Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Korelasi Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin Urin dan Laju Filtrasi Glomerulus pada Anak dengan Penyakit Kritis di Rumah Sakit dr Zainoel Abidin Banda Aceh Agustin, Amelia Wijaya; Sovira, Nora; Edward, Eka Destianti; Haris, Syafruddin; Ismy, Jufitriani; Andid, Rusdi
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.408-14

Abstract

Latar belakang.Penyakit kritis merupakan kondisi akut yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan intensif. Deteksi dini pemeriksaan fungsi ginjal terhadap kejadian Gagal Ginjal Akut (GGA) biasanya dilihat dari penurunan mendadak Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Kondisi GGA dapat menyebabkan peningkatan mortalitas pada pasien kritis. Banyak biomarker dapat digunakan untuk mendeteksi GGA, termasuk Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin urin (NGALu) sebagai penanda yang lebih cepat untuk mendeteksi GGA. Penelitian ini ingin mengetahui korelasi NGALu dan LFG pada anak dengan penyakit kritis.Tujuan. Mengetahui korelasi NGALu dengan LFG pada anak dengan penyakit kritis.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data dari rekam medis pada anak usia 1 bulan hingga 18 tahun yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit sejak Agustus 2023 hingga Desember 2023 dengan jumlah sampel 40 anak yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Hasil. Penelitian mengikutsertakan 40 anak dengan penyakit kritis. Didominasi oleh anak laki-laki sebanyak 28 anak (70%), dengan rentang usia 6 tahun hingga 18 tahun yaitu 26 anak (65%). Berdasarkan status gizi, anak dengan status gizi baik dan kurang memiliki presentasi yang sama, yaitu masing-masing 18 anak (45%). Adapun penyakit kritis yang mendasari adalah infeksi SSP (35%) yang didapatkan paling banyak, dengan hasil LFG yang tidak normal yaitu hiperfiltrasi pada 19 anak (47,5%) dan AKI pada 2 anak (5%), dengan lama perawatan (?8 hari) sebanyak 52,5% dan banyak luaran yang meninggal yaitu 22 anak (55%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi negatif yang bermakna antara kadar NGALu terhadap nilai LFG dengan nilai p = 0,001 dan r=-0,656 pada nilai LFG normal serta r=0,029 dengan nilai p=0,55 pada nilai LFG yang tidak normal.Kesimpulan.Kadar NGALu berkorelasi dengan nilai LFG yang tidak normal pada anak dengan penyakit kritis.
Risk factors for increased transaminase enzymes in children with epilepsy using valproic acid Sari, Ina Julia; Anidar, Anidar; Akbar, Zaki; Yusuf, Sulaiman; Bakhtiar, Bakhtiar; Ismy, Jufitriani
Paediatrica Indonesiana Vol. 66 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Valproic acid (VPA) is a commonly used first-line medication for generalized epilepsy. Hepatotoxicity, manifested by elevations in transaminase enzymes, is a serious, life-threatening adverse effect of VPA use. Objective To determine the prevalence and risk factors for elevated transaminase enzymes in children with epilepsy receiving VPA. Methods A cross-sectional study was conducted at Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh, Indonesia on 50 children with epilepsy aged 1 month to 18 years who received VPA and experienced elevations in serum aspartate aminotransferase (AST) and/or alanine aminotransferase (ALT). We compared clinical characteristics Results  Of 294 children with epilepsy, 50 children (17%) met the study criteria. Elevated AST was found in 31 (62%) subjects and elevated ALT in 35 (70%) subjects. Bivariate analysis revealed a significant negative association between elevated AST and duration of treatment (OR=0.925; P=0.044) and a positive association between elevated ALT and number of antiepileptic drugs (AEDs) received (OR=7.691; P=0.022). Nutritional status was significantly associated with elevated ALT (OR=0.412; P=0.041). Multivariate analysis showed that the number of AEDs was he only significant risk factor for elevated AST (OR=4.663; P=0.040), and VPA dose was the most significant only significant factor for elevated ALT (OR=1.183; P=0.029). Conclusion In children receiving VPA for the treatment of epilepsy, the number of AEDs received is a risk factor for elevated ALT, while VPA dose is a risk factor for elevated AST.