Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbedaan Konsep Fasakh, Infisakh, Dan Iqalah Dalam Hukum Islam Pada Pembatalan Akad Azzahra, Tyas; Sekarini, Fairana; Pusvisasari, Lina
Lex Aeterna Law Journal Vol 3 No 3 (2025): Lex Aeterna Law Journal
Publisher : Lex Aeterna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69780/lexaeternalawjournal.v3i3.90

Abstract

Penelitian ini membahas konsep fasakh, infisakh, dan iqalah dalam hukum Islam sebagai bentuk pembatalan akad. Fasakh adalah pembatalan akad secara sepihak karena adanya cacat atau pelanggaran syarat. Infisakh terjadi otomatis tanpa intervensi pihak manapun, misalnya karena kematian atau hilangnya objek akad. Sementara iqalah adalah pembatalan akad berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Ketiganya memiliki perbedaan mendasar dari segi sebab, proses, dan akibat hukum. Pemahaman konsep ini penting dalam praktik muamalah agar akad yang dijalankan sah dan adil sesuai syariat.
Kesesuaian Praktik Bagi Hasil Pertanian di Kampung Babakan Nagrak dengan Prinsip-Prinsip Hukum Islam Sobandi, Nia; Pusvisasari, Lina; Nurazizah, Rayi
Tasyri' : Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): Tasyri: Jurnal Muamalah dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Hukum dan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/tjmes.v8i1.538

Abstract

This study examines the conformity of agricultural profit-sharing practices in Babakan Nagrak Village with Islamic legal principles. Previous studies on muzāra‘ah have mostly focused on normative aspects, while empirical practices at the village level remain underexamined. This research aims to fill that gap by analyzing the actual cooperation between landowners and tenant farmers. This study employs a qualitative approach using a case study method through field observation, in-depth interviews with three key informants, and documentation. The findings show that profit-sharing is implemented using a 1/2–1/2 and 1/3–2/3 ratio based on capital and labor contributions. Generally, the practice fulfills the main elements of a muzāra‘ah contract, such as mutual consent (tarāḍī) and agreed profit ratios. However, the absence of written agreements and unclear risk allocation in case of crop failure potentially leads to elements of gharar. This study contributes by proposing a simple administrative model for muzāra‘ah contracts to improve transparency and fairness based on fiqh muamalah principles. Practically, it can serve as a reference for rural communities in strengthening Sharia-compliant agricultural cooperation.
A ANALISIS KONSEP PROFIT SHARING DAN NISBAH PADA AKAD MUDHARABAH DALAM OPERASIONAL BANK SYARIAH DI ERA DIGITAL : Implementasi Mudharabah pada Bank Syariah di Era Digital Pusvisasari, Lina; Yusuf, Fikri Maulana; Alamsyah, Ahmad Radi
JEDLISH : Journal Of Education and English Language Teaching Vol 5 No 2 (2025): JEDLISH Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrak Mudharabah merupakan bagian penting dari produk perbankan syariah yang berlandaskan prinsip pembagian keuntungan. Dalam operasionalnya, bank syariah menerapkan konsep rasio untuk menentukan proporsi keuntungan antara pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola usaha (mudharib). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembagian keuntungan dan rasio dalam kontrak Mudharabah pada operasional perbankan syariah di era digital, dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pembagian keuntungan dan rasio tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan digital, di mana penentuan proporsi keuntungan disesuaikan berdasarkan kesepakatan antara bank dan nasabah.