Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN MENU PADA SANTRI PESANTREN DARUL QURAN AL-KARIM Widya Ayu Kurnia Putri; Ibnu Zaki
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.725 KB) | DOI: 10.37905/jpkm.v1i2.10434

Abstract

Penyelenggaraan makanan merupakan suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada konsumen dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan. Pondok pesantren merupakan jenis pendidikan yang memiliki kurikulum dimana para peserta didik harus tinggal menetap. Pengelolaan makanan dilakukan oleh santri. Masalah muncul terkait pengadaan makanan di Pondok. Santri kesulitan karena keterbatasan pada anggaran dan referensi pengelolaan makanan. Kebaruan kegiatan ini karena memberikan pelatihan penyusunan menu secara langsung pada santri pesantren Darul Quran Al-Karim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait gizi dan pendampingan penyusunan menu. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Quran Al-Karim Kabupaten Banyumas tahun 2021. Jumlah sasaran 26 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan dengan model pembelajaran Project Base Learning. Hasil Pre-post test menunjukan peningkatan skor dari 4,92±0,94 menjadi 7,00±0,98 setelah pelatihan. Telah tersusun siklus menu lima hari oleh Santri. Kesimpulan Kegiatan pemberian pelatihan penyusunan menu secara langsung pada santri dapat membantu mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan pangan di Pesantren.Kata kunci: Menu; Pelatihan; Siklus Lima Hari; Santri.   
Indeks Massa Tubuh dan Profil Sindroma Metabolik Masyarakat Usia Produktif di Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Kabupaten Banyumas Yovita Puri Subardjo; Friska Citra Agustia; Gumintang Ratna Ramadhan; Dika Betaditya; Afina Rahma Sulistyaning; Widya Ayu Kurnia Putri
JURNAL NUTRISIA Vol 20 No 1 (2018): Vol 20 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.121 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v20i1.110

Abstract

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan kaitan IMT dengan profil sindroma metabolik sebagai prediktor penyakit tidak menular pada masyarakat usia produktif Posbindu Kabupaten Banyumas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian potong lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2017 dengan mengambil data variabel bebas yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) dan variabel tergantung yaitu profil sindroma metabolik yaitu HDL, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, dan trigliserida. Sejumlah 107 subjek berusia 15-64 tahun dari 2 Posbindu PTM di Banyumas dikaji data demografis, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan hubungannya dengan profil sindroma metabolik dengan analisis korelasi Pearson. Hasil : IMT berhubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik yaitu berhubungan negatif dengan HDL (P=0,006) dan berhubungan positif dengan trigliserida (P=0,016), tekanan darah diastolik (P=0,002), dan lingkar perut (P=0,000); namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara IMT dengan gula darah puasa (P=0,968) dan tekanan darah sistolik (P=0,064). IMT memiliki hubungan dengan beberapa profil sindroma metabolik (HDL, trigliserida, tekanan darah diastolik dan lingkar perut). Kesimpulan : Posbindu dapat menggunakan IMT sebagai parameter untuk meningkatkan kewaspadaan pesertanya terhadap risiko penyakit tidak menular seperti Penyakit Jantung Koroner dan Stroke.
Efektivitas Ceramah Interaktif Dua Arah Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dan Pendamping Ibu Hamil Tentang Pemberian Asi Eksklusif Widya Ayu Kurnia Putri; Rizka Novia Chrisjayanti; Astrid Oktavia Mukti; Fishka Diah Betari; Asep Mulyana; Lina Nuruzzati; Indah Luzclarita; Ruwi Sri Handini
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v2i2.5936

Abstract

(The low coverage of exclusive breastfeeding is one of the nutritional problems in Indonesia. Several factors influence exclusive breastfeeding, including family support, mother's knowledge about breastfeeding, mother's motivation, and socio-culture. Two-way interactive lecture is a delivery of information and receiving information. This study aims to determine the effectiveness of providing nutrition education through the lecture method with two-way interactive communication to increase motivation, knowledge, myths, family support and attitudes of pregnant women and pregnant women's companions about exclusive breastfeeding. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest posttest design for pregnant women. With a two-way interactive lecture method using power point. The results showed an increase in motivation of 92%, an increase in the knowledge category by 65%, an increase in the myth category by 3%, an increase in the family support category by 13%, and an increase in the attitude category by 37%. There was an increase in participants' knowledge before and before the intervention. There was a significant difference between before and before presenting the intervention. Keywords: Pregnant women, Nutrition Education, exclusive breastfeeding
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN POLA KONSUMSI MAKANAN PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR Vina Dina Fitriana; Endo Dardjito; Widya Ayu Kurnia Putri
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.32235

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Mahasiswi tingkat akhir memiliki tingkat stres yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Stres dapat mempengaruhi nafsu makan serta rasa kenyang dan lapar yang kemudian dapat mempengaruhi status gizi mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan asupan zat gizi makro dan pola konsumsi makanan tinggi gula dan makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed;Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 57 responden dengan kriteria inklusi mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed, berusia 19-29 tahun, dan bersedia berpartisipasi hingga akhir. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS, sedangkan data asupan zat gizi makro  dan pola konsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak diambil menggunakan SQ-FFQ. Data kemudian dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman;Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein dan lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,278; 0,742;0,771). Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan pola konsumsi makanan tinggi gula dan makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,931;0,281);Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein, lemak, pola konsumsi makanan tinggi gula, dan pola konsumsi makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed; 
Efektifitas Peningkatan Pengetahuan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Melalui Whatsapp Grup Menggunakan Media Infografis dan Video Widya Ayu Kurnia Putri; Vina Dina Fitriana
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.957 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v1i2.29243

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi pada balita diperlukan agar pertumbuhan optimal, intervensi gizi mempunyai pengaruh terhadap kepedulian ibu memberikan asupan makanan yang baik. Media sosial merupakan fitur yang menjanjikan untuk intervensi gizi bagi dewasa muda. Tujuan penelitian untuk melihat efektifitas edukasi gizi melalui whatssapp group menggunakan infografis dan video. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental, one group pretest posttest dengan subjek 18 ibu balita usia 6-59 bulan di Posyandu Desa Bugangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Edukasi gizi menggunakan media infografis dan video melalui whatsapp group. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata skor subjek meningkat 0,9 poin dari hasil pretest. Sebanyak 54,54% mendapatkan skor di bawah rata-rata dan 45,45% mendapatkan skor diatas rata-rata berdasarkan pretest. Setelah intervensi, terdapat perubahan skor pada posttest. Berdasarkan posttest, 36,36% mendapatkan skor di bawah rata-rata dan 63,63% mendapatkan skor di atas rata-rata. Setelah dilakukan Uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,026. Dengan demikian, terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu balita mengenai pemberian makanan yang baik bagi balita
Hubungan Asupan Natrium, Status Gizi, Aktifitas Fisik dan Tingkat Kecemasan Terhadap Tekanan Darah Lansia di Posyandu Lansia Puskesmas II Purwokerto Timur Widya Ayu Kurnia Putri
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.543 KB) | DOI: 10.24114/jgpkm.v2i1.36524

Abstract

Penurunan fungsi sistem kardiovaskular pada lansia mengakibatkan terjadinya perubahan tekanan darah. Perubahan tekanan darah disebabkan oleh transisi kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti pola makan dan aktivitas fisik. Gaya hidup yang kurang sehat berdampak pada status gizi dan masalah kesehatan yang mempengaruhi psikologis (kecemasan) lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium, status gizi, aktivitas fisik dan tingkat kecemasan dengan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sampel penelitian 66 lansia menggunakan metode purposive sampling. Data asupan natrium (formulir SQ-FFQ), status gizi (indikator IMT), aktivitas fisik (kuesioner IPAQ), tingkat kecemasan (kuesioner DASS-A) serta tekanan darah. Analisis data menggunakan uji pearson dan spearman. Hasil Penelitian ini menunjukkan Asupan natrium, status gizi, tingkat kecemasan serta tekanan darah termasuk kategori normal, sedangkan aktivitas fisik tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (p=0,021). Tidak terdapat hubungan status gizi (p=0,427), aktivitas fisik (p=0,370) dan tingkat kecemasan (p=0,500) dengan tekanan darah sistolik. Tidak terdapat hubungan asupan natrium (p=0,055), status gizi (p=0,137), aktivitas fisik (p=0,274) dan tingkat kecemasan (p=0,303) dengan tekanan darah diastolik. Kesimpulan dalam penelitian ini Terdapat hubungan asupan natrium dengan tekanan darah sistolik namun tidak terdapat hubungan dengan diastolik, tidak terdapat hubungan status gizi, aktivitas fisik dan tingkat kecemasan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik.Kata kunci = Asupan Natrium, Lansia, Tekanan Darah,
Kualitas Organoleptik, Kandungan Gizi, dan Densitas Energi Home Blenderized Diabetes Melitus berbasis Tomat dan Susu Ibnu Zaki; Widya Ayu Kurnia Putri
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.2.8834

Abstract

This study aims to develop a Home Blenderized Diabetes Mellitus formula with tomato and milk based ingredients. The formula was analyzed based on organoleptic parameters, nutritional content (carbohydrate, protein, fat, vitamin A, vitamin C, and cholesterol), and density of energy. This study uses an experimental design carried out at the Food Culinary Processing Laboratory, Department of Nutrition, Jenderal Soedirman University. Meanwhile, the sensory test was carried out at a partner hospital in the Purwokerto area. The panelists were 15 nutritionist as trained panelists. Statistical analysis used was a descriptive analysis that describes organoleptic test data based on the percentage of hedonic levels. The results showed that as many as 50% of the panelists stated that they liked and really liked the DM formula. A total of 75% panelists stated that they really like the color or the DM formula; 25% of the panelists stated that they rather like the DM formula. Based on the aroma, 25% of the panelists stated that they rather like the DM formula. Based on the level of viscosity, all panelists stated that they met the requirements for liquid (enteral) food. The DM enteral formula contains 15% protein, 21% fat, and 68% carbohydrates, vitamin A 254.4 µg, vitamin C 115.6 mg, and cholesterol 21.2 g per serving. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula enteral Home Blenderized bagi pasien DM dengan bahan dasar tomat dan susu berdasarkan parameter organoleptik, kandungan gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin C, dan kolesterol) dan densitas energi. Studi ini menggunakan desain eksperimental dan dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan Kuliner Jurusan Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman. Uji organoleptik dilakukan di mitra rumah sakit di wilayah Purwokerto. Panelis adalah kelompok panelis terlatih, yaitu para ahli gizi di rumah sakit. Sebanyak 15 panelis tergabung dalam uji organoleptik. Analisis statistik menggunakan analisis deskriptif yang memaparkan data uji organoleptik berdasarkan persentase tingkat hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50% panelis menyatakan suka dan sangat suka. Sebanyak 75% panelis menyatakan suka berdasarkan warna, sedangkan berdasarkan rasa 25% panelis menyatakan agak suka terhadap formula DM. Berdasarkan aroma 25% panelis menyatakan agak suka. Berdasarkan tingkat kekentalan seluruh panelis menyatakan memenuhi syarat makanan cair (enteral). Formulasi enteral DM dengan memiliki kandungan protein sebesar 15%, lemak 21%, dan karbohidrat 68%, vitamin A 254,4 µg dan vitamin C 115,6 mg, dan kolesterol 21,2 g per takaran saji.
EFEKTIVITAS METODE BUZZ GROUP TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA LEDUG KABUPATEN BANYUMAS widya ayu kurnia putri
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 2 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.141 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.2.2047

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah utama yang dihadapi Indonesia. Anemia pada ibu hamil meningkatkan resiko terhadap perdarahan saat melahirkan, kematian ibu kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, BBLR. Pengetahuan terkait anemia menjadi penyebab anemia. Buzz group merupakan metode atraktif dalam meningatkan pengetahuan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Buzz group terhadap peningkatan pengetahuan anemia ibu hamil. Metode penelitian yangdigunakan adalah kuasi eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Subjek merupakan Ibu hamil di wilayah Ledug. Hasil penelitian menunjukan umur subjek beresiko 20,4%. Sebanyak 38,8% subjek memiliki tingkat pendidikan rendah. multigravida 69,4%. Persalinan multipara 22,4%. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi gizi dengan metode Buzz group (p< 0,05) terhadap pengetahuan subjek dengan efektivitas sebesar 11,11%. Metode Buzz group efektif meningkatkan pengetahuan anemi pada Ibu hamil.
MINIMUM DIETARY DIVERSITY WOMEN (MDDW) PADA WANITA USIA SUBUR KURANG ENERGI KRONIK: MINIMUM DIETARY DIVERSITY AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE WITH CHRONIC ENERGY DEFICIENCY widya ayu kurnia putri; Ibnu Zaki; Katri Andini Surijadti
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i1.324

Abstract

Rendahnya kualitas dan kuantitas makanan merupakan penyebab utama terjadinya kurang energi kronik (KEK) pada wanita usaia subur (WUS). Prevalensi KEK pada WUS cukup tinggi. Kajian Kualitas pangan pada WUS masih terbatas. Oleh karena itu studi ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pangan pada WUS yang beresiko KEK. Desain studi yang digunakan obeservasional. Responden merupakan wanita usia subur derusia 19-23 tahun yang memiliki LILA < 23,5 cm. Data MDDW diambil menggunakan recall 24-hour. Semua makanan yang dilaporkan dikonsumsi selama recall 24-hour diklasifikasikan ke dalam sepuluh kelompok pangan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan program SPSS 20.0, data MDDW di sajikan dalam data frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa skor mddw 6 merupakan skor yang paling tinggi dengan presentase 31,4%. dari 35 wanita usia subur sebesar 100% wanita usia subur mengkonsumsi kelompok makanan pokok yaitu serealia dan umbi umbian, sebesar 88,6% mengkonsumsi kelompok sayuran lainnya dan 85,7 % mengkonsumsi daging. Sedangkan konsumsi terendah berada pada kelompok kacang kacangan dan kacang polong yaitu sebesar 15,3%. Skor Minimum Dietary Diversity Women (MDDW) pada Wanita Usia Subur 30% berada pada kategori Tinggi. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan Minimum Dietary Diversity Women (MDDW) pada wanita usia subur yang beresiko KEK menunjukkan kelompok pangan makanan pokok merupakan kelompok pangan yang dikonsumsi paling banyak oleh wus dan kemudian kelompok pangan sayur lainnya. Berdasarkan MDDW pada wanita usai subur skor 6 merupakan skor dengan persentase terbanyak. Sebagian besar subjek memiliki keragaman pangan yang tinggi. Kata Kunci: Keragaman pangan, MDDW, Wanita Usia Subur   The prevalence of chronic energy deficiency among women of reproductive age in Indonesia is high. Low dietary diversity is one of the main risk factors for chronic energy deficiency in women of childbearing age. Several different tools are used to assess the variety of food consumption. One is the Minimum Dietary Diversity Women (MDDW) score. The MDDW score is an indicator recommended by FAO to provide comprehensive data on community dietary diversity as reflected in dietary diversity. The limited number of reports on dietary diversity in specific groups, particularly women of childbearing age at risk of chronic energy deficiency, and the inconsistent results of studies on dietary diversity prompted this study as an effort to provide evidence-based information. It will evaluate dietary diversity in women of reproductive age at risk of chronic energy intake. Type of study used: observational, cross-sectional. Respondents were women of childbearing age aged 19-23 years with upper arm circumference < 23.5 cm. MDDW scores were collected using 24-hour recall and analyzed. Descriptive analysis was used in this study, with MDDW score data presented as frequencies and percentages. SPSS 20.0 was used for data analysis. The results showed that the MDDW score of women of childbearing age was highest at a score of 6, with a rate of 31.4%. All respondents (100%) consumed staple food groups such as cereals and tubers, 88.6% consumed other vegetable groups, and 85.7% consumed meat. The beans and peas group had the lowest consumption, at 15.3%. In total, 30% of the respondents had a high MDDW score. The conclusion of this study shows that MDDW in women of childbearing age at risk of chronic energy deficiency consume staple foods and other vegetable food groups. Most of the subjects have a high dietary diversity. Keywords: Dietary diversity, MDDW, Women of reproductive age
Patient Progress Following Nutritional Care For Superficial Dermal To Full Thickness Burns Dita Noviyanti; Ibnu Zaki; Widya Ayu Kurnia Putri
Jurnal Gizi dan Kesehatan Keluarga Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan Keluarga
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jgkk.v2i01.27

Abstract

Background: Burns are a type of injury that require serious medical attention. The increased nutritional needs are a major issue in burn cases, where fulfilling these needs is crucial to support the tissue repair process and address the metabolic consequences of the injury. The nutritional care process is a critical thinking approach that focuses on handling individual cases specifically. This article aims to assess the progression of patients following nutrition care process in cases of Superficial Dermal to Full Thickness Burns. Method: This study employed a case study design. Nutrition care process was provided to a 39-year-old male patient who sustained burns on his chest, hands, genital area, and legs after being scalded by hot water while working in a factory. The medical diagnosis was superficial dermal to full thickness burn covering 49% TBSA caused by hot water and chemicals. Nutrition care process was provided for a duration of five days. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and medical record analysis, including physical and clinical examinations as well as laboratory parameters. Results: The nutrition care process for the patient with Superficial Dermal to Full Thickness Burns began with screening, assessment, diagnosis, intervention, monitoring, and evaluation. A high-energy, high-protein diet was administered for five days in the form of regular meals. There was an improvement in physical and clinical indicators, as well as dietary intake, following five days of nutritional care.