Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TINJAUAN KETEPATAN KODEFIKASI DIAGNOSIS FRAKTUR BERDASARKAN ICD 10 DI RSPAD GATOT SUBROTO TAHUN 2023 Lestari, Santi; Holidah, Holidah; Arumsari, Fina Indah
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kodefikasi sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan kegiatan yang berdampak signifikan pada akurasi data statistik dan untuk kepentingan klaim penjaminan pelayanan kesehatan. Ketepatan kodefikasi bergantung pada kepatuhan koder dalam menjalankan standar yang berlaku yang dituangkan dalam standar prosedur operasional (SPO). Untuk itu ketersediaan SPO pada pelaksanaan kodefikasi menjadi variabel penentu dalam ketepatan kodefikasi diagnosa penyakit. sebagai satu kompetensi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan, hal ini terdapat dalam standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan. Penelitian ini dilakukan di RSPAD Gatot Subroto. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran ketepatan kodefikasi diagnosis fraktur berdasarkan ICD 10 di RSPAD Gatot Subroto Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa RSPAD Gatot Subroto sudah memiliki standar prosedur operasional kodefikasi penyakit dan tindakan. Sumber daya manusia yang melakukan kodefikasi berlatar belakang DIII Rekam medis.
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Diagnosa Epilepsy Berdasarkan ICD-10 Di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Tahun 2023 Lestari, Santi; Andriati, Riris; Fahmi, Muhammad Hidayatul
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan kodefikasi berkaitan pada kepatuhan koder dalam menjalankan standar yang berlaku yang dituangkan dalam standar prosedur operasional (SPO). Untuk itu ketersediaan SPO pada pelaksanaan kodefikasi menjadi variabel penentu dalam ketepatan kodefikasi diagnosa penyakit. Kegiatan kodefikasi merupakan salah satu kompetensi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan, hal ini terdapat dalam standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Kabupatan Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran ketepatan pengkodeaan diagnosa epilepsy di RST Dompet Dhuafa Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa RST Dompet Dhuafa belum memiliki standar prosedur operasional kodefikasi penyakit dan tindakan. Sumber daya manusia yang melakukan kodefikasi berlatar belakang DIII Rekam medis dan sudah pernah mengikuti pelatihan kodefikasi penyakit dan tindakan berdasarsarkan ICD-10 dan ICD-9-CM.
TINJAUAN KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PONDOK AREN BERDASARKAN ASPEK 5M Lestari, Santi; Fitriani, Dewi; Khoerunnisa, Salsabila
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1149

Abstract

Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik (RME), mendorong penerapan RME di pelayanan kesehatan. Penelitian adalah meninjau kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik di rawat inap RSUD Pondok Aren menggunakan pendekatan 5M (Man, Money, Material dan Mechine). Metode penelitian mengunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan cara wawancara dan lembar ceklis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Aspek Man dari sisi pendidikan sudah memadai namun kurang pelatihan terkait RME, aspek methode belum memadai karena belum tersedia SPO rekam medis elektronik di rawat inap, aspek Mechine belum sepenuhnya memadai karena komputer terbatas dan belum tersedia scanner, aspek money sudah memadai karena sudah di alokasikan dana pengadaan atau perawatan RME, aspek material belum sepenuhnya memadai karena beberapa unit belum sesuai tamplate yang ada di SIMRS. Kesimpulan: kesiapan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Umum Daerah Pondok Aren menunjukkan dari aspek Man, petugas telah memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, hanya belum pelatihan terkait penggunaan RME. Pada aspek methode, rumah sakit telah memiliki Surat Keputusan tentang RME, dan belum dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SPO) penggunaan RME di unit rawat inap. Dari aspek mechine, sudah terpenuhi seperti komputer, printer, dan UPS, namun belum tersedia scanner di seluruh unit. Pada aspek material, SIMRS yang digunakan (SIMGos) perlu pengembangan. Pada aspek Money, rumah sakit telah mengalokasikan dana untuk pengadaan dan pemeliharaan sistem RME.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN RAWAT INAP PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2024 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TANGERANG SELATAN Christin, Rumondang; Lestari, Santi; Pratiwi, Rita Dwi; Muchtar, Riska Indria
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1147

Abstract

Claim pending for BPJS Kesehatan at the Regional General Hospital (RSUD) of South Tangerang is a significant issue, affecting the hospital's administrative and financial efficiency. Based on a preliminary study, the main causes of pending claims include incomplete documents such as service procedure reports, supporting examination results, and diagnosis revisions. This research aims to identify the factors influencing inpatient claim pendings for BPJS Kesehatan at RSUD South Tangerang. A quantitative approach with a retrospective design was used. Data were collected through document observation, questionnaires, and interviews with 14 casemix officers, along with an analysis of 224 pending claim files. The sampling technique applied was simple random sampling, and data were analyzed descriptively to identify the percentage of document incompleteness and the underlying causes of claim pending. The results showed that the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for claim submission had reached 86%, although SOP socialization was still uneven. Human resources in the casemix unit were dominated by graduates of the Associate Degree in Medical Records (50%), while 7% of staff had only completed high school or equivalent. Incomplete documentation was identified as the main cause of claim pending, with incomplete diagnosis codes (53%), incomplete supporting documents (46%), and incomplete service evidence (13%).
Neoplasm Diagnosis Coding Accuracy And Completeness: A Retrospective Review Kuntoadi, Gama Bagus; Christin, Rumondang; Lestari, Santi; Angelina, Novia
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1168

Abstract

Medical records are essential documents that support clinical services and healthcare planning. One indicator of medical record quality is the accuracy and completeness of diagnosis codification, particularly in neoplasm cases. This study aims to determine the accuracy and completeness of neoplasm diagnosis codification at RSUP Dr. Sitanala for the period of October–December 2024. The research used a descriptive method with a quantitative and retrospective approach. The object of the study consisted of 116 inpatient and outpatient medical records with neoplasm diagnoses, while the subjects were six medical record coders. Data were collected through observation, questionnaires, and checklists. The results showed that RSUP Dr. Sitanala has implemented a codification SOP with 83.3% compliance. However, the SOP does not specifically regulate the inclusion of morphology codes for neoplasm cases. The accuracy rate of topography code assignment was 78.45% (91 accurate records), while 21.55% (25 records) were inaccurate. Additionally, all 116 records (100%) lacked morphology codes, rendering them incomplete. Regarding human resources, all coders held a formal education background in medical record and health information, yet one coder had never received coding training. Other contributing factors included limited understanding of medical terminology and the absence of specific training related to morphology coding for neoplasms.
TINJAUAN PENERIMAAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI RSU KABUPATEN TANGERANG Sucipto, Sucipto; Az-Zahra, Dini; Christin, Rumondang; Lestari, Santi
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1316

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diwajibkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2013 guna meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Namun, tingkat keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada penerimaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tingkat penerimaan pengguna SIMRS di RSU Kabupaten Tangerang menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup lima variabel: persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, minat perilaku untuk menggunakan dan penggunaan sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 221 responden dari delapan unit pelayanan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada dalam kategori baik: persepsi kemanfaatan (3,97), persepsi kemudahan penggunaan (3,70), sikap terhadap penggunaan (3,75), minat perilaku (3,87) dan penggunaan sesungguhnya (3,87). Sebagian besar pengguna menilai SIMRS bermanfaat, mudah digunakan, nyaman dan rutin dimanfaatkan dalam kegiatan kerja. Namun, sebagian kecil pengguna belum merasakan manfaat dan kenyamanan secara optimal, kemungkinan disebabkan kendala teknis, kompleksitas fitur, atau keterbatasan akses. Temuan ini memberikan gambaran penerimaan teknologi yang baik di rumah sakit dan menjadi dasar untuk evaluasi serta pengembangan sistem agar lebih sesuai kebutuhan seluruh pengguna.
TINJAUAN PELAKSANAAN ASSEMBLING DALAM PENGENDALIAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS UNTUK PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RSUD PONDOK AREN Lestari, Santi; Rahmi, Junaida; Rusdiana, Ima; Berliana, Azzahra; Kuntoadi, Gama Bagus
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2026): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v5i1.1294

Abstract

Medical records are important documents that support the quality of health services, administration, and legal protection in hospitals. One of the important processes in medical record management is assembling, which is the process of collecting, arranging, and reviewing the completeness of medical record documents. This study aims to review the implementation of assembling in controlling the completeness of medical records to improve service quality at Pondok Aren Regional General Hospital.This research used a quantitative descriptive design with purposive sampling. The sample consisted of 127 inpatient medical record files. Data were collected through observation sheets, documentation studies, and interviews with three medical record officers involved in the assembling process.The results showed that the completeness of patient identity such as patient name, gender, and medical record number reached 100%. However, several components were still incomplete, including admission and discharge forms (79%) and medical resume (73%). In addition, the implementation of assembling had not been fully optimal due to limitations in human resources and the still manual medical record system.The study concludes that the implementation of assembling in controlling the completeness of medical records at Pondok Aren Regional General Hospital still needs improvement. Hospitals are expected to conduct periodic evaluations and prepare for the transition to electronic medical record systems to improve the quality of medical record management.