yang dilakukan disuatu lokasi, ruangan yang luas atau di tengah- tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan secara sistematis faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu untuk mencoba menggambarkan fenomena secara detail. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala SLB Restu Ibu Bukittinggi. Sedangkan yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah guru SLB Restu Ibu Bukittinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa guru SLB Bukittinggi telah menunjukkan perannya dalam mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus. Peran yang telah ditunjukkan hanya beberapa aspek saja yaitu peran sebagai inisiator, organisator, motivator, dan sebagai supervisor. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa guru SLB restu Ibu Bukittinggi telah berperan dari beberapa aspek saja dalam mengembangkan bakat siswa.
Penyesuaian Diri Siswa Tunanetra di SMP Negeri 3 Solok Selatan Efendi, Gusriyal; Putra, Dodi Pasila; Syam, Hidayani; Hartati, Sri
Journal of Information System and Education Development Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Information System and Education Development
Publisher : Manna wa Salwa Foundation (Yayasan Manna wa Salwa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyesuaian diri adalah proses yang mencakup respons mental dan pola perilaku diri individu berusaha untuk berhasil memenuhi kebutuhan internal, frustrasi, dan konflik. Siswa tunanetra adalah Siswa yang mengalami kekurangan fungsi pada indra penglihatan untuk melihat bayangan benda dalam melakukan aktivitas-aktivitas baik di rumah maupun dan di sekolah. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa bentuk berpartisipasi siswa Tunanetra terhadap fungsi dan aktivitas di sekolah kurang baik yang di tandai dengan tidak keikutsertaan dalam ekstrakurikuler dan tidak aktif dalam proses pembelajaran. Hubungan siswa tunanetra dengan guru maupun pegawai sekolah juga biasa-biasa saja dan tidak ada masalah. Hubungan siswa tunanetra dengan teman-teman di sekolah, ada yang baik tetapi ada juga yang tidak baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyesuaian diri siswa tunanetra di sekolah SMP N 3 Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah 3 orang siswa tunanetra kelas VII, VIII dan IX. Informan pendukung adalah 2 orang guru dan 1 siswa kelas VIII. Temuan studi tentang adaptasi sekolah siswa tunanetra yaitu siswa tunanetra AH, DC dan FO mengikuti kegiatan sekolah seperti gotong royong, piket kelas dan upacara bendera. Siswa tunanetra AH, DC, dan FO tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Siswa tunanetra juga memiliki hubungan yang baik dengan guru dan staf sekolah. AH, DC dan FO hubungan siswa tunanetra dengan teman-teman di sekolah, teman sekelas atau teman dari kelas lain, ada yang baik tetapi ada juga yang tidak baik. Siswa AH, DC dan FO menerima kondisinya saat ini.
Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Melalui Pendidikan Karakter Dalam Mengatasi Bullying di SMP 4 Negeri Bukittinggi A, Angreni; Putra, Dodi Pasila; R, Rahmawati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10541279

Abstract

 Education is known as a bridge to obtain knowledge, with education it is hoped that it will be able to create quality individuals, both in terms of religion, personality, intellectual, based on Law no. 20 of 2003 concerning national education states that the aim of education is to create individuals with noble character. However, in education, many students still experience problems, especially bullying behavior. The aim of the research is to find out the extent of the role of teachers, especially guidance and counseling teachers, in dealing with these actions. The research method is phenomenology based on current events, this type of research uses a qualitative descriptive approach, data collection is based on observation, direct observation in the field, sources of teacher informants, students, etc. The research results illustrate that the role of guidance and counseling teachers through character education to overcome bullying behavior is running optimally, all school parties have collaborated with parents in handling cases by providing direction regarding the negative impacts of bullying. In this case, there is also a way for guidance counselors to minimize bullying behavior, namely by implementing classical guidance services using sociometric administration to find out what the state of children's social relations are in the classroom and implementing individual counseling services according to the needs of students.
Penerapan Bimbingan Klasikal Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Remaja Panti Asuhan Mitra Payakumbuh Putri, Destia; Putra, Dodi Pasila
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classical guidance is a guidance program designed by holding face-to-face meetings with counselees, on a class basis. The aim of the research is to find out whether the application of classical guidance services is effective in shaping teenagers' personalities, one of which is self-confidence. The type of research is qualitative based on facts and results of observations in the field using power point media, the source and research subjects are the caretaker of the orphanage and group members. The results of the research state that the application of classical guidance services is effective in building the self-confidence of teenagers in orphanages. Based on the results obtained, it is known that after implementing classical guidance services there has been a good change, namely that initially the children tended to close themselves off, now they have started to try and try to open themselves up, this is because the children have received information and understanding about the impacts that will occur if they always isolating oneself from the environment, so that the implementation of group guidance is expected to be able to have a positive influence on the self-confidence of teenagers at the Mitra Payakumbuh Orphanage
Wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar, Stop Penindasan dan Perundungan Pada Siswa Putri, Destia; Putra, Dodi Pasila; Novelia, Tesy
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10541417

Abstract

Education is a bridge for a person to achieve all their dreams, this is because the knowledge and knowledge contained in education plays an important role in every human activity, starting from academics, creativity, character and a person's personality will be formed through this educational activity. Based on Law no. 20 of 2003 concerning national education states that the aim of education is to create individuals with noble character. However, in fact, the biggest problem experienced by education in Indonesia is cases of bullying which have never been resolved. The aim of this research is to find out to what extent independent learning education is able to overcome and direct so that cases of bullying do not occur again in schools. The research method is phenomenology based on current events, this type of research uses a qualitative descriptive approach, data collection is based on observation, direct observation in the field, as informant sources, teachers and students. The results of this research illustrate that cases of bullying that have occurred in schools can be overcome if independent learning education is realized or fully implemented. In this case, there is also a way for guidance counselors to minimize bullying behavior, namely by implementing classical guidance services using sociometric administration to find out what the state of children's social relations are in the classroom and implementing individual counseling services according to the needs of students.
Penerapan Bimbingan Kelompok Dalam Membentuk Kepribadian Remaja Dipanti Asuhan Griya Yatim dan Dhuafa Bukittinggi A, Angreni; Putra, Dodi Pasila; Hendri, Budi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10541579

Abstract

Group guidance is an activity carried out in the form of discussions by utilizing dynamics, which supports individual development to reach the next stage of the task, because every human being certainly has a different personality, character, behavior and habits. This causes individuals to experience difficulties in adapting to the environment, as stated in Q.S Al-Hujarat verse 13 explaining that humans must have sensitivity in social life. The aim of the research is to find out whether the implementation of group guidance services is effective in shaping teenagers' personalities. The type of research is qualitative based on facts and the results of observations in the field using mask techniques. The sources and research subjects are the orphanage administrators and group members. The results of the research state that the application of group guidance services is effectively used in forming the personality of teenagers in the orphanage. Based on the results obtained, it is known that after implementing the service there was a good change, namely that initially the children tended to close themselves off, now they have started to try and try to open themselves up, this is because The children have received information and understanding about the impacts that will occur if they always isolate themselves from the environment, so that by implementing group guidance it is hoped that they will be able to have a positive influence on the personality of teenagers at the Griya Yatim and Dhuafa Orphanage