Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Telaah Wacana Tekstual Pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Faizal Arvianto
Educatio Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v12i1.839

Abstract

Discourse analysis gives attention to the language in the text and context together in a communication. Discourse analysis does not only look at the structure of sentences but also meaning as an important element. Therefore, the interpretation of meaning is not only done in the statement in the text, but also the analysis of the hidden meaning. The surface structure in discourse is called grammatical aspect, while the internal structure is called the lexical aspect. In detail, the grammatical aspects of discourse include: reference, recovery, percolation, and sequence, while the lexical aspects of discourse include: repetition, synonyms, collocation, hyponym, antonyms, and equivalence. The text that became the subject of the analysis was short stories and narrative text in the “Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013”. Based on the results of the study, there are two parts of the grammatical aspects that are dominant, namely the reference and the conjunction. Lexically, this research found some lexical devices, they are repetition, synonym, antonym and collocation. The dominant device in emergence is repetition. There are two dominant repetitions, namely epizeuksis and anaphora repetition. After those two types of repetitions, the repetition appears frequently is noun repetition. Besides, the emergence of the second lexical aspect is collocation. Antonym and synonyms are in the third rank in the frequency of emergence after collocation. Each of these discourse cohesion devices forms a unified of whole and coherent discourse.
Analisis Kualitas dan Keterbacaan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Faizal Arvianto
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i2.287

Abstract

Untuk memformulasikan soal tes yang baik, penyusun harus membekali dirinya dengan penguasaan dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam soal berpengaruh terhadap tingkat pemahaman soal pada siswa. Oleh sebab itu, rendahnya prestasi belajar dan rendahnya nilai Ujian Nasional siswa tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakpahaman siswa. Karena itulah sudah seharusnya aturan atau kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar harus menjadi salah satu syarat utama bagi setiap penulisan soal agar tidak menimbulkan interprestasi ganda dan membingungkan. Berdasarkan hasil analisis kualitas soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas soal masih belum baik. Dari 50 soal terdapat 18 soal yang masih ditemukan banyak persoalan. Baik itu dari segi pemakaian tanda baca, penggunaan petunjuk yang belum sesuai, penulisan cetak miring yang belum tepat, dan penggunaan huruf kapital yang belum sesuai pada tempatnya. Berbanding terbalik dengan kualitas soal, tingkat keterbacaan soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia dapat diaktakan sudah cukup baik. Dari 50 soal hanya ditemukan 6 soal yang bermasalah, baik dari segi susunan kata dalam kalimat, kalimat yang tidak efektif, adanya repetisi/pengulangan, dan susunan kalimat yang maknanya kabur/ambigu.
Keefektifan Penggunaan Strategi CT-RAS (Creative Thinking-Reading Activities) terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ngaglik Faizal Arvianto
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i1.290

Abstract

This research is aimed at investigating the different ability of comprehensive reading between students who have obtained CT-RAs strategy learning and those who do not have in the grade XI of SMA N 1 Ngaglik. Furthermore, it aims to find out the effectiveness of CT-RAs strategy in the learning of comprehensive reading of grade XI students of SMA N 1 Ngaglik. This research used quasi-experimental method with pretest-posttest control group design. Cluster random sampling was used to pick sample groups, i.e. XI IPS 3 as the control group and XI IPA 1 as the experiment group. The data was collected by using tests. The instrument of the research was validated by using content validity and construct validity. Content validity was applied to find out the feasibility of the instrument. Construct validity was done by consulting the instrument to an expert (expert judgment). The reliability of the instrument was calculated by using alpha in the iteman program, and 0,853 was obtained. The date was analyzed by using t-test with 5 % level of significance. The result of analysis requirement showed that the pretest and posttest scores were in normal and homogeneous distribution. According to the t-test analysis of the posttest data of comprehensive reading of control group and experiment group, t score 0f 7,729 was obtained with df = 66 and p = 0,000. The p value was smaller than the 5 % level of significance. This result showed that there was a significant difference between students from control group and those from experiment group. The result of t-test analysis of the control group was 0.258 with df = 31 and p = 0,798. The p value was greater than the 5 % level of significance (0.798 > 0.05). Meanwhile, the t-test result of the experiment group was 14.758 with df = 35 and p = 0.000. The p value was smaller than the 5 % level of significance (0.000 < 0.05). This result showed that CT-RAs strategy was effective to be used in the learning of comprehensive reading in the grade XI of SMA N 1 Ngaglik.
VERBA BERKLITIK DALAM BAHASA LAMAHOLOT DIALEK LEWOKLUOK (Clitic Verb on Lamholot Language Lewokluok Dialect) Adeline Lelo Lein; Faizal Arvianto; Kristofel Bere Nahak
Kandai Vol 18, No 2 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i2.3506

Abstract

This reseacrh contains: (1) morphosyntax and semantic-syntax classification of clitic verb and (2) shape of clitic verb in Lamaholot language Lewokluok dialect (BLDL). In morphosyntax clitic verb on BLDL only consist of action verbs and process-action verb and  syntactically is a transitive verb (V. trans+action). In addition, proclitic verbs on BLDL also have a semantic features action but syntactically is an intransitive verb (V. intrans+action). BLDL does not have proclitic verb which is syntactically ditranstive category.  While the enclitic verbs on BLDL consists of action verbs, motion verbs), and cognition verbs, and semantic-syntactically is a verb that has semantic features action and process, but generally enclitic verb on BLDL is syntactically intransitive category.  Based on its form, BLDL’s verb consist of (1) verbs that cannot stand alone (bound root morpheme) that must be attached to proclitic; and (2) verbs that can stand alone (free root morpheme) and can attach themselves to clitic. In addition, BLDL verb forms also can appear as (3) verbs that can stand alone, without experiencing any process-called simple verb; (4) The verb that has serialization structure or serial verbs.  Tulisan ini berisi tentang (1) klasifikasi verba berklitik secara morfosintaksis dan  semantis-sintaksis dalam bahasa Lamaholot dialek Lewokluok (BLDL); (2) bentuk verba berklitik dalam BLDL. Secara morfosintaksis verba berproklitik pada BLDL hanya terdiri atas verba aksi (actions) dan verba aksi-proses (action-process) dan secara sintaksis merupakan verba transitif (V. trans+aksi). Selain itu, verba berproklitik pada BLDL juga memiliki ciri semantis tindakan namun secara sintaksis merupakan verba intransitif (V. intrans+aksi). BLDL tidak memiliki verba berproklitik yang secara sintaksis berupa dwitransitif.  Sedangkan pada verba berenklitik pada BLDL terdiri atas verba aksi (actions), verba gerakan (motion), dan verba kognisi, dan secara semantis-sintaksis merupakan verba yang  memiliki ciri semantis tindakan (actions) dan proses. Namun, umumnya secara sintaksis verba berenklitik pada BLDL berkategori verba intransitif. Verba BLDL ditinjau dari segi bentuk terdiri atas (1) verba yang tidak dapat berdiri sendiri (bound root morpheme)  sehingga wajib mendapat bentuk klitik, dan dalam penelitian ini peneliti menyebutnya sebagai verba berprolitik; dan (2) verba yang dapat berdiri sendiri (free root morpheme) dan bisa melekatkan diri pada klitik. Selain itu, bentuk verba BLDL juga dapat tampil menjadi (3) verba yang dapat berdiri sendiri, tanpa mengalami proses apapun atau disebut dengan verba sederhana; (4) verba yang memiliki struktur serialisasi atau verba serial.
MENYIAPKAN MAHASISWA ABAD 21 MENGHADAPI ERA VUCA (VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPELXITY, & AMBIGUITY) MELALUI PENDEKATAN BERBASIS PENGALAMAN Faizal Arvianto; Winda Dwi Hudhana; Rosita Rahma; Nurnaningsih Nurnaningsih; Sarwiji Suwandi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8074

Abstract

Tantangan dalam dunia pendidikan kini semakin kompleks dan cepat berkembang, tak terkecuali pada perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi dituntut dapat melatih mahasiswanya untuk mampu menangani masalah dan sistem yang kompleks baik dalam lingkungan ilmiah maupun dunia kerja. Perguruan tinggi di Indonesia harus dapat menghasilkan lulusan yang serba bisa dan sanggup beradaptasi dengan apa yang saat ini disebut sebagai Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Compelxity, dan Ambiguity) yang mempunyai karakteristik bergejolak, tidak pasti, kompleks dan ambigu. Menyadari tantangan dan kebutuhan untuk menyiapkan mahasiswanya dengan keterampilan kerja masa depan, universitas seyogyanya memulai perjalanan pembelajaran transformasional yang bertujuan untuk menanamkan inovasi dalam kurikulumnya dengan meluncurkan program yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Terdapat empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman ini yaitu: 1) pembelajaran berbasis proyek yang ditekankan pada penyelesaian masalah dan isu terkini pada dunia nyata; (2) interdisipliner dalam kurikulum dan desain pembelajaran; (3) kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan mitra eksternal; dan (4) pendampingan aktif mahasiswa oleh universitas dan mitra eksternal. Temuan penulis menunjukkan empat gagasan dasar yang bisa diadopsi dari konsep pembelajaran berbasis pengalaman menghasilkan manfaat serta dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan kerja di Era VUCA.   Kata kunci: era vuca, pembelajaran berbasis pengalaman
Contribution of Writing Interest toward Indonesian Language Learning of Students in Vocational High Schools Faizal Arvianto
International Journal of Theory and Application in Elementary and Secondary School Education Vol. 3 No. 2 (2021): October
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijtaese.v3i2.499

Abstract

This research aims to find out how the contribution of writing interest toward Indonesian language learning of students in vocational high schools in the city of Kefamenanu, East Nusa Tenggara province. This study utilised a quantitative method with a correlational approach. Based on the results of data analysis, data on student writing interest was in averaged 74.8% with good category. Based on the calculation results, there was a correlation of about 0.290 and was included correlation coefficient in the low category. The result of the significance t-test shows that t count score was 3.248. Referring to the results of the study, it can be concluded that there is a positive and significant correlation between the writing interest toward Indonesian language learning of the students of grade X of vocational high schools in Kefamenanu.
Persuasive Techniques Used in the 2020 North Central Timor District Head Election Campaign Posters Arvianto, Faizal; Lein, Adeline Lelo
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i2.57007

Abstract

Penelitian ini membahas tentang teknik-teknik persuasif yang digunakan dalam poster kampanye pemilihan kepala daerah Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2020. Poster dipilih karena hampir semua partai atau pasangan calon bupati dan calon wakil bupati menggunakan poster sebagai alat untuk berkampanye. Terdapat tiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang berkompetisi dalam pemilihan umum tahun 2020. Teknik persuasif yang dapat digunakan dalam bahasa poster adalah rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi, dan penggantian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bertumpu pada metode deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan penggunaan teknik persuasif dalam poster kampanye pemilihan kepala daerah kabupaten Timor Tengah Utara. Subjek penelitian ini adalah kalimat yang terdapat dalam poster kampanye pemilihan kepala daerah di Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, teknik persuasif yang digunakan dalam poster ketiga pasangan calon sangat bervariasi. Masing-masing pasangan calon menggunakan teknik persuasif yang berbeda-beda. Pada poster paslon 01 ditemukan penggunaan teknik persuasif bertipe sugesti paling dominan digunakan dengan perolehan persentase 75%. Pada paslon 02 ditemukan penggunaan teknik persuasif bertipe rasionalisasi paling dominan dengan perolehan persentase 75%. Selanjutnya pada paslon 03 penggunaan teknik persuasif bertipe identifikasi paling dominan dengan perolehan persentase 50%. Selanjutnya, berdasarkan perhitungan dari keseluruhan data penggunaan teknik persuasif pada poster kampanye ketiga pasangan calon disimpulkan bahwa penggunaan teknik rasionalisasi dan teknik sugesti paling dominan digunakan, yaitu dengan perolehan persentase sebanyak 33%, diikuti teknik identifikasi dengan perolehan persentase 25% dan teknik kompensasi dengan perolehan persentase sebanyak 8%. Sedangkan penggunaan teknik persuasif bertipe konformitas, teknik substitusi dan teknik proyeksi hampir tidak pernah digunakan pada poster kampanye masing-masing paslon.
Analisis Tindak Tutur Representatif dalam Daftar Putar “TPS – Literasi dalam Bahasa Indonesia pada Kanal Youtube Privat Alfaiz” Seruni Yunita Chairunnisa; Nadia Nurul Arofah; Nukti Wahyu Ilhami; Alifia Khoirun Nisa; Primastuti Nugraheni; Widi Rahayu; Asep Purwo Yudi Utomo; Faizal Arvianto
Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 1 (2025): March: Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/fonologi.v3i1.1434

Abstract

his study aims to identify the representative speech acts contained in the learning video on the playlist “TPS-Literasi dalam Bahasa Indonesia” from the Private Al Faiz channel. In this study, the author aims to examine the purpose of the speech conveyed by Febri Irawan Al Faiz in the Private Al Faiz youtube channel. In speech acts, there are representative speech acts. Representative speech acts are speech acts that bind the speaker to the truth of what is said. The approaches used in this research are theoretical approach and methodological approach. This research uses the listening method with the note method as a continuation and also uses the commensurate method. The results of this study found that speech acts containing representative as follows: (1) explain, (2) demand, (3) state, (4) acknowledge, (5) show, (6) conclude, (7) suggest, (8) assert. From the six videos that have been analyzed, 324 speech acts are produced, namely 95 speech acts of explaining, 26 speech acts of demanding, 26 speech acts of stating, 18 speech acts of admitting, 61 speech acts of showing, 22 speech acts of concluding, 40 speech acts of suggesting, and 36 speech acts of affirming.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Edmodo sebagai Sarana Pembelajaran Daring bagi Guru di SMP N 1 Kefamenanu Arvianto, Faizal; Lein, Adeline Lelo; Nahak, Kristofel Bere
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.891 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i1.13803

Abstract

Artikel ini berisi tentang laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa pelatihan penggunaan aplikasi edmodo sebagai sarana pembelajaran daring bagi tenaga pendidik di SMP N 1 Kefamenanu. Umumnya guru di SMP N 1 sudah memahami bahwa pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa sarana/media aplikasi. Namun sayangnya dikarenakan keterbatasan informasi dan fasilitas teknologi hanya terdapat 1 orang guru atau sekitar 5% guru yang mengetahui tentang aplikasi Edmodo dari 20 orang guru yang ditugaskan sebagai peserta atau subjek dampingan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 dengan metode operasional berbentuk pelatihan singkat. Secara teknis, seluruh tahapan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, 20 guru yang menjadi peserta kegiatan telah mampu mengaplikasikan aplikasi edmodo sebagai alternatif sarana dalam pembelajran daring khususnya pada saat pandemi seperti sekarang ini. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner pascakegiatan, respon dari subjek dampingan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi subjek dampingan. Tenaga pendidik di lingkungan SMP N 1 Kefamenanu yang menjadi subjek dampingan kini mengerti dan memahami bagaimana mengaplikasikan aplikasi edmodo dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini, tim juga berencana menyelenggarakan kegiatan serupa kepada guru-guru lain yang ada di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Analisis Kualitas dan Keterbacaan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Arvianto, Faizal
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2016): Utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v2i2.287

Abstract

Untuk memformulasikan soal tes yang baik, penyusun harus membekali dirinya dengan penguasaan dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam soal berpengaruh terhadap tingkat pemahaman soal pada siswa. Oleh sebab itu, rendahnya prestasi belajar dan rendahnya nilai Ujian Nasional siswa tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakpahaman siswa. Karena itulah sudah seharusnya aturan atau kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar harus menjadi salah satu syarat utama bagi setiap penulisan soal agar tidak menimbulkan interprestasi ganda dan membingungkan. Berdasarkan hasil analisis kualitas soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas soal masih belum baik. Dari 50 soal terdapat 18 soal yang masih ditemukan banyak persoalan. Baik itu dari segi pemakaian tanda baca, penggunaan petunjuk yang belum sesuai, penulisan cetak miring yang belum tepat, dan penggunaan huruf kapital yang belum sesuai pada tempatnya. Berbanding terbalik dengan kualitas soal, tingkat keterbacaan soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia dapat diaktakan sudah cukup baik. Dari 50 soal hanya ditemukan 6 soal yang bermasalah, baik dari segi susunan kata dalam kalimat, kalimat yang tidak efektif, adanya repetisi/pengulangan, dan susunan kalimat yang maknanya kabur/ambigu.