Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Sawo (Manilkara Zapota L.) dan Uji Efektivitas Sebagai Pelembab Kulit: Formulation of Ethanol Extract Cream Preparation of Sapodilla Fruit Peel (Manilkara Zapota L.) and Effectiveness Test as Skin Moisturizer Hamna, Aulia; Safriana, Safriana; Fatimah, Cut; Tanjung, Siti Aisyah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6444

Abstract

The skin is the largest organ of the body that is often exposed to the environment so it is prone to dryness and health problems. Skin moisturizing cosmetic preparations often contain synthetic chemicals so that their use often causes side effects, in the form of skin disorders so that it is necessary to find alternative natural ingredients that can provide safer skin moisture, for example ripe sapodilla fruit skin, which has been empirically proven to moisturize the skin. This study aims to test the chemical content, formulate ethanol extract of ripe sapodilla fruit skin in the form of a cream, and evaluate the effectiveness and safety of the cream as a skin moisturizer. The method used in this study is an experimental method with a quantitative approach, starting with the manufacture of simplicia and its characteristics test, manufacture of ethanol extract of ripe sapodilla fruit skin, phytochemical screening test, making cream preparations with ethanol extract concentrations of ripe sapodilla fruit skin 5%, 10%, and 15% followed by physical quality tests including organoleptic and stability tests, homogeneity tests, emulsion type tests, pH tests, spreadability tests, adhesion tests, irritation tests on volunteers, preference tests, and effectiveness tests of the preparation as a skin moisturizer. The results of the study showed that phytochemical screening of fresh ripe sapodilla fruit skin, crude drugs, and its ethanol extract showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. Ethanol extract of ripe sapodilla fruit skin can be formulated into a skin moisturizer cream preparation with stable color, aroma, and shape within 4 weeks, the pH of the preparation is in accordance with the skin pH of 4.5-6.5, does not irritate and has effectiveness as a skin moisturizer, increases water content in the skin by 40.04 ± 3.47%. and reduces oil content by 24.46 ± 2.20%.
PENYULUHAN DAGUSIBU BAGI MASYARAKAT DESA CINTA RAKYAT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Fatimah, Cut; Gunawan, M.; Andilala, Andilala; Sihombing, Juliana Sion; Safitri, Dewi; Fitria, Monica Desi; Nurhapiani, Nurhapiani; Setyarini, Putri Ayu Indah; Marwiyah, Rizky
Health Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian Februari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i1.3832

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Gerakan ini merupakan suatu program edukasi kesehatan sebagai langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga mencapai derajat kesehatan yang paripurna sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang – Undang Nomor 36 Tahun 009 (PP IAI, 2014).
PENETAPAN KADAR NATRIUM SIKLAMAT PADA MADU BERMERK DAN TIDAK BERMERK DI DESA BULUHALA KOTA DUMAI SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Fatimah, Cut; Bagas F, Muhammad; Andilala, Andilala; Kamelia, Kamelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10691

Abstract

Madu merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga yang memiliki rasa manis dan mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, saat ini banyak ditemukan madu yang ditambahkan bahan tambahan pangan berupa pemanis buatan seperti natrium siklamat untuk meningkatkan rasa manis dan menekan biaya produksi. Penggunaan natrium siklamat yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan karena produk metabolismenya, sikloheksamin yang bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium siklamat pada madu bermerk dan tidak bermerk di Desa Buluhala Kota Dumai serta membandingkannya dengan batas maksimum yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 yaitu 350 mg/kg. Untuk itu, perlu di lakukan uji kadar natrium siklamat yang terdapat dalam madu bermerk dan tidak bermerk dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis, sebelum dilakukan penetapan kadar diawali dengan uji identifikasi menggunakan beberapa pereaksi untuk memastikan ada nya kandungan siklamat di dalam sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel madu bermerk dan tidak bermerk mengandung natrium siklamat. Kadar natrium siklamat pada madu tidak bermerk yaitu 304,71 ± 2,71 mg/kg, 333,80 ± 1,97 mg/kg, dan 337,53 ± 2,21 mg/kg sedangkan pada madu bermerk nilainya lebih rendah dan masih di bawah batas maksimum, dapat disimpulkan bahwa madu tidak bermerk mengandung natrium siklamat dengan kadar yang mendekati batas maksimum yang diizinkan, sedangkan madu bermerk masih berada pada kadar aman. Diperlukan pengawasan lebih lanjut terhadap produk madu yang dijual bebas di pasaran agar sesuai dengan ketentuan keamanan pangan.