Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Peformance Appraisal Menggunakan Metode Integrasi Rating Scale Dan Fuzzy Ahp (studi Kasus Cv Intech) Andre Kharis Sianipar; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV.INTECH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan memiliki berbagai partner bisnis. Disini perusahan berperan dalam memenuhi permintaan yang di inginkan dari para kostumer nya, untuk memenuhi permintaan tersebut tentu perusahaan membutuhkan bantuan – bantuan dari para karyawan untuk dapat menjalankan job description nya dengan benar. Namun pada kenyataan para operator produksi masih terbilang cukup sering melakukan kesalahan yang mengakibatkan produk reject hal ini tentu mengakibatkan rework dan keterlambaran untuk memenuhi pemintaan kostumer. Setelah dilakukan observasi dan wawancara terdapat beberapa operator yang kurang menjalankan fungsinya dengan baik, kurangnya peran supervisi pada lantai produksi serta terdapat beberapa keluhan seperti tidak ada nya sistem reward dari perusahaan dan kurang nya kompensasi terhadap kerja lembur dari perusahaan dianggap sebagai alasan kenapa para operator tidak mampu mengeluarkan peforma terbaiknya. Namun alasan CV.INTECH belum menerapkan sistem pemberian reward terhadap karyawan adalah dikarenakan perusahaan belum memiliki sistem untuk memilih karyawan mana yang layak mendapatkan insentif tersebut. Oleh karena disini diusulkan sistem penilaian kinerja menggunakan metode perhitungan rating scale, fuzzy AHP dan TOPSIS yang mampu menghasilkan output berupa ranking dari karyawan perdivisi nya, ranking tersebut menunjukan karyawan mana yang pantas mendapatkan reward dari perusahaan. Sehingga didapatkan hasil karyawan 12 pada divisi engineering and workshop terpilih sebagai karyawan dengan point penilaian 229. Serta terpilih nya karyawan 3 pada divisi PPIC dan karyawan 1 pada divisi purchasing. Karyawan – karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan reward yang sudah dijanjikan oleh perusahaan. Kata kunci: Performance Appraisal, Rating Scale, Fuzzy AHP, TOPSIS, Ranking
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Di Cv. Xyz Menggunakan Performance Prism Nur Falah Sofiatul Jannah; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan hasil penelitian perancangan sistem penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan metode Performance Prism. Selama ini CV. XYZ belum memiliki sistem penilaian kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan sistem penilaian kinerja. Dari kondisi CV. XYZ, metode yang tepat digunakan adalah performance prism dibanding model lain. Penilaian kinerja dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytical Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI. Hasil rancangan menunjukkan bahwa ada 5 stakeholder di CV. XYZ yaitu meliputi: Pemilik, Karyawan, Supplier, Customer, dan Masyarakat. Hasil perancangan penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan Performance Prism diperoleh 69 KPI keseluruhan, 12 KPI pemilik, 17 KPI karyawan, 14 KPI supplier, 14 KPI customer, dan 12 KPI masyarakat. Hasil pengukuran ini menjadi landasan bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi. Kata kunci : Penilaian Kinerja, Performance Prism, AHP Abstract This research describes the results of system design performance appraisal on CV. XYZ using the Performance Prism method. CV. XYZ does not have any Performance Assessment system yet until now. Therefore, system design is necessary. According the condition of CV. XYZ, the right method to use is performance compared to other models. Performance appraisal in this research will be carried out using another weighting method with the Analytical Hierachy Process (AHP) to determine the priority value scale of each KPI. The design results show that there are 5 stakeholders in CV. XYZ which includes: Owner, Employees, Suppliers, Customers and Communities. The result design of Performance assessment on CV. XYZ with Performance Prism show that obtained 69 KPIs in total, 12 KPI pemiliks, 17 KPI employees, 14 KPI suppliers, 14 KPI customers, and 12 KPI community members. The results of this measurement are a plan for the management to determine and determine the work plan for repairs that are expected from all stakeholders that can be fulfilled. Keywords : Performance Assessment, Performance Prism, AHP
Perbaikan Analisis Jabatan Menggunakan Metode Observasi Dan Proses Hierarki Analitik Di Pt. Leading Garment Industries Desi Lestari; Budi Sulistyo; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. LGI merupakan suatu perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi pakaian seperti pakaian tidur pria dan wanita, pakaian luar pria dan wanita, jaket, pakaian dalam pria dan wanita, sprei dan selimut tebal. Perusahaan ini sudah 36 tahun menjalankan bisnisnya. Dalam menjalankan proses bisnis perusahaan, karyawan belum memiliki dokumen uraian jabatan dan persyaratan jabatan yang sesuai dengan standar pada umumnya dan belum mampu menjelaskan jabatan secara informatif. Hal ini menjadi kekurangan perusahaan dalam memberikan informasi pekerjaan pada suatu jabatan. Saat ini perusahaan mengalami perubahan struktur organisasi pada Divisi PPIC. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kedua hal tersebut dimana memperbaiki analisis jabatan dan sesuai kebutuhan perusahaan. Analisis jabatan yang akan diperbaiki dari analisis jabatan yang sudah ada sebelumnya akan menghasilkan uraian jabatan dan persyaratan jabatan. Perbaikan ini menggunakan metode observasi dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner. Standar operasional prosedur membantu memahami proses bisnis pada departemen. Penelitian ini dilanjutkan dengan perancangan kelas jabatan, dimana hal ini akan membantu memberikan informasi mengenai kriteria beban pekerjaan secara keseluruhan dan tingkat kesulitan. Hal ini dilakukan untuk saling menghargai pekerjaan jabatan, memotivasi karyawan dan mengoptimalkan operasional perusahaan. Perhitungan ini menggunakan teknik AHP dalam menghitung bobot untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini menghasilkan 13 dokumen uraian jabatan dan persyaratan jabatan untuk setiap jabatan serta hasil kelas jabatan pada Departemen PPIC. Kata kunci: analisis jabatan, struktur organisasi, wawancara, kuisioner, kelas jabatan, AHP. Abstract PT. LGI is a manufacturing company that focuses on the production of clothing such as men's and women's sleepwear, men's and women's outerwear, jackets, men's and women's underwear, bed linen and thick blankets. This company has been running its business for 36 years. In carrying out the company's business processes, employees do not have job description documents and job requirements that are in accordance with the standards in general and have not been able to explain the position informally. This becomes a lack of companies in providing job information to a position. At present the company is experiencing changes in organizational structure in the PPIC Division. This research was carried out based on these two things which improved job analysis and according to company needs. Job analysis that will be corrected from the analysis of existing positions will result in job descriptions and job requirements. This improvement uses the observation method by collecting data using interviews and questionnaires. Operational standards procedures help understand business processes in the department. This research is continued with the design of occupational classes, where this will help provide information about the criteria for the overall workload and the level of difficulty. This is done to respect work position, motivate employees and optimize company operations. This calculation uses the AHP technique in calculating weights to achieve a goal. This study produced 13 job description documents and job requirements for each position as well as the results of class positions in the PPIC Department. Keyword: job analysis, structure organization, interview, questionnaire, job class, AHP.
Perancangan Kebutuhan Pelaksana Mesin Di Bagian Weaving Departemen Produksi Pt Tarumatex Bandung Dengan Menggunakan Metode Pengukuran Beban Kerja Nasa-tlx Alvin Tri Noviandri; Fida Nirmala Nugraha; Budi Sulistyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Tarumatex Bandung merupakan sebuah perusahaan yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani no. 806 dan bergerak dibidang produksi tekstil. Seiring dengan proses produksi kain grey yang dilakukan di PT Tarumatex Bandung, terdapat kendala yang menyebabkan terhambatnya proses produksi dan tidak tercapainya target produksi perusahaan. Dari empat bagian yang ada di Departemen Produksi (warping, sizing, drawing in, dan weaving), disinyalir bahwa bagian weaving memiliki kendala dengan frekuensi terbanyak, tingkat keparahan kendala tertinggi, lingkungan kerja terbising, dan tanggung jawab terhadap mesin perorang terbanyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur beban kerja yang dialami oleh pelaksana mesin bagian weaving dengan menggunakan metode NASA-TLX dan mengetahui jumlah karyawan ideal untuk diusulkan kepada pihak perusahaan. Enam indikator NASA-TLX (Kebutuhan Mental, Kebutuhan Fisik, Kebutuhan Waktu, Performansi, Tingkat Usaha, dan Tingkat Frustasi) akan diperhitungkan rating dan pembobotannya setelah pelaksana mesin mengisikan kuesioner NASA-TLX untuk mendapatkan angka weighted workload (WWL). Hasil perhitungan kebutuhan jumlah pelaksana mesin menunjukkan bahwa untuk mewujudkan beban kerja yang merata, regu A direkomendasikan untuk menambahkan pelaksana mesin sebanyak 4 orang, regu B sebanyak 6 orang, dan regu C sebanyak 2 orang. Kata kunci : beban kerja, weighted workload (WWL), NASA-TLX, pelaksana mesin
Pengembangan Model Bisnis Sensecurrency Menggunakan Metode Business Model Canvas dan Analisis SWOT Dafina Zahra Keisha; Budi Sulistyo; Yudha Prambudia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2533

Abstract

Sensecurrency merupakan salah satu bisnis yang bergerak dibidang clothing yang sudah berdiri sejak tahun 2016. Bisnis ini merupakan sebuah bisnis yang dikelola oleh mahasiswa departemen Generasi Bisnis di Badan Pengurus Himpunan Teknik Industri (HMTI) Universitas Telkom Bandung. Perancangan evaluasi model bisnis ini dilakukan karena adanya permasalahan yang dialami oleh Sensecurrency yaitu belum tercapainya target penjualan yang diharapkan. Oleh karena itu evaluasi model bisnis ini dilakukan dengan menggunakan metode Business Model Canvas. Tahapan pertama dalam merancang evaluasi Business Model Canvas ini adalah dengan melakukan wawancara kepada pemilik bisnis Sensecurrency untuk mengetahui model bisnis eksisting. Kemudian dilakukan identfikasi Customer Profile. Tahap selanjutnya yaitu melakukan identifikasi lingkungan bisnis. Kemudian melakukan analisis SWOT dan matriks TOWS untuk mendapatkan strategi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu melakukan pencocokan antara value proposition dengan customer profile. Tahapan terakhir yaitu membuat rancangan model bisnis usulan untuk bisnis Sensecurrency. Dari hasil perancangan didapatkan beberapa strategi usulan yaitu: membuat ciri khas produk, menambah segmen pasar, membuat penawaran promo, menambah variasi model baju lengan panjang, memperbaiki kualitas baju, membuat desain yang mengikuti trend, membuat konten pemasaran yang interaktif, menambah platform pemasaran Tiktok, menggunakan jasa endorse, membuat bundle produk, menambahkan opsi pembayaran, serta mencari vendor tetap untuk produksi baju.
Analisis Dan Perancangan Model Bisnis Pada RM Mah Barrah Dengan Menggunakan Business Model Canvas Rifky Atalarik Hakim; Sinta Aryani; Budi Sulistyo
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 1 (2023): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i1.5482

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam dan rempah rempah yang melimpah dengan struktur geografis yang berbeda di setiap daerahnya. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman aneka kuliner dari Sabang sampai Merauke. Bandung, ibu kota Jawa Barat, merupakan kota besar dengan jumlah penduduk tertinggi keempat di Indonesia. Restoran adalah jenis bisnis khusus yang menawarkan makanan dan minuman untuk dibeli dan dikonsumsi kepada masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh RM Mah Barrah dan merancang strategi usulan menggunakan metode business model canvas. Penelitian ini membahas tiga permasalahan utama yang dihadapi oleh RM Mah Barrah adalah produk, promosi, dan sumber daya manusia. Metode business model canvas digunakan sebagai alat untuk merancang model bisnis yang lebih efektif bagi RM Mah Barrah. Selain itu ,metode pendukung lainnya yang menunjang adalah business model environment, analisis SWOT, matriks TOWS, value proposition canvas. Tahapan penyelesaian masalah terdiri dari pendahuluan, pengumpulan data, pengolahan data, perancangan model bisnis,verifikasi, validasi, dan tahap akhir. Diharapkan hasil rancangan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh RM Mah Barrah dan memberikan wawasan baru dalam pengembangan bisnis rumah makan. Kata Kunci: Rumah Makan, Business Model Canvas, Perancangan Model Bisnis
KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN LONELINESS PENGGUNA APLIKASI DATING ONLINE PADA MAHASISWA MERCU BUANA YOGYAKARTA Amany, Laras Rafa; Muti'ah, Titik; Budiarto, Sulistyo
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesepian adalah masalah yang sering dihadapi oleh remaja, dan manusia sebagai makhluk sosial cenderung menghindarinya. Banyak mahasiswa menggunakan aplikasi dating online sebagai cara untuk berafiliasi dengan orang lain dan mengatasi rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara Kebutuhan Afiliasi dan Loneliness pada pengguna aplikasi dating online di kalangan mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara Kebutuhan Afiliasi dan Loneliness. Subjek penelitian terdiri dari 50 mahasiswa pengguna aplikasi dating online. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala: skala Kebutuhan Afiliasi dan skala Loneliness. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment Pearson melalui program SPSS 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan nilai r = 0,378 dengan p = 0,007 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa hipotesis diterima. Sumbangan efektif Kebutuhan Afiliasi terhadap Loneliness sebesar 14,3%, sedangkan 85,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini menemukan adanya hubungan positif antara Kebutuhan Afiliasi dan Loneliness pada pengguna aplikasi dating online di kalangan mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Kata Kunci: Loneliness, Kebutuhan Afiliasi, Mahasiswa
Peran Proses dalam Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan terhadap Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi PGSD Najib, Khotim Hanifudin; Nofrida, Eka Ridha; Budiarto, Sulistyo
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 5, No 4 (2024): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v5i4.19902

Abstract

In the era of increasingly fierce global competition, higher education institutions are required to enhance their marketing strategies to attract prospective students. The Primary School Teacher Education (PGSD) program is one of the popular programs, but students' decisions to choose this program are influenced by various factors in the education service marketing mix. This study aims to analyze the influence of the education service marketing mix on students' decisions to choose the PGSD program. This research uses a quantitative approach with a sample of 186 students from the 2022 and 2023 cohorts. Data were collected through a survey using Google Forms and analyzed using multiple regression analysis techniques. The education service marketing mix examined consists of seven elements: Process, Price, Promotion, Place, People, Product, and Physical Evidence. The results show that partially, only the process element significantly influences students' decisions to choose the PGSD program. Other elements such as price, promotion, place, people, product, and physical evidence do not show significant individual influence. However, simultaneously, the entire education service marketing mix significantly influences students' decisions to choose the PGSD program, with a contribution of 68%. This indicates that while some elements are not significant individually, the overall combination of the marketing mix elements still has a meaningful impact. These findings suggest that improving the quality of processes in delivering educational services, can increase students' interest in choosing the PGSD program. Therefore, educational institutions are expected to focus on enhancing process aspects to attract more prospective students. Additionally, even though other elements do not show significant partial effects, it is still important to consider the entire marketing mix in educational marketing strategies.
Faktor yang mempengaruhi persepsi Resiko Pandemi COVID 19 terhadap tingkat stress pada mahasiswa UST Yogyakarta Budiarto, Sulistyo; Farida, Haniek
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi resiko Pandemi COVID 19 Terhadap Tingkat Stress Pada Mahasiswa UST Yogyakarta . Penelitian ini akan dilakukan di universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. dengan variable bebas yaitu Persepsi Resiko yang definisikan sebagai evaluasi subjektif terhadap kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian, serta bagaimana menghadapi konsekuensi dari kecelakaan/kerugian tersebut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi Covid 19 dengan tingkat stress yang dialami mahasiswa Universitas Sarjanawiyata tamansiswa Yogyakarta. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan hasil sebesar (r2) = 0,233 yang artinya, persepsi covid 19 memberikan sumbangan sebesar 23,3 % terhadap tingkat stres. Aspek exposure berkontribusi sebesar 26,9 %. Aspek familiarity berkontribusi sebesar 22,58 % Aspek preventability berkontribusi sebesar 25,37 %. Aspek dread berkontribusi sebesar 25,05 %
Pengukuran Kinerja PT Nitto Alam Indonesia (NAI) Menggunakan Metode Balanced Scorecard Rifanisa Azzahra; Budi Sulistyo; Nanang Suryana
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 1 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i2.1571

Abstract

A company engaged in manufacturing to produce bolts and screws located in Tangerang Regency, Banten called PT Nitto Alam Indonesia. The company still depends on the number of product sales in measuring its performance. There is a fluctuating level of sales from year to year. However, there are problems in the product sales process caused by the pandemic in 2020, resulting in a decrease in product sales compared to previous years. In order to improve the quality of competitiveness in terms of financial and non-financial aspects, it is necessary to design a company performance measurement tool that takes into account the company's internal and external factors. This allows for the development of a Key Performance Indicator (KPI) using the Balaced Scorecard (BSC) method. Through interviews and questionnaires with management, a SWOT evaluation was conducted. Evaluation in terms of strengths, weaknesses, opportunities, and threats that exist in the company is used to determine strategies and strategic goals using four balanced scorecard perspectives. The goal is to realize the company's vision and mission from the measurement of key performance indicators. Furthermore, using the Analytical Hierarchy Process (AHP), a comparison is made to determine which components have the highest priority level.