Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Godaan Paylater: Peran Kontrol Diri Dan Fomo Dalam Pembelian Impulsif Pangesti, Galuh Indriya; Rohayati, Nita; Pertiwi, Anggun
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.830

Abstract

Pembelian impulsif merupakan perilaku berbelanja secara langsung tanpa adanya perencanaan dan pertimbangan yang kuat, disertai perasaan senang dan puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi kontrol diri dan FoMO dalam kaitannya dengan kecenderungan pembelian impulsif pada pengguna paylater. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain kausal, data dikumpulkan dari 385 orang dewasa awal dengan rentang usia 18–40 tahun melalui teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Brief Self-Control Scale (BSCS), Fear of Missing Out Scale (FoMOS), dan Impulse Buying Tendency Scale (IBTS). Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berada di bawah batas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kontrol diri dan FoMO berpengaruh negatif terhadap perilaku pembelian impulsif pada pengguna paylater. Dengan kata lain, semakin rendah kontrol diri dan semakin tinggi FoMO, maka semakin besar kecenderungan pembelian impulsif. Kedua variabel ini berkontribusi sebesar 37,4% terhadap perilaku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri dan FoMO dapat memengaruhi secara signifikan terhadap pembelian impulsif dewasa awal pengguna layanan paylater.
WORK FAMILY CONFLICT SEBAGAI PREDIKTOR TERJADINYA BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRES KARAWANG Nugroho, Sephtian Setyo; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69414

Abstract

Profesi kepolisian dikenal memiliki tingkat stres tinggi dan rentan mengalami burnout akibat tuntutan pekerjaan berat dan jam kerja panjang. Work family conflict timbul dari ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan keluarga, dapat menjadi faktor signifikan dalam terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work family conflict terhadap burnout pada anggota kepolisian di Polres Karawang. Studi terdahulu menunjukkan bahwa work family conflict dapat menjadi prediktor burnout pada berbagai profesi, termasuk kepolisian. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling, sampel terdiri dari 271 personil Polri di Polres Karawang. Instrumen penelitian menggunakan The Multidimensional Measure of Work Family Conflict dan Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara work family conflict terhadap burnout ditunjukan dengan hasil (t = 37,590, p < 0,05). Work family conflict berkontribusi sebesar 84% terhadap terjadinya burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya mengurangi work family conflict di kalangan anggota kepolisian untuk mencegah dan mengurangi burnout.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PRIA TRANSGENDER (WARIA): DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL & SELF-EFFICACY Dewi, Andrea Puspita; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69429

Abstract

Pria transgender adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, tetapi ditetapkan sebagai pria saat lahir. Pria transgender atau wanita pria (yang selanjutnya disebut waria) juga dikenal sebagai pria trans, transmaskulin atau pria dengan pengalaman transgender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being. Partisipan dalam penelitian ini adalah pria transgender berusia 25 – diatas 45 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 105 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala multidimensional scale of perceived social support (MSPSS), general self-efficacy scale (GSES), dan psychological well-being scales (RPWBS) dengan metode kuantitatif dan desain penelitian kausalitas. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda, dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for windows 64-bit. Hipotesis dalam penelitian ini ada Hasil dari analisis data diperoleh nilai signifikansi regresi dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being sebesar 0,000 (P= 0,000<0,05) yang artinya hipotesis diterima, yaitu adanya pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi. Nilai Koefiensi determinasi dukungan sosial dan self- efficacy terhadap psychological well-being adalah (R Square) 0.696 atau 69,6%, yang di mana dukungan sosial berkontribusi 48,6% sedangkan self-efficacy 21.0% artinya dukungan sosial memiliki pengaruh lebih besar dari pada self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi.
Detection of Rice Leaf Pests Based on Images with Convolution Neural Network in Yollo v8 Fauzi, Ahmad; Baihaqi, Kiki Ahmad; Pertiwi, Anggun; Devianto, Yudo; Dwiasnati, Saruni
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v13i1.2008

Abstract

Detection of rice leaf pests is important in agriculture because it can help farmers determine appropriate preventive measures. One method that can be used to detect rice leaf pests is digital image processing technology. In this research, proof of suitability for solving this case was carried out between the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm which was run offline with R-CNN and YOLOv8 for detecting rice leaf pests. At the data preparation stage, images of rice leaves were taken from various sources with a total of 100 images taken from website data and 10 images taken from the research site. Next, preprocessing and data augmentation are carried out to improve image quality and increase data variation. At the model training stage, a training and evaluation process is carried out using two types of algorithms, namely R-CNN and YOLOv8. The accuracy of the testing results using the same data using Yolov8 obtained 87.0% accuracy and 79% precision, while using R-CNN the results obtained were 85% for accuracy and 75% for precision with data divided into 80 training data 20 validation data and 10 testing data. Labeling the dataset uses Makesensei which has been completely standardized, with the resulting parameters being the spots on rice leaves.
DISEMINASI VERTIKAL URBAN FARMING BERBASIS TENAGA SURYA DI DESA KUTAAMPEL KAB. KARAWANG Laksono, Rommy Andhika; Rahmi, Hayatul; Yusuf, Abdul; Pertiwi, Anggun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5437

Abstract

ABSTRACTThis community service initiative aims to introduce and implement a solar-powered vertical urban farming system as an innovative solution to land scarcity, dependence on fossil fuels, and the low engagement of youth in the agricultural sector in Kutaampel Village, Karawang Regency. The program was conducted from January to December 2025 in Kutaampel Village, Batujaya District, Karawang Regency. Employing a participatory and educational approach, the initiative involved 30 participants from diverse backgrounds across four main phases: outreach and socialization, technical training, field simulation, and mentoring with evaluation. The outreach phase successfully enhanced participants’ understanding of modern agriculture and renewable energy concepts. Technical training equipped them with skills to assemble the UNSIKA Solar-Powered Hydroponic and Aeroponic System (SHIATUN), install solar panels, and operate Internet of Things (IoT)-based humidity sensors. Field simulations resulted in a functional SHIATUN prototype capable of efficiently supporting horticultural crop growth. A three-month mentoring period revealed that 70% of participants could independently manage the system, with three groups successfully replicating it in their home gardens. The program also sparked increased interest among village youth in technology-based agriculture. The outcomes demonstrate that disseminating solar-powered vertical farming technology can serve as an effective strategy for enhancing local food resilience, fostering farmer regeneration, and strengthening rural community self-reliance in the face of climate change and resource limitations.Keywords: Vertical Urban Farming, Solar Energy, Karawang Regency ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan sistem urban farming vertikal berbasis tenaga surya sebagai solusi inovatif terhadap keterbatasan lahan, ketergantungan energi fosil, dan rendahnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian di Desa Kutaampel, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang pada bulan Januari- Desember 2025. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai latar belakang dalam empat tahapan utama: penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pertanian modern dan energi terbarukan. Pelatihan teknis membekali peserta dengan keterampilan merakit sistem Hidroponik dan Aerophonik Tenaga Surya UNSIKA (SHIATUN), menginstal panel surya, dan mengoperasikan sensor kelembaban berbasis Internet of Things (IoT). Simulasi lapangan menghasilkan prototipe urban farming (SHIATUN) yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura secara efisien. Pendampingan selama tiga bulan menunjukkan bahwa 70% peserta mampu mengelola sistem secara mandiri, dan tiga kelompok berhasil mereplikasi sistem di pekarangan rumah masing-masing. Kegiatan ini juga memicu peningkatan minat pemuda desa terhadap pertanian berbasis teknologi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diseminasi teknologi pertanian vertikal berbasis energi surya dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketahanan pangan lokal, mendorong regenerasi petani, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya.Kata Kunci: Vertikal Urban Farming, Tenaga Surya, Kab. Karawang