Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEGIATAN PENANAMAN POHON DAN PEMBERSIHAN SUNGAI DI SUB-DAS KARANG MUMUS Denny, Shalehudin Denny Maruf; Yusuf, Andi; Wahyuningtyas, Irma; Kutana, Agung Nugrawan; Hanifah, Nisrina Putri; Dirna, Fitria Cita; Andika, Riki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.40702

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penanaman pohon dan pembersihan sungai adalah upaya dalam melindungi kelestarian sumber daya air. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Agustus 2024 dan bertempat di Sungai Karang Mumus, Kelurahan Lempake, Samarinda. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan penanaman 100 bibit pohon dengan jenis yang berbeda dan dilanjutkan dengan pembersihan sampah plastik dan styrofoam. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan menyebabkan dampak positif terhadap penghijauan Kembali wilayah bantaran Sungai Karang Mumus dan peningkatan kesadaran bagi Masyarakat di sekitarnya.
Studi Sifat Fisika, Mekanika dan Keawetan Rotan Manau (Calamus manan Miq.) yang Telah Melalui Proses Penggorengan Minyak Jelantah Salusu, Heriad Daud; Waldini, Vania Azhara; Patulak, Ita Merni; Sari, Nur Maulida; Nurmarini, Eva; Yusuf, Andi; Andriany, Riri
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1975

Abstract

Rotan merupakan komoditas utama hasil hutan bukan kayu, karena memiliki nilai jual yang tinggi dan pasaran yang luas terutama pasar ekspor. Produk rotan telah turut berperan menambah penerimaan ekspor unggulan selain minyak dan gas bumi, serta dapat disejajarkan dengan penerimaan ekspor utama pertanian lainnya seperti kopi, karet, dan minyak sawit. Rotan Manau merupakan salah satu dari berbagai jenis rotan yang memiliki kualitas baik untuk bahan meubel dan furniture. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggorengan Rotan Manau yang memanfaatkan minyak jelantah pada sifat fisika dan mekanika seperti kadar air, keteguhan lentur (MoE) dan keteguhan patah (MoR) serta keawetan rotan terhadap serangan jamur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan bahan baku, pemotongan sampel uji, penggorengan rotan, pengujian sifat fisika, mekanika dan pengamatan serangan jamur pada rotan, setelah itu hasil pengujian dihitung dan di rata-ratakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar air sampel (tanpa perlakuan) yaitu 16,386%, keteguhan lentur (MoE) 14355,15 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 162,81 kg/cm2. Dibandingkan pengujian sampel dengan perlakuan memiliki kadar air 10,463%, keteguhan lentur (MoE) 21151,07 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 213,74 kg/cm2. Hasil persentase dari pengamatan serangan jamur pada Rotan Manau tanpa perlakuan adalah sebesar 17,69%, sedangkan dengan perlakuan sebesar 5,4%. Persentase daya hambat minyak jelantah dalam mencegah serangan jamur pada rotan adalah sebesar 68,30%.
IDENTIFIKASI JENIS CACAT DAN REDUKSI VOLUME KAYU BULAT MERANTI MERAH (Shorea spp.) SEBAGAI BAHAN BAKU MOULDING DI PT CAHAYA SAMTRACO UTAMA Yusuf, Andi; Intan, Anderia; Hanifah, Nisrina Putri
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.100842

Abstract

Red meranti (Shorea spp.) is the primary raw material for moulding production at PT Cahaya Samtraco Utama. The presence of defects in round logs can affect wood quality and reduce the usable volume of wood. This study aims to identify the types of defects found in red meranti round logs and to determine the reduction in log volume caused by these defects when used as raw material for moulding at PT Cahaya Samtraco Utama. The research was conducted at the log yard of PT Cahaya Samtraco Utama using 30 randomly selected logs. Observations were carried out visually, and the measurement of log volume followed the Indonesian National Standard (SNI 8911:2020). The results showed nine types of defects with a total of 46 occurrences across the thirty round logs. The three most frequently observed defects were heart rot, large knots, and crook. The average log volume was 8.11 m³ per log, with a volume reduction of 7.14% due to wood defects. These findings indicate that natural defects are the primary cause of wood deterioration and have a significant effect on the efficiency of raw material utilization in the wood moulding industry. Keywords: moulding raw material, red meranti, wood defects, wood processing, wood volume. Abstrak Kayu meranti merah (Shorea spp.) merupakan bahan baku utama produksi mo ulding di PT Cahaya Samtraco Utama. Keberadaan cacat pada kayu bulat dapat memengaruhi mutu kayu dan mengurangi volume kayu yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacat yang terdapat pada kayu bulat meranti merah dan pengurangan volume kayu bulat akibat adanya cacat kayu sebagai bahan baku moulding di PT Cahaya Samtraco Utama. Penelitian dilakukan di logyard PT Cahaya Samtraco Utama dengan menggunakan 30 batang yang dipilih secara acak. Pengamatan dilakukan secara visual dan pengukuran volume kayu bulat mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) 8911:2020. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat sembilan jenis cacat, dengan total kemunculan 46 cacat pada tiga puluh batang kayu bulat. Terdapat tiga jenis cacat yang paling banyak ditemukan yaitu, hati rapuh, mata kayu besar, dan bengkok. Rata-rata volume kayu bulat sebesar 8,11 m3 per batang dengan reduksi volume akibat cacat kayu sebesar 7,14%. Hal ini menunjukkan bahwa cacat alami merupakan faktor utama kerusakan kayu dan berpengaruh terhadap efisiensi pemanfaatan bahan baku moulding di Industri Pengolahan Kayu. Kata kunci: bahan baku moulding, cacat kayu, kayu meranti merah, pengolahan kayu, volume kayu
Faktor Risiko Kejadian Hepatitis B Pada Ibu Hamil di Kabupaten Luwu Timur: Risk Factors for Hepatitis B Incidence in Pregnant Women in East Luwu District Pither, Margaretha; Yusuf, Andi; Aziz, Rahmawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.404 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1629

Abstract

Latar Belakang: Infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah menjadi perhatian dunia karena penularan yang paling sering terjadi di seluruh dunia, terutama pada daerah-daerah endemis, yaitu penularan dari ibu ke anak pada masa prepartum atau perinatal dengan risiko tertular infeksi hepatitis B (HBV) pada anak lebih dari 90%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain case control study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang mengikuti layanan Antenatal Care selama periode Januari – Maret 2021 di fasilitas kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Penentuan besar sampel dengan cara “Total Sampling” untuk kelompok kasus yaitu sebanyak 50 responden dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol yaitu 1 : 1. Pemeriksaan HbsAg menggunakan alat Rapid Diagnostic Test (RDT). Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik menggunakan Aplikasi SPSS. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p-value = 0,027; OR = 2,705; IK 95%: 1,197-6,113), paritas (p-value = 0,023; OR = 2,846; IK 95%: 1,228-6,697), dan pasangan seksual (p-value = 0,031; OR = 9,333; IK 95%: 1,121-77,704) merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Sedangkan kelompok umur (p-value = 0,177) dan jenis pekerjaan (p-value = 0,059) tidak menjadi faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Kesimpulan: Tingkat pendidikan, paritas, dan pasangan seksual merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Diantara semua faktor risiko yang ditemukan, pasangan seksual merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian hepatitis B pada ibu hamil di Kabupaten Luwu Timur tahun 2021 (p-value = 0,022; OR: 12,920; IK 95%: 1,440-115,894)