Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perbandingan Metode TOPSIS, SAW dan AHP untuk Menentukan Prioritas Drainase di Kota Tangerang Appolonaris Ellsza Ridzky Khoirunnisa; Ratna Yulika Go; Munawar; Adi Widiantono
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3701

Abstract

Kota Tangerang menghadapi permasalahan genangan dan banjir akibat kondisi drainase yang belum optimal. Penentuan prioritas pembersihan drainase selama ini masih dilakukan secara manual dan cenderung subjektif, sehingga diperlukan sistem yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam menentukan prioritas pembersihan drainase menggunakan metode AHP, SAW, dan TOPSIS. Data yang digunakan merupakan data sekunder laporan kondisi drainase tahun 2022–2024 yang diperoleh dari Dinas PUPR Kota Tangerang, dengan jumlah data awal 6.383 baris dan setelah proses cleaning menjadi 2.390 data. Pada tahap implementasi, sistem menggunakan data tahun 2024 untuk proses perhitungan. Sistem mengolah data berdasarkan kriteria teknis yang telah ditentukan dan menghasilkan skor serta peringkat alternatif pada masing-masing metode. Hasil perbandingan pada studi kasus Jl. Sempati (A3728) menunjukkan perbedaan hasil perankingan, di mana metode SAW menghasilkan peringkat ke-62, AHP peringkat ke-8, dan TOPSIS peringkat ke-4. Berdasarkan analisis tersebut, metode TOPSIS dinilai sebagai metode yang paling representatif dan optimal karena mampu memberikan hasil yang lebih sesuai dengan kondisi urgensi teknis di lapangan. Sistem ini diharapkan dapat membantu Dinas PUPR dalam menentukan prioritas pembersihan drainase secara lebih cepat, objektif, dan akuntabel.
Perbandingan Kinerja Algoritma Tree, Naive Bayes, dan Random Forest dalam Klasifikasi Tingkat Risiko Kesehatan Mental Mahasiswa Berdasarkan Instrumen DASS-21 Fauzi R; Munawar
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3739

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu yang semakin kritis di lingkungan perguruan tinggi, namun proses identifikasi tingkat risiko masih sering dilakukan secara manual dan subjektif sehingga kurang efisien dan rawan kesalahan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma Decision Tree, Naive Bayes, dan Random Forest dalam mengklasifikasikan tingkat risiko kesehatan mental mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Esa Unggul berdasarkan instrumen DASS-21. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 272 mahasiswa aktif semester akhir, kemudian diolah melalui penskoran baku DASS-21, penanganan ketidakseimbangan kelas menggunakan SMOTE, ekstraksi fitur turunan, dan pembagian dataset 70:30 untuk pelatihan dan pengujian. Optimasi hyperparameter pada Decision Tree dan Random Forest dilakukan menggunakan Grid Search Cross-Validation, sedangkan evaluasi kinerja menggunakan metrik Akurasi, Precision, Recall, dan F1-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree dan Random Forest sama-sama mencapai akurasi 98,78%, jauh melampaui Naive Bayes yang hanya 52,44% akibat pelanggaran asumsi independensi antar fitur. Decision Tree ditetapkan sebagai model terbaik dengan Precision 98,92%, Best CV Score 99,34%, serta interpretabilitas tinggi berupa aturan IF-THEN yang dapat langsung diterapkan dalam praktik skrining. Analisis feature importance mengidentifikasi Skor_Anxiety sebagai fitur paling dominan (19,73%), mengkonfirmasi peran sentral dimensi kecemasan dalam klasifikasi risiko kesehatan mental mahasiswa.
C-Reactive Protein and Matrix Metalloproteinase-7 in Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM) and Premature Rupture of Membranes (PROM): C-Reactive Protein dan Matrix Metalloproteinase-7 pada Ketuban Pecah Dini Kehamilan Preterm dan Aterm Rajuddin, Rajuddin; Putri, Tgk Chairannisa; Munawar
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 10 No. 3 July 2022
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v10i3.1574

Abstract

Objective: To determine the difference in qualitative serum CRP and MMP-7 levels between PROM and PPROM Methods: Research with a case-control design with premature rupture of membranes in term pregnancy as a control group and preterm pregnancy as a case group conducted in the delivery room of the Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh starting from January 2020. Total number of each group as many as 30 samples that met the inclusion and exclusion criteria by taking venous blood samples to check the levels of qualitative CRP serum and levels of the Metalloproteinase-7 Matrix (MMP-7). Statistical tests for categorical - numerical data groups were tested using independent sample t-test and categorical - categorical data groups were tested using Chi-Square test. Results: A total of 60 samples with 30 PPROM and 30 PROM mothers. There was no statistically significant difference in the qualitative CRP serum result in PROM patients with term and preterm pregnancies. On MMP-7 examination, the mean MMP-7 level of preterm PROM mothers was higher than at term PROM, which was 5.28 mg / L and there was a significant relationship between MMP-7 and qualitative CRP in PROM patients with term pregnancy (p <0.05). Conclusion: There is no significant difference in the value of qualitative CRP and MMP-7 between PPROM and PROM. However, there was a significant association between qualitative serum CRP and plasma MMP-7 in PROM. Keywords: c-reactive protein, matrix metalloproteinase-7,rupture of membranes. Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan gambaran serum CRP kualitatif dan kadar MMP-7 antara kehamilan preterm dan aterm dengan ketuban pecah dini di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian dengan desain kasus kontrol dengan ketuban pecah dini kehamilan aterm sebagai kelompok kontrol dan kehamilan preterm sebagai kelompok kasus. yang dilakukan di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Januari 2020. Dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dengan pengambilan sampel darah vena untuk dilakukan pemeriksaan kadar serum CRP kualitatif dan kadar Matrix Metalloproteinase-7 (MMP-7). Uji statistik untuk kelompok data yang bersifat kategorik - numerik diuji menggunakan uji T tidak berpasangan dan pasangan kelompok data yang bersifat kategorik - katergorik akan diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 60 penderita KPD dengan 30 Ibu KPD Preterm dan 30 KPD aterm. Tidak dijumpai perbedaan yang bermakna secara statistik gambaran serum CRP kualitatif pada penderita KPD dengan kehamilan aterm dan preterm. Pada pemeriksaan MMP-7 rerata kadar MMP-7 ibu KPD preterm lebih tinggi dibandingkan KPD aterm yakni senilai 5,28 mg/L dan terdapat hubungan bermakna antara MMP-7 dan CRP kualitatif pada penderita KPD dengan kehamilan aterm (p < 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan gambaran signifikan nilai CRP kualitatif dan MMP-7 antara KPD preterm dan aterm. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara serum CRP kualitatif dan MMP-7 plasma pada penderita ketuban pecah dini dengan kehamilan aterm. Kata kunci: c-reactive protein, matrix metalloproteinase-7, ketuban pecah dini.
PENGEMBANGAN LANGKAH-LANGKAH PENGELOLAAN KELAS SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MASA COVID-19 Lailatussaadah; Hayati, Salma; Mardhiah, Ainul; Munawar
Educational Leadership: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2023): JANUARI
Publisher : Department of Islamic Education Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/edu.v2i2.30673

Abstract

This study aims to develop a design for online classroom management measures to improve student learning discipline during the Covid-19 period. Data collection techniques in this study were documentation, interviews, observation and questionnaires. The subjects in this study were expert lecturers as experts, teachers and students as small group pilot tests. This research was conducted at SMAN Kembang Tanjong Pidie, Aceh in order to conduct a needs analysis and pilot test on a small group. The subjects of this research were 4 expert lecturers, 3 teachers 24 students in the needs analysis project and 10 students for the pilot test. The results showed that there were 8 forms of disciplinary action taken by students when online learning took place, this became the basis for developing online classroom management steps in order to improve student learning discipline. The results of the validation stage of the feasibility of the steps obtained a percentage of 82.63% with very decent criteria, the response of educators to the development of online classroom management steps was obtained 96.29%, with very good criteria, the results of the analysis of student responses obtained a percentage gain of 92.33% with very effective criteria. The assessment shows that the steps for managing online classes can be used as guidelines in improving student discipline.
Penerapan Model ARIMAX Untuk Prediksi Penjualan Toko Kiranashoop15 Di Shopee Setiawan, Agus; Sulistiyanto, Bayu; Ariessanti, Hani Dewi; Munawar
Computer Science and Information Technology Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Computer Science and Information Technology (CoSciTech)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/coscitech.v7i2.12159

Abstract

Transactions on the Shopee marketplace generate large volumes of records that can be turned into a basis for sales forecasting. This study applies an Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (ARIMAX) approach to forecast the monthly total sales of the Kiranashoop15 store while identifying the exogenous factors that most influence the model. Data were drawn from the Shopee Seller Centre income report for January 2020 to May 2025, originally 11,142 order-level records, which were cleaned and aggregated into 65 monthly observations. The series was split chronologically into 52 training months and 13 testing months, with standardized exogenous variables covering product price, discounts, vouchers, cashback, shipping cost, and marketplace fees. Model parameters were searched through a grid search minimizing the Akaike Information Criterion (AIC). The selected model, ARIMAX(2,1,4), produced an AIC of 1203.78. On the test set the model achieved an MAE of Rp51,825, RMSE of Rp62,484, and MAPE of 0.461%, while the Ljung-Box test (p-value 1.00) confirmed white-noise residuals. Product Original Price contributed the largest relative share (68.87%), followed by Campaign Cost (22.13%). The six-month forecast (June-November 2025) indicates total sales ranging from Rp14.20 million to Rp15.22 million per month with a stable tendency. These findings confirm that ARIMAX is a suitable tool for marketplace sales forecasting.