Wicaksono, Teguh Mulyo
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Semarang

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : BANGUN REKAPRIMA

PENERAPAN IPTEK PEMOTONGAN GAS LPG PEMBUATAN PLAT SIMPUL, BASE PLATE BAJA TOWER AIR BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH KAMPUNG BARITO SEMARANG Triwardaya, Triwardaya; Hadi, Tjokro; Parhadi, Parhadi; Supriyadi, Supriyadi; Wasino, Wasino; Junaidi, Junaidi; Wiyana, Yustinus Eka; Abdillah, Rifqi Aulia; Wicaksono, Teguh Mulyo
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 8, No 1, April (2022): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.714 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i1, April.3531

Abstract

Kondisi tahun 2020 New normal di pandemi covid 19 berdampak pada pengusaha kocar-kacir ekonomi di semua sektor PHK dimana-mana tidak terkecuali di kampung Barito Semarang sehingga mata pencaharian yang tidak menentu untuk menghasilkan uang, kita harus punya skill keahlian yang mumpuni untuk mengatasi pengangguran usia remaja perlu memperdayakan masyarakat angkatan kerja yang masih muda muda atau remaja dibekali skill pemotongan LPG secara bertahap sampai mahir. New normal 2020 di Kompleks Barito Semarang untulan usaha-usaha jasa pemotongan LPG untuk plat baja FC NP tempat yang menjadi tenaga pemotong LPG plat baja yang dari luar kota kondisi sepi menjadi dirumahkan atau PHK untuk menyediakan tempat kost untuk pekerja dari luar kota menjadi masalah dari kelangkaan tenaga ahli potong LPG plat baja menjadikan masalah untuk pengusaha pengusaha pemotongan LPG  Untuk mengatasi problem tersebut tim pengabdian masyarakat jurusan Teknik Sipil Polines untuk mengadakan Pelatihan memperdayakan Masyarakat untuk kaum remaja putus sekolah dengan skill 9 pembuatan sifat baja dan lain-lain.
PENERAPAN IPTEK PEMOTONGAN GAS LPG PEMBUATAN PLAT SIMPUL, BASE PLATE BAJA TOWER AIR BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH KAMPUNG BARITO SEMARANG Triwardaya Triwardaya; Tjokro Hadi; Parhadi Parhadi; Supriyadi Supriyadi; Wasino Wasino; Junaidi Junaidi; Yustinus Eka Wiyana; Rifqi Aulia Abdillah; Teguh Mulyo Wicaksono
Bangun Rekaprima Vol 8, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.95 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i1.3550

Abstract

Kondisi tahun 2020 New normal di pandemi covid 19 berdampak pada pengusaha kocar-kacir ekonomi di semua sektor PHK dimana-mana tidak terkecuali di kampung Barito Semarang sehingga mata pencaharian yang tidak menentu untuk menghasilkan uang, kita harus punya skill keahlian yang mumpuni untuk mengatasi pengangguran usia remaja perlu memperdayakan masyarakat angkatan kerja yang masih muda muda atau remaja dibekali skill pemotongan LPG secara bertahap sampai mahir. New normal 2020 di Kompleks Barito Semarang untulan usaha-usaha jasa pemotongan LPG untuk plat baja FC NP tempat yang menjadi tenaga pemotong LPG plat baja yang dari luar kota kondisi sepi menjadi dirumahkan atau PHK untuk menyediakan tempat kost untuk pekerja dari luar kota menjadi masalah dari kelangkaan tenaga ahli potong LPG plat baja menjadikan masalah untuk pengusaha pengusaha pemotongan LPG  Untuk mengatasi problem tersebut tim pengabdian masyarakat jurusan Teknik Sipil Polines untuk mengadakan Pelatihan memperdayakan Masyarakat untuk kaum remaja putus sekolah dengan skill 9 pembuatan sifat baja dan lain-lain.
PRAKIRAAN DEBIT BANJIR RENCANA UNTUK EVALUASI DAYA TAMPUNG SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN CEMPAKA PUTIH BARAT, KECAMATAN CEMPAKA PUTIH, JAKARTA PUSAT Praharseno, Fikri; Wicaksono, Teguh Mulyo; Widoanindyawati, Vemi
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.257 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i2.2995

Abstract

Jakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang rawan dilanda bencana banjir. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor penyebab banjir di wilayah ini adalah kurang maksimalnya kinerja dari saluran dan sungai yang ada di wilayah tersebut yang diakibatkan oleh adanya sedimentasi maupun sampah yang menumpuk di sungai dan saluran drainase serta berkurangnya daerah resapan air akibat adanya peningkatan perkembangan pada sektor pembangunan. Kecamatan Cempaka Putih, khususnya di kelurahan Cempaka Putih Barat menjadi salah satu wilayah yang hampir setiap musim penghujan terjadi genangan atau banjir. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian mengenai debit dari saluran yang ada serta debit banjir rencana di wilayah tersebut. Sehingga data tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dari kapasitas atau daya tampung sistem drainase di wilayah tersebut. Data-data yang diperlukan untuk menghitung debit rencana antara lain adalah data curah hujan, luas cachment area serta keadaan drainase eksisting. Debit banjir rencana yang digunakan adalah debit banjir dengan periode ulang 5 tahunan, hasil perhitungan didapat debit banjir rencana untuk periode ulang 5 tahun sebesar 2,649 m3/detik. Sedangkan daya tampung saluran eksisting hanya sebesar 2,434 m3/dtk. Dari hasil analisis tersebut, syarat Qs > Qt Tidak terpenuhi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan atau redesain saluran drainase eksisting di wilayah tersebut.
EVALUASI STRUKTUR RANGKA BAJA PADA GEDUNG PARKIR UNIVERSITAS TIDAR BERDASARKAN SNI-1729-2015 Fahri, Misbakhul; Arnandha, Yudhi; Yuwana, Dwi Sat Agus; Wicaksono, Teguh Mulyo
Bangun Rekaprima Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.207 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i2.3964

Abstract

Standar perencanaan baja meliputi dasar perencanaan, perilaku tegangan dan pengaruh stabilitas struktur baja sesuai SNI 1729 tentang Spesifikasi Untuk Bangunan Baja Struktural. Peraturan SNI 1729-2015, terdapat metode desain Direct Analysis Method (DAM) sebagai alternatif dari Effective Length Method (ELM) yang telah digunakan pada SNI 03-1729-2002. Gedung parkir Universitas Tidar dibangun tahun 2019 direncanakan menggunakan peraturan SNI 03-1729-2002 maka diperlukan tinjauan ulang menggunakan peraturan terbaru. Bangunan model rangka portal baja atau biasa disebut Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada kondisi tanah sedang (SD). Parameter respons spektral percepatan gempa berdasarkan peraturan SNI 1726-2019. Dalam periode fundamental struktur (T)terdapat faktor yang mempengaruhi berdasarkan kategori resiko antara lain Cu 1,4 , untuk rangka pemikul momen Ct 0,0724 dan x 0,8 , maka Ta didapatkan 0,608 detik, faktor sistem penahan gaya gempa Ω03, Cd 5,5, dan R 8. Didapatkan Cs sebesar 0,153 lebih besar dari Cs minimum 0,0406 maka koefisien respons seismik (Cs) sudah memenuhi ketentuan. Dari analisis massa ragam menunjukkan angka 0,999 dan 1 pada MODAL 12 yang menunjukkan partisipasi massa ragam telah mendekati 100% dan telah memenuhi syarat peraturan yang digunakan dengan mode getar translasi pada mode 1 dan 2 sedangkan mode 3 mulai bersifat rotasi. Simpangan terbesar ada pada lantai 3 yaitu sebesar 0,0067 dengan simpangan ijin maks adalah 0,065. Gaya dalam terbesar muncul akibat kombinasi   beban ke 4 yaitu 1,2 D+1,3W+γL L+0,5(La atau H). Dari SAP2000 pada elemen struktur gedung parkir Universitas Tidar tidak ada satupun elemen struktur yang berwarna merah over strenght (O/S) maka konstruksi dapat dikatakan aman
ANALISIS BALOK SENGON LAMINASI KOMPOSIT (SANDWICH) PADA TUMPUAN TERHADAP MOMEN NEGATIF Wicaksono, Teguh Mulyo; Praharseno, Fikri; Widoanindyawati, Vemi
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.971 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i2.2996

Abstract

Kayu sengon merupakan kayu lemah dan merupakan jenis kayu cepat tumbuh dengan masa panen kurang dari 10 tahun dengan kuat tekan 16,91 MPa, kuat tarik 46,33 MPa, kuat geser 3,51 MPa, kuat lentur 23,52 MPa, MoE 6.898,45 MPa dan termasuk klasifikasi E6 sesuai SNI 7973-2013. Pengujian sebelumnya pada balok sengon utuh dan balok laminasi komposit sebagai perkuatan balok sengon pada bentang lapangan dalam menahan momen positif mampu meningkatkan MoE sebesar 10.419 Mpa dengan beban maksimum 16,82 kN setara dengan karakteristik mutu E11, sedangkan pada konstruksi portal terdapat beberapa variasi momen yang dialami oleh balok kayu sehingga penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan balok sengon laminasi komposit balok sandwich pada sisi tumpuan terhadap momen negatif jika diterapkan pada konstruksi portal ataupun sebagai kantilever. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan metode analisis dan eksperimen untuk mengetahui kemampuan balok dalam menahan momen negatif. Dari analisis didapatkan beban ultimate balok adalah 22,17 kN yang ditinjau dari momen tekan penampang yang lebih lemah dibandingkan momen tarik sehingga bidang tekan diprediksi rusak lebih dulu. Dari hasil eksperimen didapatkan beban maksimum adalah 21,13 kN terdapat selisih 4,7% cukup dekat dari beban perkiraan. Hal ini dikarenakan kemampuan tekan steel plate tidak mampu menahan tekan dan terjadi tekuk lokal (local buckling) sehingga kemampuan tekan penampang hanya di dukung oleh kemampuan tekan sengon. Dari hasil pengujian balok laminasi komposit mampu menahan momen negatif dimana pembebanan rencana terfaktor sebesar 16,8 kN masih berada dibawah kemampuan balok komposit yang pada umumnya momen negatif justru lebih kecil dari pada momen positif akibat adanya stabilisasi beban pada sisi tumpuan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN BATA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BATU DI KELURAHAN NGADIRGO KOTA SEMARANG Wicaksono, Teguh Mulyo; Wasino, Wasino; Mukhlisin, Muhammad; Supriyadi, Supriyadi; Sudarmono, Sudarmono; Junaidi, Junaidi; Sukoyo, Sukoyo; Suwarno, Anung; Mahmudi, Wildana Latif; Abdillah, Rifqi Aulia
Bangun Rekaprima Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v10i1.5467

Abstract

2022 is the beginning of offline learning after the Covid-19 pandemic. where previously learning was carried out online including practicums. One of the practicums carried out in the Semarang State Polytechnic Civil Engineering department is the masonry practicum which is carried out for semester 1 students. With the offline masonry practicum, the practicum will leave behind brick fragments that can no longer be used. These broken bricks will usually be thrown away at the end of each semester after all the practicums have been carried out. the proportion of brick fragments to intact bricks usually reaches 30% to 40%. The construction workers come from the Ngadirgo community, they learn building work autodidactically based on experience. With the continued development of BSB, there are quite a lot of employment opportunities, including development workers. Techniques and methods of masonry work that comply with construction standards can increase the ability of craftsmen to become skilled workers so that it is hoped that they can improve the welfare of the community around Ngadirgo sub-district, Mijen sub-district. Ngadirgo sub-district currently has a village cemetery which is located in Ngadirgo hamlet RW 2, in this cemetery there is no coffin house which is used to store death equipment including the coffin which is currently still entrusted to one of the residents' house. With the existence of coffin house products made from brick masonry in the village cemetery area.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH ABUTA (ABU SEKAM PADI, DAN SERBUK BATA) SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN PADA CAMPURAN BETON RAMAH LINGKUNGAN Wicaksono, Teguh Mulyo; Mukhlisin, Muhammad; Fatmawati, Leily; Rahmawati, Roselina; Supriyadi, Supriyadi; Sukoyo, Sukoyo; Sudarmono, Sudarmono; Herlambang, Fajar Surya; Anastasya, Frida
Bangun Rekaprima Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v10i1.5681

Abstract

Construction prioritizes the strength of concrete without thinking about the negative impact on the environment. The cement industry is estimated to contribute 5-7% of CO2 gas emissions in the world. On the other hand, Indonesia is also faced with environmental problems caused by various industrial waste. From this problem an innovation emerged, namely ABUTA (husk ash and brick ash). The aim of this innovation is to create a concrete innovation using Abuta Waste (Rice Husk Ash, and Brick Powder). For the manufacture of economical, environmentally friendly concrete to reduce the negative impacts caused by excessive use of cement and reduce industrial waste in Indonesia. In writing this proposal the author used the experimental writing method and data collection method. The concrete innovation applied is concrete with a mixture of variations in the composition of rice husk ash powder and red brick powder of 10% of the cement composition in conventional concrete so that it is more economical and environmentally friendly. In this study, the ACI (American Concrete Institute) mix design method was used with the required design quality of 30 MPa. It is hoped that this innovation can become an environmentally friendly concrete innovation to reduce the negative impacts of excessive cement use and reduce industrial waste in Indonesia. Based on the mix design, the proportion of ash mixture (rice husk ash and brick powder) is 1:1. Meanwhile, the ratio of the amount of ash mixture to cement is 10%: 90%. The compressive strength of concrete with a 0% Abuta mix variation (7 days old) was 19.5, while the concrete innovation with a 10% Abuta mix variation (7 days old) was 15.70 Mpa. This means that the 10% mixture reduces the compressive strength value by 46.28% below the 0% abuta mixture variation. Using a mixture of 10% ash (rice husk ash and brick powder) in innovative concrete can reduce production costs by IDR. 76,700/m ³. Based on the materials obtained in this manufacture, it can be concluded that to obtain optimal compressive strength, better quality materials are needed. The application of concrete can be applied in casting work floors and non-structural construction work such as buildings that require general load power such as housing, sculpture, home interiors and others.
PEMODELAN PENINGKATAN KADAR AIR AKIBAT INFILTRASI DITINJAU DARI PARAMETER KEKUATAN TANAH Lestari, Nor Puji; Suwarno, Anung; Mulyono, Tedjo; Sudarmono, Sudarmono; Praharseno, Fikri; Wicaksono, Teguh Mulyo
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.515 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i1.4654

Abstract

Tanah merupakan salah satu aspek penting dalam konstruksi yang memerlukan perhatian saat perencanaan yang berhubungan dengan daya dukung pondasi, stabilitas lereng, tekanan tanah lateral serta bangunan sipil lainya. Sehingga banyak kejadian kegagalan struktur geoteknik terjadi saat kondisi tanah paling kritis. Oleh sebab itu, penelitian ini dirancang untuk mempelajari bagaimana pengaruh variasi kadar air terhadap kekuatan tanah pada kondisi normal dan jenuh sempurna. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Semarang. Peningkatan variasi nilai infiltrasi dilakukan dengan cara merendam sampel tanah dalam cawan. Setelah dilakukan pemeraman, kemudian sampel tanah diuji triaksial UU. Penelitian menunjukkan bahwa pada awal penjenuhan penyerapan air maksimum akan tercapai (19,6%) dan akan berkurang sebanding dengan lama penjenuhan. Nilai kadar air bertambah mendekati nilai 100% saat penjenuhan berlangsung selama 10 hari. Parameter kuat geser tanah (kohesi) akibat penjenuhan sebesar 0,39 kg/cm2; 0,28 kg/cm2 dan 0,35 kg/cm2. Sedangkan semakin jenuh tanah maka nilai sudut gesek dalam tanah juga menurun mendekati nilai nol, yaitu 11,80o; 12,17o dan 2,76o. Bertambahnya nilai kadar air pada tanah mengakibatkan menurunnya nilai kohesi dan sudut gesek dalam pada tanah. Semakin jenuh tanah (semakin lama penjenuhan) maka sudut gesek dalam tanah mendekati nol dan kohesi tanah lebih kecil dibanding kondisi tanah asli. Sehingga semakin jenuh tanah maka nilai daya dukung tanah tersebut semakin kecil.
STUDI DISTRIBUSI BEBAN MERATA LAJUR PADA TANAH LUNAK JENUH Widoanindyawati, Vemi; Widodo, Bambang; Wicaksono, Teguh Mulyo; Praharseno, Fikri
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.42 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i2.2994

Abstract

Lapisan tanah yang dibebani akan mengalami penurunan (settlement). Beban yang diberikan akan didistribusikan ke dalam lapisan tanah di bawahnya dengan pola penyebaran tergantung bentuk penampang beban dan jenis tanah. Dalam praktik sering dijumpai menghitung distribusi beban dengan pola penyebaran 1V : 1H yang membentuk sudut penyebaran 45o atau dengan distribusi 2V : 1H. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tegangan pada tanah lunak jenuh akibat beban merata lajur. Metode penelitian ini dilakukan dengan membuat model uji berupa kotak yang diisi tanah lempung lunak. Tanah yang berada dalam kotak pengujian dijaga kejenuhannya dengan memberikan air secara berkelanjutan. Tanah di bawah luasan pondasi sedalam dua kali lebar pondasi (2B) dibuat berwarna. Pondasi dengan ukuran 10 cm x 50 cm dibuat dengan rangkaian pralon diameter 16 mm (5/8”), kemudian disusun tiga lapis. Pembebanan pondasi diberikan secara bertahap yaitu 23,22; 64,04; 89,60; 118,78; 134,78 kilogram, dan dilakukan pencatatan beban dan penurunan yang terjadi. Ketika dibebani maka tanah yang berwana di bawah pondasi akan memendek dan melebar sesuai dengan beban yang didistribusikan. Tanah dipotong untuk mengetahui bentuk distribusi bebannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi beban dengan pondasi persegi lajur adalah 2,25 Vertikal : 1 Horizontal (2,25 V : 1 H).
OPTIMASI KINERJA SISTEM DRAINASE MENGGUNAKAN DRAINASE RAMAH LINGKUNGAN Praharseno, Fikri; Wicaksono, Teguh Mulyo; Widoanindyawati, Vemi
Bangun Rekaprima Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v10i2.6202

Abstract

The threat of flood disasters when the rainy season arrives is a big problem currently being faced by the city of Jakarta. The city of Jakarta, which is the nation's capital, has made this city a business center and metropolitan city, so that development of both structures and infrastructure is growing rapidly, as a result of this large amount of development, this will automatically reduce the availability of open land, resulting in less and less rainwater infiltration over time. In addition, rainwater as a source of clean water has been considered wastewater which can cause gloves and must be channeled downstream as quickly as possible so that rainwater is not given the opportunity to seep into the soil through infiltration and percolation processes which are conditions This will have an impact on the availability of water on land becoming less. Based on the problems above, a method is needed to optimize drainage performance in order to overcome flooding and the scarcity of water sources. One of them is using a sustainable drainage concept. This concept aims to reduce inundation due to surface flow and conserve water. The research method used was a survey, data analysis using hydrological and hydraulic analysis. The research case study was carried out at the Central Jakarta State Secretariat housing complex with the results of the analysis of the implementation of 30 infiltration wells with a diameter of 0.8 meters and a well depth of 2.4 meters. From the research results, it was found that one infiltration well can hold 1.2063 m3 of water and the well filling time is 51 seconds. So for 30 wells the reduced rainwater discharge is 36.189 m3 during 51 seconds of rain, while the planned flood discharge during 51 seconds of rain is 38.25 m3 and if the percentage is calculated, the reduced rainwater reaches 94.61%.